Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Menuju Pernikahan


__ADS_3

Pernikahan akan di gelar dalam waktu dekat. Pernikahan kembali digelar secara bersamaan.


Mereka sudah sepakat akan mengadakan perjamuan terbesar dalam sejarah keluarga Malik.


Awalnya Dita, Vina dan Tika menolak untuk di adakan pernikahan besar-besaran. Tapi ibu dan juga calon suami mereka memaksa. Sehingga mau tidak mau mereka akan melaksanakan semua nya.


"Akhirnya aku menyaksikan pernikahan dari keluarga Malik itu lagi" ucap Dimas.


"Memangnya dulu kau tidak menghadiri nya Dim?" tanya Dion.


"Dulu aku tidak bisa datang, ada sesuatu hal" balas Dimas. Dion ber "oh" saja.


"Akhirnya mereka kembali dan kita juga akan selamat bekerja nanti. Jika pak bos marah marah kita bisa berlindung di bawah naungan ibu bos" ucap Dion.


"Kau benar Dion, aku juga sepemikiran begitu" balas Dimas.


...****************...


"Sayang... nanti kalau kita udah nikah kita tinggal di rumah kita ya. Aku sudah membelinya. Rumah itu nantinya juga bisa sayang atur isinya semaunya sayang saja" ujar Angga menyendok makanannya.


"Kenapa tidak tinggal bareng ibu aja di mansion?" tanya Tika.


"Kita harus membina keluarga kita sendiri sayang. Aku juga sudah mengatakan kepada ibu dan ibu setuju. Bukan hanya kita tapi bang Zi sama bang Ryan juga"


"Tapi kasian ibu sendirian di mansion" sendu Tika.


"Tidak.. kan ada ayah yang selalu menemani. Nanti sesekali kita akan melihat ibu di mansion" balas Angga.


"Hmmm... baiklah"


"sayang.... suapi aku dong" pinta Angga dengan membuka mulutnya.


"Makan sendiri gk usah manja sama aku" balas Tika.


"Masa kamu gk bolehin aku gitu sih" balas Angga cemberut.


"Memang gk boleh, meskipun nanti kita akan menikah, aku juga tidak akan begitu padamu. Aku kan sudah bilang kalau pernikahan ini terjadi karena aku takut keduluan sama benih kamu itu" balas Tika dengan tatapan tajam.


"Lah.. sayang gk seru" Angga berucap dengan nada kesal.


"Awas aja.. jika nanti kamu gk manjakan aku setelah menikah. Akan aku buat kamu gk bisa berjalan. Akan aku balas dengan mendengarkan ******* kamu di bawah Kungkungan aku" batin Angga. Angga tersenyum menyeringai memikirkan hal kotor.


"Aku pasti akan membuat kamu kembali mencintai aku sayang" ucap Angga dalam hati.


Angga menatap Tika dengan tatapan penuh arti.


"Ngapain lihat aku begitu?"


"Gk ada.. kamu makin seksi saja, ingin rasanya aku melahap mu sekarang" goda Angga.


"Angga...." pekik Tika. "Jangan jadi mesum, ini tempat umum" ucap Tika melotot matanya.


"Owh.. jadi kalau di kamar, boleh dong" lanjut Angga menjahili calon istri.


"Gk.. gk boleh pokoknya"

__ADS_1


Angga terkekeh geli melihat kekesalan Tika.


"Angga!!" panggil seseorang dari arah belakang Tika.


Wanita itu berjalan mendekati Angga.


"Hai.. Angga apa kabar?" tanya wanita itu.


"Eh.. aku baik baik saja" balas Angga.


Tika sedari tadi tidak menghiraukan wanita itu memanggil Angga.


"Kamu sendirian aja?"


"Gk.. aku berdua dengan Istri aku" ucap Angga dengan menunjukkan Tika.


Wanita itu melihat ke arah Tika. Mereka sama sama terkejut.


"Kamu!!" pekik mereka bersamaan.


"Kalian saling kenal?" tanya Angga.


"Oh.. tidak Angga.. tadi aku hanya seperti pernah melihat nya" ucap wanita itu.


"Idih... sombong ni anak, gk berubah-ubah ya. Dulu waktu di panti juga begitu, ini pun sama" batin Tika kesal dengan kesombongan Lana.


Yah.. wanita itu bernama Lana. Ia merupakan anak panti asuhan yang sama dengan Tika. Dari dulu mereka memang tidak pernah akur. Lana yang memiliki sifat berlawanan dengan Tika. Ia adalah si penggila harta.


Lana tidak tinggal di panti sejak memasuki perkuliahan. Lana di adopsi oleh orang kaya yang tinggal di kota lainnya.


Dimas juga mengetahui tentang Lana yang mencintai Angga. Meskipun begitu Dimas kurang suka dengan sikap Lana.


"Bagaimana bisa bocah dekil ini menjadi istri Angga" batin Lana tak terima.


"Kamu sudah menikah, tapi aku tidak mendengar kabar pernikahan mu" ucap Lana pada Angga dengan tatapan manja.


"Kami sudah menikah tapi belum resepsi saja" jawab Angga.


"Ih... seperti nya wanita ini mempunyai niat untuk memiliki Angga. Enak saja, Angga hanya milikku" geram Tika dalam hati.


"Sayang... kamu sudah kan bicara nya. Aku ingin pulang, aku ingin makan sesuatu yang manis. Seperti nya anak kita menginginkan sesuatu" ucap Tika dengan nada manja pada Angga.


Angga melotot matanya penuh keheranan.


"Dasar ******.. berani nya dia menantang aku" sorot mata tajam Lana pada Tika.


Tika membalas tatapan tajam itu dengan kembali menatap nya.


"Sayang.. ayoklah.. " ujar Tika dengan nada manja dan menarik narik tangan Angga.


"Em.. baiklah"


"Kami pergi dulu ya Lana. Maaf.. istri ku memang seperti itu" ucap Angga pada Lana.


Lana tersenyum pahit pada Angga. Angga merangkul Tika dengan sayang.

__ADS_1


Tika menoleh kebelakang dan mengacungkan jari tengah nya pada Lana. Lana benar benar geram melihat aksi Tika yang kurang ajar.


"Awas kamu.. kamu kira aku akan menyerah untuk mendapatkan Angga. Tidak Tika, kamu tunggu saja tanggal mainnya" ucap Lana menyeringai jahat.


...****************...


Pernikahan akan di adakan Minggu depan sesuai dengan kesepakatan bersama. Sudah seminggu ini hubungan Tika dan Angga sedikit akur tanpa perdebatan.


Ryan dan Vina makin romantis saja. Sehingga membuat Angga iri dengan sikap manja Ryan dan disambut bahagia oleh Vina.


Lain dengan dirinya yang di acuh kan Tika.


"Aduh...nasibku kok begini amat ya" helaan nafas berat Angga.


"Tika nanti luluh juga sama kamu" ucap Zidan menepuk pundak sang adik.


"Iya Angga.. Tika sebenarnya juga cinta kamu, tapi mungkin ia belum bisa mengatakan saja" timpal Dita yang berada di belakang Zidan.


"Em... entah lah, semoga saja Tika tidak membatalkan pernikahan ini" lirih Angga.


"Gk akan di batalkan, percaya sama kakak" ujar Dita.


"Cie... udah bisa panggil kakak sekarang" saut Angga melipat kedua bibir nya.


"Ah.. kamu ini" Dita sangat malu dengan perkataan Angga.


"Yok yang.. kita ke kamar" ajak Zidan.


"Ngapain ke kamar? Abang sama kak Dita belum sah suami istri masa mainnya di kamar sih" ujar Angga tidak terima.


"Kamu tu yang mikirnya kejauhan" Zidan menjitak pelan kening Angga.


"Aku minta tolong Dita untuk membereskan baju ku untuk kerja besok lah" lanjut Zidan.


"Eh.. mana tau kan, aku kan hanya mengingatkan" balas Angga.


"Bilang aja kamu bosan sendiri kan, gk ada yang temani. Telpon aja Tika suruh dia kesini dengan anak anak" ucap Zidan.


"Kenapa aku tidak menelepon Tika ya dari tadi" Angga menepuk jidatnya.


Angga dengan cepat menelpon Tika dan menyuruh nya untuk ke mansion dengan anak anaknya.


Awalnya Tika menolak tapi karena El memaksa akhirnya Tika datang dengan di jemput oleh mang Kardi.


...****************...


...Terimakasih banyak atas dukungannya terhadap cerita ini πŸ˜ŠπŸ€—...


Jangan Lupa


Like


Komentar


and Vote πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2