
Ketika anak anak mereka telah tidur. Mereka mengendap keluar dari kamar agar tidak membangun kan sang anak. Mereka berbicara di meja makan.
"Apa yang ingin kak Dita tanyakan pada Tika??" tanya Vina penasaran.
"Iya kak. Tidak seperti biasanya kalau bertanya tunggu anak anak tidur dahulu. biasanya langsung tanya aja ketika di depan anak anak" ujar Tika
"Ini sangat penting. aku tidak bisa mengatakan ini di depan anak anak"
"Betul tu Tika"
"Okeh.. tanya terus"
"Kakak mau tanya nama hotel tempat kamu kerja itu apa Tika?" tanya Dita.
"D.A.M hotel kak" jawab Tika
"Kamu udah ketemu CEO nya kan Tika?" tanya Dita lagi.
"Udah dong kak" jawab santai Tika.
"Siapa CEO nya?? apa jangan-jangan ia Angga??" tanya Dita hati hati.
Mendengar pertanyaan Dita sontak membuat Tika dan Vina terkejut, lain dengan Rina ia menatap kearah Tika menunggu jawaban.
"Kok kakak tau kalau CEO nya itu Angga?" tanya Tika. Vina yang di sebelah nya makin tersentak kaget dan melihat kearah Tika.
"Beneran Angga Tik??" tanya Dita memastikan.
"Iya kak" jawab lesu Tika.
"Kenapa kamu masih mau kerja di sana?? kenapa gk keluar" balas Dita.
"Aku juga ingin begitu ketika tau bahwa Angga adalah CEO nya, tapi mau bagaimana kak aku tidak keluar seenaknya, jika aku keluar maka aku harus membayar denda karena keluar sebelum satu tahun bekerja dan itu telah tertera dalam kontrak kerja" lanjut Tika.
"Jadi Angga juga membuat kontrak kerja seperti itu?" tanya Vina meninggi.
"lho.. kok kak Vina kayak marah gitu sih" balas Tika.
"Ya.. soalnya seenaknya aja mereka begitu in kamu" bohong Vina.
"Jangan jangan Vina juga bekerja di perusahaan milik keluarga Malik lagi" timpal Rina.
"Apa!! Benar kah itu Vin?" Tanya Dita.
"Hmm... iya kak, aku juga bekerja dengan Ryan. Aku sebenarnya ingin merahasiakan dari kalian, aku sendiri yang terlalu bodoh, mau mau aja aku menandatangani kontrak kerja itu sekarang aku menyesal tapi sudah terlambat. Di dalam kontrak kerja itu juga tertera bahwa aku harus membayar denda jika tidak memenuhi isi kontrak, sama seperti milik Tika kak" ucap Vina lesu.
__ADS_1
"Ya Tuhan... bagaimana ini bisa terjadi. Tinggal kamu aja Dit yang belum bertemu dengan mantan suami mu, tapi anak anak mu sudah duluan ya berjumpa" timpal Rina.
"Maksudnya?" tanya Tika dan Vina kompak.
"Jadi begini, saat si kembar kecelakaan dan di bawa ke RS tadi pagi aku bertemu dengan mantan suami Dita. Sebab kakak dari anak yang di tolong si kembar itu sangat mirip dengan di kembar dan namanya Zidan. Kata Dita itu suami nya" jelas Rina.
"Aduh.. kok jadi gini ya?" cemas Tika.
"Ketika saat itu bagaimana raut muka bang Zi?? terkejut kah?" tanya Vina.
"Yang aku lihat ia hanya tertegun menatap kearah si kembar" jawab Rina.
"Seperti nya kak, persembunyian kita akan segera berakhir" ujar Tika.
"Seperti nya" jawab Dita lesu.
"Ada satu lagi Tik, anak yang di tolong si kembar sangat mirip dengan El aku sampai bingung membedakan mereka" ujar Rina.
Tika tersentak kaget mendengar hal itu. Di dalam pikiran nya wajah bayi Jeno kembali berputar putar.
"Apa jangan-jangan itu Jeno kak?" tanya Tika sedih.
"Pasti lah.. memang siapa lagi" jawab Dita.
"Tidak.. hanya luka kecil di sikunya kanannya" jawab Rina.
"Syukurlah" Tika merasa lega.
"Tapi kenapa anak itu memanggil kakak ke bang Zidan seharusnya nya om kan?" tanya Vina tiba tiba.
Rina dan Dita mulai memikirkan perkataan Vina.
"Iya .. kau benar Vin.." jawab Rina.
"Iya juga ya. kenapa aku baru menyadari nya panggilan anak itu" timpal Dita.
"Okeh.. kita lupakan panggilan itu dulu. Sekarang kita harus bagaimana?" tanya Dita.
"Aku juga tidak tau kak" balas Vina.
"Apa sebaiknya aku dan kak Vina keluar dari pekerjaan itu dan membayar denda saja ya?? tapi dendanya sangat besar kak" ujar Tika.
"Itu terlalu berat. Begini saja kita tetap di posisi ini kita tidak perlu menjauh dari masalah ini. Kita haru menghadapi nya. Kalian tetap bekerja di tempat kerja kalian, hanya saja tetap rahasia kan keberadaan anak anak. Takutnya, jika salah satu tau maka kita semua selesai juga" balas Dita.
"Ok kak" jawab Tika dan Vina.
__ADS_1
"Bagaimana dengan keadaan mantan suami kalian?? mereka tambah tampan kan??" goda Rina pada Tika dan Vina. Dita hanya terkekeh kecil.
"Aku kak ya.. ih.... sebel banget sama si Angga. Bener sih kalau Angga makin tampan plus pecicilan dan narsis kak" geli Tika.
Yang lain tertawa mendengar ucapan Tika.
"Maksud kamu bagaimana Tik?" tanya Rina.
"Angga sekarang makin alay, makin suka ngegoda in aku kak. Masa aku di panggil "sayang" gitu sama dia di dalam ruangannya yang ada geli aku nya. Terus ya masa meja aku satu ruangan bersama dia, makin geram aku kak, rasanya mau aku masukkan dia ke sungai yang di penuhi buaya, biar di makan buaya dia nya" ujar Tika kesal.
"hahahaha... lucu ya kalian Tik. Mungkin ia mau balikan sama kamu Tik" goda Rina.
"Ih... gk mau aku, amit amit" balas Tika jijik. Mereka hanya tertawa mendengar ucapan Tika.
"Jangan gitu Tik, gk baik" balas Dita.
"Ih.. gk mau pokoknya aku kak, jangan sampai" balas Tika mengusap usap dadanya.
"Ada ada aja kamu Tik" ujar Dita.
"Kalau kamu gimana Vin? pasti yang ada kamu makin galak sama Ryan ya?" tanya Dita.
"Gk juga sih, Ryan kan orang nya tidak seperti Angga. Jadi dia tidak pernah mengganggu ku. Ryan banyak berubah kak, aku dengar dari karyawan yang lain ia menjadi sangat kejam dan dingin. Ketika bekerja ia terkadang menatap lama ke arah ku. Ekspresi nya makin sulit di baca kak, gk kayak dulu. Aku di dekat nya kayak mau berada di kutub Utara dingin banget kak" jawab Vina memeluk lengannya dengan kedua tangannya.
"Yang benar kamu Vin?" tanya Dita dan Vina hanya mengangguk.
"Seperti nya mereka berubah nya dari masa ke masa" ujar Tika.
"Ya sudah.. sekarang sudah malam. sebaiknya kita tidur. oh iya lusa bisa bantu kakak antar kan kue pesanan ke rumah sakit? jam jam 8 malam gitu, soalnya kak Rina mau pergi ke kota lain besok ada sepupu nya nikah" ucap Dita.
"Bisa kak" jawab Vina.
"Tika juga bisa kak" balas Tika.
"Ok.. terimakasih banyak" ucap Dita. Tika dan Vina mengangguk kan kepala mereka.
🌼🌼🌼🌼🌼
Jangan lupa
Like
Komentar
dan vote ya🤗
__ADS_1