Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Menjadi Ibu


__ADS_3

Menjadi ibu adalah sebuah hal yang semua wanita ingin kan setelah menikah. Hamil juga hal yang sangat luar biasa. Tidak bisa di katakan dengan kata kata bagaimana senangnya. Ketika hamil merasakan dua detak jantung di dalam tubuh kita sendiri.


Banyak tantangan dan penderitaan yang dialami Ibu dalam mengandung anaknya. Tapi penderitaan itu seakan tidak ada artinya ketika sang anak menangis karena ia telah terlahir ke dunia.


Moment bahagianya tidak sampai di situ saja. banyak hal yang akan menambah kebahagiaan yaitu dengan melihat setiap pertumbuhan sang anak.


Tapi bagi Dita, Vina dan Tika hal yang terakhir hanya angan mereka saja. Mereka sudah berjanji akan meninggalkan kan sang buah hati dan membiarkan hidup dengan sang ayah.


✨✨✨✨✨


Hari ini memasuki bulan Minggu ke 35 kehamilan Dita. Tinggal menghitung hari Dita akan melahirkan.


Tika duluan dari pada Vina. Tika sudah memasuki bulan ke tujuh, sedangkan Vina bulan ke lima.


Mereka berkumpul dekat kolam renang di mansion. Sembari bersantai, mereka melakukan apa yang digemari. Salah satunya makan. Vina selama hamil yang paling banyak makan dari mereka bertiga. Mungkin bawaan dede bayi yang ada di perutnya.


"Kak Vin.. kok aku lihat perut kakak lebih besar dari aku ya" tanya Tika heran.


"Iya dik.. kakak juga rasa gitu, seakan Vina hamil anak kembar" timpal Dita.


"Hmm.. sebenarnya aku memang hamil anak kembar" jawab Vina pelan.


"Apa!!" teriak Tika. Dita juga tersentak kaget mendengar ucapan Vina.


"Jangan teriak nanti ada yang dengar," ucap Vina meletakkan telunjuk di bibir nya.


"Maksud kamu apa sih Vin?" tanya Dita lagi.


"Sebenarnya aku memang hamil anak kembar. Aku tau jenis kelamin bayi ku. Aku mendapatkan kembar sepasang" tutur Vina.


"Abang yan tau gk kak?" tanya Tika hati hati.


"Gk" Vina menghela nafas berat.

__ADS_1


"Kenapa kamu tutupin Vin?" tanya Dita.


"Sebenarnya gini kak, mas Ryan selalu ikut ketika aku cek kandungan. Kemarin itu sebelum USG pertama, mas Ryan keluar sebentar menerima telpon, kala itu aku tanya dokter, pas di cek ternyata aku hamil kembar. jadi aku minta ke dokter nya ketika USG nanti di depan mas Ryan katakan anaknya hanya satu. Jadi dokter menuruti permintaan ku setelah aku memohon padanya. Dan kemarin pas cek jenis kelamin juga begitu. Aku sudah bersekongkol dengan dokter cukup katakan anak laki-laki saja. sedangkan yang perempuan di rahasiakan, dan lagi lagi dokter menuruti kemauan ku kak" ujar Vina panjang lebar.


"Kan di dalam perjanjian kita hanya menyerahkan satu anak saja dan terlebih baik laki-laki untuk menjadi pewaris. Anak ku sepasang jadi yang perempuan untukku saja. Aku akan merawatnya agar di masa depan aku tidak terlalu terpikirkan kepada anak ku yang satunya. Jadi anak perempuan ku akan menjadi alasan aku bertahan dengan takdir yang mempermainkan hidup kita." ujar Vina sendu.


"Dari kemarin aku ingin bertanya kepada kalian, bagaimana cara aku membawa anak ini ketika lahir tanpa ketahuan?" tanya Vina.


"Aku setuju dengan cara mu kak. Aku rasa tidak ada salahnya" Ujar Tika.


"Kalau masalah itu serah kan kepada ku. Aku punya banyak teman perawat yang berkerja di tempat kita akan melahirkan. Kakak tidak perlu khawatir, aku akan membantu" ujar Tika menggenggam tangan Vina.


"Makasih Tika sayang" ucap tulus Vina.


"Iya kakak. sama sama" balas Tika.


"Aku kok gk kepikiran gitu ya. Tapi mau bagaimana anakku nanti nya hanya satu. Tapi tak apa nanti kita rawat anak Vina aja ya kan dik?" ujar dan tanya Dita ke Tika.


"Iya dik.. kakak dan kak Vina sudah sepakat untuk hidup bersama setelah kita bercerai. kamu mau kan hidup bersama kami?" tanya Dita.


"Mau kak.. aku senang sekali" Tika berkaca kaca setidaknya ia tidak hidup sendiri lagi.


mereka berpelukan untuk mengurangi kesedihan.


Bukan tanpa alasan mereka tidak ingin menyelamatkan rumah tangga mereka. Selama ini mereka hanya cinta dalam diam terhadap suami. Pernah mereka mencoba mengungkap kan tapi suami masing-masing tetap tidak membalas dan alasannya mereka tidak bisa jatuh cinta pada siapapun.


Setelah mereka mengungkapkan tapi tidak terbalas. Mereka menjadi sangat mantap dengan keputusan untuk segera bercerai dari suami.


Biarlah sang anak membenci mereka di masa depan. Setidaknya anaknya akan bahagia dengan ayahnya.


......................


Dikamar Dita sedang beristirahat. Ia memikirkan apa yang di rencanakan Vina. Dita juga ingin anak yang akan di sampingnya agar ia tidak terlalu ingat dengan anak pertama nya. salah satu cara yang tepat adalah harus mengajak Zidan berhubungan intim lagi, tapi Dita bingung bagaimana caranya, pasti Zidan menolaknya mentah-mentah. Setelah berpikir lama akhirnya Dita menemukan ide itu.

__ADS_1


Tak lama setelah itu muncul lah sosok pria tampan siapa lagi kalau bukan suami Zidan. Zidan mendekati Dita dan langsung mencium bibirnya. Hal itu sudah menjadi rutinitas sehari-hari Zidan, ia melakukan itu hanya sebatas agar mood istri nya baik sehingga anaknya juga akan bahagia.


"Bagaimana keadaan anak ayah, sehat kah?? sudah mau melihat dunia ya sayang?" tanya Zidan mengelus perut Dita.


Itulah salah satu alasan kenapa Dita ingin bercerai. Zidan hanya mempedulikan anaknya tidak dengan dirinya.


"Zi... nanti setelah bercerai kamu mau gk melakukan hubungan intim dengan ku?" tanya Dita pelan.


Zidan menautkan kedua alisnya.


"Maksud aku itu sebagai kompensasi yang kau berikan. Aku tidak perlu uang dari mu cukup itu saja sebagai tanda perpisahan kita" ucap Dita kembali.


Tanpa pikir panjang Zidan menyetujui nya. Dita tersenyum senang akhirnya ia berhasil.


🌜🌜🌜🌜🌜


Tengah malam ketika mereka sedang istirahat. Dita merasakan perutnya mulai mulas lagi. Ia sudah merasa kan dari tadi pagi tapi sakitnya hilang hilang timbul. Tapi untuk saat ini betulan sangat sakit di rasakan Dita.


"Mas... tolong aku... perut ku sangat sakit" pekik Dita memegang tangan Zidan.


Zidan langsung terbangun. Tanpa pikir panjang lagi Zidan menggendong tubuh Dita dan akan membawanya ke rumah sakit. Sembari membawa Dita turun tangga Zidan berteriak sangat keras, sehingga seisi rumah terjaga atas teriak Zidan.


Mereka semua nya panik dan akhirnya mereka semua ke rumah sakit.


Akhirnya setelah beberapa jam barulah anak Zidan lahir. Anak nya sangat tampan sembilan puluh persen wajahnya mirip dengan Zidan hanya bentuk alis nya saja yang mirip Dita.


Zidan begitu terharu melihat putra tampannya. Lagi lagi Dita tidak di hiraukan nya ia fokus kepada sang bayi.


Vina dan Tika baru datang paginya ke rumah sakit. mereka juga merasa teriris melihat keadaan Dita. Tidak ada yang peduli pada keadaan nya kecuali Ibu.


...****************...


...Abang Zi jangan di abaikan dong kak Dita nya. nanti kak Dita nya pergi baru tau rasa.😠😡😤...

__ADS_1


__ADS_2