Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Kembali


__ADS_3

Tika menatap Angga dengan tatapan tak terbaca. Menatap dalam ke arah Angga.


Angga tidak tau sebab ia sedang fokus dengan laptop di pahanya. Angga sudah memposisikan dirinya di kasur yang sudah berada di bawah.


"Apa benar nya aku sudah berlebihan sama Angga? Tapi.. aku hanya beri dia sedikit hukuman, hanya untuk mengancam dan membuat dia jera. Kak Dita bilang itu terlalu berlebihan" gumam Tika.


*Flashback Di rumah Zidan.


"Kamu sedang marah ya sama Angga?" tanya Dita pada Tika. Mereka berdua sedang berada di dapur.


"Gk kok kak. Kita gk ada masalah kok"


"Apa yang enggak sih Tik, tadi aku lihat kamu acuh sekali sama Angga. Angga tanya kamu jawab sepatah kata saja"


"Ya karena aku hanya kesal saja sama dia"


"Em.. kakak tau tapi apa yang kamu lakukan itu berlebihan Tik. Dia itu suami kamu, gk boleh gitu kelakuan kamu. Kamu harus menghormati suami kamu Tik" nasehat Dita.


"Ih.. kakak... orang gk ada masalah berat kok hanya kesal aja sama dia"


"Ngelak terus Tika, kamu kira kakak gk atau apa masalah kamu?"


Tika melihat ke arah Dita dengan alis mengerut. Dita menghembuskan nafasnya.


"Kakak tau, kamu marah sama Angga karena kamu di bohongi sama Angga kan tentang malam kalian di kota itu"


Tika membulat mata nya. "Gk usah melotot gitu Tik, biasa aja. Kakak tau nya dari Zidan, ia bercerita kemarin. Mereka tau sebab Angga tidak sengaja mengatakan pada saat malam itu kita ke mansion sebelum menikah" Jelas Dita.


"Aku hanya memberikan sedikit hukuman saja kak, abis aku kesal dia bohong sama aku kak. Akunya udah duluan overthinking kak, udah mikir kemungkinan buruk yang akan terjadi. Aku sangat takut kak. Eh.. tiba tiba Angga bilang tidak terjadi apa apa malam itu" balas Tika.


"Angga jujur sama kamu?" tanya Dita.


"Sebenarnya aku sudah tau duluan kak, pada saat malam pesta pernikahan. Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Dion dan Dimas. Tapi aku pura pura tidak tau aja, pas besok nya saat kita di mansion Angga kasih tau sama aku"


"Nah.. itu bagus dong Tik, Angga udah berusaha jujur sama kamu"


"Iya sih kak, tapi terlambat kak. Mana alasannya gk kasih tau sama aku agar aku tetap menikah dengannya karena malam itu"


"Apa yang terlambat sih Tik, kan bagus itu Angga mau jujur sama kamu. Kalau alasannya begitu, mungkin menurut Angga hanya itu satu satunya cara agar kamu mau menerima dia untuk menjadi pasangan kembali. Terkadang kan Tik, orang yang benar mencintai kita akan melakukan hal hal yang tidak bisa di terima oleh kitanya. Tapi kakak rasa apa yang di lakukan Angga masih wajar meskipun itu sebuah kebohongan" jelas Dita.


"Em.. "


"Jadi kamu udah dong kesalnya, gk baik suami istri itu kelamaan marahnya. Kamu mau pisah untuk kedua kalinya dengan orang sama?" tanya Dita.


"Ih.. gk kak, gk lucu itu" balas Tika menggedik ngeri.

__ADS_1


"Apa juga.. udah itu marahnya. Jaga keutuhan keluarga kamu. Angga itu tampan dan manis loh Tik, kalau dia gk sama kamu masih banyak tu barisan para gadis mengantri" ujar Dita menakut-nakuti Tika.


"Ish.. kakak... jangan ngomong gitu" Tika memukul pelan lengan Dita. Dita tergelak melihat ekspresi takut di wajah Tika.


"Ya udah.. ayok kita ke atas ke kamar anak anak dan menyuruh mereka untuk turun" ajak Dita.


*Flashback end


"Kata kak Dita ada benarnya juga, Angga kan suami ku. Tidak seharusnya aku begini pada nya. Sepertinya aku memang berlebihan deh, aku harus minta maaf sama Angga. Jangan sampai Angga kepincut sama jilatang yang di luaran sana, bagaimana nasib ku dan kedua anakku nantinya" Tika menggedik bahunya.


"Sayang.. minta tolong boleh, ambil minum untuk ku" pinta Angga membuyarkan lamunan Tika.


Tanpa bicara Tika langsung bangkit dari kasur nya dan berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum untuk suami tercinta.


Angga di buat melongo dengan Tika yang tidak membantah nya. Beberapa hari ini Tika terkadang enggan melakukan permintaan Angga.


"Kenapa istri ku tidak ngomel dulu ya, kok aku jadi ngeri ngeri sedap kek gini. Merinding woii" ucap Angga saat Tika sudah tidak berada di kamar mereka.


"Nih.." Tika menyodorkan gelas berisi air untuk Angga tak lupa pula ia juga membawa makanan ringan dan air minum lagi yang sudah di masukkan ke dalam tumblr berukuran sedang.


Angga tertegun sejenak. "Makasih sayang, makin cintah deh" saut Angga dengan memberikan tanda love seperti yang ada di drama drama Korea.


Tika membalas dengan senyuman tipis dan kembali ke kasurnya. Tika tidak tidur tapi memainkan ponselnya.


Tak lama Angga juga selesai dengan pekerjaan nya. Tika melihat itu, tanpa banyak bicara Tika langsung membersihkan makanan ringan dan gelas minuman Angga saat angga mematikan laptop nya dan berdiri untuk meletakkan laptop nya di tempat yang pas.


Angga terkejut dengan apa yang di lakukan Tika. "Sayang.. kok kasur nya kamu pindah sih, nanti aku tidur di mana? Di lantai? Dingin sayang" rengek Angga mengelus elus lengannya.


"Kamu tidur di ranjang sama aku" balas Tika datar. Angga seketika mengembangkan senyumannya. Ia sangat bahagia.


"Jadi hukuman aku udah selesai?" tanya Angga bahagia.


"Udah.. kamu tidur di ranjang aja, lagian di lantai itu dingin" balas Tika.


Angga mengangguk cepat dan segera berbaring di samping Tika. Angga hendak mendekat tapi di larang Tika.


"Stop.. hanya tidur ya sayang, no sentuh sentuh" ucap Tika. Angga menghembuskan nafasnya dengan wajah cemberut.


"Tadi katanya udah selesai hukuman nya" ucap Angga tak terima.


"Iya.. tapi belum sepenuhnya" balas Tika. Angga terdiam.


"Ya udah.. kalau gitu aku tidur pakek kasur tadi saja dari pada di sini tapi gk bisa peluk peluk kamu" Angga ngambek.


Tika menahan tangan Angga saat ia hendak bangkit dari ranjang itu.

__ADS_1


"Tidur saja di sini atau kamu mau aku tambahin hukuman nya?" Tika melotot matanya.


Angga mengurungkan niatnya untuk bangkit dan kembali tidur. Tengah malam Tika bergerak untuk berbalik badan tapi tertahan karena Angga memeluk tubuh nya.


Tika menghembuskan nafasnya. "Tiap malam dia seperti ini, kemarin kemarin juga begini. Segitunya kamu mencintaiku dan tidak ingin jauh dari ku" ucap Tika pelan mengelus rambut Angga.


Angga semakin memeluk tubuh Tika. Tiba tiba Angga membuka matanya. Ia terkejut melihat wajah Tika sangat dekat dengan nya dan sedang menatapnya.


"Maafkan aku sayang, aku gk sengaja. Aku tidak tau kalau aku memeluk mu, maafkan aku" ucap Angga yang sudah duduk di ranjang.


"Kamu selalu gk sengaja, tapi tiap malam kamu meluk aku saat tidur. Saat anak anak tidur sama kita pun kamu akan merubah posisi mereka dan memeluk tubuhku" ujar Tika.


"Sayang... kamu tau?" tanya Angga dengan polosnya.


"Iya lah,, kan kamu tau sendiri aku itu perasa"


"Sayang.. aku minta maaf, aku tidak sengaja. Bukan.. aku sebenarnya tidak bisa tidur jika tidak memeluk dirimu. maafkan aku, aku melanggar hukumannya. Aku janji kamu masih boleh menghukum aku tapi kamu janji gk pergi jauh dan bawa anak anak. Aku tidak ingin kenangan buruk tujuh tahun lalu saat kamu pergi itu terjadi lagi" lirih Angga mengiba.


Rasa bersalah semakin besar di hati Tika. Ia merasa menjadi sosok yang kejam. Tika memeluk Angga tiba tiba.


"Maafkan aku, aku yang salah. Seharusnya aku tidak memberi mu hukuman. Aku minta maaf, aku menjadi istri durjana pada mu. Maafkan aku" ucap Tika. Angga tersenyum bahagia dan membalas pelukan Tika.


"Aku seharusnya tidak berbohong padamu, maafkan aku" ucap Angga kembali setelah pelukan itu terlepas.


"Tidak apa apa, aku yang berlebihan sama kamu. Maaf ya" balas Tika. Angga mengganguk kepalanya.


"Ya sudah.. mari tidur kembali. Masih banyak waktu untuk tidur" ajak Tika.


"Aku boleh meluk dong?" tanya Angga dengan nada manja.


"Jangan kan peluk, yang lain juga boleh" balas Tika menggoda. Angga terkekeh geli.


"Yang lainnya besok malam saja yang, kita harus start nya lebih awal" bisik Angga pada telinga Tika. Tika mencubit perut Angga dengan gemas dan tersipu.


"Hehehe.. aku hanya becanda. Mari kita tidur" ajak Angga.


Akhirnya mereka tidur dengan posisi Tika berada di pelukan Angga.


..._________________________________________________________________________________________________...


...Terimakasih atas dukungan nya untuk cerita ini 😊 Terimakasih kepada reader tercintah yang masih setia membaca cerita ini, lope sekebon untuk reader 🌹❀️...


Jangan lupa


Like

__ADS_1


Komentar


and Vote πŸ˜‰


__ADS_2