
El dan si kembar sudah pulang. Si kembar masuk ke mobil Zidan dan Dita. Sedangkan El masuk ke mobil Angga.
"Bunda..ayah... ifa senang klau ayah ma bunda yang emput kami di kolah" ucap Zifa kegirangan.
"Iya bunda.. Afa juga senang, afa harap selama nya bisa seperti ini" timpal Zafa tak kalah bahagia.
Dita bungkam dengan kebahagiaan dan harapan sederhana si kembar.
"Maaf kan bunda sayang, bunda masih belum bisa. Bunda hanya takut untuk kembali dengan ayah kalian" batin Dita.
"Kenapa kak Afa omong gitu. Bunda sama ayah akan selalu menjemput kita kok, iya kan bunda?" tanya Zifa.
"Eh.. iya sayang kalau ayah kalian gk sibuk di tempat kerjanya" balas Dita tersenyum.
"Berarti bunda mau dong kembali sama ayah?" tanya Zafa.
Deg....
Dita tidak tau mau memberikan jawaban seperti apa atas pertanyaan Zafa.
"Apa yang kembali? ayah kan memang Sudah kembali hanya aja ayah Ndak bisa tinggal sama kita kalena ayah sibuk bekelja kak" saut Zifa.
"hmm... iya iya" balas Zifa kecut.
"Anak ayah pintar ya, kalian tenang saja. Nanti ayah ma bunda akan tinggal bersama kok. Tapi nanti setelah ayah selesai kerjanya" balas Zidan melirik ke Dita.
Dita melotot matanya ke Zidan. Dita seakan ingin bertanya kenapa Zidan berkata seperti itu, sama saja memberikan harapan palsu kepada anak kembarnya.
"Ye.. kami akan selalu tunggu kok yah" saut Zafa. Zidan hanya tersenyum melihat Zafa dari sisi kaca mobilnya.
"Bukan anak ayah, tapi anak anak ayah. Kalena anak ayah dua bukan satu" tegas Zifa.
Zidan terkekeh geli sekaligus sedih mendengar perdebatan si kembar. Zidan dan Dita saling melirik.
"Baiklah... ayah ulangi, anak-anak ayah pintar ya" Zidan mengikuti sanggahan Zifa.
Zifa dan Zafa tertawa mendengar ucapan ayah mereka.
"Anak anak ayah mau gk kita pergi ke Mall sebelum pulang ke rumah" ajak Zidan.
"Mau dong yah, tapi bunda kasih izin kan?" tanya Ifa.
"Gk boleh..." tegas Dita.
"Ya...bunda gk seru" Zafa cemberut.
"Asalkan pulang dulu ganti baju, baru pergi" saut Dita kembali dan membuat si kembar bahagia.
"Ye.... makasih bunda. Kalau gitu kita pulang ke rumah dulu ayah, nanti baru kita pergi" ucap Zafa, Zidan mengangguk.
"Tapi bunda pelgi juga kan?" tanya Ifa.
"Bunda pergi kok? iyakan bunda?" Zidan ikut menimpali.
"Em..em.." Dita seolah berpikir. ia hanya senang menggoda dua putri cantiknya.
"Kalau bunda gk mau pergi ya udah gk usah aja ayah, lain kali saja" Jawab Zafa menunduk.
Dita tertawa mendengar ucapan Zafa dan gemas melihat muka sedih anak nya
"anak bunda jangan cemberut dong, bunda ikut kok kalau ayah kalian boleh in bunda pergi" ucap Dita.
"Boleh dong sayang... masa gk boleh" Zidan antusias menjawab.
Dita membola matanya mendengar ucapan sayang Zidan.
__ADS_1
"Ye.... kita jadi pelgi nya" Zifa menggoyangkan tangan nya ke udara.
Zafa dan Zifa sangat senang akhirnya mereka seperti keluarga bahagia meskipun minus satu anggota yang masih sekolah, siapa lagi kalau bukan Zico.
Setelah selesai berganti baju, si kembar langsung kembali menaiki mobil untuk melanjutkan perjalanan ke Mall.
Didalam mobil tidak berhenti nya Zifa berceloteh mengenai sekolah nya. Dita dan Zidan di buat tertawa dengan ucapan Zifa yang lucu.
Perjalanan ke Mall kota dengan menempuh waktu 15 menit. Akhirnya mereka tiba di Mall.
Zifa dan Zafa langsung meminta kepada kedua orangtuanya untuk di belikan es krim dan boneka beruang.
Tentu saja Zidan tidak keberatan mengenai hal itu. Kekayaan keluarga Malik mampu membeli kan segala nya, jangan kan es krim dan boneka, satu Mall saja bisa di belinya.
Sudah satu jam berkeliling Mall membuat mereka lelah dan mengakhiri jalan jalannya.
"Ayah.. nanti kita pelgi lagi ya tapi ajak bang Iko juga ya" ucap Zifa yang masih menjilati es krim nya.
"Iya sayang tentu saja" balas Zidan menghapus es krim yang belepotan di wajah Zifa.
"Ya sudah mari kita pulang udah pada capek kan pengen istirahat" ajak Dita
"Iya bunda"
Setelah menempuh perjalanan akhirnya sampai juga di rumah. Si kembar sudah tertidur pulas di mobil.
"Ya ampun mereka kelelahan, aku akan menggendong nya saja" ujar Dita.
"Aku juga" timpal Zidan.
"Tapi"
"Kenapa Dita? gk boleh gendong anak sendiri?" tanya Zidan yang tidak suka ucapan Dita.
"Rumah kami kecil Zidan, ntar kamu gk nyaman lagi" lanjut Dita.
"Enggak lah... ayo masuk kasihan mereka" ajak Zidan yang telah menggendong Zifa.
Dita dan Zidan keluar dari kamar setelah meletakkan si kembar.
Zico yang sudah menunggu bunda nya pulang sudah nongol di depan pintu kamar tempat tiga serangkai tidur.
"Bunda... kok pergi gk ajak ajak" ujar Zico dengan cemberut.
"Kan bang Zico masih sekolah tadi, tapi nanti kita pergi ya" jawab Zidan mendekat Zico.
"Zico gk ngomong sama kamu, Zico ngomong sama bunda" ketus Zico.
"Sayang.. gk boleh gitu dong. Marah ya jangan lama-lama kan ayah Zico udah minta maaf" Dita mengelus rambut Zico.
"Em.." acuh Zico.
Zidan tersenyum kecut melihat tatapan kesal Zico.
"Dani sama Jeno mana sayang?" tanya Dita melihat tidak ada orang lain selain Zico di rumah.
"Mereka pergi ke kedai depan katanya mau beli sesuatu" balas Zico.
"Kok Zico gk ikut?" tanya Zidan
"Zico nunggu in bunda pulang" jawab Zico tersenyum manis pada Dita.
"Ya ampun anak bunda manis sekali" Dita memeluk Zico.
"Andai aku juga bisa berpelukan dengan mereka pasti aku sangat senang dan sangat hangat" batin Zidan meringis.
__ADS_1
...****************...
"Mommy.. ini beneran Daddy El kan?"
"loh Kok El nanya gitu? emang El gk mau ya punya Daddy yang super tampan dan keren ini"
Angga menyombongkan diri.
Tika memutar bola matanya dengan malas.
"Mau dong, tapi El hanya mau memastikan"
"El anak Daddy kok, coba lihat baik baik sayang wajah El sangat mirip dengan Daddy dan bang Jeno" ucap Angga.
"Emmm.... iya sih mirip. Kenapa wajah El dan Jeno gk ada wajah mommy ya?" tanya El.
"Sayang.. panggil nya Abang Jeno, jangan Jeno." Tika meluruskan.
"Karena mommy cinta kali Sama Daddy makanya muka El dan bang Jeno mirip Daddy" jawab ngasal Angga.
Tika langsung menatap tajam ke arah Angga. Angga malah tertawa geli melihat itu.
"Kita mau kemana sih? kok dari tadi muter muter terus" Tika mulai risih lama lama berdekatan dengan Angga.
"Ya habis kamu gk bilang mau kemana ya kita muter-muter aja" santai Angga.
Tika menepuk dahi dan menggelengkan kepalanya.
"Daddy.. El mau es krim" pinta El yang mulai kehausan.
"Sebentar sayang,, kita cari dulu minimarket nya ya" Angga mulai memperhatikan sepanjang jalan.
Mereka akhirnya sampai di minimarket. Semua orang terpesona melihat ketampanan wajah Angga.
"Hot Daddy tu kayaknya" bisik bisik pelanggan di sana.
"anak nya juga sangat tampan"
"Udah yok... udah kan beli es krim nya. Mari kita pulang" ucap Tika yang langsung meninggalkan dua kembar beda usia itu.
Tika melangkah dengan kesal.
"Kok mommy kayak kesal gitu sih" tanya El yang masih di gendong Angga.
"Mommy kamu marah karena takut Daddy di ambil sama ibu ibu yang dari tadi asik melihat kita" balas Angga dengan terkekeh.
"Haha.. mommy lucu sekali Daddy" saut El juga ikut tertawa kecil.
"Gue suka Tika saat Lo cemburu sama gue, gue sangat senang banget. Moga moga ini menjadi jalan gue untuk kembali bisa menaklukkan hati Lo Tik" batin Angga.
"ih.. kok gue sebel sih, itu si ibu ibu juga ke gatelan pakek lirik lirik Angga sama El lagi" gerutu Tika di dalam mobil yang sudah duluan meninggalkan Angga dan El.
...****************...
...Maaf reader tercintah baru dapat Up lagi ππ...
...Terimakasih banyak atas dukungan nya di cerita ini β€οΈπ...
Jangan lupa
Like
Komentar
and Vote π
__ADS_1