Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Menginap


__ADS_3

Tiga serangkai sedang dalam perjalanan ke rumah Daisya dan adik adiknya.


"Nanti ketika sampai apa yang harus kita lakukan?" tanya Dani.


"Mudah saja, pertama menyapa, bunda pasti menyuruh kita masuk, makan malam bersama, berbicara dan tidur. Itulah yang akan kita lakukan" jawab Jeno dengan mudah.


"Dan yang paling penting, kita harus berakting di depan ayah kita, kalau kita masih marah dengan nya agar rencana ini berhasil" ingat Zico.


"Hmmm.. baiklah" jawab Dani.


Akhirnya rumah yang dituju sampai juga. Tiga serangkai melihat sekeliling rumah, mereka sedikit tertegun dengan rumah kecil itu. Maklum, mereka kan tinggal di mansion mewah.


"Abang Zico... mereka sudah sampai bunda" teriak Zafa memanggil bundanya.


"Eh.. sebentar, bunda akan keluar" balas Dita dari dalam rumah.


"Wah.. anak anak bunda sudah sampai ya, ya sudah mari kita masuk" sambut Dita.


"Mang Kardi mari masuk" tawar Dita


"Tidak usah non... saya balik saja, hari mau gelap. Den.. baik baik di sini yan den" balas Mang Kardi.


"Iya mang.. terimakasih banyak telah mengantarkan kami" ucap Zico.


"Bawa mobil dengan hati hati ya mang agar selamat sampai rumah" timpal Dani.


"Iya den,,, kalau begitu amang balik dulu ya, permisi nona" ucap mang Kardi pamit.


"Iya.." balas Dita.


Setelah kepergian mang Kardi, tiga serangkai memasuki rumah.


"Ini kamar kalian, maaf ya jika kamar nya tidak seindah kamar kalian di rumah" ucap Dita pada tiga serangkai.


"Iya bunda.. tidak apa apa ini lebih baik kok, terimakasih banyak sebab bunda telah mengizinkan kami tinggal di sini" balas Jeno.


"Iya sayang sama sama.. ya udah kalian istirahat saja jika lelah, bunda mau ke dapur sebentar" ucap Dita.


"Oh iya bunda,,, mama mana?" tanya Dani.


"Mama masih kerja, sebentar lagi pulang kok" jawab Dita.


Dita berjalan menuju dapur dan memasak makan malam.


Di kamar itu tinggal lah tiga serangkai dan adik adiknya.


"Kenapa bang ziko, bang Eno dan bang Ani nginap di sini? mang ndak ada lumah ya?" tanya Zifa bingung.


"Aduh Ifa.. nama abang Dani bukan Ani" sanggah Dani, sedangkan yang lainnya terkekeh geli mendengar panggilan Zifa untuk Dani.


"Selah Ifa dong mau panggil apa" Zifa tidak mau kalah.


"Iya.. iya.." Dani menyerah.


"Kenapa bang ko tinggal di sini?" tanya Ifa lagi ke Zico.


"Karena Abang sedang bertengkar dengan ayah abang" jawab Zico.


"Kalau beltengkal halus nya inta maaf lah bukan pelgi" nasehat Ifa.


"Hmm... susah deh jadi nya ngomong sama anak kecil yang belum mengerti" ujar Jeno.


"Ifa... pokoknya abang abang ini nginap di sini biar mereka tenang dan tidak bertengkar lagi" jelas Zafa.


"Oh.. baiklah ... Ifa ngelti" jawabnya.


"Kenapa kamu memperhatikan abang begitu El?" Jeno memperhatikan El yang sedang melihat nya.


"El hanya merasa bahwa wajah bang Jeno mirip dengan El" El tiba tiba menyadari.

__ADS_1


"Eh.... mirip aja mungkin" elak Jeno.


"Ya jelas lah mirip, orang kita satu ibu satu ayah" lanjut Jeno dalam hati.


"Mungkin saja. Ifa.. ayo kita main di luar" ajak El pada Zifa.


Zifa mengangguk kan kepala tanpa setuju dengan ajakan El.


"Ya sudah.. Aku dan Zafa mau keluar menolong bunda. Kalian istirahat saja" ujar Daisya.


"Iya.. terimakasih" ucap Dani.


"Sama sama, Ayok afa"


Tiga serangkai masih di kamar itu, mereka sedikit berbincang tentang bagaimana rumah itu sangat kecil tau serasa hangat.


"Rumah ini sangat kecil dan jauh dari kata mewah ya bang" ujar Dani.


"Iya.. semoga kau betah lama lama di sini" balas Jeno.


"Tentu saja aku betah bang sebab aku akan lebih dekat dengan mama ku" Dini berbinar binar.


"Iya.. tapi bagaimana ya reaksi mama sama mommy nanti ya, secara kan mereka tidak tau kalau kita menginap di sini" Jeno penasaran.


"Mereka akan terkejut dan senang melihat kalian" balas Zico.


"Seperti nya iya bang" balas Dani.


Hari sudah menunjukkan jam enam sore. Maka tibalah saatnya Tika dan Vina pulang. Tika lebih dulu pulang dari pada Vina.


"Mommy... El kangen" manja El.


"Ya ampun sayang mommy sangat manja ya, mommy juga kangen sama anak mommy" balas Tika mencium kening putranya.


Di sisi lain terlihat Jeno yang memperhatikan keakraban ibu dan adiknya.


"Jika mommy tau aku anaknya, apa mommy juga akan memperlakukan aku sama seperti El?" gumam Jeno.


"Kenapa di sini sayang?" Dita menepuk pelan bahu Jeno.


"Tidak bunda... Jeno hanya terharu saja melihat kedekatan mommy dan El" balas Jeno.


"Hmm.. kasihan sekali Jeno, ia pasti mengira kalau Tika tidak akan memperlakukan dirinya seperti Jeno" batin Dita.


"Ya sudah sayang.. panggil yang lainnya kita duduk di ruang tamu, bunda mau kasih tau mommy dan mama mengenai kalian menginap di sini" ucap Dita.


"Oh.. ok bunda" ujar El berjalan ke kamar untuk memanggil saudara yang lainnya.


"Tik.. cepat lah mandi dan ganti baju ada sesuatu yang ingin kakak bicara kan. Tapi kita tunggu Vina pulang dulu" ujar Dita.


"Iya kak.. Ayo sayang kita ke kamar" Tika menggiring El menuju kamar mereka.


Tak lama akhirnya Vina pulang.


"Eh.. kak Dita tumben pulang cepat, toko cepat kali tutup kak?" tanya Vina


"Enggak... Toko di jaga oleh Tania. Ayo masuk dan bersih kan dirimu" ajak Dita.


"Iya kak"


Ketika Tika dan Vina keluar dari kamar nya setelah membersihkan diri mereka sangat terkejut melihat tiga serangkai di meja makan.


"Kak.. mereka...." Tika tidak melanjutkan perkataannya.


"Mereka akan tinggal dengan kita selama seminggu" ujar Dita.


"Iya mommy,,, boleh kan?" tanya Jeno.


"Eh.. tentu saja boleh dong sayang, kapan pun boleh kok kalian tinggal di sini" balas Tika mengelus rambut Jeno.

__ADS_1


"Hore.. terimakasih mommy"


"Ya sudah.. mari kita makan, Kakak juga udah masak tadi" ajak Dita.


"Vina bantu sajikan ya kak" Vina menyajikan makanan.


"Iya Vin"


Mereka menyantap makanan yang tersaji dengan sesekali terdengar suara tawa hangat di rumah itu.


...****************...


"Kenapa ibu memberikan izin mereka menginap?" pekik Angga.


"Ibu tidak mengizinkannya tapi mereka memaksa ibu" balas ibu.


"Ayah juga sudah menawarkan kepada mereka jika mereka kurang nyaman dengan kalian ayah akan menyuruh kalian menginap di apartemen kalian masing-masing. Namun anak anak itu sangat keras kepala sehingga tawaran ayah di tolaknya" jelas ayah.


"Apa ayah dan ibu tau tentang keluarga teman mereka? bagaimana keadaan nya? apa Yang mereka makan sehari hari, apa kah makanan itu sehat dan sebagainya?" Angga mengspam pertanyaan.


"Ayah tidak pernah tau bagaimana orang tua teman mereka tapi kata Zico mereka adalah keluarga baik baik" balas Ayah.


"hufffffff...... ya sudah ,, berapa lama mereka menginap di sana?" tanya Angga.


"Satu Minggu" balas Ibu.


"Apa?? satu Minggu? kenapa lama sekali?" pekik Angga.


"Kenapa Angga?? siapa yang menginap satu Minggu?" Tanya Ryan yang baru saja memasuki rumah.


"Itu bang.. anak-anak kita menginap di rumah temannya selama satu Minggu" jawab Angga.


"Apa?? anak anak tidak ada rumah?" pekik Ryan yang tidak kalah terkejut.


"hooh bang"


"Kenapa mereka di menginap di rumah orang?"


tanya Ryan.


"Mereka ingin menenangkan diri Yan, agar bisa menerima kenyataan ini" balas Ibu.


"Tapi... tidak perlu pergi juga" sanggah Ryan.


"Kenapa ayah ibu mengizinkan mereka pergi?" tanya Ryan lagi.


"Mereka memaksa Yan" jawab ayah.


"Arghhh.... kalau begini semakin membutuhkan waktu yang lama untuk kita dekat dengan mereka" kegundahan Ryan.


"Itulah bang"


"Ya sudah besok kita jumpai mereka di rumah temannya untuk membujuk mereka kembali" saran Ryan.


"Jika mereka tidak mau bagaimana?" tanya Angga.


"Jika mereka bersikeras menolak kembali, maka kita kan mencoba lagi hingga tiga serangkai itu mau balik ke rumah ini" balas Ryan.


"Baiklah bang..aku setuju. Ya sudah.. aku pamit ke kamar"


"Iya.."


Mereka pamit dan memasuki kamar masing-masing.


...****************...


Jangan lupa


Like

__ADS_1


Komentar


and Vote ya πŸ˜‰


__ADS_2