Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Bella


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 9.30 pagi, Dita sedang merapikan kue yang ingin dia bawa ke rumah sakit.


Tidak hanya kue untuk Zidan tapi Dita juga membawa beberapa kue lainnya untuk perawat atau dokter lainnya yang ada di rumah sakit.


Dita melirik jam sembari menyusun kue itu, ia takut nanti sopir suruhan Zidan sudah duluan datang sedangkan kue nya belum siap.


Dugaan Dita benar adanya bahwa sopir suruhan Zidan sudah datang dan Tania sudah memanggil Dita.


"Bilangin sebentar lagi Tan" teriak Dita di dapur.


"Iya mbak" Tania membalas teriakkan Dita.


"Pak.. silakan duduk dulu, sebentar lagi mbak Dita nya datang"


"Iya neng, terimakasih"


Sang sopir duduk di kursi yang di tunjuk Tania. Karena pembeli tidak ada saat itu, Tania pergi ke dapur melihat Dita.


"Emangnya kue ini mau di bawa ke mana sih mbak? kok banyak banget? kayak mau hajatan saja" Tania nongol tiba-tiba.


"Ih.. kamu ya Tan, suka kali bikin mbak jantungan" Dita memegang dadanya.


"Hehe,, mbak masih muda udah jantungan" cengir Tania.


"Abis kamu suka kali muncul tiba-tiba"


Tania hanya tersenyum kepada Dita.


"Ini kue mau di bawa ke rumah sakit" jawab Dita


"Ke rumah sakit? orang sakit yang mbak jenguk rame ya mbak?"


"Bukan Tania, kue ini permintaan Zidan ayah si kembar sedangkan kue yang lebih ini hanya untuk di bagi bagi saja kepada perawat di sana"jelas Dita.


"Wah.. Nyonya Zidan memang top lah sama anak buahnya" Tania menggoda Dita.


"Ih.. kamu bisa aja"


"Ayah si kembar dokter ya mbak?" Tania kembali bertanya setelah tawanya berhenti.


"Iya,,"


"Wah... pantesan kulit putih, terawat, badan bagus, rapi, tampan lagi. Ternyata ayah di kembar seorang dokter" Tania memuji Zidan.


"Aduh.. kamu itu ya, memuji Zidan terlalu berlebih-lebihan. Orang si Zidan itu biasa aja kok"


"Itu kan pandangan mbak, kalau aku mah perfect kali dokter Zidan"


Dita hanya menggeleng geleng kan kepala nya mendengar ucapan Tania memuji Zidan.


"Kalau mbak ada kenalan dokter tampan kenalin sama aku ya mbak" Tania mengedipkan kedip matanya.


"Dasar kamu"


"Beneran mbak.. tolong di kenalin, soalnya udah bosan ngejomblo terus mbak" curhat Tania yang memunculkan gelak tawa Dita.


"Haha.. iya iya,, kalau ada yang mau sama kamu tapi" becanda Dita.


"Ih.. mbak mah gitu"


"Haha.. mbak pergi dulu ya"


"Okeh mbak.. hati hati"


Dita berjalan menghampiri sopir suruhan Zidan dan meminta tolong untuk membawa kuenya.

__ADS_1


🌼🌼🌼


Perjalanan ke rumah sakit yang tidak lama kurang lebih 15 menit saja. Dita memasuki rumah sakit di ikuti oleh pak sopir yang membawa kue.


Dita langsung di antarkan ke lantai 4 di rumah sakit. Dita memasuki lantai dan ketika ingin memasuki ruangan Zidan, Dita di tahan oleh Bella.


Bella adalah dokter spesialis kulit di rumah sakit dan juga mengidolakan Zidan dari dulu. Bella juga merupakan teman Zidan dari kuliah kedokteran.


Bella menyukai Zidan dari zaman kuliahan. Karena Zidan orangnya cuek cuek saja, Bella takut untuk mengutarakan perasaannya. Bella takut Zidan akan menjauhi dirinya.


Maka dari itu Bella hanya mengawasi Zidan selaku teman, tapi ia tetap akan berusaha agar Zidan jatuh ke pangkuan nya.


"Ini siapa sih pak?" tanya Bella pada pak sopir.


"Eh.. Dokter Bella. Ini dokter Zidan yang suruh saya bawa nona Dita kemari dokter" jawab pak sopir.


"Ya udah bapak pergi saja, nanti biar saya yang menunjukkan ruangan dokter Zidan" ucap Bella mengusir pak sopir.


Pak sopir pergi memberikan kue yang dari tadi di tenteng nya kepada Dita.


"Kamu siapa? Ngapain kamu ke sini?" Bella menginterogasi Dita.


Bella memperhatikan Dita dari atas hingga ke bawah dengan tatapan sinis.


"Ini cewek siapa sih? mungkin fans Zidan kali ya? serasa aku mau di bunuh saja, tatapan nya sangat tajam dan ia juga sepertinya tidak suka dengan aku" batin Dita melihat Bella yang sedang melihat nya.


"Saya Dita dokter, saya di suruh pak Zidan untuk mengantarkan pesanannya" ucap Dita sopan.


"Kue ini maksudmu?" tanya Belle sembari menyentuh plastik berisi kue dengan jijik.


"Iya mbak"


"Oh.. kamu pasti salah satu maid di rumah Zidan ya" tebak Bella.


"Ih.. ini orang songong bener ya, aku bilang iya saja dari pada nanti malah buat keributan aku dengan nya" batin Dita.


"Eh.. iya mbak, saya permisi dulu, takut dokter Zidan marah karena saya terlambat" Dita pamit.


"Tapi wajahnya tidak kalah cantik" gumam Bella setelah melihat Dita melangkah pergi dari hadapannya.


"Dita..." teriak Kevin memanggil Dita.


"Eh.. Kevin" ujar Dita.


"Kamu ngapain sini Dit" tanya Kevin mendekati Dita.


"Mau nganterin kue ini ke dokter Zidan" balas Dita menunjukkan kue bawaannya.


"Ini pesanan dokter Zidan ya?" tanya Kevin.


"Iya Vin"


"Kok banyak banget" Kevin heran.


"Eh... kalau ini untuk kalian yang di rumah sakit. Aku tuh mau bagiin tadi tapi gk tau mau kasih sama siapa soalnya aku gk kenal siapapun di rumah sakit ini" jelas Dita.


"Ya udah sini sama aku aja" Kevin mengambil kue yang dipegang Dita dan memberikan kepada perawat yang kebetulan lewat. Kevin menyuruh perawat itu membagikan kue kue itu dan mengatakan bahwa semuanya dari dokter Zidan.


"Okeh.. terimakasih Vin, Ya udah aku keruangan dokter Zidan ya" ujar Dita.


"Tunggu Dit, pak Zidan sedang ada rapat dengan dokter lainnya, mungkin 15 menit lagi baru selesai" balas Kevin.


"Benarkah?" saut Dita.


"Iya.. kalau kamu memang punya keperluan dengan dokter Zidan, ke ruangan aku saja kita duduk sebentar menunggu pak Zidan keluar" tawar Kevin.

__ADS_1


"Eh.. gk usah Vin, aku nunggu di bangku tunggu itu saja" Dita menunjuk pada bangku yang berjejer.


"Ya udah.. aku temenin ya"


"Emang kamu gk ada pasien nya Vin?" tanya Dita takut merepotkan Kevin menemaninya.


"Gk.. kayaknya aku free deh, jadi aku temenin kamu saja biar kamu gk kesepian Dit" balas Kevin dengan tersenyum.


"Okelah, mari kita duduk di sana" ajak Dita.


Kevin dan Dita menuju kursi untuk duduk dan mereka menjatuhkan bokong mereka di atasnya.


Kevin dan Dita bercerita layak nya teman lama yang baru bertemu setelah sekian purnama.


Dita juga bercerita tentang dirinya dan kehidupan nya setelah tamat SMA. Namun untuk perihal hubungan nya dengan Zidan, Dita tidak menceritakan nya.


Begitu juga dengan Kevin yang juga sangat antusias bercerita dengan Dita mengenai Dirinya.


Akhirnya lama menunggu, Zidan keluar dari ruang rapat. Zidan berjalan menuju keruangan nya. Zidan sudah melirik jam tangannya sewaktu rapat tadi, mengingat bahwa kekasihnya alias mantan istri tercinta akan datang.


Ketika hendak sampai ke ruangannya Zidan mendengar ada orang yang tertawa dan ia mengenal suara itu.


Zidan mendekat dan ternyata ia melihat Dita dengan Kevin sedang berbincang bincang sambil tertawa.


Zidan merasa tiba-tiba badannya panas, dadanya sesak, ia marah melihat Dita tertawa pada Kevin. Zidan menahan amarahnya dan berjalan mendekati Dita dan Kevin.


"Ekhemmm" Zidan berdehem dengan keras.


"Eh.. pak Zidan" ujar Kevin yang langsung berdiri dari duduknya diikuti oleh Dita.


"Kamu.. ayok ke ruangan saya" Zidan tidak menghiraukan Kevin, ia hanya mengajak Dita untuk keruangan nya.


"Eh.. iya, aku pergi dulu ya Vin. Kapan kapan kita bercerita lagi" pamit Dita pada Kevin.


"Iya Dita" balas Kevin sembari mengangguk kepalanya.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Di ruangan Zidan hanya terdiam seribu bahasa.


"Ini kenapa lagi sih? ngapain coba nyuruh aku kesini kalau hanya mendengar helaan nafas panjang nya" Batin Dita.


Dita mulai kesal dengan kediaman Zidan.


"Zidan.. ini kue pesanan kamu, sudah aku hantarkan. Jadi saya mau pulang" ujar Dita tiba tiba-tiba dan langsung berdiri.


"Jangan.." Zidan menarik tangan Dita agar ia kembali duduk.


"Temani aku makan ya" ujar Zidan memelas pada Dita.


Dita memicing kan matanya melihat Zidan yang tampak mengiba.


"Hemmm.. baiklah"


Zidan tersenyum melihat Dita menurut dan mulai memotong kue yang dia bawa. Zidan mengurung niatnya untuk menanyai Dita perihal hubungan nya dengan Kevin.


...****************...


...Terimakasih telah membaca cerita ini πŸ˜ŠπŸ€—...


Jangan lupa


Like


Komentar

__ADS_1


and Vote πŸ˜‰


__ADS_2