Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Pertemuan Mantan Mertua


__ADS_3

Hari ini tuan besar Malik dan istri akan melihat toko roti Dita. Tuan besar Malik telah menerima laporan dari orang kepercayaan tuan besar Malik mengenai keberadaan si kembar.


Dari kejauhan tuan Malik melihat toko Dita. Hari yang sama di mana tiga serangkai itu pulang dari toko roti.


"Sayang.. sebaiknya kita cepat menjumpai mereka, kita sudah sepakat bukan untuk meminta maaf kepada menantu kita itu" ujar ibu.


"Iya.. tapi kalau mereka mengusir kita bagaimana dong sayang?" ucap tuan Malik.


"Kenapa kau jadi takut? jika mereka mengusir kita, besok nya kita datang lagi" jawab ibu.


"Tapi..."


"Tidak ada tapi tapi, kau sudah janji akan minta maaf kepada menantu kita dan kita akan mengungkapkan rahasia kita selama ini kepada tiga cucu cucu kita itu. sudah cukup mereka tersiksa karena dirimu. Ayolah.. mereka tidak akan mengusir mereka" lanjut ibu.


"Iya sayang.. baiklah"


Ketika hendak melangkah ke toko roti itu mereka melihat sepasang anak kembar yang sedang berpelukan dengan Dita.


Tuan besar Malik dan istrinya tersentak kaget kala melihat dengan jelas wajah anak kembar perempuan.


"Sayang.. seperti nya anak anak itu yang di bicara Zico kepadaku, ternyata mereka sangat mirip ya dengan Zico. Mereka cucu cucu kita juga sayang. Akhirnya aku punya juga cucu perempuan" ujar ibu bahagia.


"Iya.. setelah melihat mereka langsung ternyata benar benar mirip, foto yang di kirim oleh Alex tidak terlalu terlihat wajah anak kembar itu" balas tuan Malik.


"Kita tunggu dulu hingga anak itu pergi, baru kita ke sana" ujar ibu.


"Baiklah sayang"


Mereka menunggu si kembar pergi agar tidak menimbulkan kesan buruk bagi si kembar jika melihat mereka, mereka takut nanti Dita dan yang lain nya terkejut atau malah mengamuk. Maka itu tidak baik untuk si kembar yang masih anak-anak.


Mereka berjalan ke toko roti setelah si kembar pergi.


"Ayok.. sayang" ibu menarik tangan tuan Malik.


"Selamat siang" ujar Dita menunduk. Dita seorang diri di toko karena Tania mengantarkan anak anaknya.


Dita terkejut dan menjatuhkan roti yang di pegang nya.


"Dita... bisa kita bicara nak" lirih ibu.


"Eh.. iya ibu dan tuan.. " ajak Dita sembari menggiring kedua mantan mertua nya ke tempat duduk.


"Ibu mau minum apa?? biar Dita buat kan" tawar Dita.


"Tidak nak.. ibu hanya ingin bertemu dengan mu dan bicara dengan mu nak" balas ibu


"Dita.. saya minta maaf, saya sangat bersalah karena telah memisahkan kamu dengan anak mu. saya benar benar menyesal Dita, sudah bertahun saya menyesal dan ingin meminta maaf tapi saya masih egois dengan diri saya, saya merasa sangat rendah jika meminta maaf kepada mu." kesungguhan tuan Malik


"Jika kamu ingin anakmu saya akan mengembalikan Zico padamu. Jika itu salah satu cara agar saya mendapatkan maaf dari mu. Saya benar benar bersalah kepada kamu, saya minta maaf yang sebesar-besarnya" lanjut tuan Malik.


Dita mendengar dengan teliti setiap ucapan tua Malik. Dita tau jika sekarang ini tuan Malik benar benar menyesal. Dita tidak menyalahi tuan Malik karena itu perjanjian bersama.


"Ibu juga minta maaf padamu nak, ibu bersalah tidak bisa menahan kalian pergi saat itu" ujar ibu memegang punggung tangan Dita.


"Ibu.. Dita gk pernah marah kok sama ibu dan tuan" balas Dita.


"Panggil saya dengan sebutan ayah saja, saya merasa nyaman seperti itu" ujar tuan Malik.

__ADS_1


"Baiklah ayah" Dita tersenyum.


"Dita, Vina dan Tika tidak pernah membenci ibu dan ayah" lanjut Dita.


"Tapi Dita, ayah sangat bersalah padamu, Tika dan Vina. Ayah benar benar minta maaf kepada kalian" lirih ayah.


"Ayah tenang saja, Dita dan lainnya sudah memaafkan ayah. Tunggu lah di sini, Vina dan Tika sebentar lagi pulang, mereka hanya ke minimarket membeli sesuatu. Sebentar ya ayah ibu, Dita buat kan air dulu" Dita bangun dari kursinya dan ke dapur untuk menyajikan air minum untuk kedua mantan mertua nya.


Tika dan Vina masuk ke toko beserta kedua anak mereka. Vina dan Tika terkejut melihat mantan mertua mereka.


Ibu dan tuan Malik yang melihat kedatangan Tika dan Vina langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Ibu...tuan" ucap Tika.


"Tika...Vina.." lirih ibu.


Mereka berdua berjalan menuju ibu dan memeluk nya, mereka berdua lupa akan keberadaan malaikat kecil mereka.


"Ibu... apa kabar?" tanya Tika


"Ibu baik baik saja, kalian apa kabar?" tanya ibu


"Kami baik baik saja Bu, seperti yang terlihat sekarang ini" balas Tika.


"Em-em... tuan apa kabar?" Vina memberanikan diri bertanya.


"Saya baik baik saja" jawab tuan Malik dengan senyum.


Tika dan Vina saling memandang sebab melihat raut wajah tuan Malik yang aneh menurut mereka. Seakan sikap sombong tuan Malik hilang entah kemana.


"Eh.. kalian sudah datang... " ujar Dita sembari membawa air minum untuk mantan ibu dan ayah mertua.


"Saya ingin minta maaf kepada kalian terhadap apa yang saya lakukan kepada kalian dimasa lalu" lirih tuan Malik.


lagi lagi Tika dan Vina dibuat terkejut dengan perkataan sang mantan ayah mertua.


"Tuan tidak perlu minta maaf, tuan tidak punya salah sama kami" balas Vina dan diangguki cepat oleh Tika.


"Panggil saya ayah saja seperti Dita memanggil saya" ujar tuan Malik.


Tika dan Vina membulat mata nya dan melihat ke arah Dita seakan bertanya betul kah yang di katakan tuan Malik. Dita hanya mengangguk memberikan jawabannya.


"Mommy... El juga haus" El tiba-tiba datang menghampiri mereka dengan merengek kepada Tika.


"Sebentar sayang, biar bunda ambilkan ya" ujar Dita.


"Tika.. mereka siapa?" tanya ibu


"Em...em.. mereka anak aku bu, dan ini anak kak Vina" balas Tika.


Ibu terlihat kecewa karena ibu pikir mereka menikah lagi.


"Kalian menikah lagi?" tanya tuan Malik.


"Em.... tidak tuan eh ayah" balas Vina.


"Jika kalian tidak menikah lagi jadi mereka" Ayah membulat kan matanya menatap Vina.

__ADS_1


Vina mengangguk kan kepala nya, ia seakan mengerti akan apa ucapan ayah selanjutnya.


"Iya ayah ibu. Kami minta maaf menyembunyikan mereka" ujar Tika.


"Kalian tidak perlu minta maaf kepada kami, kami sangat senang memiliki cucu yang lainnya, terimakasih banyak telah merawat mereka hingga sebesar ini" balas ibu.


"ini sayang minuman nya" Dita menyodorkan minuman kepada El.


"Terimakasih banyak bunda" ujar El dan meneguk habis minuman nya.


"Mama... mereka siapa? apa mereka kakek dan nenek kami?" tanya Daisya.


"Iya sayang.. kenalan dulu sama kakek dan nenek kalian" balas Vina.


"Panggil kami Oma dan opa aja" timpal ayah.


"Halo Oma dan opa,, nama aku Daisya di panggil Syasya, aku kelas dua SD" sapa Daisya.


"Namaku El, aku kelas satu SD Oma dan opa" lanjut El.


"Kalian sangat cantik dan tampan, kalian juga imut" balas ibu.


"Terimakasih Oma dan opa" balas Daisya.


"Mommy.. El mengantuk" El mengucek matanya.


"Ya sudah ayok kita tidur, pamit dulu sayang" Tika mendekat ke arah El.


"Oma... Opa.. El tidur dulu ya, karena mengantuk" ucap El.


"Iya sayang" balas ibu.


"Syasya pergi juga ya mama barengan adek El, mama sini aja temani Oma dan opa sama bunda" ujar Daisya.


"Iya sayang,, tidur yang nyenyak ya" balas Vina dan menciumi kening sang anak.


"Iya mama,, dadah Oma.. opa.." pamit Daisya.


"Ibu... Ayah.. Tika pamit ya ke atas mau mengantar mereka" ujar Tika.


ayah dan ibu mengangguk ketika Tika pamit.


Tinggal lah Dita dan Vina, mereka mengobrol dengan orang tua itu. Dita juga mengatakan mengenai si kembar.


Mereka juga meminta agar rahasia ini di tutupi dari mantan suami mereka. Ibu dan Tuan Malik mengiyakan permintaan mereka. lama mereka bercengkrama hingga tiba waktu sore datang dan sudah saat nya tuan Malik dan istrinya pamit pulang kembali ke rumah mereka.


Tuan besar Malik merasa bahagia karena ia mempunyai cucu yang lain, ia juga lega karena sudah mendapatkan maaf dari mantan menantunya, urusan membujuk mereka agar mau kembali ke putranya di tunda dulu. Lebih baik selesaikan masalah satu satu.


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


...Terimakasih masih setia membaca cerita ini... terimakasih atas dukungan nya, lope sekebon untuk reader semuanya πŸ˜˜πŸ€—...


Jangan lupa


Like


Komentar

__ADS_1


and Vote yaπŸ˜‰


__ADS_2