Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Awal Kebahagiaan


__ADS_3

Pagi yang cerah dengan cahaya mentari yang sangat terang. Langit serasa di ukir dengan cat berwarna biru yang sangat cantik.


Mereka mengawali hari dengan semangat baru meskipun kegundahan hati masih ada.


"Ayah... aku ingin mengatakan kalau kami sudah menemukan mantan istri kami" ucap Zidan.


"Oh ya?? apa kabar mereka?" saut Ayah pura pura tidak tau.


"Mereka baik baik saja, kali ini Angga mohon sama Ayah jika kami kembali bersama. Angga mohon ayah tidak menolak mereka" sambung Angga.


"Kau tenang saja, aku sudah cukup merasa bersalah karena perjanjian yang dahulu" balas Ayah.


"Aku juga bersalah pada kalian, karena gara gara aku kalian kehilangan istri kalian. Meskipun kalian tidak mengatakan kepadaku tentang kepedihan kalian, aku tau kalian sedih dan menyesal telah mengikuti ide gila dariku. Aku minta maaf kepada kalian" ujar Ayah dengan penuh penyesalan.


Ibu menggenggam tangan Ayah untuk memberikan kekuatan.


Ryan dan Angga membola matanya karena permintaan maaf sang ayah. Tuan Malik yang arogan seperti nya menghilang di ganti dengan Tuan Malik yang sangat lembut.


"Ayah sudah kami maafkan, lagian semua ini juga bukan salah Ayah. Kami juga cukup andil dalam hal ini" balas Zidan.


"Jadi salah satu dari kita tidak ada yang salah sepenuhnya tapi kita hanya salah sebagian saja alias merata" ucap Angga dengan gelak tawa bermaksud agar suasana pagi jangan terlalu melow.


Ryan tersenyum menggelengkan kepalanya mendengar ucapan receh Angga.


"Baguslah.. terimakasih banyak" ucap ayah Tulus.


"Iya ayah"


"Apa kalian sangat yakin kalau mantan istri kalian mau kembali dengan kalian?" tanya ayah memancing mereka.


"Yakin tidak yakin kami harus yakin ayah, mau bagaimana pun caranya akan kami lakukan" ucap Angga semangat membara.


"Bagaimana dengan putra kalian? apa mereka tau hal ini?" tanya Ibu.


"Mereka tau ibu.. dan yang lebih terkejut nya bahwa selama ini yang mereka katakan ibu teman mereka itu adalah ibu mereka masing-masing" balas Ryan.


"Jadi maksud mu anak anak kalian sekarang tinggal dengan mantan istri kalian?" tanya ibu pura pura terkejut.


"Iya Bu"


"Wah.. benar benar keajaiban tuhan" balas ibu.


"Jadi kalian tau dong kalau kalian punya anak lagi?" ibu keceplosan. Ibu langsung memukuli mulutnya.


"Apa maksud ibu?" tanya Ryan heran.


"Hehehe.. maaf kan ibu. Kami sudah duluan menjumpai mantan istri kalian dan meminta maaf kepada mereka" cengir ibu.


Ayah hanya menggeleng geleng kepala melihat sang istri kelepasan bicara.


"Apa!! kenapa ibu tidak memberitahu kami" Angga sedikit memekik.


"Karena anak anak kalian yang menyuruh ibu menyembunyikan kebenaran ini dari kalian" ucap ibu.


"Jadi mereka sudah tau lebih dahulu daripada kami?" tanya Zidan.


"Iya" ibu mengangguk kepalanya.


"Ya ampun.. anak anak sangat pintar" Ryan takjub.


"Mereka yang lebih dahulu berjumpa dengan adik adik mereka di sekolah, mereka mulai menginvestigasi ibu dan ayah. Awalnya mereka menanyakan apakah kami orang tua kandung atau bukan, ayah kalian menyelidiki keberadaan anak kembar Zidan dan di saat itu juga kami berjumpa dengan Tika dan Vina. Kemudian ayah baru memperlihatkan kepada mereka mengenai kamar yang selama ini terkunci di rumah ini. Sehingga mereka langsung bisa menyimpulkan bahwa mereka bukan anak kandung kami melainkan anak kandung kalian" jelas ibu kembali.

__ADS_1


"Anak anak itu sangat pintar" puji Angga.


"Ya... menurun dari kalian lah" balas ibu.


"Tidak sayang.. kepintaran mereka menurun dari ku" sanggah Ayah tak terima.


Ryan dan Angga memutar matanya dengan malas karena jengah mendengar ucapan bangga sang Ayah. Zidan hanya tersenyum sembari menggeleng geleng kan kepala nya.


"Apa ayah memiliki saudara kembar? kenapa anakku dan anak Ryan kembar? sedang kan aku saja tidak kembar. Anak kembar lebih dominan di sebabkan karena ada gen kembar kan?" tanya Zidan kembali.


"aaa... kalau itu benar. Ayah punya saudara kembar laki laki tapi adik ayah meninggal ketika berumur 3 tahun karena mengalami demam tinggi saat itu. Kesehatan saat itu tidak banyak berkembang sehingga adik ayah harus meregang nyawa" jelas ayah.


"Tapi kenapa selama ini kami tidak pernah mendengar kan ucapan ayah mengenai hal itu?" tanya Zidan.


"Karena ayah memang tidak berniat memberitahu kepada kalian sebab ayah tidak ingin mengingatkannya, biarlah ia tenang di sana. Bukan melupakan tapi hanya tidak ingin di bicarakan lagi" lanjut Ayah.


"Hmm.... begitu ya. Kemungkinan aku juga akan dapat anak kembar nanti. Sebab bang Zidan dan bang Ryan sudah punya anak kembar" membayangkan saja sudah membuat Angga bahagia.


"Mungkin saja kalau kau sudah punya istri" balas Ryan.


"Ya jelas lah bang harus punya istri dan Tika yang akan kembali menjadi istri ku" balas Angga.


"Jangan bahagia dulu, mungkin Tika tidak ingin kembali pada mu" balas Ryan meledek.


"Abang Ryan ngomong apa sih, gk jelas. Tika harus kembali lah sama gua bang. Kalau bukan Tika yang jadi istri gua, terus siapa dong yang hamil anak kembar gua nantinya? gua? kan gk lucu" kesal Angga.


"Lucu kalau kamu hamil Angga" Ryan tertawa meledek Angga. Angga menatap nya dengan cemberut.


"Ya sudah.. jangan saling meledek. Ayo makan nanti terlambat mengantarkan anak kita ke sekolah atau nanti sudah di antar kan oleh ibu mereka" Zidan mengakhiri pertengkaran kecil adik adiknya.


"Iya bang"


Akhirnya mereka mulai sarapan pagi dengan nikmat dan perasaan senang akan berjumpa dengan anak anak mereka kembali.


...****************...


"Ayo sayang.. kita berangkat" ajak Dita.


"Bunda.. hali ini ayah akan mengantalkan kami ke kolah, ayah udah janji sama kami kemalin bunda" ujar Zifa.


"Ah iya?? benar kah?" tanya Dita.


"Benar bunda, ayah udah janji sama kami" balas Zafa.


"Baiklah.. kita tunggu saja kalau begitu" balas Dita.


"Iya bunda" jawab Zafa.


"Bang Iko.. apa ayah punya mobil? kan kita lame ni" tanya Zifa.


"Ifa tenang saja, mobil ayah banyak kok" balas Zico.


"Wah.. bagus dong, Ifa suka" Ifa kegirangan mendengar ucapan Zico.


"Kami juga di jemput sama papa nanti dan naik mobil papa nanti" ucap Daisya.


"Jadi kita gk barengan dong perginya?" tanya El cemberut.


"Iya El" balas Dani.


"Kalau semuanya di jemput, bagaimana dengan El dan Jeno? di jemput sama siapa?" tanya El.

__ADS_1


"Kita juga di jemput sama Daddy nanti" balas Jeno.


"Benarkah? jadi nanti El ketemu Daddy dong? naik mobil Daddy dong" tanya El sangat bahagia.


"Iya El"


"Hore.. akhirnya El punya Daddy dan di antar Daddy ke sekolah" Ucap El dengan tawa bahagia.


Dita dan Vina terlihat sedih melihat raut bahagia El. Ada rasa bersalah melihat anak anaknya dijemput oleh ayah mereka. Bersalah karenanya selama ini mereka mengira hanya mereka yang di butuhkan tetapi kehadiran ayah mereka juga sangat membahagiakan.


"Sangat senang ya ketemu Daddy?" tanya Tika pada El.


"Senang mommy, karena di sekolah teman teman El, Zafa dan Zifa sering menanyakan siapa Daddy kami. Ifa, Afa dan El diam saja karena kami memang tidak tau, iya kan Zifa" tanya El yang tidak terlihat bahagia seperti beberapa saat yang lalu.


"Iya mommy, kadang Ifa suka kesel sama meleka" cemberut Zifa.


"Tapi sekarang kami tidak akan marah lagi, kami akan memberitahu kepada teman teman kalau kami punya Ayah dan Daddy sekarang" balas Zafa dengan senang.


Zifa dan El mengangguk kepalanya dengan kembali tersenyum merekah sempurna.


"Kenapa kalian gk bilang sama bunda atau mommy sayang" tanya Dita khawatir.


"Kata Afa Jangan bilang sama Mommy dan bunda, biar bunda dan mommy gk sedih" jawab El.


"Ya ampun sayang... maaf kan bunda ya" Dita tidak enak hati.


"Tidak apa apa bunda" ujar Zifa tersenyum ke arah bunda nya.


Dita dan Tika hanya tersenyum kecut mendengar ucapan anaknya.


"Apa kak Syasya juga di gitu in sama teman teman? " tanya Vina khawatir.


"Terkadang mama, tapi tidak selalu" balas Daisya.


"Kenapa Kakak gk cerita sama mama?" Tika kembali bertanya.


"Ya karena takut mama sedih, Kakak tau kalau mama nanti gk tau jawab apa ketika kakak tanya soal papa" ujar Daisya.


"Ya ampun sayang... maafkan mama ya" Tika memeluk Daisya.


"Gk apa apa mama, mama gk salah kok" balas Daisya.


"Iya.. gk salah kok.. yang salah itu Dani" Dani memeluk Vina dari sisi yang berbeda dengan Daisya.


"Tidak ada yang perlu di salahkan, lagian ya kita sudah tau semuanya" ucap Jeno menaikkan alisnya dan tersenyum.


"Pintar nya anak mommy" Tika mengelus rambut Jeno.


"Iya dong mommy" bangga Jeno.


Mereka melanjutkan sarapan nya agar segera ke sekolah.


...****************...


...Maaf kan reader sekarang sepertinya author gk bisa update dua episode sehari tapi hanya bisa satu saja karena kesibukan di dunia nyataπŸ™πŸ™...


...Author sangat berterima kasih banyak atas dukungan dari reader, thank you so much πŸ˜˜πŸ˜πŸ€—...


Jangan lupa


Like

__ADS_1


Komentar


and Vote πŸ˜‰


__ADS_2