
Daisya dan Dani sedang makan siang dengan sang mama di sebuah restoran.
"Mama... apa kita gk bisa hidup bersama sama papa?" tanya Daisya.
"Kenapa kak Sya ngomong gitu?" tanya Dani.
"Abis semenjak kakak tau kalau kakak punya papa dan ada adik kembar, kakak rasa seperti nya kita tidak bisa bersama seperti keluarga lainnya ma" Syasya sedih.
"Maafin mama ya sayang, mama belum bisa kembali dengan papa kalian" Vina menatap keduanya.
"Iya ma.. Dani ngerti kok. Papa dulu suka nyakitin perasaan mama kan, makanya mama gk mau hidup sama papa" balas Dani.
"Tapi apa gk bisa maafin papa ma? Mungkin papa gk akan buat salah lagi" harap Daisya.
"Em.... kak Sya pengen banget ya tinggal bareng papa?" tanya Vina.
"Pengen mama.. bukan kakak saja tapi mama juga tinggal bareng sama papa. Kakak ingin kayak yang lainnya bisa di sayangin papa, di gendong papa, di hibur papa kalau sedih dan makam bersama dengan papa" ujar Daisya sedih.
Vina menatap iba ke anaknya.
"Maafkan mama sayang sebab mama kalian jadi makin terluka" batin Vina.
Vina menatap sendu pada Syasya. Menyadari Vina menatap sedih kepadanya Syasya merasa tidak enak hati.
"Maafkan kak Sya ya ma, Kakak hanya ingin seperti cerita teman teman Kakak di sekolah yang memiliki keluarga utuh. maafkan Kaka Sya karena permintaan kakak Sya yang gk mungkin bisa terjadi" mulut mungil itu memegang tangan Vina.
"Gk kok sayang.. kakak Sya gk salah" Vina mencoba tersenyum pada anaknya.
"Kakak janji gk akan ngungkit lagi, menurut Syasya kebahagiaan mama adalah kebahagiaan kakak Sya dengan Dani" janji Vina.
"Iya mama.. kalau mama gk bisa bersama dengan papa gk apa kok, yang pentingnya Dani tinggal sama mama aja udah seneng banget" saut Dani.
"Em... makasih sayang udah ngertiin keadaan mama. Mama sayang sama kalian" Vina memeluk keduanya.
"Kami juga saya mama" jawab Dani dan memeluk Vina dengan erat begitu juga Daisya.
"Tuhan.. aku harus bagaimana? apa yang harus aku lakukan sekarang? apa aku kembali saja dengan Ryan tapi aku takut rasa sakit itu kembali terbuka lagi. Meskipun sekarang Ryan sudah berubah aku akui itu, namun aku terlalu takut jika nanti aku jatuh hati padanya aku juga yang sakit hati. Tapi bagaimana dengan perasaan anak anakku yang aku tau bahwa mereka menginginkan kehidupan keluarga yang utuh, haruskah aku mengorbankan diri ku untuk kebahagian anak anakku? Tuhan.. tolong beri aku jalan yang terbaik untuk kegelisahan ini" Vina berdoa dalam hatinya.
Vina menatap dalam ke dua anaknya yang juga menatapnya dengan mendongak.
...****************...
"Bunda... kok ayah gk datang menjumpai Zafa dan Zifa hari ini?, biasanya setiap hari ayah pasti bertemu dengan kami" tanya Zafa.
"Emm... mungkin ayah lagi sibuk sayang di rumah sakit" Dita memberi alasan.
"Mungkin ya bunda.. boleh gk Zafa hubungi ayah pakek hp bunda?" tanya Zafa.
Zafa sangat merindukan sang ayah.
"Eh.. bunda gk ada nomor ayah kamu sayang" balas Dita.
"Sebentar.. Zafa minta sama bang Zico" Zafa berlarian ke arah tangga.
"Bang Iko?? bang!!?"
Zafa berteriak dari lantai bawah toko memanggil Zico di lantai atas yang sedang bermain bersama El.
"Ada apa?" tanya Zico datar dengan senyum tipis.
__ADS_1
"Abang ada nomor ayah kan?? bagi dong. Afa mau nelpon ayah" Zafa mengedipkan-ngedipkan matanya.
"Oh.. ada ni"
Setelah mendapatkan nomor handphone sang ayah, Zafa langsung menelpon.
Tut....
Tut...
Tut..
Panggilan ke tiga baru di jawab oleh Zidan.
Halo..
^^^Halo.. Ayah... ini Afa..^^^
Eh.. anak ayah.. halo juga sayang..
^^^Ayah lagi sibuk ya??^^^
iya sih sedikit.. kenapa sayang?? kangen ayah ya?
^^^Iya.. ayah gk datang kemari jumpa Afa, Ifa dan Bang Iko?^^^
Iya nanti sore ayah kesana.. anak ayah mau apa?? nanti ayah belikan.
^^^beneran ayah?? Afa mau es krim aja^^^
ok sayang.. Adek Ifa nya mau apa?
^^^Sama in aja yah.. adek Ifa lagi bobok.^^^
^^^Hp bunda yah.. tadi Afa minta nomornya sama bang Iko.^^^
Owh.. ok
"Yes.. bagus.. setidaknya aku sudah memiliki kontak Dita" batin Zidan kesenangan.
^^^Ya udah yah.. ayah lanjut kerja lagi.. nanti jumpa kami ^^^
baik sayang.. ayah tutup ya..
^^^iya yah..^^^
Zafa menutup teleponnya
"Bunda.. ini hp nya, terimakasih bunda"
"Sama sama sayang.. Apa kata ayah ??"
"Ayah bilang nanti sore dia kemarin bawa es krim untuk kami" raut bahagia Zafa.
"Oeh... baiklah.. ya udah main aja lagi sama Abang Iko ya. Bunda mau lanjut kerja"
"iya bunda"
Zafa melangkah kaki ke atas dengan langkah yang kesenangan dan tersenyum lebar.
__ADS_1
Dita teriris melihat kebahagiaan sang anak. Dita merasa seperti jurang pemisah antara anak-anak nya dan sang ayah.
Dita menghela nafas.
"Kau kenapa Dit? kau kepikiran mengenai anak anak ya" tanya Rina yang melihat rasa bersalah Dita.
"Iya Rin.. aku seperti orang jahat saja yang rela memisahkan anakku dan ayah mereka" ujar Dita sendu.
"Em.. aku tidak membela Zidan, tapi apa gk sebaiknya kamu pikirkan lagi mengenai rujuk dengan Zidan. Aku tau Zidan menorehkan luka di hati mu, tapi kan kamu juga tau kalau dia juga tidak sepenuhnya salah. Aku harap kamu mengambil keputusan yang tepat untuk kebahagian dirimu dan anak anak" nasehat Rina.
"Iya Rin.. aku tau"
Rina dan Dita melanjutkan pekerjaan nya.
πΌπΌπΌπΌπΌ
Di perusahaan CEO tampan yang tak lain Ryan sedang memikirkan bagaimana cara agar Vina mau kembali dengan nya.
"Aku harus bagaimana ya?? aku sudah mengatakan semua perasaan dan keinginan ku pada Vina, tapi lagi lagi aku di tolak"
"Vin.. aku haru bagaimana lagi ?"
Ketika sedang asik memikirkan caranya, datanglah Dion sang asisten.
"Pak.. mengapa bapak memanggil saya?" tanya Dion.
"Duduklah,, aku ingin meminta pendapat mu"
"Wah.. tumben banget pak Ryan meminta pendapat ku, kayaknya masalah nya sangat berat untuk pak Ryan" batin Dion sembari mengangguk kepalanya.
"Ada apa pak?" tanya Dion.
"Jadi.. begini.. kau kan tau masalah keluarga ku? masalah rumah tangga ku dan keinginan ku untuk kembali bersama dengan Vina mantan istri ku" ujar Ryan.
Dion yang mendengar kan mengangguk mengerti.
"Menurut mu bagaimana mana lagi caranya agar Vina mau kembali bersama ku? aku sudah mengatakan kepada nya bahwa aku mencintainya dan ingin kembali padanya, aku sudah mendekati Vina tapi lagi lagi aku di tolak" jelas Ryan.
Dion memikirkan cara agar pak bos bisa untuk membujuk Vina.
"Hmm.. menurut saya pak, coba saja bapak mengajak anak anak dan nona Vina ke suatu tempat yang bernuansa tamasya keluarga, mungkin seperti piknik keluarga, pergi ke taman bermain atau ke pasar malam. Mungkin di sana nona Vina akan melihat kebahagiaan di hati anak anak anda. Dengan begitu nona Vina bisa memikirkan kembali untuk bersama dengan anda, pak" saran Dion.
"Em... aku rasa ide mu tidaklah buruk.. aku akan mencobanya. Akhirnya pekan ini kosong kan jadwal ku dan Vina, jangan beri dia pekerjaan. Nanti dia akan menolak ajakan ku" Ryan mengangguk angguk mengerti.
"Baik pak,, akan saya lakukan sesuai dengan perintah anda"
Dion mengundurkan diri dari ruangan Ryan.
"Aku harus bisa membuat Vina luluh kali ini, biar aku bisa juga berkumpul bersama dengan mereka" ucap Ryan.
"Membayangkan Vina kembali bersama dengan ku saja membuat aku sangat bahagia, apalagi kalau ini dapat terwujudkan" lanjut Ryan.
...****************...
...Terimakasih telah membaca cerita ini love you more ππ...
Jangan lupa
Like
__ADS_1
Komentar
and Vote π