Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Lana, Bella & kekonyolan Tika


__ADS_3

"Kamu!!" ujar Tika dan Dita bersamaan. Mereka saling bertatapan terkejut karena perkataan yang serempak itu.


"Kakak mengenalnya?" tanya Tika.


Dita mengangguk. "Dia Bella" lirih Dita. Tika membulat mata tak percaya, pada Bella dan juga wanita di samping Bella.


"Hai Tika... kenalkan aku Bella, aku seorang Dokter dan juga... em.. aku.. seharusnya yang menjadi kakak ipar mu bukan perempuan ini" ujar Bella dengan sedikit meninggi suaranya dan menunjuk kepala Dita dengan keras sehingga kepala Dita sedikit tergerak ke samping.


"Kau yang kurang ajar Jilatang sia*kan kau." pekik Tika tidak terima perlakuan Bella pada Dita.


Plak!!!


Bella dengan keras menampar pipi Tika sehingga menimbulkan kemerahan.


"Kurang ajar sekali mulutmu itu. Aku bicara baik baik denganmu tapi kau mengatakan aku seorang jilatang"


"Hehehe... seharusnya yang kau sebut jilatang itu wanita ini, bukan aku. Kalau saja dia tidak menjebak Zidan dan hamil anaknya. Maka Zidan akan menjadi milik ku. Tapi wanita ini membuat aku tidak bisa mencapai kebahagiaan ku" ujar Bella dengan marah dan menjambak rambut Dita kebelakang dengan kuat.


Dita meringis, ia ingin melawan tapi apalah daya kedua tangannya di ikat. Agar tidak terlalu sakit, Dita tidak melawan arah. Ia mengikuti arah rambut yang di tarik kebelakang.


"Cukup hentikan, jangan menyakiti kakakku" pekik Tika.


Bella menyunggingkan senyum devilnya. Beberapa saat kemudian Bella menyudahi dan melepaskan rambut Dita.


"Ups... sorry, aku kelepasan tadi" ujar Bella dengan permintaan maaf yang tak ikhlas nya.


Dita diam tidak mengatakan apapun. Ia hanya tidak ingin suasana menjadi akan sangat mengerikan. Dita hanya menatap tajam pada Bella.


Bella yang melihat itu langsung saja menampar keras pipi Dita hingga mengeluarkan darah di ujungnya.


"Ah..." ujar Dita meringis.


"Kurang ajar"pekik Tika. Wanita di samping Bella langsung menarik Tika hingga Tika merasakan kesakitan pada tangan nya. Sakit bukan karena di tarik oleh wanita itu tapi karena telapak tangannya bersentuhan dengan pecahan piring kaca untuk membuka tali ikatan itu.


"Kau jangan menyakiti adikku" pekik Dita yang sudah emosi.


"Hehehe.. kalian ini benar benar seperti saudara kandung. Kalian memang saling menyayangi satu sama lain" ujar Bella mengelus wajah Dita dengan sayang tapi penuh ejekkan.


"Jangan kau menyakiti adikku. Aku akan membunuhmu" ujar Dita kembali dengan suara kerasnya melihat Tika yang kesakitan dan mengeluarkan air matanya.

__ADS_1


Bella tersenyum. "Sudah.. lepaskan saja dia Lana" ujar Bella pada Lana.


Wanita itu bernama Lana, seorang teman Tika di panti yang terkenal sombong dan angkuh. Lana juga menjadi asisten sekretaris Dimas. Ia di angkat menjadi asisten Dimas padahal Dimas tidak menyetujui nya. Sebab Lana merupakan seorang pemuja Angga sejak SMA.


Dimas bukan merasa kalah saing tapi menurutnya Lana bukan wanita yang baik.


Lana mengelus wajah Tika. "Ini pasti sakit sayang ya?" tanya Lana.


"Cih..Jangan menyentuh ku dengan tangan kotor mu itu" pekik Tika.


"Ups.. seperti nya mereka memang saling menyayangi Bel, bagaimana ya jika salah satu dari mereka kita lukai. Apa mereka akan gila?" pertanyaan untuk menghasut kemarahan Tika dan Dita.


"Kurang ajar sekali mulutmu itu. Sebelum kau melenyapkan kami, duluan aku yang melenyapkan mu" balas Tika yang tersulut emosi.


Lana dan Bella tertawa mengejek. "Hey sayang... bagaimana kau melenyapkan kami sedangkan kau tidak bisa apa dengan tangan mu yang terikat itu" ucap Bella.


Bella mengambil pecahan kaca yang sempat di bersihkan oleh penjaga nya. Ia memainkan pecahan itu pada wajah Dita.


"Kau jangan melukai kakakku" ujar Tika.


"Kenapa?? aku hanya ingin melihat bagaimana kau membantu Dita agar lolos dari ini" ujar Bella kembali memainkan pecahan kaca itu di wajah Dita.


Dita menyuruh Tika untuk tetap tenang dan Diam. Dita dan Tika berusaha menggerakkan tali ikatan agar terputus di tengah ucapan Lana.


"Tunggu.. " ujar Tika yang tiba tiba setelah keheningan menghampiri mereka tadi, membuat Lana dan Bella bahkan terdiam serasa garing.


"Kau adalah Bella, kau menculik kak Dita karena kau ingin menjadi istri bang Zi. Tapi aku tidak tau alasan kau Lana menculik ku. Kau kenapa menculik ku?" tanya Tika yang tiba tiba merasa heran dengan kehadiran Lana.


Dita ingin tertawa, tapi ia menahan tawanya. Ada perasaan menggelikan mendengar pertanyaan konyol Tika.


Bella dan Lana membulat mata nya tak percaya dengan ucapan Tika.


"Karena kau.."


"Apa karena aku juga mengambil orang yang kau cintai?" potong Tika. Lana menggangguk kepalanya.


"Owh.. jadi kau juga menginginkan suami ku itu?" tanya Tika datar.


"Iya.. Aku menyukai Angga sejak SMA tapi kau hadir menghancurkan impian ku" balas Lana.

__ADS_1


"Kenapa kau menyukai pria konyol seperti nya? dia itu sangat konyol dan mungkin kau akan ilfil padanya" ujar Tika santai sembari menggerakkan talinya. Tika meraba tali ikatan dan ia menyunggingkan senyumnya karena ikatan sedikit lagi terlepas.


Tika memandangi Dita seakan berkata bahwa apa kah tali punya Dita sudah terlepas apa belum. Dita mengangguk kepalanya. Ikatan Dita memang sudah terlepas dari tadi.


Dita mencoba untuk terlihat seperti talinya masih terikat sebab ia tidak ingin ada yang terluka karena Bella masih memegang pecahan piring kaca itu.


"Kau jangan mengatakan yang tidak tidak" balas Lana mendengar ucapan Tika yang menjelek-jelekkan Angga.


"Aku mengatakan kebenaran" balas Tika.


"Cih.. kau kira aku percaya dengan ucapan konyol mu itu" balas Lana tak percaya Tika mengatakan keburukan Angga, pria yang sangat ia cintai dan sayangi.


"Terserah padamu, Aku hanya memberikan informasi agar nantinya kau tidak menyesal seperti ku" ujar Tika santai. Dita mendengar itu hampir saja tertawa. Dita tidak habis pikir dengan pola pikir Tika.


"Hem... terserah padamu" ujar Lana meninggalkan Dita, Tika dan Bella di gudang itu.


Lana tidak bisa menerima ucapan Tika. Meskipun Lana tau Angga pecicilan tapi itukan dulu waktu SMA. Lana tidak menyukai orang yang bersifat konyol bagaimana pun bentuknya. Entah Lana yang terlalu bodoh yang menerima ucapan Tika. Padahal ia bisa saja hanya mendengar kan dan tidak mempercayai.


"Kalian tetap di sini, kalian tidak bisa kembali dengan selamat" ancam Bella ikut meninggalkan gudang itu.


"Ya ya ya ya" saut Tika setelah Bella mengunci gudang itu.


Tika dan Dita tertawa terbahak tidak percaya dengan tingkah laku Lana yang semudah itu menjadi Ilfil dengan Angga.


"Kenapa dia bodoh sekali dan kenapa juga aku tidak tau kalau dia itu memang bodoh" ujar Tika.


"Tapi apa maksudmu mengatakan itu?" tanya Dita penasaran.


"Tidak ada maksud apa-apa, aku hanya asal bunyi saja tadi. Tiba tiba hal itu terlintas saja di otak konyol ku ini" balas Tika. Dita dan Tika kembali tertawa.


...****************...


Terimakasih atas dukungan nya untuk cerita ini


Jangan lupa untuk


Like


Komentar

__ADS_1


and Vote πŸ˜‰πŸ€­


__ADS_2