
Sudah seminggu berlalu sejak penyelidikan Dimas. Hari ini si kembar ingin ke toko roti Dita untuk sama sama melihat hasil tes DNA yang mereka lakukan.
Tes DNA di lakukan secara sembunyi oleh bantuan dari dokter Kevin. Tiga serangkai memohon kepada dokter kevin agar mau membantu dengan alasan tiga serangkai sedang membantu teman nya.
Awalnya dokter Kevin menolak membantu sebelum memberi tau perihal tersebut kepada Zidan tapi karena bujuk rayuan yang di katakan tiga serangkai seketika membuat dokter Kevin mau membantu mereka.
Meminta dokter Kevin untuk tidak memberi tau kepada Zidan atau siapapun di keluarga Malik dan sang dokter menyetujui nya.
"Bagaimana hasil nya bang??" tanya Zafa.
"Kami juga belum membuka nya, kita akan tau setelah kita membukanya" ujar Jeno.
"Apa disini aman.. mana bunda?? nanti takutnya tiba tiba bunda datang" ucap Zico.
"Aman bang tapi sebentar lagi aja buka surat hasil tes DNA itu, tunggu hingga bunda membawakan kita cemilan dan berlalu pergi ke dapur kembali" jawab Daisya.
"Ok.. kita tunggu itu dulu, baru kita buka" balas Dani.
Mereka menunggu dengan obrolan seputar suasana sekolah baru bagi Daisya dan adik adiknya.
Mengingat hari ini weekend maka Tika dan Vina akan membantu Dita di toko nya. Daisya dan Zafa sengaja mengajak mereka bertemu hari ini. Mereka juga ingin melihat bagaimana reaksi mama dan mommy mereka melihat keberadaan tiga serangkai.
Mereka tau kalau bunda tidak memberitahu kepada mommy dan mama tentang pertemuan bunda dengan tiga serangkai.
"Ini makanan dan minuman nya" Dita meletakkan di meja mereka.
Dita sangat senang bisa kembali bertemu dengan Zico. Dita menatap Zico dengan tatapan sayang nya, Zico tersenyum melihat itu. Zico merasa menghangat karena tatapan Dita.
Meskipun ibu di rumah belum bisa jujur kepada mereka, tapi mereka yakin bahwa ibu di rumah bukanlah ibu mereka.
"Terimakasih bunda" Zico mulai mau berbicara dengan santai pada Dita.
Tiba-tiba datanglah Mama dan Mommy mereka dan langsung berjalan ke arah meja Daisya. Dita tidak tau kalau Tika dan Vina akan ke toko sepagi ini biasanya mereka akan ke toko siang hari si hari weekend.
"Wah.. ada teman kakak ya" ujar Vina.
"Eh.. mama.. iya ma" jawab Daisya.
Tiga serangkai mengalihkan perhatian ke sumber suara. Tika dan Vina sangat terkejut, seseorang yang selama ini mereka rindu kan akhirnya bertemu juga. Tika menutup mulut dengan telapak tangan nya atas keterkejutannya melihat Jeno.
Vina membulat mata nya melihat Dani. seketika hati mereka di hantui rasa bersalah yang luar biasa mengingat sang anak.
Dani dan Jeno juga menatap mereka, mereka masih bingung yang mana ibu mereka.
Mereka tidak bodoh yang tidak bisa mengenali anaknya.
"Iya Tante.. namaku Zico" Zico memulai sapaan karena melihat tika dan Vina menatap dalam ke arah Dani dan Jeno.
"Ini adik ku" senggol Zico pada lengan Jeno.
"Eh... nama saya Jeno Tante" kikuk Jeno.
__ADS_1
"Dan saya Dani Tante" lanjut Jeno.
"Mereka ini teman sekelas Daisya dik" ujar Dita membuat Tika dan Vina kembali.
Tika dan Vina menetralkan kembali raut wajah terkejut.
"Eh.. nama Tante Tika" gelagapan Tika sembari tersenyum.
Tika menepuk bahu Vina agar kembali menyapa anak anak itu.
"Tante ini namanya Tante Vina" ucap Tika karena Vina juga belum mengeluarkan suara.
"Kita harus biasa saja kak, nanti mereka malah takut" bisik Tika ke Vina. Vina hanya tersenyum melihat mereka.
"Silakan lanjut obrolan nya ya, bunda pamit ke dapur dulu" ujar Dita dan menarik ke dua adik nya untuk ikut.
"Iya bunda" balas mereka.
Setelah mereka pergi sekarang saat nya mereka membuka surat hasil tes itu.
Mereka seksama membaca bersama.
"Wah.. ternyata benar Sya, kau memang adik atau kakak ku" ujar Dani berbinar-binar.
"Iya Dan" Daisya juga bahagia.
"Wah.. kalian memang sepupu ku dan tak lupa ternyata El adik ku" ujar Jeno.
"Abang Zico ternyata abang Afa, Ifa pasti senang karena ia pernah bilang ke Afa ia ingin punya abang yang akan menjaganya" ujar Afa bahagia.
"Iya.. aku juga senang ternyata aku memiliki adik perempuan" ujar Zico masih terkesan datar.
"Jadi.. apa yang harus kita lakukan sekarang? apa kita harus menyembunyikan dulu bukti ini?" tanya Daisya.
"Kalian rahasiakan dulu, kami harus membereskan sesuatu dulu" ujar Zico.
"Kalian tunggu saja kabar dari kami" ujar Jeno.
Daisya dan Zafa mengangguk mengiyakan ucapan Jeno. Mereka kembali memasukkan hasil tes ke dalam tas.
Di dapur mereka saling menguatkan, Vina masih tidak bisa berhenti menangis dari tadi. Mereka membiarkan Vina menangis untuk meredakan emosi nya.
Dita tau apa yang di rasakan Vina. Tika juga merasakan hal yang sama tetapi ia memilih untuk kuat.
"Aku tau, kalian pasti ingin memeluk anak kalian kan? aku juga merasakan hal yang sama kerja pertama kali melihat wajah Zico" ujar Dita.
"Tapi kita tidak bisa melakukan itu semua, kita bersyukur karena Tuhan masih memberikan kesempatan melihat wajah mereka. Meskipun hanya bisa menyapa nya saja setidaknya melalui Daisya kita masih bisa berdekatan dengan anak kita" lanjut Dita.
"Iya kak" ujar mereka.
"Ayo kita keluar mana tau kita masih bisa mengobrol dengan mereka sebelum mereka pulang" ajak Dita.
__ADS_1
Vina dan Tika menyetujui ajakan Dita. Mereka kembali berjalan menuju meja Daisya. Di sana masih ada Daisya dan teman teman nya.
"Sya.. ibunya El yang mana??" tanya Jeno.
"Mommy.. alias Tante Tika" jawab Daisya.
"Berarti itu ibu ku Dan, ibu mu Tante Vina. Ibu kita cantik-cantik ya Dan" ujar Jeno.
"Iya bang"
"Kenapa kalian yakin sekali bunda, mama dan mommy adalah ibu kalian? ibu kalian yang di rumah itu siapa juga?" tanya Zafa.
"Karena hasil tes membuktikan bahwa kalian memang saudara kami, untuk masalah ibu di rumah nanti kami cari tau lagi" ujar Jeno.
"Ok" balas Zafa.
Mereka mengalihkan pembicaraan ketika melihat ibu mereka mendekat.
"Duduk bunda" ujar Zafa.
"Iya sayang" Dita menarik kursi yang lain untuk duduk ikut bergabung dengan anak anak mereka.
"Apa ibu kalian tau jika kalian kemari?" tanya Dita.
"Tau bunda" ujar Zico
"Baguslah.. setidaknya tidak membuat ibu kalian susah nanti"
"Tidak bunda"
"Kalian memanggil kak Dita dengan sebutan bunda bukan Tante ya?" tanya Tika.
"Iya.. karena kami lebih nyaman seperti itu saja" Jeno tersenyum.
"Oh.. kalau begitu panggil tante Tika dengan Mommy ya, tante Vina dengan mama. Kalian mau kan?" tanya Tika harap.
"Mau dong tante,,, eh.. mommy" cengir Dani.
Mereka akhirnya mulai mengobrol dan saling bercanda hingga saat tiga serangkai harus pulang.
Tika dan Vina ingin menahan lebih lama lagi, tapi mereka harus membiarkan seperti ini dahulu. Akhirnya mereka merelakan kepergian tiga serangkai untuk kembali pulang ke rumah.
...****************...
Dimas: Zifa sama El di mana thor? kok gk nongol dari tadi?
Author: mereka pergi ke taman di temani Tania😊
Dimas: Owh.. kirain kemana
...Maaf ya reader kesayangan, kemarin memang tidak bisa up, jadi hari ini baru bisa up, semoga masih suka dengan cerita ini 🤗🤗🤗...
__ADS_1