Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Pengertian


__ADS_3

Dita dan Vina duduk berseberangan dengan mantan suami mereka.


Setelah permintaan maaf Zidan, Dita mengajak mereka duduk untuk membicarakan kejadian para mantan suami mereka dengan anak mereka.


Dita mencoba untuk bersikap dewasa agar mendengar kan alasan kenapa mereka melakukan itu dengan anaknya.


"Sekarang jelas kan pada kami dengan sejelas-jelasnya alasan kalian menyuruh anak anak memanggil kalian dengan sebutan "kakak". Aku hanya ingin mendengar kan alasannya bukan permintaan maaf kalian" tegas Dita.


Zidan dan Ryan menciut, gelar CEO dingin dan kejam seakan hilang di telan bumi. Mereka menjadi manusia yang tidak bisa berkutik di depan pawang buaya masing-masing.


"Ayo jelaskan.. kenapa bang Zi dan kamu terdiam?" desak Vina.


"Sebenarnya..." Ryan memulai.


"Biarkan aku saja yang menjelaskan" potong Zidan.


Zidan memotong ucapan Ryan, menurut nya ialah orang yang harus menjelaskan karena pada dasarnya ialah orang yang menjadikan ide itu muncul.


"Terserah kalian... siapa pun yang menjelaskannya kami tidak peduli" ujar Vina menatap tajam ke dua pria dewasa di depannya.


Ryan yang mendapat kan tatapan itu seperti anak kecil yang ketahuan berenang di sungai tanpa sepengetahuan ibunya. Ryan terlihat sangat takut dan bahkan ia menelan ludahnya dengan berat.


"Aku yang menawarkan ide itu, karena aku belum siap menjadi seorang ayah. Kalian pasti tau jika pernikahan kemarin atas dasar tradisi yang tidak mendasar. Aku belum benar benar dewasa saat itu, aku hanya memikirkan masa depan ku. Dalam pemikiran ku jika memiliki anak akan membuat hidup ku sangat kesulitan. Aku saat itu baru berusia 20 an, aku hanya memikirkan kuliah tanpa harus memikirkan pernikahan. Jangan kan pernikahan, pacaran saja menurut ku tidak lah bagus. Bagiku masa depan yang cerah adalah sesuatu yang sangat luar biasa." Jelas Zidan.


"Tapi itu semua sebelum aku melihat anakku yang tampan dan memiliki wajah sama persis dengan ku. Lambat laun aku merasakan jiwa kebapakan di dalam diriku menguak kepermukaan. Aku mulai terbiasa dengan kehadiran darah daging sendiri. Meskipun begitu aku tetap saja masih merasa takut kalau anak akan menghambat masa depan ku nanti nya. Dan pada akhirnya aku memilih mengikuti ego ku dan tetap meminta putra kita memanggil dengan sebutan "kakak" bukan "Ayah" atau sebagai nya" lanjut Zidan.


"Aku memang bukan lah orang yang baik, aku melakukan kesalahan yang sangat fatal untuk anak kita. Aku sangat menyesal, ingin rasanya aku mengulang kembali waktu pada masa sebelum ia di lahirkan dan mencabut ucapan dan permintaanku itu" penyesalan Zidan.


"Sepenuhnya bukan salah Abang Zi tapi aku juga ikut bersalah dengan hal ini, sama seperti bang Zidan aku juga belum dewasa masa itu. sehingga aku mengikuti apa yang Abang Zi sarankan. Yang aku pikirkan hanya lah ego ku saja" sahut Ryan.


Dita dan Vina menatap dalam wajah mantan suami mereka. Dita tau sekarang Zidan dan Ryan merasa bersalah yang sangat besar pada putra mereka.


Mereka mengerti apa yang di rasakan oleh mantan suami mereka saat itu.


"Karena kalian sudah menjelaskan nya, kami paham sekarang. Anak anak juga masih marah pada kalian, maka biarkan anak anak tinggal bersama kami untuk sementara waktu. Nanti akan kami kembalikan jika mereka telah tenang kembali" ujar Dita.

__ADS_1


Zidan dan Ryan tampak menghela nafas mereka mendengar ucapan Dita.


"Apa Zico tidak tau kalau kamu ibunya Dit?" tanya Zidan.


"Aku tidak tau" ketus Dita.


"Jadi benarkan aku anak bunda?" tanya Zico.


Mereka menoleh ke sumber suara, di sana tiga serangkai sudah berdiri menatap wajah kedua orang tua nya.


"Sayang.... kemarilah" ujar Dita lembut. Vina juga melambaikan tangan nya ke arah Dani.


Dani yang kesenangan langsung berlarian ke arah Vina. Ia langsung memeluk Vina dengan Isak tangis yang menggema di ruangan itu.


Sedangkan Zico dan Jeno masih terdiam di tempatnya. Meskipun awalnya mereka tau kalau Dita dan adik adiknya adalah ibu mereka, Tapi tetap saja mereka masih ingin mendengar kan alasan kenapa Dita dan Tika pergi meninggalkan mereka tujuh tahun lalu.


"Dani senang sekali, akhirnya Dani punya mama yang cantik, lembut dan sayang pada Dani. Tidak seperti Dia" ujar Dani menunjuk ke arah Ryan.


Ryan merasa sangat tersindir mendengar penuturan putranya.


"Bukan hanya wajah nya saja yang mirip dengan ku tapi sifatnya juga sangat mirip dengan ku" batin Zidan menangis melihat Zico.


"Sayang .. maafin bunda ya, sebenarnya bunda sudah tau kalau kamu anak bunda sejak pertama kali kita bertemu. Tapi bunda takut mengatakan nya, takut kamu marah sama bunda" ujar lembut Dita.


Zico berkaca kaca matanya mendengar ucapan Dita. Dita mendekat kearah Zico, Zico sedikit menjauh dari Dita yang akan memeluk nya.


Srettttt...


Hati Dita sangat sakit melihat Zico menolak nya.


"Bunda jelas kan pada Zico kenapa bunda tinggalkan Zico dan hanya membawa adik kembar saja" tanya Zico.


"Adik kembar? maksud mu" tanya Zidan juga mendekat ke arah Zico.


"Jadi.. anda juga tidak tau mengenai adik kembar?" tanya Zico.

__ADS_1


Zidan menatap Dita seakan juga meminta penjelasan. Dita diam tidak menyahuti laki laki kembar beda usia di dekatnya.


"Kenapa bunda melakukan itu? apa bunda tidak menyayangi Zico, apa karena Zico tidak seimut adik kembar?" tanya Zico dengan wajah memerah seakan ingin menangis.


Tika tiba tiba datang dan tercengang melihat keadaan. Jeno yang mendengar Suara pintu di buka dan Tika yang masuk. Seketika Jeno menghampiri Tika dan memeluk kaki mommy nya.


"Sayang.. ada apa ini? kenapa kalian berkumpul dengan mereka" tanya Tika pada Jeno.


"Mommy mari kita dengar kan saja terlebih dahulu" ujar Jeno.


"Bunda minta maaf sayang, bunda salah telah meninggalkan Zico. Bunda bukan gk sayang dengan Zico tapi waktu itu bunda melakukan semua itu karena..."


"Ayah yang membuat bunda pergi, maafkan ayah ya, ayah yang salah" ujar Zidan memotong ucapan Dita.


Zidan tau kalau Dita pasti tidak akan mengatakan alasan nya takut membuat Zico kecewa.


Dita menatap kearah Zidan yang mengambil alih menjawab pertanyaan Zico.


"Tapi tetap saja bunda gk mempertahankan Zico" ujar Zico terisak.


Dita segera memeluk Zico sembari mengucapkan permintaan maaf nya.


Masih di ruang yang sama Tika terkejut mendengar ucapan Zico.


"Sayang.. jadi kamu tau kalau Mommy?"


"Iya mommy, Jeno sudah tau kalau Mommy adalah ibu Jeno. Meskipun Jeno juga sangat sakit hati karena mommy juga tidak membawa Jeno pergi dan malah merawat adik El saja" lirih Jeno.


"Tapi mommy tenang saja, Jeno sangat senang kok ketika tau kalau Mommy adalah ibu Jeno. Jadi Jeno mohon sama mommy biarkan Jeno tinggal dengan mommy ya, Jeno gk mau tidak dengan Daddy" ujar Jeno.


Tika memeluk erat tubuh mungil di depannya dan mengangguk kepalanya menyetujui permintaan Jeno.


...****************...


...*Maaf reader tercintah b**aru dapat Up lagi dua hari ini sangat melelahkan, biasa lah hidup terlalu sibuk padahal gk ngapa ngapain 🀣*😁🀭...

__ADS_1


__ADS_2