
Hai... semua,,,👋👋 aku juga mau kenalan dong sama reader kesayangan kak blue,,
Namaku Kartika Wulandari, Panggil aja Tika.
Aku berusia sama dengan mbak Dita dan mbak Vina. Aku juga baru beberapa bulan tamat dari SMA.
Aku tinggal di panti asuhan permata. Aku tidak mengenal kedua orang tua ku. Pengurus panti bilang aku ditemukan di depan pagar panti ini. Disitu tertera hanya tanggal lahir saja. Namaku ibu panti yang memberikan nya.
Beberapa bulan terakhir aku tidak tinggal di panti lagi. Aku keluar untuk mencari pekerjaan. dan akhirnya aku bekerja di sebuah toko roti yang lumayan terkenal di kota ini. Aku bekerja sebagai kasir di toko.
Setiap hari aku berangkat jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore dengan sepeda kesayangan ku. Malamnya aku bekerja di restoran sebagai pramusaji. Gaji ku dapat memang tidak lah terlalu banyak tapi aku tetap bersyukur aku akhirnya bisa bekerja dan bisa membantu ibu pengasuh ku untuk membiayai kebutuhan adik adik angkat yang masih di panti.
Meskipun ibu melarang nya. tapi bagi ku ini hanyalah pemberian kecil dariku yang tidaklah seberapa dibandingkan dengan kasih sayang yang diberikan ibu asuh ku.😊
❤️❤️❤️❤️❤️
"Punya mata gk sih " teriak seorang pria yang tersungkur di lantai trotoar.
"Maaf ... maaf.. aku tidak sengaja.." ujar Tika selembut mungkin sambil membersihkan celana pria itu.
"Maka nya jangan buru-buru dong mbak, udah tau mau pergi, tepat waktu dong" kesal pria itu. Pria itu adalah Angga, dengan berdecak kesal membersihkan kotoran yang mengenai celana jins nya.
"Maaf ya mas, saya buru buru nanti saya di pecat dari tempat kerja, saya akan ganti celana mas yang kotor" ujar Tika sesopan mungkin dan menunduk.
"Sial sekali aku pagi ini, harusnya semalam aku gk usah maraton nonton drama itu, kan paginya aku telat bangun dan malah membuat masalah, yaa Tuhan,,," ujar Tika dalam hati menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kalau ngomong tu lihat orang nya kek" melihat Tika yang menunduk.
"Maaf ya mas, mas katakan berapa ganti rugi yang harus saya bayar" ujar Tika dan mulai menaikkan kepala nya melihat Angga.
"Mata nya sangat cantik" Angga berucap dalam hati melihat keindahan mata Tika.
Segera menetralkan pandangan nya agar yang di pandang tidak tau kalau Angga terpesona dengan mata itu.
"Emhhh... saya rasa kamu tidak bisa mengganti rugi, ini celana mahal, melihat pakaian kamu, sepertinya kamu bukan selevel dengan saya." songong Angga.
"Ini anak songong benar ya," gumam Tika memicingkan mata menatap Angga.
"Kenapa kamu tatap saya seperti itu?? kamu terpesona dengan ketampanan saya" narsis Angga.
Tika langsung tertawa dengan ucapan Angga.
"Heh pak... memang sih ya bapak tampan, tapi ya kalau ke ge eran kek gitu, siapa yang terpesona dengan bapak, dimana mana ya kalau terpesona itu ekspresi nya mata membola dan mulut ternganga itu baru terpesona pak.. kalau ekspresi saya ini sedang terkejut dengan ucapan bapak yang songong itu" ujar Tika dengan tertawa.
"Kamu berani ketawa in saya hah?? , kamu tidak tau siapa saya?" balas Angga dengan nada sedikit meninggi. Angga sangat kesal dengan ucapan Tika. Ingin rasanya memasukkan Tika ke kandang buaya.
"Saya tidak peduli bapak siapa, mau urusan apa, sedang apa, dan dimana,, yang penting jawab pertanyaan saya pak, berapa ganti rugi nya?" ujar Tika kembali, ia merasa sudah sangat terlambat untuk masuk kerja.
"Cih... orang miskin kayak kamu gk akan sanggup membayar nya,," bukan menjawab malah menghina Tika.
"Wah.. bapak mulai menghina saya ya,, meskipun saya miskin saya mau bertanggung jawab pak..." tegas Tika.
"Apaan kamu ini dari tadi panggil saya pak pak.. emang saya bapak kamu.. lagian nya memang muka miskin kamu itu memang jelas kok" cibir Angga.
"Jadi orang songong banget sih.. masih baik saya panggil bapak ya dari pada saya panggil kakek,, " balas Tika.
"Wah.. kamu memang mau ajak ribut ya" balas Angga.
"Heh... dasar gk jelas ya anda,,, mau ganti gk ni?? kalau gk saya pergi,, saya sibuk.." ujar Tika yang ingin segera pergi dari tempat itu.
"Gk perlu ganti, saya juga gk mau terima uang dari orang susah kayak kamu,,," cibir Angga dan berlalu pergi meninggalkan Tika
"Tu anak baru makan apa ya.. pedes bener mulutnya.. ih.. gara gara dia, gua harus menghadapi Bu Mirna lagi,, kalau aja tadi dia ngomong gk usah ganti kan gk buang waktu jadinya.. dasar emang gk jelas tu anak.. ihh...." kesal Tika menghentakkan kakinya.
"Sial banget gua pagi ini, ah sial, gua udah terlambat.." gumam Tika sembari berlari menuju toko roti tempat kerjanya.
………....................
__ADS_1
"Untung tadi lho gk dimarahi sama Bu Mirna," ujar Dewi teman kerja Tika..
"Hufff... itulah gua sangat bersyukur, hari ini mood beliau lagi bagus, kalau gk tamat sudah hidup gua,," ujar Tika memegang kepalanya.
"lho kenapa terlambat sih?? jangan bilang lho nonton ya semalam??" tanya Dewi memandang Tika.
"Hehehe,, iya,, abis drama yang nya udah gua tunggu sampai tamat, udah tamat maka gua nonton juga sampai tamat tadi malam, dan untungnya hari ini gua nya gk tamat.. dan juga gua ketemu orang aneh tadi pagi" ujar Tika.
"Ketemu orang aneh?? siapa??" tanya Dewi.
"Udah lah.. yang itu gua gk mau cerita.. kesal gua ngingat tu orang" ujar Tika. Dewi mengangguk mengerti.
"Emang lho semalam nonton sampai jam berapa??" tanya Dewi lagi.
"Jam 5" cengir Tika membuat angka lima di tangannya.
"Ya ampun Tika, kalau nonton ingat jam juga dong" Dewi geleng-geleng kepala. Tika tersenyum kecut.
Setelah lama berbincang dengan Dewi, mereka bekerja kembali. Kembali sibuk seperti biasanya.
Ketika waktu istirahat datang. Tika menerima telpon dan langsung bergegas pergi meminta cuti dengan Bu Mirna. untung nya izin cuti di terima. Tika buru buru pergi hingga membuat Dewi dan karyawan lainnya terheran heran dengan Tika.
...****************...
Di panti asuhan....
"Ibu.. kenapa jadi begini?? kok tanah kita mau di gusur sih??" tanya Tika.
"Ibu juga gk tau Tika, bagaimana ini nak, kita harus lakukan apa??" tanya ibu dengan tatapan sedih.
Melihat tatapan ibu seketika Tika sangat iba, mendekat duduk di samping ibu mengelus pundak ibu dan memikirkan jalan keluarnya.
"Ibu.. berikan alamat perusahaan itu, biar Tika yang bicara sama mereka.." ujar Tika.
Pikir Tika dengan menjumpai mereka secara baik-baik akan menemukan penyelesaian.
"Ibu tenang aja.. Tika kesana baik kok, Tika ajak mereka berdiskusi sekali lagi bu biar tanah ini tidak di gusur, kan kasian adik adik nanti mau tinggal dimana" potong Tika.
Ibu mengambil kartu yang diberikan oleh orang suruhan Malik Company dan memberikan kepada Tika.
"Ibu doa in ya biar Tika berhasil diskusi dengan mereka sehingga tanah ini gk di gusur,," ujar Tika memegang tangan wanita paruh baya itu.
" iya pasti Tika, hati hati kamu nak" ujar ibu.
Tika berlalu pergi ke alamat yang tertera di kartu itu.
Sesampainya di perusahaan. Tika sempat terpesona dengan keindahan bangunan.
"Mbak.. saya mau nanya Tuan besar Malik ada gk di kantor??" tanya Tika kepada resepsionis.
"Kamu siapa ??" Tanya wanita itu.
"Saya..emmm... begini mbak, bilang saja saya orang dari panti asuhan permata. pasti tuan Malik tau.." ujar Tika.
Wanita itu memperhatikan Tika sejenak sebelum menelpon sekretaris tuan Malik.
"Silakan naik lift mbak, lantai 20 nnti ada sekretaris direktur menunggu anda,, " ujar wanita itu.
"Baik.. terimakasih ya mbak.." jawab Tika mengangguk dan melangkah pergi menuju lift.
Sesampai nya di lantai 20, langsung di arahkan ke ruangan tuan besar Malik oleh sekretaris dan mempersilakan Tika masuk..
"Permisi Tuan,, saya Kartika Wulandari, saya anak panti asuhan permata, saya kesini mau berdiskusi sekali lagi dengan tuan tentang keputusan penggusuran itu, saya mohon tuan pertimbangan kan sekali lagi, disana ada anak anak yang tidak memiliki orang tua, tidak lah tuan kasihan jika mengusir mereka dari tempat tinggal mereka??" ujar Tika panjang lebar.
"Saya sudah memberi peringatan kepada pimpinan panti bahwa saya akan menggusur tanah itu, tapi kalian juga tidak pindah dari sana,, salah siapa ?? saya telah mengulur waktu.." balas Tuan Besar Malik.
"Maaf kan saya tuan, tapi saya mohon jangan usir mereka dari panti itu,," Tika mengiba.
__ADS_1
Tuan besar malik memperhatikan Tika.
"Sepertinya dia cocok dengan tradisi itu, dia masih muda, sangat cocok dengan Angga,," ujar tuan Malik dalam hati.
...ya elahh Tuan besar, milih mantu random ya🙄, orang memohon lain, tapi malah mikir lain, takut kali ya sama tradisi itu ,,🤭😂...
"Baiklah.. saya tidak akan menggusur tanah itu, tapi kamu harus memenuhi persyaratan saya,, sanggup kamu??" tanya nya dengan senyum seringai.
"Baik tuan, terimakasih banyak, saya akan memenuhi apapun persyaratan Tuan, asal tuan tidak menggusur panti itu" ujar Tika.
"Kamu harus menikah dengan anak saya" to the poin tuan Malik.
Duarrrrrr ... suara petir di siang bolong menyambar kepala Tika.
"Apa?? menikah??" ujarnya terkejut.
"Iya,, itupun jika kamu mau, jika tidak saya harus menggusur tanah itu" ancam Tuan Malik.
"Jika hanya satu-satunya cara,, gk apa deh,, gua harus mengorbankan diri untuk ibu" ujar Tika dalam hati.
"Baik lah,, saya mau tuan,,." jawab Tika.
"Tapi kamu jangan senang dulu ya, ini hanya pernikahan kontrak yang akan berakhir ketika kamu melahirkan seorang cucu untuk ku, aku akan membiayai semua keperluan panti, dan untuk kamu tenang saja,, saya akan membiayai kebutuhan hidupmu selama menjadi menantuku dan akan memberikan kompensasi kepada mu nanti ketika kamu bercerai dari anakku." jelas Tuan Malik.
Mendengar itu membuat Tika menelan ludahnya, dengan berat hati Tika menandatangani surat perjanjian kontrak itu..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini hari yang di tunggu, hari dimana mereka menikah..
"Kok elu sih??" ujar Angga dengan keterkejutannya.
"Gua gk tau kenapa gua juga yang harus nikah sama lho, kalau gua tau ogah gua nikah sama lho." Balas Tika.
" Ayah apaan sih, dari sekian banyak wanita, malah wanita gila kayak lho yang gua nikahi...lu jangan kepedean juga emang gua mau nikah sama modelan nya kayak lu.." cibir Angga.
Tika memilih diam tidak menyahuti Angga. Acara pernikahan berjalan sebagaimana mestinya.
...****************...
Dikamar...
"Lho tidur di sofa sono,, gue tidur di kasur ini, gua ogah tidur bareng lho, gua gk mau dekat-dekat Sama lu ntar badan gua bisa gatel." ujar Angga.
Bukannya beranjak pergi dari kasur. Tika malah menantang Angga dengan menghempaskan badannya di kasur itu dan menarik selimut.
Melihat kejadian itu, Angga membola mata tidak percaya.
"Owh... jadi lu mau tidur bareng gua?? mau bikin anak sama gua?? biar lu cepat pisah sama gua? abis itu lu dapat duit dong dari bokap gue gitu??" ujar Angga menyindir Tika.
"Apaan sih.. gua tau kali perjanjian nya, tapi masalahnya nya gk sekarang gua capek banget, badan gua juga pegel, urusan buat anak sama lu,, nanti nanti aja,, meskipun gua harus lahirin satu anak tahun ini,, agar bisa bebas dari lu,, tapi itu nanti aja" ujar Tika dengan santai.
"Serah lu marpuah... yang penting lu tidur di sofa gua yang di kasur.." Angga menarik tangan Tika.
"Gk mau,, enak aja lu Bambang.. dimana mana ya wanita yang di tidur di kasur,, ngalah kek sama gua,," ujar Tika sambil melawan tarikan Angga.
"Ogah gua,, gk mau,, cepat pindah sana,, cus... sana sana... " usir Angga mendorong tubuh Tika yang berhasil turun ranjang.
"Ih.... awas lu ya.. " kesal Tika berjalan menuju sofa.
Malam berjalan sebagaimana semestinya nya, mereka akhirnya tertidur pulas di tempat masing-masing.
...****************...
...Ya suasana pengantin baru malah berantem,, memang lah bang Angga,,, segitu nya gk mau dekat-dekat sama Tika..😩...
... Awas ya ntar jatuh cinta gk akan author deketin.🤭 sabar mbak Tika nanti author yang balas🔥...
__ADS_1