
"Bunda.. " teriak Zafa dan Zifa yang baru saja pulang dari sekolah dan di jemput oleh ibu dan ayah Malik.
"Eh.. sayang anak bunda" balas Dita menghampiri si kembar dan memeluk nya.
"Loh.. kok kalian sudah pulang? bukannya dua hari lagi ya nak" ucap ibu Malik heran melihat keberadaan menantu nya.
"Rencana sih iya Bu, tapi kami tidak biasa berjauhan dengan anak anak dan juga Zidan masih sibuk dengan rumah sakit" balas Dita.
"Bunda... apa mommy El juga sudah pulang?" tanya El.
"Iya sayang.. mommy El ada di kamar" balas Dita mengelus rambut El.
El segera berlarian menuju kamar Daddy nya.
"Hati hati sayang" ucap Dita.
"Owalah.. kalau gitu nanti saja lanjut kan honey moon kalian biar nanti hadir cucu baru" canda Ayah Malik.
Dita tersenyum malu mendengar ucapan ayah Malik.
"Sayang.. kau ini. Lihatlah Dita menjadi malu" balas Ibu Malik.
"Emang nya opa ingin cucu baru seperti apa lagi? kan kami saja sudah ramai" ucap Zafa.
"Iya opa.. kami juga sangat cantik dan imut" balas Zifa.
"Eh.. opa ingin cucu yang ramai seperti kalian, opa ingin mansion mewah opa ini di penuhi cucu lucu seperti kalian" ujar ayah Malik mencubit gemas hidung twins Z.
Twins Z tergelak bahagia dan geli mendengar ucapan ayah Malik.
"Ayok sayang.. opa yang gantiin baju kalian ya" pinta ayah Malik.
"Iya opa" jawab si kembar serentak.
"Bunda.. oma...kami ganti baju dulu" pamit Zafa diangguki oleh Dita dan Ibu Malik.
Ayah Malik menggendong keduanya dan berjalan menuju kamarnya untuk menggantikan baju si kembar.
Dita tersenyum hangat melihat interaksi ayah Malik dengan anaknya.
"Aku sangat berterimakasih karena Ayah sangat menyayangi si kembar. Aku tidak menyangka ini akan terjadi. Aku sangat bahagia melihat semua ini" batin Dita menatap ayah Malik yang berjalan menjauh dari dirinya.
"Kok bengong sih nak" ujar Ibu Malik menepuk bahu Dita.
"Eh.. maaf bu" balas Dita.
"Kamu kenapa?" tanya ibu Malik.
"Aku tidak apa apa Bu" saut Dita.
"Katakan kenapa? jangan buat ibu khawatir" tanya Ibu kembali.
"Tidak apa-apa Bu, aku hanya terharu melihat keakraban mereka" lirih Dita.
Ibu mengerti perasaan Dita. Ibu memeluk Dita dengan sayang.
"Semuanya memang seharusnya terjadi nak. Ibu juga bahagia karena kalian kembali menjadi menantu ibu" balas ibu tersenyum.
__ADS_1
Ibu dan Dita melanjutkan perbincangan mereka di ruang tengah.
...****************...
"Sayang... " panggil Ryan.
"Iya"
"Sayang....sayang... sayang...sayang.." ucap Ryan.
Vina terperangah tak percaya dengan ucapan Ryan memanggil nya berkali-kali padahal mereka sedang berhadapan.
"Kenapa sih mas?" tanya Vina mengerutkan keningnya.
"Gk ada.. aku hanya ingin memanggil dirimu" cecar Ryan tertawa kecil.
"Kamu ada ada aja mas" ucap Vina menggelengkan kepalanya.
"Jangan panggil Mas dong yang, ganti ke honey aja ya" pinta Ryan.
"Gk.. aku lebih nyaman seperti itu" balas Vina.
"Aku gk mau kamu panggil Mas, panggi honey" tegas Ryan.
"Hmm... baiklah. Honey!" seru Vina. Ryan tertawa geli melihat kekesalan Vina.
"Yang... duduk sini" tunjuk Ryan pada pahanya.
Ryan meminta Vina agar duduk di pangkuan nya.
Vina yang tak ingin mereka bertengkar hanya gara gara hal itu, dengan terpaksa melakukan semua permintaan Ryan.
Ryan menarik kedua sudut bibirnya hingga membentuk lengkungan sempurna saat Vina mendekati dirinya.
Ryan memeluk tubuh Vina yang berada di pangkuannya. Ia merasa sangat nyaman dan damai. Vina mengelus rambut Ryan dengan pelan.
"Kenapa sekarang makin manja saja hem?" tanya Vina pada Ryan sembari mengelus rambut bayi besar nya.
"Aku tidak tau.. aku seperti nya sangat jatuh cinta pada dirimu sayang" balas Ryan mengecup lengan Vina.
"Aku selalu ingin berada di dekatmu, aku tidak bisa berjauhan dengan kamu honey. Aku mencintaimu" lanjut Ryan.
Vina mengembangkan senyumannya. "Maafkan aku.. aku belum bisa mengatakan aku juga mencintaimu saat ini" batin Vina menatap Ryan yang berada di bawahnya dengan tatapan sendu.
Ryan tau kalau Vina belum bisa mengatakan balasan kata cinta dari nya. Ia paham mengapa Vina seperti itu, ia tidak ingin ambil pusing hanya karena hal tersebut.
Yang penting sekarang Vina sudah kembali bersama dengan dirinya dan selalu membahagiakan dirinya. Meskipun kata kata cinta itu belum keluar dari mulut manis Vina.
"Yang... aku ingin mencium bibirmu" pinta Ryan mendongak.
Vina tersenyum mendengar ucapan Ryan. Vina langsung mendekati wajah Ryan dan memulai untuk melakukan ciuman mereka.
Awalnya hanya kunyahan biasa tanpa ada tanda tuntutan. Tapi kelamaan Ryan menuntut untuk melakukan hal yang lebih kental lagi. Ryan tidak bisa menahan gairah nya saat bersama dengan Vina.
Ryan memboyong Vina ke ranjang tanpa melepaskan tautan bibir mereka. Dan pada akhirnya terjadi lah bergulatan panas pada siang hari yang panas itu dengan suara erangan dan ******* dari keduanya.
Untung nya setiap kamar di sana kedap suara jadi tidak akan terdengar suara gaib itu.
__ADS_1
...kok panas yaπ€£...
"Daddy... buka pintunya" teriak El.
"El" seru Tika.
Tika berlarian menuju pintu kamar Angga. Tika membuka pintu dan melihat malaikat kecil nya sedang berdiri di sana.
"Sayang"
"Mommy!" pekik El dan berhamburan memeluk Tika.
Tiba tiba Tika tersentak kaget merasakan tangan kekar juga ikut memeluk mereka dan ternyata itu adalah Angga.
Tika menoleh kebelakang. "Aku ingin ikutan juga memeluk kalian" cengir Angga.
"Daddy!" pekik El melengking. Tika dan Angga dibuat terkejut dengan suara cempreng milik putra nya.
"Sayang.. kapan pulang sekolah nya? siapa jemput tadi?" tanya Angga.
"Tadi El dan kakak kembar di jemput oleh opa dan Oma" tutur El.
"Owh.. ya sudah. Kita ganti baju dulu yok abis itu kita makan" ajak Tika.
"Mommy.. boleh tidak hari ini mommy jangan membantu El mengganti kan baju?" pinta El.
"Kenapa seperti itu sayang? ah.. mommy tau El ingin ganti baju sendiri ya?" tebak Tika.
"No mommy" El menggeleng geleng kan kepala nya.
"Terus?" tanya Tika heran.
"El ingin Daddy yang menggantikannya" lirih El menunduk.
"Ya ampun sayang, Daddy pikir apa tadi. Ya sudah ayok kita ganti baju dulu" ajak Angga segera mengangkat El dalam gendongannya.
El tersenyum bahagia. Tika juga tersenyum melihat El yang terlihat sangat bahagia.
Pasangan anak dan ayah itu langsung menuju kamar El untuk menggantikan baju El.
"Sepertinya keputusan yang aku ambil tidak salah, melihat wajah El sangat bahagia saja membuat diriku ikut merasakan bahagia juga" ucap Tika setelah Angga dan putra nya memasuki kamar lain.
"Sebaiknya aku turun ke bawah menjumpai ibu" ucap Tika melangkah menuju tangga untuk turun ke lantai satu.
...****************...
...Terimakasih atas dukungan nya untuk cerita ini π€π...
...Ikuti terus ya ceritanya....
jangan lupa
Like
Komentar
and Vote π
__ADS_1