Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Keluarga Malik


__ADS_3

"Sayang... apa ini sangat sakit" tanya Dita kepada anak kembarnya.


"Gk bunda, kan tadi udah di obati" jawab Zafa dan Zifa hanya mengangguk.


"Bunda.. El mau istirahat juga" timpal El.


"Ya ampun sayang.. bunda lupa dengan keberadaan mu, maaf ya" Dita mencium pipi El, ia benar-benar lupa tentang El karena panik melihat si kembar terluka.


"Gk apa bunda, El tau kok" jawab El tersenyum.


"Ya udah... kalian istirahat ya" ujar Dita. Ia keluar membiarkan tiga bocah itu tidur.


Sesampainya di luar Dita langsung mengajak Rina berbicara, di toko ada Tania karyawan baru jadi mereka lebih leluasa untuk mengobrol.


Rina mulai menceritakan kronologis kecelakaan itu hingga mereka di antar pulang dengan selamat.


"Apa anak itu juga terluka?" tanya Dita.


"Terluka iya dit, tapi gk separah si kembar" jawab Rina.


"Syukurlah, setidaknya ia baik baik saja" balas Dita. Rina mengangguk tanda setuju.


"Tapi kan Dit, ada sedikit keanehan tadi, wajah anak itu sangat mirip dengan El. aku saja bingung untuk membedakan mereka" ujar Rina.


"Benarkah?? siapa nama anak itu??" tanya Dita. Ia mulai takut kalau anak itu adalah anaknya Tika.


"Ahh... itu aku lupa menanyai nya Dit. Dan satu lagi lebih mengejutkan wajah kakak anak itu sangat mirip dengan si kembar, apa jangan jangan itu ayah sikembar?" tutur Rina membuat Dita tersentak kaget.


"Yang benar kamu Rin?" tanya Dita.


"Iya lho Dita,, masa aku bohong sih, ngapain juga aku bohong" balas Rina.


"Kau tau nama kakak nya siapa?" tanya Dita memastikan.


"Namanya siapa ya,..... (lama Rina mencoba mengingat).. ah.. iya.. namanya Zidan Dita" ujar Rina.


Mendengar nama mantan suami itu di sebutkan Dita menjadi takut, ia takut Zidan akan mengetahui keberadaan si kembar.


"Gimana nih Rin, kalau sampai orang itu tau tentang si kembar dan mau ngerebut si kembar gimana dong" ujar Dita cemas.


"Jadi dia beneran ayah si kembar Dit?" tanya Rina.


Dita hanya mengangguk lemah mengiyakan pertanyaan Rina. Rina kaget dong.


"Tapi kamu tenang aja, pasti dia gk mikir kek gitu, kalau mereka berani merebut anak kamu aku akan membantu mu" ujar Rina menenangkan Dita.


"Makasih banyak Rin, tapi aku masih takut" ujar Dita gugup.


"Kamu jangan fikir yang macam macam dulu Dita, semua yang buruk gk akan terjadi. Percaya deh sama aku" balas Rina menggenggam tangan Dita. Dita tersenyum dan mengangguk ke arah Rina.

__ADS_1


"Oh iya Dita.. aku Minggu depan cuti dulu ya mau ke kota D soalnya. Di sana sepupu ku mau ada acara pernikahan, mungkin selama dua atau tiga Minggu aku disana" ujar Rina.


"Ya udah sampai salam ku pada sepupu mu, aku ingin ikut tapi tidak bisa" balas Dita.


"Gk apa lho Dit, doakan saja semoga pernikahan nya lancar tanpa kendala. Dan juga penjagaan anak anak di perketat lagi" ujar Rina.


"Iya Rin, kapan kamu berangkat?" tanya Dita.


"Dua hari lagi mungkin" jawab Rina.


"owh iya aku tanya si Tika kerja di hotel apa sih?? tadi aku mau tanya tapi lupa" tanya Rina dengan terkekeh.


"Hmm... aku lupa sih apa namanya, sebentar.... ah iya nama hotelnya itu D.A.M hotel kalau gk salah" jawab Dita.


"Apa!!! hotel D.A.M??" pekik Rina.


"Kenapa teriak sih Rin, nanti anak anak bangun" dita menutup mulut Rina.


"Maaf.. aku lupa kalau anak anak baru tidur," cengir Rina.


"Emang kenapa sih dengan hotel itu?" tanya Dita heran.


"Aduh Dita... itu hotel adalah hotel tempat kita bekerja dulu, hanya saja sekarang di ganti namanya. Baru tiga tahun ini hotel itu berganti nama" ujar Rina.


"Terus apa hubungannya dengan teriakkan kamu?" tanya Dita belum paham.


"Kamu tau kan kita dulu pernah kerja di hotel milik siapa??"


"Jadi.... pemiliknya siapa dong" tanya Rina.


"Pemilik hotel itu sekarang masih keluarga Malik lah" jawab Dita masih loading belum connect lagi.


"Terus..jika itu milik keluarga Malik maka..." tanya Rina lagi.


"Maka Tika akan bertemu dengan salah satu putra Malik dong, aduh.. gimana ini Rin.. mana Tika katanya sekretaris CEO nya lagi, otomatis salah satu dari mereka dong" jawab Dita sudah menyadari pertanyaan Rina.


"Itulah.. aku terkejut tadi. Kenapa sekarang kalian di munculkan secara tidak sengaja ya sama Tuhan" balas Rina.


"Ih... bagaimana ini, tapi nanti kita tanya ke Tika aja mudah mudahan bukan salah satu dari mereka CEO nya. Kalau lah sempat mereka makin kacau ni keadaan kita" harap Dita.


"Iya.. aku juga penasaran Dit.." balas Rina


"Oklah, yaudah kita kebawah aja ya kasian Tania sendiri" ujar Dita. Rina mengangguk kan kepala nya dan mengikuti Dita turun ke bawah.


Sepanjang hari Dita masih memikirkan pertemuan si kembar dengan Zidan dan juga CEO tempat Tika bekerja. Ia tak sanggup jika nanti keluarga Malik itu mengetahui keberadaan keturunan yang selama ini di tutupi.


Menjelang sore tinggal lah Rina dan Tania di toko roti itu, sedangkan Dita menjemput Syasya di sekolah. Syasya sama seperti Zico dan Dani mereka mengikuti les tambahan.


Pada jam yang sama Dimas di suruh pergi oleh Zidan ke toko roti, Dimas memesan kue tambahan sebagai souvernir untuk acara ulang tahun rumah sakit yang di kelola Zidan.

__ADS_1


"Permisi mbak.. saya mau pesan tambahan kue untuk rumah sakit permata hati atas nama Dion" tutur Dimas.


"Sebentar ya mas, saya panggil dulu pemilik nya. Soalnya saya baru disini" ujar Tania, Dimas hanya mengangguk.


"Maaf mas,, ada yang bisa saya bantu?" tanya Tania.


Dimas yang merasa di panggil mendongak kan kepalanya mengikuti arah suara. Dimas terkejut bukan main melihat Rina.


"Kamu!! Dimas!!" ucap mereka bersamaan. Dimas secara terang-terangan sedangkan Rina di dalam hatinya


Dimas dan Rina adalah teman semasa SMP. Mereka tidak pernah akur satu sama lain. Dimas yang suka menjahili Rina dan Rina yang bersikap barbar terhadap Dimas.


"Jadi kamu pemilik tokoh ini?" tanya Dimas.


"Iya.. ada apa ya?" tanya Rina.


"Aku mau memesan kue lagi untuk souvernir di acara ulangtahun rumah sakit yang di pesankan oleh Dion" jawab Dimas.


"Ok" singkat Rina.


"Mau pesan kue yang mana?" tunjuk Rina pada kue yang ada. Rina juga memberikan gambar beberapa kue yang ada di toko.


"Yang ini dan ini untuk jumlah 300 orang" jawab Dimas.


"Baiklah" jawab Rina dan mencatat kembali pesanan Dimas.


"Lho gk ingat sama gue Rin?" tanya Dimas memulai pembicaraan.


"Hmm.. siapa ya?? memang ya kita pernah jumpa ya?" tanya Rina ia sungguh malas meladeni Dimas.


"Halah lho.. gk pura pura gk ingat. Masa gk ingat sama gue temen SMP lho. Gue Dimas Rin" ujar Dimas.


"Maaf gue lupa, gue baru ingat lho Dimas kan? sorry ya gue gk ingat sebab pas SMP lho kenangan buruk untuk gue" Rina tersenyum tipis.


"Ya elah.. itu kan masa remaja Rin, biasalah.. masa lho dendam sih sama gue" jawab Dimas santai.


"Terserah... udah.. lho pergi aja dari sini. lagian pesanan nya udah gue catat dan akan di hantarkan beberapa jam sebelum H nya. Udah balik aja sana, ganggu gue aja lho" jawab Rina.


"Kok kek gitu lho Rin.. bukannya basa basi kek sama gue malah ngusir,,,," jawab Dimas. Rina tidak menanggapi.


Dimas masih ingin berbicara dengan Rina tapi apalah daya si bos sudah menelpon untuk kembali ke dunia kerja.


"Ya udah.. jumpa lagi nanti e,, bye bye" Dimas melambaikan tangannya ke arah Rina.


"Gk Sudi gue ketemu lho lagi" ujar Rina ketika Dimas sudah keluar dari toko.


"Dia siapa mbak? mbak kenal nya sama dia, ganteng banget mas nya mbak" ujar Tania dari dapur.


"Gk tau mbak Tan, tiba tiba dia bilang kenal mbak, sedangkan mbak gk ingat dia" ujar Rina menaikkan bahu nya dan berlalu pergi ke dapur.

__ADS_1


...****************...


...Sorry baru update πŸ™πŸ™...


__ADS_2