Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Nonton


__ADS_3

Tut..


Tut...


Tut...


Rina menoleh pada ponselnya yang berbunyi. Ia memutar matanya malas melihat nama yang tertera di layar ponsel itu.


Orang itu berusaha mendekati Rina sejak sebulan yang lalu. Sebab kasian Dimas selalu mengajak dirinya menonton bersama, akhirnya Rina menyetujui.


"Apa sih dia ini?" ucap Rina.


Ponselnya terus berbunyi panggilan, Rina tidak mengangkat panggilan itu.


Tak lama terdengar bunyi yang menandakan pesan masuk.


Kamu dimana?


Kenapa tidak mengangkat panggilan ku?


Kamu marah sama aku Rin?


Rin.. angkat donk 😒 Rin.. Rina...


Begitulah bentuk pesan yang masuk di ponselnya. Rina tidak membukanya, ia hanya membaca di layar yang tertera di menu atas.


Lagi lagi ponselnya berbunyi. Berawal panggilan telpon sekarang malah panggilan video.


Tutt....


Tutt....


Tutt....


"Ish.. dia ini kenapa sih? enggak ada kerjaan apa ganggu orang aja" gerutu Rina dengan kesal.


Dengan malas Rina mengangkat panggilan itu.


"Ada apa kamu menelpon ku? apa kamu tidak mempunyai pekerjaan?" tanya Rina dengan ketus melihat orang yang melakukan panggilan video itu.


...Dimas menampilkan senyuman di wajah tampan nya. "akhirnya kamu mengangkat telpon dari ku" balasnya sumringah....


"Ada apa?"


..."Kamu tidak lupa kan kita nonton nanti malam"...


...Rina membulat mata tak percaya Dimas dari tadi mengganggu dirinya hanya untuk mengingatkan janjinya....


"Hemmm..." balas Rina singkat.


..."kok cuma hmm sih?" tanya Dimas tidak puas dengan jawaban Rina....


"Abis tu aku ucapkan apa lagi?"


..."Tanya kek aku lagi ngapain"...


"Ngarep banget sih"


..."Iya dong.. kan dari ayang" balas Dimas dengan senyuman lebar....


"Ish.. kamu apa sih, jangan gitu Dimas. Aku sangat geli mendengar ucapan kamu itu, jijik aku" balas Rina kesal. Sebenarnya dia malu mendengar panggilan itu.


..."Hahahaha..." suara tawa Dimas terdengar jelas....


"Jangan panggil itu kita tidak punya hubungan apa apa" peringatan Rina.


^^^"Nanti jadi kok" balas Dimas dengan pedenya.^^^

__ADS_1


"Terserah kamu" ucap Rina dengan malas.


..."kamu lagi ngapain?" tiba tiba Dimas basa basi dengan Rina....


"Lagi berenang.. kerjalah... lagi buat kue, nampak kan?" balas Rina dengan sengit.


^^^"Hehehehe... calon pacar ku galak sekali. Meskipun demikian kamu masih terlihat manis dan cantik" gombalan receh Dimas.^^^


Rina memutar matanya dengan malas mendengar gombalan tak bermutu dari Dimas.


^^^"Sudah.. aku ingin melanjutkan pekerjaan ku" Rina sangat ingin menghentikan panggilan itu.^^^


"Ok.. jangan lupa nanti malam. Semangat kerjanya" Dimas mengingat kan sekali lagi.


Rina mematikan panggilan video tersebut.


Di tempat lainnya, Dimas terkejut karena belum sempat menyatakan perpisahan secara romantis malah di matikan oleh Rina.


Dimas menghela nafas. "Sepertinya aku memang harus berjuang dengan lebih keras agar dapat melunakkan hatinya" gumam Dimas.


"Aku tidak sabar saat Rina membalas cintaku nantinya" ucap Dimas berbinar-binar membayangkan keromantisan dirinya dan Rina.


"Siapa Rin? kenapa kamu kesal sekali?" tanya Dita membawa kue yang sudah matang.


"Dimas"


"Kenapa? dia mengajakmu menonton?"


"Mengingat kan aku agar tidak lupa nonton film nanti malam"


"Kamu menyetujui ajakannya?" tanya Dita mengerjap matanya.


Rina mengangguk kepalanya. "Tumben banget mau, biasanya kamu tolak dia mentah mentah" balas Dita mengernyitkan dahinya.


"Hmm.. sebenarnya aku tidak ingin, tapi kurasa aku keterlaluan jika terus menolak ajakannya yang terbilang sudah puluhan kali itu" jelas Rina.


"Dia memang baik, aku hanya tidak ingin nanti jika dia mengajak aku untuk jadi pacarnya dan kemudian aku menikah dengan nya. Tidak bisa aku bayangkan betapa menggelikan hal tersebut" ucap Rina mengedik bahunya.


"Hanya karena alasan geli Rin?" tanya Dita menaikkan sebelah alisnya.


"He'em.. aku tidak bisa Dit" angguk Rina.


"Hahaha... jangan begitu, mungkin kalian memang di takdirkan untuk bersama" balas Dita.


"Iya tu mbak.. jangan menolak terus, ntar gk ada yang mau lagi" saut Tania.


"Tania... jangan menakuti aku"


Tania dan Dita tertawa terbahak bahak. Rina melihat Tania.


"Ntar malam kamu ada janjian gk Tan?" pertanyaan Rina membuat Tania dan Dita saling bertatapan bingung.


"Enggak mbak.. kenapa?" tanya Tania.


"Baguslah.. kalau begitu kamu temani aku menonton dengan Dimas. Aku tidak nyaman jika hanya berdua saja" balas Rina.


Padahal alasan agar memang tidak ingin berduaan dengan Dimas saja.


"Gk mau aku mbak.. ntar Dimas nya marah karena mengganggu" tolak Tania.


"Enggak kok Tan, mau ya. Aku tidak terbiasa berdua dengan seorang laki-laki" pinta Rina.


Tania melihat ke arah Dita. Dita mengangguk kepalanya. "lebih baik seperti itu dari pada tidak sama sekali" batin Dita yang tau kalau Rina memang tidak nyaman jika hanya berdua saja dengan lawan jenisnya.


"Baiklah.." ucap Tania dengan pasrah.


"Ok.. nanti kita akan di jemput oleh Dimas di kontrakan"

__ADS_1


"Hem... " Tania berlalu pergi ke dapur dengan Dita. Tinggallah Rina yang berada di meja depan.


"Aku kasih tau Dimas gk ya" gumam Rina.


"Tapi lebih baik tidak usah saja, nanti dia akan tau sendiri kok" lanjut nya.


"Terserah dia jika dia marah padaku, nanti kalau dia marah maka ku batalkan saja acara nonton bareng nya" ucap Rina mengangguk angguk sembari tersenyum.


🌝🌝🌝


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Sudah saatnya mereka melakukan perjalanan menuju bioskop, sebab film yang akan mereka tonton jam 8 malam. Tapi Dimas juga belum menjemput mereka.


"Dia ini kemana sih? katanya mau nonton tapi sejak tadi belum muncul muncul juga" ucap Rina dengan emosi.


"Tunggu sebentar lagi mbak, mungkin mas Dimas sedang dalam perjalanan.


"Hemmm..."


Lima belas menit berlalu akhirnya yang di tunggu datang juga. Dimas keluar dari mobil nya dengan membawa beberapa tangkai bunga mawar putih yang sangat cantik.


"Kenapa lama sekali? kamu sudah lama menunggu mu" Rina mengomeli Dimas.


Bukannya marah Dimas malah terkekeh. "Maafkan aku, aku tadi sedikit lama mencari bunga ini" ujar Dimas menyerahkan bunga mawar putih itu pada Rina.


Rina tersenyum tipis, ia sangat menyukai bunga mawar putih itu. Rina mengambil bunganya.


"Terimakasih" ucap Rina tulus. Dimas tersenyum bahagia.


"So sweet amat sih" saut Tania.


Dimas menoleh, ia tidak tau kalau Tania ada di situ juga. Dimas menggaruk kepalanya karena malu.


"Oh.. iya.. Tania juga ikut ya. Aku tidak nyaman jika berdua dengan mu"


Dimas membulat mata nya. "Kacau nanti adegan mesra nya" batin Dimas. Dimas terdiam kemudian ia menjentikkan jarinya. "Aku tau apa yang harus aku lakukan" batin Dimas dengan senyuman seringainya.


Rina melihat Dimas diam tidak menanggapi. Rina melambaikan tangan nya di depan wajah Dimas.


"oi.. apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya nya.


"Tidak ada"cengir Dimas.


"Bagaimana? Tania boleh ikut kan? jika kamu tidak membolehkan nya aku juga tidak ingin ikut" balas Rina dengan mengancam.


"Boleh kok, apa sih yang tidak boleh untuk tuan putriku" balas Dimas tersenyum lebar.


Rina memutar matanya dengan malas. Tania terkikik geli mendengar gombalan cinta Dimas.


"Sudah ayok kita pergi kalau begitu" ujar Rina.


"Baiklah" balas Dimas.


Tania dan Rina berjalan melangkah menuju mobil Dimas.


Dimas membuka pintu mobil untuk Rina. Sedangkan Tania membuka pintu mobil itu sendiri.


...****************...


...***Terimakasih banyak atas dukungannya terhadap cerita ini 😊...


Jangan lupa


Like


Komentar


And Vote πŸ˜‰***

__ADS_1


__ADS_2