Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Calon Istri


__ADS_3

Setelah permintaan ibu pada ketiga CEO tampan itu terjadi, hari ini ibu kembali meminta mereka untuk makan malam bersama karena ibu akan memperkenalkan calon istri baru.


"Aku tidak habis pikir kenapa ibu bersikeras untuk memperkenalkan wanita pada kita, padahal ibu tau kalau kita sedang berjuang. Meskipun mendapatkan penolakan" heran Angga.


Ryan berusaha meyakinkan Vina agar kembali menjadi istri nya. Tapi Vina mengatakan akan menjawab pertanyaan Ryan setelah Tiga bulan.


Begitu juga dengan Zidan. setelah permintaan ibu, Dita malah sering menghindar dari dirinya. Zidan frustasi bagaimana tidak, baru saja memasuki hubungan pacaran dengan Dita. Malah sekarang seperti di tingggal kan pas lagi sayang sayangnya.


"Aku juga tidak tau harus bagaimana Angga, mana Vina makin menghindari dari aku. Dia juga irit bicara lagi sama aku. Meskipun kami selalu dekat tapi tetap saja kesan dingin nya itu" Ryan mengusap wajahnya dengan kasar.


"Bagaimana dengan bang Zidan, apa tanggapan nya mengenai permintaan ibu untuk nanti malam?" tanya Ryan.


"Bang Zidan setuju, katanya kita hanya ikut saja perintah ibu. lagian kita bisa menolak mereka jika benar mereka calon istri kita bang" balas Angga.


"Ehm... benar juga.. aku kembali ke kantor dulu"


Ryan bangkit dari tempat duduknya.


"ok" balas Angga masih setia duduk di meja restoran.


...****************...


"Ada ada aja kamu Dion" Vina tertawa mendengar cerita Dion mengenai Ryan.


"Betul nona, aku menceritakan hal yang benar. Mungkin jika nona tidak bertemu kembali dengan Bos, mungkin saja aku tidak dapat melihat wajah memelas si bos yang seperti anak kecil itu" balas Dion.


"Emm... itu memang sifatnya yang asli"


"Tapi kan si bos tidak menunjukkan nya" saut Sinta salah satu karyawan yang dekat dengan Vina.


Dion bercerita mengenai Ryan yang berubah sikap nya sejak kembali bertemu dengan Vina. Mereka bercerita kisah kisah lucu mengenai Ryan.


"Dengan Dion bukan main lagi Sayang ku itu tertawa, denganku beberapa hari ini memang langsung menghindar" gumam Ryan melihat dari jauh.


Ingin rasanya ia memberikan sebuah tinju profesional pada Dion karena sudah berani berbicara pada Vina.


Tapi otak Ryan tidak membenarkan hal tersebut. Yang ada nanti Vina makin menjauhi dirinya sebab memukul Dion tanpa alasan.


Di sana pun tidak hanya Dion dan Vina tetapi ada Sinta juga yang ikut bergabung di kantin.


Ryan menghela nafas panjang dan berlalu pergi ke ruangannya.


"Apa sebaiknya aku bawa Vina aja nya nanti malam, mungkin dengan begitu dia cemburu dan mau menerima ajakan menikah dengan ku kembali" pikir Ryan.


"Tapi bagaimana caranya, sekarang saja ia tidak terlalu peduli padaku. oh.. Malang sekali nasibku" ucap Ryan menjatuhkan wajahnya di atas meja kerjanya.


"Aku tidak ingin wanita manapun selain Vina. Tapi kenapa ibu memaksa sekali, ibu juga tidak memberitahu kepada kami siapa wanita yang akan datang" Ryan mencurigai ada sesuatu.


"Apa mungkin mereka yang datang, tapi tidak mungkin kan. Tika saja belum bisa terima Angga. Ah.. tidak mungkin, tapi kalau benar mereka yang datang. Aku akan merajuk pada Vina karena telah membohongi diriku" ucap Ryan.


...****************...


"Kau udah siap?" tanya Zidan


"Belum.. aku sangat tidak ingin pertemuan ini bang" jawab Angga putus asa.


"Apa lagi aku, memang tidak pernah terbayangkan mengganti Dita dengan wanita manapun" jawab Zidan menghela nafasnya.

__ADS_1


"sama bang, aku juga tidak ingin" saut Ryan.


Mereka menghela nafasnya di udara dengan kasar.


"ibu bilang sebentar lagi mereka akan datang, ibu menyuruh kita cepat turun menunggu para wanita itu" ucap Ryan.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang agar wanita wanita itu menolak kita?" tanya Zidan.


"Ah... aku ada ide" ujar Angga.


Angga membisik ide nya kepada Zidan dan Ryan. Ryan menyetujui ide gila Angga tapi Zidan sedikit enggan melakukan itu.


"Aku tidak mau, itu sangat memalukan" tolak Zidan.


"Harus dong bang, kalau tidak mereka tidak akan menolak kita. Karena biasanya wanita wanita akan merasa jijik dan aneh jika kita berbuat seperti itu" jelas Angga.


"Iya bang, dengan begini kita bisa membuktikan pada ibu kalau kita tidak ingin wanita yang lain selain pujaan hati kita" timpal Ryan.


Zidan berpikir keras untuk menyetujui ide gila yang di tawarkan Angga. Lama memikirkan akhirnya Zidan membuat sebuah putuskan akhir dengan mengikuti semua ide Angga.


"Daddy... ayah... papa..!!" pekik Jeno dari luar kamar Angga.


"Iya sayang" balas Angga.


"Ayok cepat keluar, para tante tante cantik udah datang" pekik Dani.


"Iya sebentar" balas Angga.


"Pada ngapain sih bang mereka?" tanya Dani


"Kita masuk aja" ucap Dani dan di setujui Jeno.


Jeno dan Dani menerobos masuk ke kamar Angga yang di mana di sanalah ke tiga CEO sedang melakukan sesuatu sebelum bertemu dengan tamu di rumah.


Alangkah terkejutnya Jeno dan Dani melihat penampilan ke tiga CEO itu.


"Papa... Daddy dan ayah mengapa seperti itu?" tanya Dani dengan ternganga.


Angga, Ryan dan Zidan memakai baju seperti gembel. Baju yang sedikit koyak, dengan bedak memenuhi wajah ke tiga nya dan rambut seperti tidak pernah keramas.


Penampilan mereka bukan hanya gila, tetapi benar benar seperti orang gila.


"Gini sayang.. tante di bawah itu mau di jadikan ibu baru kalian. Kalian pasti tidak mau kan?" jawab Angga.


Jeno dan Dani mengangguk setuju.


"Maka dari itu Daddy, papa dan ayah berpenampilan seperti ini. Agar nanti tante itu tidak mau sama kita. Akhirnya hanya Mama, bunda dan mommy saja yang akan menjadi ibu kalian, tidak ada istilah ibu sambung" jelas Ryan.


"Iya sih.. tapi gk gini juga dong dad" ucap Jeno dengan tawanya.


"Abis tu mau bagaimana dong, kalau nanti kita menolak mereka dengan cara elegan mereka yang akan mengejar abis abisan Daddy" balas Angga.


Dani dan Jeno menepuk jidatnya. Mereka heran dengan pemikiran ayah mereka.


"Kenapa lama sekali, mereka sudah menunggu" ucap Zico.


"Abang tengok lah" tunjuk Dani.

__ADS_1


Zico terperangah tak percaya melihat penampilan baru tiga CEO tampan.


"Ayah.. apa yang ayah lakukan?" tanya Zico.


"Ini semua ide Daddy mu, biar tante itu tidak mau dengan Ayah" jawab Zidan.


"Aduh ayah.. kenapa ayah ikutan juga" Zico ikut menepuk jidatnya.


Zidan mengangkat bahunya.


"Ya sudah.. kita turun saja, mereka sudah menunggu" ucap Ryan.


Ke enamnya berjalan menuju meja makan di mansion itu. Tiga CEO berjalan dengan menggandeng anaknya masing-masing.


Ketiga CEO itu nampak percaya diri dengan penampilannya yang super gila.


Tiga serangkai mengulum senyumnya. Mereka tidak sabar apa yang akan terjadi di bawah nantinya.


Mereka sampai di meja makan. Di sana hanya ada Ibu.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya ibu tak percaya dengan apa yang ada di depannya.


"Ibu menyuruh kami menemui wanita itu dan kami tidak mau, kami masih ingin dengan wanita yang kami cintai" ujar Ryan.


"Tapi nak, kalian belum melihat siapa mereka" ucap Ibu.


Ayah Malik tertawa menggelar melihat penampilan ke tiga putra nya.


"Ayah rasa mereka memang langsung menolak kalian mentah mentah" ujar ayah Malik dengan tawanya.


Pelayan di mansion juga terlihat menahan tawa mereka. Mereka juga tidak habis pikir dengan kelakuan tuan muda nya yang biasanya terkesan rapi sekarang seperti orang gila.


"Bagus dong kalau gitu ayah" balas Angga bangga.


"Dimana mereka?" tanya Zidan.


Zidan mulai risih dengan penampilan nya sendiri.


"Mereka di dapur. Baik sekali kan mereka membantu para pelayan membawa makanan ke sini" goda Ibu.


Tiga CEO tampan itu tidak menanggapi ucapan ibu.


Akhirnya muncul tiga wanita yang menjadi tamu dan alasan ke tiga CEO tampan itu mengubah penampilan mereka.


Suara tawa tak dapat terelakkan.


...****************...


...Terimakasih banyak atas dukungan dari reader kesayangan blue ❤️...


Jangan lupa


Like


Komentar


and Vote 😉

__ADS_1


__ADS_2