
Happy Reading guys πΌπ
Seminggu sudah Ryan mengurungkan diri, lebih tepatnya mengurungkan diri dengan pekerjaannya.
Penolakan Vina membuat Ryan menjadi kurang semangat, Ia terus menghindari Vina guna bisa menerima kenyataan bahwa Vina memang bukan untuk nya.
Ryan sebenarnya tidak menyerah, hanya saja ia sekarang belum bisa untuk melanjutkan perjuangannya. Sedikit mundur untuk menemukan semangat kembali.
Zidan Dan Angga di buat heran dengan sikap Ryan yang seperti tujuh tahun lalu ketika Vina keluar dari mansion mereka.
Zidan ingin bertanya pada adik sulung nya tentang perihal kediamannya beberapa hari ini. Jangan untuk mengobrol Ryan terkadang pulang ke rumah hanya ingin menyapa ibunya dan anaknya Dani.
Zidan dan Angga mengurungkan niat nya untuk bertanya lebih dalam lagi pada Ryan, mereka pikir mungkin sekarang Ryan hanya ingin sendiri saja.
Begitu juga dengan Zidan yang mengurungkan niatnya untuk memberitahu pada kedua adiknya mengenai hubungannya dengan Dita yang sudah kembali bersama.
Zidan tidak ingin hanya dia saja yang berbahagia sedangkan keduanya adik nya tidak.
Dua hari kemudian Ryan juga masih dengan keadaan yang sama. Di kantor Ryan sengaja menghindar dari Vina, baik itu tatapan atau berbicara.
Ryan tidak seperti biasa nya yang terjun langsung ke lapangan untuk mengawasi proyek nya, biasanya selalu di wakili oleh Dion sang sekretaris.
Tapi karena keadaannya tidak baik maka sejak seminggu ini ia menyibukkan diri memantau proyek dengan bolak balik dari kota A ke kota tempat proyek pembangunan yang sedang di lakukan.
Dion juga merasa ada yang aneh dengan bosnya, bosnya memang gila kerja tapi tidak pernah seperti ini.
"Apa ini ada hubungannya dengan nona Vina ya" gumam Dion di kursi kerjanya.
"Tapi apa yang terjadi sekarang, kenapa bos seperti tujuh tahun lalu dan kali ini lebih parah. Ia bukan hanya penggila kerja hingga terkadang lupa makan dan istirahat." Lanjut Dion.
"Em... aku tidak tau apa yang terjadi sekarang, tapi jika di biarkan begini maka kesehatan bos akan terganggu" khawatir Dion.
"Seperti nya aku harus memantau kondisi bos, jika nanti kondisi nya lebih buruk. Maka aku sendiri yang akan mengatakan pada nona Vina. Mana tau setelah itu, kondisi bos kembali sedi kala" lanjut Dion
...****************...
Di kantornya Angga juga sedang memikirkan tentang perubahan sikap Ryan.
"Aku seperti nya tanya sama Tika saja mungkin saja Tika tau" pikiran Angga.
Angga mendekati Tika yang masih bekerja di ruangan yang sama dengannya.
"Sayang... " panggil Tika.
"Ehmm" jawab Tika dengan nada malas.
__ADS_1
"Apa kak Vina di rumah terlihat baik baik saja?" tanya Angga.
Tika yang sedari tadi fokus ke laptopnya melihat ke arah Angga.
"Maksud mu?" tanya Tika tidak mengerti.
"Maksud ku apa kak Vina terlihat seperti orang galau? atau bagaimana?"
"Kak Vina terlihat baik-baik saja seperti biasanya" jawab Tika.
"Owh.. okelah"
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Tika.
"Tidak ada" jawab Angga sembari ke kursi kebesaran nya.
"Kamu ini aneh aneh saja" balas Tika.
Angga tersenyum tipis menanggapi ucapan Tika.
"Jika kak Vina baik baik saja, terus bang Ryan kenapa dong? apa dia ada masalah dengan wanita lain? tapi itu tidak mungkin, apa mungkin kak Vina kembali menolak bang Ryan ya. Mungkin karena itu bang Ryan terlihat galau" Angga berperang dengan pikirannya sendiri.
Tika melihat Angga yang sesekali menggelengkan kepala membuat Tika heran.
"Em.. tidak apa apa sayang, lanjutkan saja pekerjaan mu" ujar Angga lembut.
"Baiklah.." ujar Tika cemberut tak mendapatkan jawaban.
...****************...
Di kantor yang sama dengan Ryan, Vina juga sedikit heran dengan sikap Ryan padanya.
Vina merasa kalau Ryan sedang menjauhi dirinya, sudah seminggu lebih tidak pernah lagi Ryan menyapa dirinya meskipun hanya bertanya mengenai Daisya.
...ah... mbak Vina mulai merasa nyaman dengan perhatian bang Ryan selama ini π€...
"Kenapa sudah seminggu ini aku tidak pernah melihat Ryan ya? tapi kenapa aku memikirkan tentang dia, terserah dia mau ngapain" ucap Vina.
"Tapi.. ini tidak seperti biasanya. Ini sudah terjadi sejak seminggu lalu saat aku menolak untuk memberikan dia kesempatan kedua. Apa dia marah? frustasi? stress?" lanjut Vina.
"Ah.. aku tidak tau, dari pada aku pusing mendingan aku lanjutkan saja pekerjaan ini" tepis Vina mengeluarkan Ryan dari otaknya.
...****************...
Berbeda dengan keadaan Ryan di rumah sakit terlihat sepasang kekasih yang berbahagia sedang menikmati makan siangnya.
__ADS_1
Mereka adalah Zidan dan Dita. Semenjak Dita menerima Zidan kembali, Dita harus menghadapi sikap manja Zidan yang terkadang tidak tau tempat.
Zidan meminta Dita untuk senantiasa menemani nya makan siang, mau tidak mau Dita harus menuruti. Bukan hanya itu, Zidan juga meminta Dita menyuapi dan yang lebih parang mereka makan satu piring dan satu sendok yang sama.
Dita terkadang sedikit merasa bahwa Zidan yang menjadi suaminya tujuh tahun lalu sudah lenyap, mantan suami yang biasanya hanya mengabaikan sedangkan sekarang ia menjadi sosok pria yang sangat manja.
"Sayang.. apa Vina di rumah baik baik saja?" tanya Zidan di sela makannya.
"Kenapa tanya seperti itu" balas Dita.
"Begini,, sekarang itu sikap Ryan sangat berbeda, ia lebih banyak diam, jarang pulang ke Mansion dan memilih untuk menginap di apartemen nya. Dan bahkan kata Dion dia gila kerja tanpa tau waktu istirahat dan makan. Padahal proyek pembangunan yang sedang di lakukan nya berjalan baik baik saja dan tidak ada kendala sama sekali" jelas Zidan.
"Kenapa seperti itu ya,, kasihan Ryan nya. Nanti saja aku tanya Vina, mungkin memang mereka memiliki masalah" ujar Dita.
"Iya.. tapi sayang jangan terlalu mengorek nya ya, nanti di kirain kita kurang kerjaan saja mengusik masalah mereka" ucap Zidan.
Dita mengangguk menyetujui perkataan Zidan. Zidan kembali membuka mulutnya untuk di suapi Dita.
...****************...
Di apartemen Ryan sesekali menghela nafas berat nya.
Ryan lebih sering bekerja di luar kantor, ia takut bertemu dengan Vina. Ia merasa menyibukkan diri dengan pekerjaan akan membuat nya lebih baik.
Ryan tidak marah tapi hanya ingin sendiri saja.
"Aku tidak bisa tidak melihat dirimu" ucap Ryan memandang foto berwajah kan Vina di layar ponselnya.
"Aku sangat merindukan dirimu, ingin sekali aku bertukar sapa dengan mu seperti biasanya. Jalan jalan walaupun hanya untuk menyenangkan kedua buah hati kita"
"Aku akan berusaha meluluhkan hati mu kembali, tapi aku sekarang ingin mundur dahulu agar aku bisa kembali mengejar mu lagi. Begini rasanya perasaan yang di tolak, apa dulu kamu juga merasakan begini saat aku menolak perasaan mu" ujar Ryan menyandarkan kepalanya di bahu sofa panjang di apartemen miliknya.
"Em.. em.. ya sudah aku lanjutkan saja pekerjaan ku. Vina akan aku suruh Dion untuk memantau nya di kantor" ucap Ryan kemudian.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
...Terimakasih telah membaca cerita ini π€π...
Jangan lupa
Like
Komentar
and Vote π
__ADS_1