Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Ada Apa?


__ADS_3

"Sebenarnya ada hubungan apa antara Dion dan Tania? apa ini hanya perasaan aku saja? Tapi kegelisahan mereka sangat jelas. Apa lagi Tania. Apa mereka memiliki cerita masa lalu? Rina sibuk dengan prasangka prasangka nya.


Rina melihat ada cerita di balik setiap ekspresi wajah Tania. Rina hanya ingin membantu, jika itu cerita menyedihkan maka ia akan membantu Tania agar tidak sedih lagi.


Tania memang orang baru, tapi bagi Rina Tania sudah ia anggap seperti keluarganya. Sama dengannya Tania juga sendiri di kota ini.


Rina dapat merasakan perasaan rindu Tania terhadap keluarga. Ia paham bagaimana rasanya jika tidak memiliki teman di kota yang asing untuk mereka.


"Apa mereka dulunya sepasang kekasih? apa mereka dulunya saling mencintai? atau mereka mencintai dalam diam? " gumam Rina sembari menata kue.


Beruntung di toko roti Dita sedang tidak ada pengunjung dan hanya Rina sendiri di toko. Sedangkan Dita akan datang tapi sedikit terlambat sebab suaminya kurang enak badan.


Tania sedang membeli barang barang untuk pembuatan kue. Ia memang terbiasa dengan belanja itu.


"Tapi jika mereka sepasang kekasih kenapa mereka menutupi nya? tapi.. sepertinya mereka memang sudah putus karena suatu hal" Rina masih asik dengan pemikirannya mengenai Tania yang sedari tadi ia pikirkan.


Rina tidak menyadari bahwa Tika sudah memasuki toko dan memperhatikan setiap gerak gerik Rina.


Tika tidak memotong setiap ucapan yang ia dengar dari Rina. Ia mendengar dengan seksama.


Rina yang masih bergelut dengan pikirannya kemudian menyudahi itu dan mendongak kepalanya ke atas dan terlihat Tika sedang menopang dagunya memperhatikan Rina.

__ADS_1


"Ahhh!!" pekik Rina terkejut melihat Tika yang berada di depannya.


Tika juga ikut tersentak dengan teriakkan Rina.


"Sejak kapan kamu di situ?" tanya Rina sembari mengelus elus dadanya.


"Sejak tadi mbak" balas Tika.


"Kenapa tidak menyapaku? dan kenapa aku tidak menyadari keberadaan dirimu?" tanya Rina.


"Mbak sendiri lah sedang asik berpikir, memangnya mbak mikir apa sih? Dimas??" goda Tika.


"Jangan sebut nama dia, nanti mood ku hari ini akan hancur"


"Jangan di lanjutkan Tik.. "


"Hahahaha.. mbak sangat lucu" Tika tertawa terkikik geli.


"Emang kenapa sih mbak ? ada masalah ya dengan acara nonton semalam?" lanjut Tika setelah tawanya berhenti.


"Sebel banget Tik. Masa ni ya, mbak sengaja bawa Tania agar ikut nonton bareng sama kami , mbak kurang leluasa jika hanya berdua saja. Eh.. tiba tiba Si Dimas karpet itu malah bawa teman nya si Dion" Tika mendengar penuturan lucu yang di katakan Rina. Tika mengulum senyumnya agar tidak tertawa.

__ADS_1


"Dimas karpet itu juga membelikan tiket nonton untuk Dion dan Tania dengan film yang berbeda dengan apa yang kami tonton. Jadinya kan malah si Dion sama Tania sedangkan aku dan Dimas malah berduaan" jelas Rina sembari menopang dagunya dan menghela nafas berat.


Tika menutup mulutnya dengan telapak tangan nya. Ia sudah menebak bahwa plot cerita nonton itu akan berakhir seperti itu.


Tika di buat kagum dengan kepekaan dan perjuangan Dimas agar bisa berdekatan dengan Rina.


"Kalau begitu akhirnya bagus donk mbak. Menurut aku sih mbak ya, itu artinya Dimas beneran mau nya menghabiskan waktu dengan mbak. Mbak tau sendiri kan bagaimana sibuknya Dimas di perusahaan, seharusnya mbak hargai aja gitu. Mungkin Dimas kecewa dengan sikap mbak yang seenaknya membawa Tania, tapi demi hati Dimas memutar otak agar bisa tetap bersama mbak. Harusnya mbak bersyukur mendapatkan orang seperti itu"


"Itu menurut aku sih mbak ya, aku tidak bermaksud untuk menggurui mbak tapi menurut aku sih sikap menghargai antar manusia dan tidak membuat orang lain kecewa terhadap apa yang di perjuangkan nya itu lebih baik. Karena kita tau betul bagaimana usaha Dimas dalam mendekati mbak dalam sebulan terakhir ini. Jangan nanti jika mbak bersikap seperti ini terus yang ada Dimas nya menjadi jenuh lalu menjauh mbak. Dan mbak tau sendiri kan bagaimana kelanjutan nya jika sudah seperti itu" lanjut Tika


Rina nampak berpikir apa yang di katakan Tika itu ada benarnya. Tidak seharusnya ia bersikap seperti itu. Seharusnya dialah yang harus nya minta maaf bukan malah makin kesal pada Dimas.


****


...Terimakasih atas dukungan nya untuk cerita ini πŸ€—...


Jangan lupa


Like


Komentar

__ADS_1


and Vote πŸ˜‰


__ADS_2