
Di kota lain Angga sedang makan malam dengan klien di temani oleh Dimas dan Tika yang duduk di meja yang sedikit jauh darinya.
Tika melahap makanan tanpa menghiraukan Angga yang berada di meja lainnya.
"Apa makanan nya sangat lezat nona?" tanya Dimas melihat Tika makan dengan lahap.
"Em..iya Dim, ini sangat enak dan juga aku sangat lapar" cengir Tika.
Dimas menggeleng geleng kan kepala nya.
"Em.. nona,, apa aku boleh bertanya?" tanya Dimas pelan.
"Boleh"
"Apa Rina masih sendiri?" tanya Dimas takut.
Tika memicingkan matanya kemudian dia tersenyum lebar.
Senyuman lebar Tika di salah artikan oleh Angga yang di sedikit jauh dari mereka.
"Seperti nya Dia sangat senang berada di dekat Dimas, kenapa saat bersama ku dia sangat galak dan bar bar" gerutu Angga dalam hati.
"Jangan jangan kamu suka dengan mbak Rina ya?" ucap Tika sontak membuat Dimas gelisah.
"Ah.. tidak seperti itu nona, aku hanya bertanya saja" elak Dimas kembali menyeruput minumannya.
"Elleh ..... kamu mengelak saja. Jika kamu memang suka dengan mbak Rina dekati dia, lagian mbak Rina sendiri kok. Mana tau mbak Rina mau juga sama kamu Dim" ucap Tika.
Dimas mengulum senyumnya. Ia benar-benar malu mengakui bahwa ia ingin mengejar Rina.
"Tapi aku bingung bagaimana kalian bisa kenal? sedangkan mbak Rina tidak pernah membicarakan tentang kamu" tanya Tika.
"Aku dan dia teman semasa SMP non" balas Dimas.
"Owh... bagus lah, setidaknya kalian sudah saling mengenal. sekurangnya kalian dapat mengetahui sifat masing-masing" dukungan Tika.
"Iya nona Tika"
Angga mendekati meja Dimas dan Tika dengan raut wajahnya tidak suka pada Dimas.
Angga menjatuhkan bokong nya tepat di samping kursi Tika duduk.
Angga menatap tajam ke arah Dimas. Dimas yang di tatap menatap balik seakan bertanya ada apa pada Angga bos nya itu.
"Kalian bicara apa sih? dari tadi aku lihat kalian terlihat sangat senang" ucap Angga.
"Eh.. itu .... "
"Tidak ada bos, aku hanya menanyai pada nona apa makanan lezat sebab aku melihat nona sangat lahap menyantap makanan nya" potong Dimas.
Dimas sengaja tidak ingin si bos mengetahui kalau mereka membicarakan tentang Rina. Bisa bisa Angga akan mengejek Dimas.
Tika sedikit bingung dengan perkataan Dimas.
"Bukannya tadi dia juga bertanya tentang mbak Rina ya" batin Tika.
"Owh.. apa di sini sudah ada Angga junior lainnya, sehingga sayang banyak sekali makannya" ucap Angga melihat kearah perut Tika.
Tika membulat matanya, ia tidak percaya dengan perkataan Angga yang sembarangan.
"Apa apa dia ini, Junior? anak maksudnya?? anak apa nya" geram Tika dalam hati.
"Aduh bos,, ada ada aja, bikin malu orang aja" batin Dimas.
"Bos,, tolong jangan bicara sembarangan" ucap Tika.
__ADS_1
"Hahaha,,, jika sekarang Angga junior tidak ada, tapi suatu hari nanti pasti ada" ujar Angga kembali. Ia juga mengedipkan sebelah matanya pada Tika.
Dimas menggeleng geleng kepala nya, ia sangat tidak percaya dengan kehaluan si bos.
Tika diam saja tidak meladeni perkataan Angga yang tidak masuk akal itu.
Angga mengulum senyumnya.
"Besok kamu temani aku ke tempat klien, ada undangan pernikahan dari klien ku di kota ini. Dan kau Dimas tidak usah ikut, kamu urus saja kontrak perjanjian dengan klien tadi" ucap Angga kembali tegas.
Dimas mengangguk dan melanjutkan makannya.
Tika juga mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
setelah mereka makan, sekarang mereka kembali ke kamar hotel masing-masing.
Kemar Tika dan Angga bersebelahan, sedangkan kamar Dimas sedikit ke ujung.
Dimas juga malas jika kamar nya berdekatan dengan kamar si bos dan calon istri barunya itu.
ππππ
"Mommy kapan pulang?? El rindu mommy" ucap El.
"Sebentar lagi mommy pulang, mommy masih ada kerja El"
"El mau dong mommy bawa oleh-oleh dari sana"
"iya sayang, pasti"
"El di mana?? di mansion sama bang Jeno?"
"Iya mommy, El tidur di kamar bang Jeno mommy. Kamar bang Jeno sangat bagus mommy, berbeda dengan kamar kita mommy. Di sini juga banyak mainan yang sangat bagus mommy. Oma sama Opa juga baik banget mommy" antusias El bercerita.
"El seneng dong tinggal bareng bang Jeno, baguslah setidaknya mommy juga senang kalau El senang"
"Hehehe.. tapi El juga tidak mau tinggal di sini kalau nanti mommy pulang mommy tidak tinggal bareng El. El masih sangat suka tinggal bareng mommy" ujar El.
Tika berkaca kaca matanya terharu mendengar ucapan El.
"Anak mommy memang manis sekali π" balas Tika.
"Iya mommy"
"Bang Jeno nya mana sayang?"
"Bang Jeno lagi di kamar mandi mommy"
"Oh.."
"Mommy!!" teriak Jeno yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Iya sayang"
"Kapan sih mommy pulang?? Jeno mau tidur bareng mommy di rumah mommy"
"Beberapa hari lagi mommy pulang sayang. Mommy juga kangen untuk tidur bersama dua putra mommy yang tampan ini" ucap Tika.
"Kapan mommy?? ini sudah seminggu lebih Lo mommy"
"Hahaha... sabar sayang ya, mommy juga kangen kalian, sangat"
El dan Jeno tersenyum pahit, mereka sungguh merindukan mommy nya.
"Bang Jeno mau mommy belikan apa sayang?"
__ADS_1
"Abang apa aja boleh, yang penting mommy yang belikan"
Tok...
tok...
Suara pintu kamar Tika di ketuk.
"Oke sayang, sebentar sayang ya, mommy buka kan pintu dulu"
"Iya mommy" ucap kedua putranya.
Tika melangkah menuju pintu untuk melihat siapa yang mengetuk pintu kamar nya tanpa mematikan panggilan video dari anak anak-anaknya.
"Ada apa?" tanya Tika pada Angga.
"Aku membawa makanan" balas Angga sembari mengangkat kedua kantong plastik yang berisikan makanan.
"Sini,, mana punya ku" Tika ingin menarik salah satu plastik itu.
Angga menarik kantong plastik ke belakang tubuhnya.
"Tidak aku berikan sebelum aku masuk juga ke dalam" ucap Angga menaikkan alisnya.
Tika memicingkan matanya kemudian menghela nafasnya.
"Baiklah,,, silakan masuk" Tika membuka lebar pintu kamarnya.
Angga melangkah masuk ke dalam.
"Kamar kamu sangat nyaman sayang"
"Perasaan sama saja dengan kamar kamu, kita kan hanya bersebelahan" cibir Tika.
"Tapi di sini sangat nyaman" Angga menjatuhkan tubuhnya terlentang di kasur Tika.
"Daddy" teriak El
"Kok aku mendengar suara anak kecil panggil Daddy ya, seperti suara El" ucap Angga pelan.
"Aku kok jadi merinding ya" Angga memegang leher belakang nya.
"Daddy!! ini kami Daddy. Daddy ada ada aja" ucap Jeno dengan lantang.
Angga mengikuti arah suara ternyata di samping nya, ia melihat ponsel Tika yang ternyata sedang melakukan panggilan video dengan kedua putranya.
"Eh.. sayang Daddy. Apa kabar sayang?" ucap Angga setelah mengambil ponsel Tika.
"Kami baik baik saja Daddy"
"Dasar Daddy penakut" ledek Jeno.
"Daddy bukannya takut sayang, tadi Daddy kurang fokus saja" elak Angga dengan cengir kudanya.
...****************...
...Terimakasih banyak atas dukungan kalian para reader kesayangan blue β€οΈ...
jangan lupa
Like
Komentar
and Vote π
__ADS_1