
Dita berbalik badan menghadap ke arah sumber suara.
"Hehe.. maaf .. aku lupa" cengir Dita.
"Kau ingin aku membayar ganti rugi kan?" tanya Dita.
"Memang kau sanggup?" Zidan kembali merendahkan Dita.
"Sabar Dita.. ini orang ya udah tujuh tahun gk ketemu sama aku. Sekarang mulutnya makin pedas bah" batin Dita.
"Kau jangan anggap aku enteng ya" geram Dita.
Zidan tersenyum melihat geramnya Dita.
"Oh ya.. bagaimana kabar mu?" tanya Zidan.
"Zidan makin random orang nya, tadi dia ngerendahin aku sekarang malah nanya kabar" batin Dita.
"Aku baik baik saja seperti yang sedang kau lihat. Kamu ngapain disini? kamu di undang di acara ulangtahun rumah sakit ini?" tanya Dita lagi.
"Baguslah.. Bukan di undang, akulah yang mengundang orang untuk hadir" jawab Zidan.
"Apa!! jadi ini rumah sakit dia, jadi sikembar kemarin ke sini dong berobatnya" gumam Dita menunduk.
"Hey..kok malah menunduk sih" ujar Zidan melambaikan tangan nya di depan wajah Dita.
"Gk apa apa. Ya udah mana sih nomor rekening kamu biar aku transfer uangnya" ujar Dita yang tidak ingin berlama-lama di dekat Zidan.
"Kalau aku gk mau gimana" ujar Zidan.
Perkataan Zidan membuat Dita mengerutkan keningnya. Dita tidak percaya dengan sikap Zidan.
"Kalau gk mau ya udah bagus dong, uang aku gk berkurang" ujar Dita yang ingin pergi dari sana.
Zidan menarik tangan dan dengan cepat mengambil benda pipih yang di pegang Dita. Zidan menyimpan nomor nya di hp Dita dan mengirimkan pesan ke nomor nya itu.
"Apa apaan sih kamu" marah Dita.
"Karna aku gk mau kamu bayar sekarang, nanti aku hubungi kamu kapan waktu pembayaran nya" ujar Zidan santai.
"Ih.. dasar gk waras" balas Dita.
Ia memasukkan benda pipih itu ke dalam tas nya kembali. Dita hendak pergi tapi lagi lagi Zidan menarik tangan nya.
"Tapi gk segampang itu dong main pergi aja. kamu ngapain disini?" tanya Zidan.
"Ih.. apaan sih pegang pegang, lepasin gk" Dita meronta.
__ADS_1
"Jawab dulu baru aku lepasin" balas Zidan.
Dita menyerah ia tidak bisa melepaskan tangan Zidan sebab kekuatan nya sangat kecil dibandingkan dengan kekuatan Zidan.
"Aku mengantar kue dari tempat aku kerja" balas Dita.
Ia berbohong agar Zidan tidak tau kalau itu tokonya. Tapi sayang nya Zidan sudah tau kalau itu toko yang di kelola Dita.
"Kenapa bekerja di toko roti, uang yang diberikan oleh ayah ku sudah habis ya" lagi lagi Zidan merendahkan Dita.
"Aduh... ini mulut kok bukannya bilangin kek dia aku tu rindu dia malah ngatain Dita yang enggak enggak lagi" Zidan menggerutu di dalam hatinya.
"Iya.. gk cukup memang. Kamu kira itu cukup untuk ku" ujar Dita menahan amarahnya.
"Udah dong lepasin tangan aku Zidan, sakit ini" mohon Dita.
"Sebentar ada yang ingin aku tanyakan lagi sama kamu. Setelah kamu pergi tujuh tahun yang lalu kamu hamil lagi?
Deg....
Jantung Dita mulai berdetak kencang. Pertanyaan yang sangat di takut kan muncul.
"Maksud kamu apa?" tanya Dita memasang muka biasa saja.
"Maksud aku saat kamu pergi meninggalkan rumah kamu dalam keadaan hamil anakku. Kemarin aku bertemu dengan anak kembar perempuan yang wajahnya sama persis dengan ku. Aku sebelumnya tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun selain kamu Dit" jelas Zidan.
"Heleh.. mungkin itu memang anak kamu kali. Kamu nya aja yang gk sadar udah nanam benih" balas Dita.
"Terserah kamu.. pokoknya aku gk hamil setelah aku pergi. Aku mau ke ruangan pesta lagi masih ada pekerjaan yang belum ada ku bereskan" jawab Dita. Ia berhasil membuat Zidan melepaskan genggaman nya.
Dita membalikkan badannya dan berjalan menuju ruangan pesta. Zidan yang melihat Dita berjalan ia langsung mengikuti Dita dan berjalan di belakang Dita.
Sesampainya di ruangan Dita terlihat kaget dan takut karena di sana ada Angga dan Ryan juga yang masih setia berdiri di samping mantan istri mereka dengan tangannya bertompangkan di meja.
Dita mendekat ke arah mereka di ikuti Zidan di belakang nya. Dita menarik Vina dan Tika supaya mereka berdekatan dan berjauhan dari Ryan dan Angga.
Ryan dan Angga bergeser dan menuju kearah Zidan. Mereka membiarkan mantan istri membereskan pekerjaan nya.
"Ayok kita bereskan ini semua. secepatnya kita pergi dari sini." bisik Dita ke kedua adiknya.
"Iya kak. aku juga tidak mau berlama-lama lagi" balas Tika.
"Vina juga kak, makin serem kalau disini lama lama"
"Kakak Dita jumpa sama bang Zi tadi ya" tanya Vina
"Kok tau"
__ADS_1
"Gimana gk tau sih kak, tadi bang Zi berjalan di belakang kakak kok" jawab Tika.
"Iya??"
"Iya lah kakak" jawab keduanya kompak.
"Terserah lah.. ayo cepat kita bereskan" ucap Dita. Kedua adiknya mulai membereskan semuanya.
"Terlihat muka Abang senang sekali. Udah jumpa kak Dita?" goda Angga.
"Seperti yang terlihat" jawab Zidan.
"Akhirnya mereka kita temukan juga" balas Angga.
"Takdir mereka selalu harus berdekatan dengan kita" timpal Ryan.
"Seperti nya, aku harus mencari cara agar Tika mau kembali lagi" ujar Angga menatap kearah Dita.
"Aku rasa yang terlebih dahulu kita lakukan sekarang adalah harus jujur dulu sama anak anak kita sebelum kita dekati ibunya kembali" saran Zidan.
"Iya bang aku setuju jangan sampai anak anak tau tentang rahasia ini. Bisa makin rumit nantinya" balas Ryan.
...Sedikit mau kasih tau kepribadian mereka memang berubah ya. Tapi tidak jika berbicara dengan anggota keluarga sendiri mereka akan seperti biasa nya. Hanya kepada orang lain saja🙂...
Setelah selesai membereskan semuanya. Ketiga emak muda itu langsung bergegas pergi dari pesta.
"Mau kemana?" tanya Ryan menarik tangan Vina.
"Mau pulang lah" jawab Vina melepaskan tangan Ryan.
"Ngapain pulang disini saja" jawab Ryan.
"Gk bisa kami harus pulang kasian anak anak kami menunggu" ucap Tika keceplosan.
Mereka semua terkejut mendengar tuturan Tika. Dita dan Vina tersentak rasanya jantung mereka mau keluar saja. Sedangkan para mantan saling memandang.
"Maksud aku tu anak anak dari toko kue lah, kan kami mau nutup tokonya biar mereka bisa pulang ke rumah masing-masing. Soalnya bos tadi nyuruh mereka menunggu kami pulang baru mereka pulang" dengan cepat Tika memperbaiki kalimatnya. Tika menelan ludahnya karena takut.
"Ya sudah kami pergi dulu" balas Tika lagi.
"Seperti nya mereka merahasiakan sesuatu" batin Zidan.
"Kenapa aku merasa ucapan Tika tadi ada hubungan erat dengan mimpi ku selama ini" batin Ryan.
Mereka bergegas pergi tanpa menghiraukan barisan para mantan suami. Tapi tiba-tiba ada yang menepuk bahu Dita ketika hendak keluar dari ruangan itu.
...****************...
__ADS_1
...Aduh kak Tika pakek acara keceplosan lagi. Mana mereka bukan orang yang bodoh begitu saja percaya dengan ucapan mu kak🤦...
...Tika: Aduh Thor .. gimana dong ini..😩...