Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Kericuhan Keluarga Malik (menyambut cucu baru)


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian lahirlah kembali cucu penerus keluarga Malik dari pihak Zidan. Hari yang di nanti dimana Zidan dan Dita akan memeluk anak triple mereka.


Zidan bahagia sekaligus gelisah. Meskipun ia seorang dokter, ia juga sangat takut akan terjadi hal hal yang di luar keinginan untuk anak dan istri tercinta.


Untuk menghilangkan rasa takutnya, Zidan sekuat tenaga memberikan motivasi kepada sang istri agar tidak gelisah. Meskipun mereka melakukan operasi tapi tetap saja menjadi sesuatu yang sangat menegangkan bagi mereka.


Tak kalah antusias, di luar ruangan para putra dan cucu keluarga Malik yang lain juga menunggu acara kelahiran triple di keluarga mereka. Mereka tidak henti hentinya memanjatkan doa agar Dita dan tiga anak kembar nya bisa selamat.


Berbeda dengan tuan Malik, nyonya Malik, putra dan menantunya. cucu Malik malah saling bersitegang agar wajah triple nanti akan mirip dengan nya, apa lagi Zafa dan Zifa yang menginginkan adiknya mirip dengannya tapi di tentang oleh Dani dan El.


"Dia akan mirip denganku" ujar Dani.


"Enak saja, mereka adikku. Maka akan mirip dengan aku" balas Zifa.


"Gak bisa... mereka harus mirip dengan El yang tampan. Jika mereka perempuan maka mereka akan cantik" saut El tak terima.


"Kalian apa apaan.. betul kata Ifa, kalau mereka adik kami jadi wajahnya akan mirip dengan kami bukan dengan kalian" timpal Zafa. Zifa mengangguk setuju perkataan Zafa.


"Tapi..."


"Sudah.. sudah.. kalian ini apa apaan sih, mirip ini mirip itu. Yang terpenting itu ketiga adik bayi dan bunda Dita selamat terserah dia mirip siapa" potong Jeno yang sudah jengah dengan berantemnya adik adiknya.


"Tapi tetap saja mereka akan mirip dengan Bunda, Ayah, Ifa, Afa ataupun Zico. Mereka dilahirkan oleh orang tua yang sama. Maka untuk Dani dan El, jika ingin memiliki adik bayi mirip dengan kalian maka minta dengan ibu masing masing" lanjut Jeno.


Zico hanya tersenyum tipis dan mengangguk. Zafa dan Zifa berbinar-binar mendengar ucapan Jeno. sedangkan Dani dan El terlihat cemberut.


Dimas dan Rina terlihat terkekeh mendengar perdebatan yang di menangkan oleh Jeno. Pasangan suami istri merasa gemas dengan perdebatan kecil itu.


"Mereka sangat manis, aku ingin punya anak seperti mereka" ujar Rina.


"Boleh sayang . tapi wajahnya harus mirip denganku karena anakku" balas Dimas.


"Pastilah, dan juga semoga ia cepat hadir" sambung Rina mengusap perut nya yang datar. Dimas mengangguk dan membelai lembut rambut Rina.


Mereka telah menikah setelah satu bulan acara pertunangan. Tapi mereka hanya menikah tanpa ada resepsi. Rencana mereka akan mengadakan resepsi setelah Dita sebulan melahirkan.


Jauh dari sana terlihat sepasang manusia menghampiri mereka. Yaitu Dion dan Tania, Mereka tidak janjian sebelum untuk bersama tapi ya memang sudah seperti itu.


Mereka tidak berjalan berdampingan, Dion mendahului Tania.

__ADS_1


"Belum lahirkan?? masih belum telat kan aku datangnya?" tanya Dion yang gagah dengan pakaian kantor nya.


"Eh.. Dion.." ujar Rina tersenyum.


"Kamu makin tampan saja" lanjut Rina. Dimas mendelik sang istri mendengar pujian Rina pada Dion.


"Bisa aja mbak, aku memang tampan. Cuma kemarin gak terlihat aja sama mbak" balas Dion


"Tapi meskipun kamu tampan, suamiku juga gak kalah tampan denganmu" Ujar Rina melihat ada kilatan api di mata Dimas.


Dimas seketika luruh dan tersenyum bahagia melihat kearah sang istri.


"Percuma sama kamu tampan jika kamu masih sendiri di usia segini" ujar Rina.


"Nanti aku akan menikah juga" ujar Dion melirik sekilas ke arah Tania.


"Dengan Tania kah?" tanya Rina antusias.


Dion hanya mengedik bahunya. "Sayang.. jangan begitu, tidak enak dengan Tania" ujar Dimas.


"Maaf ya Tan, mbak hanya bercanda"


"Untuk saat ini belum Tan" ujar Rina dengan lemah.


"Maaf mbak.. Aku gak maksud menyinggung mbak" ujar Tania memegang lengan Rina"


"Gak apa Tan, aku faham kok. Lagian ya aku dengan Dimas baru nikah dua bulan. Mungkin bulan depan baru ada" ujar Rina tersenyum.


Cucu Malik yang sedari tadi fokus ke pintu operasi, tiba tiba menyadari kehadiran Tania. Para cucu Malik berlarian ke arah Tania.


Bagaimana mereka sangat menyukai Tania.


"Tante...!!!" ujar semua cucu Malik yang berlarian.


Tania juga rindu dengan malaikat malaikat kecil itu. Sudah dua bulan Tania tidak melihat mereka. Akhirnya cucu keluarga Malik itu membawa Tania duduk di kursi tunggu dan bercerita keadaan Tania selama berada di kota lain.


Dion menatap tanpa ekspresi pada Tania yang sudah di kerumunin oleh cucu keluarga Malik itu.


"Lihatlah.. dia seperti nya memiliki sisi keibuan yang kuat" ujar Dimas menepuk pundak Dion.

__ADS_1


Dion hanya terdiam. Tak lama Dion juga menyapa Angga dan istri, Ryan dan Istri dan juga tuan dan nyonya Malik.


Mereka semua menatap kagum pada Dion yang selama dua bulan ini begitu piawai mengurus perusahaan Zain Groups.


Tak lama pintu operasi terbuka terlihat lah Dita, Zidan beserta ketiga anak nya yang di bawa oleh perawat untuk di bawa ke ruang inap.


Semua mengikuti langkah Zidan karena mereka begitu penasaran mengenai wajah triple.


Sesampainya di ruangan triple langsung menjadi kerumunan orang. Zidan masih setia menemani sang istri yang nampak masih sangat lemas. Meskipun keadaan nya lemah, Dita tidak mengurangi senyuman ketika melihat triple.


"Wah.. mereka sangat tampan dan cantik" ujar tuan Malik mengendong salah satu cucu baru nya.


"Mereka sangat mirip dengan Zidan dan Zico" ujar Nyonya Malik.


Mereka semua mengangguk kepalanya tanda setuju dengan perkataan Nyonya Malik.


"Sepertinya gen bang Zi memang lebih kuat. Lihatlah tidak ada wajah mereka yang mirip dengan kak Dita" ujar Tika mengundang tawa semua nya.


"Aku juga tidak menyangka nya Tik" ujar Dita.


"Sayang.. yang penting kamu ibunya meski wajahnya mirip denganku dan Zico" ujar lembut Zidan mencium puncak kepala sang istri.


"Siapa namanya bang" tanya Ryan.


"Yang di gendong ayah namanya Zaland Pratama Malik, dia yang tertua. Di gendong nya ibu namanya Zalfa Maharani Malik. Sedangkan yang di gendong oleh Angga namanya Zavian Pratama Malik, terserah Kalian panggil nya apa, Asal jangan panggil Malik saja" Ujar Zidan membuat mereka semua terkekeh.


"Nama mereka bagus" ujar Dimas.


Mereka akan cocok di panggil dengan baby Aland, Alfa dan Afian" ujar Vina.


Semuanya mengganguk setuju begitu juga cucu Malik yang lainnya. mereka sangat kagum dan terpesona dengan bayi bayi itu.


Mereka sangat gemas. Akhirnya semua orang dapat menggendong bayi triple itu tak terkecuali Dimas dan Tania. Mereka sangat bahagia dengan kehadiran bayi bayi lucu itu.


TAMAT 😘😘


UCAPAN TERIMAKASIH AUTHOR UCAPKAN PADA READER TERCINTAHH😘❤️ TERIMAKASIH TELAH SETIA MENGIKUTI IMAJINASI AUTHOR YANG TAK SEBERAPA BAGUS DENGAN AUTHOR YANG LAIN.


TERIMAKASIH BANYAK ATAS DUKUNGAN NYA SELAMA INI SEHINGGA CERITA INI TAMAT.😍😍😍 AUTHOR MINTA MAAF JIKA ENDING NYA TIDAK SESUAI DENGAN BAYANGAN KALIAN🙏 TAPI INILAH AKHIRNYA.

__ADS_1


JANGAN LUPA IKUTI KISAH CERITA AUTHOR YANG LAIN, JANGAN LUPA KLIK DI PROFIL AUTHOR. DI TUNGGU DI CERITA SELANJUTNYA.. BYE BYE👋👋👋👋 love you guys ❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2