
Berita penangkapan Bella dan komplotannya telah menyebar di berbagai penjuru kota. Bagaimana tidak, Bella yang juga merupakan salah satu jajaran anak terkaya di kota A menuai berita heboh.
Tak kalah heboh juga dengan Lana, anak angkat dari L Group juga tersorot dengan tak kalah heboh. Di karenakan Lana bekerja sama dengan Bella dalam menyekap, menyiksa dan upaya percobaan pembunuhan pada menantu keluarga Malik itu.
Tidak hanya mereka, di sisi lain Dilla yang merupakan pelaku tabrak lari Ryan juga sudah di tangani dengan benar. Awalnya Ryan mengira ada hubungan di antara ketiga kejadian, namun ketiga nya tidak ada kaitan sama sekali.
Dilla yang memang memiliki niat ingin menghabiskan nyawa Vina kala itu, sehingga menimbulkan kepanikan di keluarga Malik. Kesempatan itu di manfaatkan oleh Bella dan Lana berserta komplotan untuk mengguncang kembali ketenangan keluarga Malik.
Ketiga pelaku kejahatan akan di tangani dengan hukuman yang setimpal terhadap apa yang mereka lakukan. Mereka akan di berikan hukuman yang seberat-beratnya terhadap kejahatan yang dilakukan.
...****************...
Di rumah sakit, terlihat anak anak yang di temani Tania dan Rina duduk di luar ruangan karena Dita dan Tika sedang di periksa di dalam bersama suami mereka masing-masing.
Perasaan lega dan takut menghampiri mereka, bagaimana tidak. Bunda dan mommy di temukan tapi sedikit mengenaskan.
Di ujung jalan terlihat Ryan yang duduk di kursi roda yang di dorong oleh Vina. Ryan belum terlalu bisa berjalan dengan normal kembali, ia masih membutuhkan bantuan dari kursi roda.
"Papa...Mama..." panggil Zifa yang segera menghampiri Vina untuk memeluk nya.
Vina yang mengerti keadaan itu langsung mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Zifa.
"Sayang.. jangan menangis lagi" balas Vina.
"Apa bunda akan baik baik saja?" tanya pada Vina dengan mata yang berair.
"Tenang lah sayang.. bunda pasti baik baik saja" balas Vina dengan tersenyum.
"Apa mommy El juga begitu?" tanya El pada Ryan.
__ADS_1
"Iya sayang.. kita tunggu sebentar ya, nanti mommy dan bunda pasti akan kembali sehat" balas Ryan mengelus rambut El.
Lama menunggu akhirnya nampak keluar Zidan dan Angga.
"Bagaimana dengan menantu ibu nak?" tanya ibu Malik.
"Mereka baik baik saja, sebentar lagi akan di pindahkan ke ruangan" balas Zidan membuat mereka bernafas lega.
"Syukur lah" balas mereka.
Tak lama terlihat para perawat membawa Dita dan Tika. Mereka semua mengikuti langkah perawat itu.
Tania dan Rina segera menggendong si kembar. Sedangkan El di gendong oleh Dimas dan Dion menggenggam tangan Dani dan Jeno. Daisya dan Zico berjalan beriringan dengan yang lain dan bersebelahan dengan sang kakek.
...wih.. terlalu banyak cucu nya kadang kadang bikin bingung sendiri π€£π€£...
Dua jam kemudian..
"Sayang..." panggil Zidan pelan.
"Apa masih ada yang sakit? " tanya Zidan, Dita menggeleng kepala nya.
"Apa kamu ingin duduk?" tanya Zidan di angguki Dita. Zidan membantu Dita untuk duduk bersandar di dasbor ranjang rumah sakit lebih tepatnya seperti ranjang mereka di rumah. karena Tika dan Dita di letakkan di ruangan VIP.
"Apa anak kita baik baik saja?" tanya Dita.
"Mereka baik baik saja sayang.. mereka sangat sehat dan kuat"
"Mereka?" Tanya Dita heran.
__ADS_1
"Iya.. anak kita bukan hanya satu di perutmu melainkan Tiga" ujar Zidan senang. Dita mengedipkan matanya tak percaya, ia berikan kesempatan untuk hamil anak kembar lagi.
"Anak kita kembar?" tanya Dita.
"Iya yank" balas Zidan memeluk tubuh Dita dan menghujani ciuman bertubi-tubi di puncak kepala sang istri.
"Anak anak kita yang lain di mana?" tanya Dita karena di ruangan itu hanya ada dia dan Zidan.
"Mereka sedang makan dengan Tania dan Rina, kasian mereka menunggu mu sampai belum makan"
"Maafkan aku" lirih Dita merasa bersalah karena anak anak pasti mengkhawatirkan keadaan dirinya.
"Jangan berkata seperti itu, kamu tidak salah. Mereka pasti akan senang nanti jika melihat bunda udah sadar" balas Zidan.
Dita mengagukkan dan tersenyum. "Bagaimana dengan Tika? apa dia baik baik saja?"
"Tika tidak apa apa, kamu jangan khawatir sayang dia sedang istirahat. Dia kelelahan karena menggendong kamu. Sekarang dia ada di sebelah ruangan ini, ada Angga di sana yang menemani nya" ujar Zidan.
"Sekarang kamu makan nya biar nanti minum obat dan beristirahat agar keadaan kamu kembali pulih dan anak anak kita juga akan semakin tumbuh" ujar Zidan.
Dita menggukkan, Zidan segera menyuapi Dita dengan makanannya.
...****************...
...Terimakasih atas dukungan nya untuk cerita ini...
Jangan lupa untuk
Like
__ADS_1
Komentar
and Vote ππ€