
β¨ Happy Reading teman teman β¨
*Maaf author baru muncul kembali π
Rina nampak berpikir apa yang di katakan Tika itu ada benarnya. Tidak seharusnya ia bersikap seperti itu. Seharusnya dialah yang harus nya minta maaf bukan malah makin kesal pada Dimas.
"Hmm.. aku sedikit setuju perkataan mu Tik"
"Bukan sedikit lagi mbak, memang seharusnya setuju dengan perkataan ku yang selalu benar ini" puji Tika menyombongkan diri.
"Cih.. kau ini" saut Rina dengan gelengan kepala nya.
"Kenapa pagi pagi sekali kamu ke toko, padahal kan biasanya kamu sebentar lagi kesini?" tanya Rina yang di buat heran dengan kehadiran Tika.
"Ah.. itu.. aku hanya ingin menemui kak Dita. Aku hanya ingin bertanya sesuatu padanya"
"Tapi kan bisa melalui telepon"
"Iya tapi rasanya tidak enak" ujar Tika. Rina mengangguk kepalanya.
"Tapi.. apa kamu tidak mengurus keluarga kecilmu?" tanya Rina.
"Mereka sudah berangkat pagi pagi sekali. Suamiku berangkat karena bertemu kliennya dan anak anakku berangkat karena kebetulan saja bangun lebih pagi"
"Owh..Begitu.. Dan sekarang sepertinya kamu sudah mengganggap Angga itu suamimu ya?" tanya Rina menggoda Tika.
"Ya jelas lah mbak.. Dia kan suamiku sekarang, seseorang yang aku cintai dan dia hanya mencintai ku. Aku sangat bahagia bisa kembali bersama dengan nya lagi" jawab Tika dengan bahagia.
Rina memajukan bibirnya kecewa Tika tidak memakan godaannya dan malah menjawab dengan bangga dan bahagia. Meskipun demikian Rina bahagia melihat kebahagiaan Tika tidak seperti tahun tahun dulu yang Rina lihat ada kerinduan dan kesedihan di mata indah itu.
"Kak Dita mana ya?" tanya Tika kembali.
"Tunggu sebentar lagi. Biasanya sebentar lagi dia akan datang" jawab Rina sembari mengelap meja yang ada di toko.
"Tumben telat biasanya cepat" balas Tika yang juga ikut mengelap meja yang lainnya.
"Belakangan ini Dita sering datang agak lambat dari biasanya. Aku tidak tau apa alasan nya. Dan mungkin saja ia masih mengurus keluarga kecilnya"
"Emmm.. mungkin saja"
"Aku harus memastikan ini benar agar semuanya baik baik saja. Jika ini benar maka ini menjadi kabar bahagia" batin Tika.
"Tania mana mbak?" tanya Tika.
"Tania belum datang, sebentar lagi dia akan datang"
"Owh.. begitu" balas Tika kembali mengelap meja.
__ADS_1
"Aku dengar dari kak Dita semalam mbak juga mengajak Tania menonton film ya?"
"Iya... Dia nonton bareng Dion. Niatku biar aku dan Dimas tidak berduan saja tapi malah di akhir aku tetap berduaan dengan Dimas dan Tania malah dengan Dion"
"Hahahaha.. sepertinya itulah alasan yang membuat mbak Rina kesal ya?"
Rina mengedipkan matanya tanda benar.
"Makanya lain kali jangan begitu, kasian Dimas mutar otak hanya demi dekat dengan mbak" ucap Tika.
"Ntar kalau mbak selalu begitu, takutnya beneran loh Dimas nya gk mau lagi dekat" lanjut Tika
Rina terdiam. Ia tidak menyahut perkataan Tika.
β¨β¨β¨
"Sayang... kamu dimana?" pekik Zidan dari kamar.
"Aku disini" balas Dita sembari merapikan baju Ifa.
"Sayang.. sini dulu" pinta Zidan kembali memekik.
"Sebentar.." saut Dita tak kalah.
"Ayok sayang bunda, kita kedepan segera. Sepertinya ayah kalian sudah siap" ucap Dita lembut pada ke tiga buah hatinya.
"Bunda duluan saja, Afa masih perlu mengambil sesuatu" jawab Afa.
"Baiklah.. bunda temui ayah kalian dulu ya" pamit Dita.
"Iya bunda"
Dita bergegas menuju panggilan suaminya yang sudah seperti sangat buru buru.
"Ada apa?"
"Tidak ada.. aku hanya ingin kamu memakaikan dasi dan mencium aku" ucap Zidan dengan nada manja.
Dita dibuat terkejut tak percaya dengan ucapan sang suami yang belakangan ini sedikit manja. meskipun muntahnya sedikit berkurang tapi tetap saja membuat Dita khawatir. Bagaimana ia tidak khawatir, Zidan tidak ingin diperiksa ataupun berobat.
"Hem.. baiklah" ucap Dita kemudian mendekati Zidan dan melakukan permintaan suaminya.
Zidan mengikis jaraknya dan mengendus aroma tubuh istrinya. Ia sangat menyukai hal itu, dan juga itu sangat bagus untuk mengatasi mual nya.
"Kamu baik baik saja? wajahmu masih pucat" ucap Dita dengan memegang kening Zidan. Ia takut suaminya beneran sakit dan semakin parah.
"Aku baik baik saja sayang"
__ADS_1
"Tapi aku khawatir dengan mu, bagaimana jika kita ke dokter untuk memeriksa keadaan tubuhmu"
"Tidak.. tidak perlu. Kamu lupa sayang, kalau aku ini dokter. Aku tau apa yang harus aku lakukan" ucapnya mencolek hidung Dita.
"Baiklah.. terserah padamu. Tapi nanti jika makin parah kamu harus menyetujui saran ku untuk ke dokter" ucap Dita penuh ketegasan.
"Hemmm... siap sayang" Zidan mencium kening Dita dengan sayang.
Dita tertawa mendengar ucapan Zidan.
"Aku seperti nya harus memastikan ini, nanti saja aku memeriksa nya ketika di toko roti" batin Dita.
Dita melepaskan kepergian keluarga kecilnya yang menaiki mobil. Dita melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan.
πΌπΌπΌπΌπΌ
#Dirumah Ryan
Suasana rumah Ryan juga tidak kalah riuh seperti rumah Zidan.
"Mama.. aku tidak suka ini" tunjuk Dani pada sayuran berwarna hijau itu.
"Sayang.. ini bagus untuk tubuhmu" balas Vina lembut.
"Kakak juga tidak menyukainya ma" saut Daisya yang juga tidak menyukai sayuran itu.
Vina terdiam. Ia mulai memikirkan dan matanya tertuju pada suaminya yang nampak juga tidak menyukai sayuran hijau itu.
Vina menepuk keningnya. Ia benar-benar lupa kalau mereka memang tidak menyukai sayuran itu.
"Maafkan mama ya, mama lupa kalau kalian tidak menyukai sayuran itu" ucap Vina.
"Sayang.. apa sekarang kamu memikirkan sesuatu? sepertinya kamu tidak fokus hari ini, ada apa? apa yang mengganggu pikiran mu?" tanya Ryan khawatir. Tidak seperti biasanya istrinya lupa apa yang mereka sukai dan Tidak.
"Ah.. tidak.. aku benar-benar hanya lupa mas. ya sudah sekarang pisahkan saja sayurannya dan makanlah yang lainnya" ucap Vina.
Ketiga nya serempak mengangguk kepalanya dan tersenyum bahagia. Mereka tadi takutnya Vina tersinggung, tapi setelah mendengar penuturan Vina mereka yakin Vina memahami nya.
"Aku benar benar lupa kalau kedua anakku ini menuruni sifat ayahnya. Sepertinya aku terlalu memikirkan tentang perihal seseorang yang mengikuti ku itu" batin Vina.
Vina melanjutkan sarapan pagi dengan keluarga kecilnya.
...****************...
Jangan lupa
Like
__ADS_1
Komentar
and Vote ππ