Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Bergosip


__ADS_3

Seminggu sudah insiden Tika dan Angga. Tika benar benar menjauh Angga. Ia takut dan kecewa kepada Angga melakukan hal itu padanya.


Angga mencoba mendekatinya tapi lagi lagi Tika menghindari. Angga hanya bisa menghela nafas berat.


Tika sedang berfikir apa yang seharusnya ia lakukan sekarang, ia sangat takut kalau nanti ia hamil anak Angga lagi.


Angga kembali membujuk Tika agar kembali pada nya tapi lagi-lagi Tika tidak mempedulikan.


Angga membiarkan Tika sendiri dulu. Angga tidak menggangu nya kembali.


Seperti hari ini, Tika meminta izin cuti untuk tidak kerja hari ini. Angga mengizinkannya.


......................


Berbeda dengan Tika dan Angga yang berjauhan. Ryan dan Vina malah semakin lengket saja, sama seperti Zidan dan Dita. Ryan juga mengeluarkan sikap manja nya pada Vina.


Vina jengah dengan permintaan Ryan yang kadang kadang seperti remaja pubertas.


Ryan suka menghabiskan waktunya dengan Vina seperti pergi ke teman bermain, membeli permen kapas dan makan malam bersama anak-anak mereka.


Tika berada di toko roti Dita, sedangkan yang punya toko roti sedang mengantarkan makanan pada sang pujaan.


Dita menemui Zidan di rumah sakit. Banyak orang rumah sakit menyapa Dita dengan sopan kecuali dokter Bella. Ia sangat tidak suka dengan kedatangan Dita di rumah sakit.


Dokter Bella pernah mengancam Dita agar menjauh dari Zidan. Dita hanya mendengarkan tanpa menanggapi apapun.


Dokter Kevin juga sering mengobrol dengan Dita sesekali ketika Dita menunggu Zidan. Kevin ingin menanyakan perihal hubungan antara Dita dan Zidan tapi ia mengurungkan niatnya.


Kevin takut sakit hati jika mengetahui nya, lebih baik ia tidak tau sama sekali.


......................


"Sayang... aku tidak suka seledri ini" tunjuk Ryan dengan nada manjanya pada Vina.


Vina memungut satu satu hingga tidak ada lagi di makanan Ryan.


"Sudah... makanlah" ucap Vina.


"Aku ingin di suapi" ucap Ryan memanyunkan bibirnya dengan mengedip ngedip kan matanya serta mengulum senyumnya.


"Kamu semakin manja saja" Vina memukul gemas pipi Ryan.


Seketika Ryan tersenyum lebar.


"Tapi jika Dion masuk dan melihat ini bagaimana? aku akan malu nantinya" ucap Vina.


"Tidak apa apa sayang, Dion cukup mengerti hal ini" balasnya.


"Terserah kamu saja. Kamu harus Ingat!! kamu udah anak dua, bukan remaja pubertas lagi" ucap Vina.


"Iya aku tau, tapi aku ingin bermanja-manja dengan kamu sayang" ucap Ryan di sela makannya.


"Ehmm... iya" Vina tersenyum manis pada Ryan.

__ADS_1


"Nanti malam kita makan malam bersama ya ajak anak anak juga" ucap Ryan.


"Ok.. nanti aku kasih tau mereka" balas Vina sembari menyuapi Ryan.


"Iya sayang,, nanti malam aku jemput kalian" balas Ryan mengumam makanannya.


"Makan dulu sampai selesai nanti bicara lagi" ucap Vina mengelap nasi yang ada di ujung bibir Ryan.


Ryan tersenyum bahagia melihat Vina perhatian padanya.


......................


"Aduh... lama sekali kak Dita pulang, aku bosan sekali. Mana mbak Rina pergi ke pasar lagi dengan Tania" ucap Tika menunduk. Ia sangat bosan.


Dua jam berlalu, akhirnya Dita pulang sekalian dengan Rina dan Tania. Anak-anak juga pulang, tapi mereka melanjutkan mainnya di kamar atas toko itu.


Tika membicarakan hal Dimas pada Rina. Rina terkejut dan menepis semua perkataan Tika. Tika sangat antusias agar Rina mau membuka hatinya untuk Dimas.


Tika juga menjelaskan bagaimana karakter Dimas, sikap Dimas dan kepribadian Dimas. Rina hanya mengangguk menanggapi semua itu.


Dita dan Tania juga sangat antusias mendengarkan perkataan Tika. Apalagi Dita, ia sangat senang sang sahabat di sukai oleh orang seperti Dimas.


Dita juga cukup mengenal Dimas dari cerita Zidan padanya. Dita setuju jika Rina dengan Dimas, selain karena mendengar ucapan Zidan. Dita juga tau kalau Rina dan Dimas adalah teman semasa SMP.


Begitu juga dengan Tania yang kesenangan, ia rasa punya bahan untuk meledek Rina yang terkadang suka menjahili dirinya.


Mereka bercerita hingga waktu sore datang, tak lama nampak lah Vina yang memasuki toko. Vina menampilkan raut wajah bahagia bukannya lelah.


"Biasalah Tik, pacar baru rasa lama" timpal Rina meledek.


"Udah.. Jangan meledek ku, kan bukan hanya aku, kak Dita juga begitu kok" balas Vina.


"Jadi mbak Dita juga balik lagi sama pak dokter?" tanya Tania.


"Iya Tan, kamu telat ya infonya" balas Tika.


"Ih... gk tau aku mbak, selamat ya untuk mbak Vina dan mbak Dita kembali pada dambaan hati" balas Tania terkekeh.


"Iya Tan.. mereka berdua juga akan menyusul kok, iya kan Tika dan Rina?" tanya Dita menunjukkan Ke arah Tika dan Rina.


"Wah.. beneran Tik kamu mau kembali sama Angga?" tanya Vina dengan muka terkejut.


"Ih.. gk ada ya, kak Dita yang katakan bukan aku kak" Tika membalas dengan kesal.


"Ah.. kamu bisa aja ngelak Tik, orang buktinya udah kok. Tiap hari di jemput di antar, terkadang kamu juga bikin sarapan dan makan siang untuk si Angga" balas Rina.


"Itu hanya sebatas pemberian mbak, gk ada yang lain" Tika mengelak.


"Elak terus Tik" timpal Dita.


Tika mencebik tidak suka, sedangkan yang lainnya tertawa.


"Kalau Tika dengan Angga, mbak Vina dengan siapa?" tanya Vina

__ADS_1


"Nah... itulah kak Vin, kami lagi membicarakan hal itu" Balas Tika antusias. Mode julid Tika on.


"Apa kak Vin tau dengan Dimas?" tanya Tika.


"Dimas? sekretaris nya Angga yang tampan itu ya?" tanya Vina.


"Benar sekali kak Vin, kak Vina pernah melihat Dimas?" jawab Tika antusias.


"Pernah.. aku pernah melihat wajah nya saat itu ia berbicara dengan Dion" jawab Vina.


"Dion" gumam Tania. Wajah Tania menjadi tidak bersemangat.


"Kenapa Tan?" tanya Rina melihat perubahan warna wajah Tania.


"Eh.. gk apa apa mbak" balas Tania.


"Dia sangat tampan dan ramah mbak Rina, aku sangat setuju kalau mbak Rina dengan Dimas" ucap Vina.


"Aku pun" balas Tika.


"Aku juga setuju mbak, kan kemarin dia pernah pesan kue di sini. Aku saja terpesona dengan ketampanan Dimas mbak, tau tau nya dia suka dengan mbak Rina" timpal Tania.


"Ih.. terserah kalian, pokoknya aku gk mau. Dia teman aku masa iya sama temanku sendiri, membayangkan saja aku geli, bagaimana jika benar benar terjadi" ujar Rina mengedik bahunya.


Mereka tertawa puas mendengar ucapan Rina.


"Kalian sedang bicara tentang siapa?" tanya Ibu yang tiba-tiba muncul.


"Ibu" ucap mereka serempak.


Ketiga mantan menantu berjalan menuju ibu. mereka menyambut ibu dengan baik. mereka memeluk ibu.


Rina dan Tania juga ikut menyapa nyonya Malik.


"Mari kita duduk ibu" ajak Dita.


"Ibu dengan siapa kemari? dengan Mang Kardi?" tanya Tika.


"Iya,, ibu kemari ingin berbicara dengan kalian. Ibu ingin meminta sesuatu pada kalian" ucap Ibu.


Vina ikut duduk setelah meletakkan minum melihat wajah serius mereka.


...****************...


...Terimakasih banyak atas dukungan kalian para reader kesayangan blue ❤️...


Jangan lupa


Like


Komentar


and Vote 😉

__ADS_1


__ADS_2