
"Daddy" panggil El.
"Iya sayang, ada apa?" tanya Angga.
"Nanti malam El tidur dengan Daddy dan mommy ya?" lirih El.
"Iya sayang.."
"Asik.. setidaknya malam ini aku tidur di kasur tidak di sofa"batin Angga bahagia mengingat ia tidak menjalankan hukuman dari sang istri malam ini.
"Hore... dari dulu El ingin tidur dengan Daddy dan mommy. Dulu kata mommy, Daddy bekerja di tempat yang sangat jauh sehingga tidak bisa ketemu El" lirih El.
Angga merasakan hatinya tercabik mendengar penuturan harap putranya.
"Maafkan Daddy sayang, Daddy terlambat bertemu dengan anak tampan Daddy ini. Daddy banyak melewati pertumbuhan dan perkembangan El hingga El saja sudah sebesar ini" Angga memeluk tubuh mungil El.
"Tidak apa Daddy, yang penting sekarang Daddy sudah bertemu El dan kita sudah tinggal bersama" bak orang dewasa El mengelus punggung Angga. Angga tersenyum merasakan sentuhan tangan kecil itu.
"Daddy sangat menyayangi anak Daddy ini" Angga memeluk tubuh mungil El.
El tergelak berada di pelukan Angga.
"Setelah Daddy perhatikan seperti nya wajah El memang mirip sekali dengan Daddy meskipun ada wajah mommy di sini" tunjuk Angga pada pipi El.
"El memang mirip Daddy, kata mommy El mirip mommy hanya pada mata dan bentuk alis saja. Sedangkan yang lainnya mirip Daddy"
"Benar sekali sayang"
"Ayo kita kebawah, El pasti sudah lapar kan?" tanya Angga di angguki oleh El.
Sepasang ayah dan anak itu berjalan menuju tangga. El berpegang pada tangan Angga.
"Daddy tidak bekerja lagi?" tanya El.
"Kerja sayang.. tapi sekarang Daddy lagi libur" ucap Angga.
"Mommy masih bekerja dengan Daddy?" tanya El.
"Masih sayang, selain karena biar Daddy dekat dengan mommy, sekaligus Daddy menjaga mommy"
"O" El membulat mulutnya.
percakapan yang terjadi sepanjang jalan menuju dapur.
"Mommy!!" pekik El.
"Sayang!" balas Tika.
"Cih... kemarin Ifa gitu panggil bunda gk di bolehin sama El katanya Ifa tidak boleh terlalu manja sama Bunda, ifa sudah besar jangan seperti anak kecil, sekarang El panggil mommy begitu boleh pula?" dengus Ifa yang sudah sejak tadi duduk di meja makan.
Dita, Zidan, Angga dan Tika mengerutkan keningnya melihat Ifa yang mencari keadilan untuk dirinya.
Zidan terkekeh geli melihat wajah kesal salah satu putri kembar miliknya. Zidan mengelus rambut Ifa, ia paham saat ini putrinya sedang marah karena merasa tidak adil.
"Terserah El dong, lagian ya kenapa Ifa mau aja nurut kata El" balas El seolah tak bersalah.
Angga melotot matanya mendengar jawaban sang anak yang sama persis seperti dirinya yang juga suka menjahili teman temannya.
"Ih... ayah.. lihat El. Dia selalu begitu" adu Ifa pada Zidan dengan mata berkaca-kaca. Zidan memeluk putri cantiknya.
__ADS_1
"El.. gk boleh gitu sama kak Ifa, kasian kak Ifa nya" ujar Tika.
El mengerucut kan bibir nya. "Maaf mommy.. El hanya suka menjahili Ifa, El suka melihat wajah kesal Ifa" balas El dengan tertawa.
"Tu kan sayang.. El hanya becanda" balas Zidan.
"Udah tau kalau El itu suka jail, salah sendiri mau aja ikuti ucapan El" balas Afa dengan tawa kecil.
Bukan membela sang adik tapi malah ikut memojokkan dirinya
"Kakak!!" pekik Ifa. Afa tertawa dan bertos ria dengan El.
Dita dan Tika geleng geleng kepala melihat kelakuan anak anaknya.
Vina Dan Ryan sedang berada di sekolah. Mereka tadi keluar sehingga menjemput twins D, Zico dan Jeno.
πππ
Dita merapikan tempat tidur untuk mereka berlima. Mereka tidak tidur di kasur melainkan di lantai dengan alas yang sangat tebal dan bagus.
Malam ini Dita, Zidan dan ketiga anaknya tidur bersama. Karena muatan kasur tidak bisa menampung semuanya maka Dita memutuskan untuk membuat kasur di kamar itu di bawah.
Zidan menyetujui biar bagaimanapun si kembar sangat ingin tidur dengan ayah mereka. Karena juga Dita sedang ada tamu bulanan, Zidan menyetujui untuk tidur bersama dengan anak-anaknya.
"Bunda... Ifa senang deh kalau kita tidur bersama seperti ini"
"Afa juga senang bunda"
"Ifa mau tidur di samping ayah bunda"
"Afa juga mau"
"Kalian tidurlah dengan ayah, biar Abang yang tidur dekat bunda" ucap Zico mendekap Dita.
"Iya bang"
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, sikembar belum bisa tidur karena menunggu kedatangan Zidan.
Zidan tiba tiba ke rumah sakit sore tadi karena ada urusan mendadak. Dita sudah memberi tau pada Zidan kalau mereka akan tidur bersama dan si kembar menunggu kedatangan sang ayah.
Zidan mengatakan akan segera pulang karena urusannya sudah selesai.
Dita merasa iba pada si kembar yang menunggu Zidan, padahal mereka sudah agak mengantuk.
"Sayang... tidur lah dulu, nanti ayahnya juga pulang" ajak Dita pada si kembar.
Sikembar menggeleng geleng kepala. "Tidak mau bunda, kami masih bisa menunggu ayah pulang" ujar Zafa.
"Tidur saja, kalau tidak berbaring saja" saut Zico yang melihat adik kembar sudah menguap nguap dari tadi karena mengantuk.
"Gk mau bang, nanti kalau berbaring kami tertidur" jawab Ifa.
"Terserah kalian lah" ujar Zico.
Tak lama terdengar suara langkah kaki seseorang menuju kamar. Zidan sudah pulang dan terkejut tak menyangka akan tidur di lantai, Zidan pikir mereka akan tidur di ranjang.
"Ayah!!" pekik si kembar.
"Sayang ayah kok belum pada tidur? ini sudah larut?"
__ADS_1
"Mereka menunggu ayah pulang" saut Zico.
"Ya ampun sayang... ayah sangat sayang pada kalian" ujar Zidan mengecup kening kedua putrinya.
"Abang Zico tidak di cium juga ayah?" tanya Zafa yang melihat Zidan hanya menciumi mereka.
"Eh... Abang iya juga sayang" balas Zidan. Ia mendekati Zico dan hendak mencium kening Zico.
"Ayah stop! ayah belum bersih bersih lagi" tolak Zico.
Zidan merasa malu dengan penuturan Zico. "Eh iya.. ayah bersih bersih dulu ya" ujar Zidan segera ke kamar mandi.
"Sayang.. apa tidak apa kita tidur begini?? aku hanya takut anak anak kita kedinginan" ujar Zidan pada Dita.
"Tidak apa apa kok, aku sudah melapisi dengan lapisan yang tebal sehingga kita tidak kedinginan nanti" balas Dita.
"Baiklah" pasrah Zidan.
"Ayah.. Afa tidur di sebelah kiri ayah ya, nanti adik Ifa di kanan dan bang Zico dekat sama bunda" ujar Zafa.
"Baik sayang" balas Zidan segera merebahkan tubuhnya di posisi agak ketengah.
Kedua putri cantiknya juga ikutan mengambil posisi untuk tidur. Mereka sangat senang, karena sudah mengantuk mereka akhirnya tertidur pulas dalam beberapa saat.
β¨β¨β¨
Fajar menyapa dengan udara dingin yang masih terasa hangat. Hari sudah menunjukkan subuh hari.
Dita mengerjap matanya mengatur kelopak matanya agar terbuka sempurna.
Dita tertegun dan merasa gemas melihat situasi yang berada di depan nya. Di sana terlihat anak anaknya sedang tertidur dan memeluk tubuh Zidan.
Ifa berada di sisi kanan awal nya sekarang sudah berada di atas tubuh Zidan. Afa masih tetap berada di sisi kiri Zidan sedangkan Zico sudah berada di sisi kanan tempat Ifa pada mulanya.
Dita mengamati benda pipih miliknya dan mengabadikan momen itu sembari tersenyum. Lama memandang wajah mereka yang tertidur, akhirnya Dita ke kamar mandi membersihkan diri dan turun ke bawah membantu ibu, Vina dan Tika menyiapkan sarapan pagi.
...****************...
Begitu keseharian mereka di mansion selama seminggu ini. Twins D juga ingin tidur dengan mama dan papa mereka setelah mendengar dari cerita sikembar yang terlihat sangat bahagia dan menyenangkan.
Tak lama El juga merengek minta tidur bersama. Awalnya dia hanya ingin tidur dengan Daddy nya saja tapi setelah mendengar cerita Ifa, El meminta Jeno dan mommy nya ikut sekalian.
Mereka tidur bersama selama seminggu di mansion. Hari ini mereka akan hidup di rumah masing-masing yang telah di persiapkan.
Awalnya ibu sedikit menahan mereka agar lebih lama berada di mansion tapi akhirnya ibu menerima keputusan itu setelah ayah Malik memberikan pengertian.
Akhirnya ayah Malik memutuskan untuk membawa ibu liburan keliling dunia. Ayah Malik benar benar ingin menghabiskan waktunya bersama dengan sang istri.
...****************...
...Terimakasih atas dukungan nya untuk cerita ini π...
jangan lupa
Like
Komentar
and Vote π
__ADS_1