Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Kondisi Ryan


__ADS_3

Sejak sikap aneh Ryan beberapa Minggu ini membuat Dion semakin khawatir dengan bosnya.


Apalagi tadi pagi ia melihat bos di apartemen dengan wajah yang sangat pucat dan terlihat lemah.


Dion membawa makan untuk Ryan. Lagi lagi Ryan menolak halus makanan yang di bawa Dion.


Ryan mengatakan akan memakannya nanti, tapi nyata tidak pernah ia memakannya.


Dion dulu juga pernah mengatakan peristiwa itu pada kedua saudara bos, tapi lagi-lagi kedua saudara nya tidak dapat membantu si bos agar mau makan ataupun beristirahat.


Zidan juga pernah memperingati Ryan agar menjaga kesehatan nya, namun perkataan Zidan hanya di anggukan oleh Ryan tanpa mau melakukan nya.


Begitu juga dengan Angga, ia terkadang melihat keadaan Ryan di apartemen miliknya, meskipun hanya sekedar mengobrol bersama.


Tapi sudah beberapa hari ini Angga tidak melihat Ryan sebab ia sekarang sedang berada di kota E untuk melihat pembangunan Hotel baru nya di sana.


Angga tidak pergi sendiri, di sana ia di temani oleh Tika dan Dimas. Angga juga memberikan izin pada Jeno untuk tinggal di rumah Tika bersama adiknya El. Jeno juga terkadang membawa El untuk tinggal di mansion dengannya.


Sudah hari ke tiga sejak saat Dion mengantarkan makanan pada Ryan, pada hari itu Ryan mengatakan bahwa ia tidak ingin di ganggu untuk tiga hari kedepannya.


Dion menjadi tidak tenang dengan keadaan bosnya.


"Maafkan aku bos, aku harus melakukan ini. Mungkin dengan ini bos bisa kembali baik baik saja" ucap Dion berjalan menuju kursi tempat Vina bekerja.


"Nona Vina mana Sinta?" tanya Dion pada Sinta.


"Nona Vina di toilet pak, sebentar lagi keluar" jawab Sinta sopan.


Dion hanya diam dan berdiri di depan meja Vina sembari menunggu kedatangan Vina dari toilet.


Di dalam toilet Vina memandang kaca di depan nya, ia masih kepikiran dengan perkataan Dita semalam.


*Flashback


"Eh.. Vin.. kok belum tidur" tanya Dita yang berjalan menuju dapur.


"Mau tidur kak, mau ambil air takutnya aku kehausan nanti" Vina mengisi air ke dalam tumblr miliknya.


"Vin.. apa kakak boleh tanya sesuatu pada mu?"


"Boleh kak, tanya aja" jawab santai Vina.


"Kita duduk saja biar lebih enak ngobrol nya"


Vina menyetujui ajakan Dita.


"Apa kamu sudah bertemu Ryan beberapa hari ini?"


Vina mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


"Maksud kakak?"


"Apa kamu bertemu Ryan beberapa hari ini di kantor, tadi kata Zidan ia tidak pernah melihat Ryan di rumah beberapa hari ini. Dani juga menanyai hal yang sama" jelas Dita.


"Iya sih kak, sudah tiga Minggu ini aku tidak melihat nya di kantor. Mungkin ia sibuk dengan proyek pembangunan di kota lain" balas Vina.


"Antara kamu dan Ryan tidak ada masalah kan?" tanya Dita.


"Enggak kok kak, orang kita baik baik aja. kakak kok tanya nya gitu, ada apa sebenarnya?" Vina menayai balik.


"Ehmm... jadi begini, kemarin kata Zidan, Ryan akhir-akhir ini banyak diam nya, jarang menginap di rumah. ia lebih sering menginap di apartemen miliknya. Pulang ke rumah hanya untuk melihat Dani. Tidak seperti Ryan yang dulu, makanya Zidan khawatir dengan adiknya"


"Cie... yang udah balikan sama mantan" Vina malah menggoda Dita.


"Apa sih Vin.. gk balikan hanya berteman saja. Kamu gk usah ganti topik ya, jawab dulu pertanyaan kakak" potong Dita.


"Ehmmm... aku tidak tau kenapa Ryan seperti itu, apa memang mungkin ada hubungannya dengan kejadian saat kami bertemu tiga minggu yang lalu ya" Vina mengingat permintaan Ryan tempo hari.


"Apa yang kalian bicarakan memang nya?"


Vina menghela nafasnya. "Ryan meminta maaf kepada ku lagi, meminta aku agar memberikan kesempatan kedua untuk nya. Aku tidak bisa kak, aku takut" ucap Vina.


"Jadi kamu.."


"Iya kak, aku menolak nya" jawab Vina.


"Apa mungkin memang karena hal itu ya, bagaimana kondisi nya sebelum dan sesudah ia mengatakan hal itu pada mu?" tanya Dita memastikan.


"Ya ampun Vin, apa benar yang di katakan Zidan kalau Ryan mengurungkan diri, gila kerja tanpa tau waktu istirahat dan makan itu benar karena penolakan dirimu Vin" ujar Dita.


"Apa!! Ryan sakit kak?" tanya Vina sedikit memekik.


"Aku tidak tau bagaimana kondisi nya, Zidan bilang kalau Ryan jarang makan, Zidan sudah menasehati dirinya tapi tetap saja" balas Dita.


Vina diam mematung, seketika raut wajah kecewa Ryan hari itu terbayang di benak nya.


"Apa sebaiknya kamu lihat kondisi nya dulu Vin, takut nya terjadi yang buruk bagaimana?" Saran Dita.


"Ehmm... besok aku akan bertanya pada Dion"


"Baiklah.. mari kita istirahat, besok kita akan beraktivitas seperti biasa nya" ajak Dita.


Vina dan Dita berjalan menuju kamarnya.


*Flashback end


"Ehmmm.. aku harus bertanya pada Dion, daripada aku khawatir terus" ucap Vina menatap dirinya di cermin toilet.


Vina keluar dari toilet menuju meja kerjanya. Vina sedikit terheran melihat Dion yang sudah berdiri di depan meja kerjanya.

__ADS_1


"Dion.. kenapa kamu di sini?"


"Eh nona.."


"Bisakah nona ikut aku sebentar? ada sesuatu yang harus aku beritahu pada nona Vina"


"Owh.. baiklah"


Dion mengajak Vina sedikit menjauh dari Sinta yang sedang bekerja.


"Nona.. aku ingin memberitahu kalau Tuan Ryan sudah tiga hari ini tidak bisa di hubungi? aku sangat khawatir dengan kondisi tuan" ucap Dion ketika sudah di meja kerja Dion.


"Maksudmu?" tanya Vina heran.


"Sudah dua minggu lebih ini tuan lebih fokus pada kerjanya hingga membuat tuan lupa untuk makan dan istirahat." ucap Dion.


"Tiga hari yang lalu aku ke apartemen nya, tuan bilang dia tidak ingin di ganggu selama tiga hari kedepannya. Aku sangat takut jika terjadi sesuatu pada Tuan, karena ketika itu aku melihat wajah tuan sangat pucat" jelas Dion.


Vina tidak menjawab apa pun, ia mulai memikirkan perkataan Dita dan mencocokkan dengan perkataan Dion hari ini.


"Jadi.. bisakah nona yang ke apartemen tuan untuk melihat kondisi tuan. Panggilan ku tidak di angkat, aku juga tidak tau password apartemen miliknya" pinta Dion.


Vina memikirkan apa yang harus di lakukan nya. lama menimbang, akhirnya ia memutuskan untuk melihat Ryan di apartemen.


🌼🌼🌼🌺


Vina sudah sampai di depan apartemen milik Ryan, Vina juga membawa makanan untuk Ryan.


"Bagaimana aku masuk ke dalam ya, sedangkan aku tidak tau sandi nya. Aku telpon saja" Vina berbicara sendiri.


Berulang kali Vina menelpon Ryan tapi tidak ada jawaban. Vina juga menggedor pintu apartemen Ryan, namun sayangnya tidak ada juga jawaban.


"Apa mungkin dia tidak di sini ya? tapi kata Dion dia di sini. Ah.. aku jadi gila jika begini" Vina frustasi.


Vina mencoba password apartemen dengan tanggal lahir Dani, Ryan dan dirinya. Tapi juga tidak berhasil.


Vina mulai berpikir keras, sandi apa yang akan di buat Ryan. lama berpikir, akhirnya Vina mencoba dengan tanggal pernikahan mereka tujuh tahun lalu.


Vina sedikit ternganga melihat pintu apartemen itu terbuka.


Vina memberanikan diri masuk ke apartemen.


...****************...


...Terimakasih telah membaca cerita ini πŸ€—...


Jangan lupa


Like

__ADS_1


Komentar


and Vote πŸ˜‰


__ADS_2