Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Terikat


__ADS_3

Angga dan Tika sedang dalam perjalanan menuju ke hotel berbintang di kota tersebut. Mereka menghadiri pernikahan saudara kliennya.


sebagai tamu terhormat, Angga menampilkan setelan jas berwarna navi dengan dasi kupu-kupu yang akan membuat penampilan Angga semakin tampan.


Tika juga mengenakan dress panjang berwarna senada dengan pakaian Angga.


Sekilas mereka seperti pasangan suami istri yang menghadiri pesta. Mereka tak tampak seperti bos dan sekretaris nya.


Malam itu sesuai dengan perkataan Angga bahwa mereka hanya pergi berdua saja tanpa ada nya kehadiran sang asisten yaitu Dimas.


Dimas di sibukkan dengan mengurus semua kesepakatan kontrak kerja sama yang baru saja terjalin.


Mereka memasuki ruangan pernikahan. Banyak pasang mata kagum dengan penampilan mereka.


"Selamat datang tuan Angga" ujar tuan Zain mengulurkan tangannya.


"Terimakasih atas sambutannya tuan Zain" balas Angga menyambut tangan Tuan Zain.


"Apa kah ini nona Angga Malik?" tanya tuan Zain memperhatikan Tika yang berdiri di samping Angga.


"Iya,, seperti yang terlihat" santai Angga.


Tika mendengar penuturan Angga membulatkan matanya.


Dengan gerak cepat Tika mencubit kecil tapi sangat dalam pada pinggang Angga.


Angga sedikit meringis saat Tika mencubit pinggangnya. Namun Angga berusaha menetralkan kembali raut wajahnya.


Tuan Zain dan Angga berbicara panjang lebar mengenai kerja sama mereka. Tika mencari tempat duduk untuk menetralkan kelelahan kakinya.


Pernikahan yang mereka datangi adalah pernikahan saudara tuan Zain.


"Apa aku boleh duduk di sini nona?" tanya seorang pemuda tampan pada Tika.


"Owh.. silakan saja tuan" balas Tika mempersilakan.


Pemuda itu menarik kursi supaya dia bisa duduk.


"Perkenalkan saya Lion" ulur tangan pria itu.


"Tika" balas Tika.


"Apa anda kekasih tuan Angga?" tanya pria itu.


"Em.. tidak,, saya hanya sekretaris tuan Angga" balas Tika.


"Saya kira nona yang cantik ini adalah kekasih tuan Angga. Seperti nya tuan Angga mulai belok ya, masa wanita secantik anda di anggurin aja" ujar pria itu dengan gamblangnya.


Tika mengerutkan keningnya keheranan.


"Siapa pria ini? kenapa dia mengatai Angga seperti itu" tatapan tak suka Tika pada Lion.


"Ehmm.. seperti nya anda harus menjaga ucapan anda tuan. Anda tidak bisa berkata hal seperti itu untuk orang lain, sedangkan anda tidak memiliki bukti nya" balas Tika.


"Wah.. anda seperti nya sudah terpesona dengan tuan Angga, makanya anda membelanya" balas pria itu.


"Maaf tuan.. ucapan anda ada benarnya, bukan hanya saya yang terpesona tetapi juga semua wanita di sini, tapi untuk urusan anda mengatakan hal hal yang tidak bagus saya rasa itu bukanlah sesuatu yang baik" balas Tika.

__ADS_1


"Wanita ini tidak buruk juga, tidak salah Angga menjadi dia sekretaris nya" batin Lion.


Angga menghampiri mereka.


"Tuan Angga seperti nya anda memilih sekretaris dengan tepat" ujar Lion.


"Sayang... apa dia menganggu mu?" tanya Angga.


Tika melotot matanya.


"Wah.. seperti kau memang cinta sekali dengan nya ya" balas Lion.


"Kau ini.. harus hormati kakak ipar mu" ucap Angga menyentil kening Lion.


"Kakak ipar?" tanya Tika.


"Hehehe.. maaf kan aku kak, perkenalkan namaku Lion Putra Adam. Aku sepupu bang Angga" ujar Lion dengan tersenyum hangat.


"Eh.. maafkan aku jika tadi aku lancang" ujar Tika tidak enak hati.


"Hahaha.. tidak apa apa, aku permisi dulu bang, kakak ipar senang berkenalan dengan mu" ujar Lion berlalu pergi.


"Dia sepupumu ya? dia sangat tampan" ujar Tika.


"Aku lebih tampan dari pada dia sayang. Aku tidak suka kamu memuji pria lain di depanku"


"Cih..." Tika memutar bola matanya.


"Sayang.. kita pulang yuk, acara udah selesai. Kita kembali ke hotel malam ini karena besok kita akan pulang" ucap Angga.


"Ayok" Tika bersemangat mengingat ingin pulang melihat kedua buah hatinya.


Di tengah perjalanan, tiba-tiba mobil yang di kendarai Angga mogok. Mau tidak mau Angga harus memeriksa nya di tengah guyuran hujan deras.


Sebenarnya jarak hotel mereka tinggal dengan acara pernikahan saudara tuan Zain tidak lah jauh, tapi karena Angga membawa Tika pada suatu tempat yang indah di kota itu. Jadi perjalanan menuju hotel mereka sangat jauh.


"Kita cari penginapan saja di daerah sini" saran Tika.


"Boleh, tapi ini hujan nya sangat lebat" balas Angga mengelap bajunya yang basah.


"Dari pada di mobil nanti kita bisa mati kedinginan. Hujan malam ini sepertinya akan sangat lama untuk berhenti" saut Tika.


Angga setuju dengan perkataan Tika. Mereka akhirnya keluar dari mobil dan berlari mencari penginapan.


Setelah beberapa menit akhir nya menemukan penginapan sederhana.


Angga memesan kamar namun sayang kamarnya hanya ada satu dengan kasur kecil, tanpa penghangat ruangan.


Angga terpaksa memilih kamar itu, jika mereka berlarian mencari penginapan lain, takutnya Tika duluan pingsan.


Tika memucat karena kedinginan, hujan deras membuat tubuh Tika kedinginan.


"Sayang.. ayo kita ke kamar" ujar Angga.


Tika mengikuti langkah kaki Angga.


Sesampainya di kamar, Angga segera melepaskan semua pakaiannya dan memakai bathrobe. Setidaknya di penginapan ini ada bathrobe untuk menghangatkan tubuh mereka.

__ADS_1


Tika juga melakukan hal yang sama, ia memakai bathrobe dan meringkuk di dalam selimut.


Angga menatap iba pada Tika. Angga merasa bersalah, seharusnya ia langsung membawa Tika pulang ke hotel bukannya membawanya ke tempat itu.


"Sayang... apa kamu sangat kedinginan?" tanya Angga. Tika hanya mengangguk lemah.


"Aku keluar sebentar ya, mungkin mereka ada air hangat" ucap Angga.


Tika menahan tangan Angga agar tidak pergi.


"Tidak perlu" ucap Tika menggigil.


Angga akhirnya membawa Tika dalam pelukannya. Sebenarnya Tika menolak tapi ia tidak kuasa karena dingin yang menguasai tubuhnya.


Satu jam mereka berpelukan tapi tubuh Tika masih tetap dingin. Tak ingin terjadi apa apa pada Tika.


Angga melepaskan pelukannya dan duduk. Ia melepaskan bathrobe nya, sehingga ia telanjang dan hanya menutup bagian penting dari dirinya.


Angga segera melepaskan bathrobe Tika. Angga melakukan semua itu agar dapet menyalurkan kehangatan dari tubuhnya pada Tika.


Bukannya hanya kehangatan yang di dapat Tika tapi posisi mereka itu membuat pikiran kotor Angga berkelana kemana-mana.


Angga tetap berusaha mengembalikan kendali dirinya. Ia sangat tidak bisa menahan gairah saat bersentuhan dengan kulit Tika seperti itu.


Tika yang kedinginan malah makin mengeratkan pelukannya pada tubuh Angga.


🌞🌞🌞


"Ah!!!" pekik Tika.


"Apa yang kita lakukan!" Tika memekik membuat Angga membuka matanya.


"Kenapa sih sayang, pagi pagi udah teriak aja" ucap Angga menguap.


Seketika Angga kembali sadar, ia melihat ke arah Tika yang sedang menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Apa yang kita lakukan Angga?" lirih Tika takut.


"Yah.. kita melakukan sesuatu seperti sepasang kekasih pada umumnya" jawab Angga dengan santai.


"Tidak.. itu tidak lah benar, kita tidak boleh seperti ini. Ini salah Angga" ujar Tika.


"Sayang... kamu tenang saja aku akan menikahi dirimu secepatnya" ucap Angga.


"Tidak.. aku tidak mau, kita tidak saling mencintai"


"Bukan tidak sayang.. tapi belum. Aku sudah mencintai mu tapi kamu belum mencintai aku" balas Angga.


"Eh.. kita lupakan saja, ayok kita pergi dari sini. Aku ingin pulang" balas Tika segera melakukan ritual mandi.


Sepanjang perjalanan pulang menuju kota A. Tika tidak berbicara apa pun pada Angga. Angga sedikit menatap iba pada Tika.


"Maafkan aku sayang, aku terpaksa berbuat begitu pada mu. Aku pikir dengan cara seperti itu akan membuat tubuh mu menghangat dan dengan begitu juga aku berharap kamu akan kembali pada ku. Aku melakukan semua itu agar aku bisa mengikat dirimu di sisiku. Aku sudah kehilangan akal sehat ku saat kamu memeluk diriku semalam" batin Angga.


Pikiran Angga di penuhi dengan pergulatan panas mereka semalam. Ya.. mereka melakukan sesuatu malam itu.


...****************...

__ADS_1


...Terimakasih atas dukungan kalian pada cerita ini πŸ˜ŠπŸ€—...


...Happy new year semuanya 😊...


__ADS_2