
Hari demi hari hingga bulan pun berganti. Ryan sudah kembali sehat seperti sedia kala, melakukan semua kegiatan seperti dulu.
Kini usia kehamilan Dita sudah memasuki usia ke tujuh bulan. Di usia tersebut, Dita sangat kurang leluasa untuk bergerak bebas di sebabkan Dita hamil anak kembar.
Dengan siaga satu Zidan menjaga sang istri. Dita tidak dibenarkan untuk melakukan perjalanan jauh, mengingat kehamilan nya yang semakin membesar. Jenis kelamin dari bayi Dita juga sudah di ketahui, bayi nya berjenis kelamin satu laki-laki dan dua perempuan.
Zidan sangat antusias mendengarkan nya. Harapan Zidan hanya ingin bayi bayi nya dan juga sang istri sehat dan selamat dalam persalinan nanti nya. Dita akan menempuh persalinan dengan jalan operasi, dokter mengatakan bahwa terlalu beresiko jika dilahirkan dengan normal.
Zidan dan Dita tidak mempermasalahkan hal tersebut. Mereka akan mengikuti saran dari dokter.
Berbeda dengan Dita, kini Vina juga tengah berbahagia dengan kehamilan nya yang kedua. Vina juga di berikan kesempatan untuk hamil anak kembar. Usia kehamilan Vina baru menginjak usia tiga bulan. Jadi mereka belum mengetahui jenis kelamin bayi yang ada di kandungan Vina.
Vina tidak mengalami morning sickness yang parah, bahkan bisa dibilang tidak ada. Selama hamil Vina lebih sering makan dan tidur. Hal itu membuat badannya menjadi sedikit lebih berisi. Ryan di buat gemas dengan perubahan badan sang istri yang menurutnya semakin cantik dan seksi.
Tika juga merasakan kebahagiaan untuk kedua kakaknya. Meskipun ia tidak hamil sekarang, tapi ia sangat bahagia akan memiliki keponakan keponakan baru.
Hari ini menjadi hari bersejarah bagi Rina dan Dimas. Akhirnya hari ini Dimas dan Rina akan melakukan pertunangan. Rina menerima lamaran Dimas tempo hari.
Dita yang sebenarnya dilarang untuk melakukan perjalanan jauh memaksa untuk pergi ke acara pertunangan Rina dan Dimas yang berlangsung di kota kelahiran Rina. Di sana ada paman dan bibi nya yang sudah di anggap nya sebagai orang tuanya sendiri.
Dengan sigap Zidan menjaga istri agar tidak lelah. Dokter juga memberikan beberapa Vitamin untuk Dita mengingat kehamilan nya yang sudah besar.
Semua keluarga Malik hadir di acara pertunangan Rina dan Dimas. Tak terkecuali para cucu cucu keluarga Malik yang membuat heboh acaranya.
Tania dan Dion juga nampak hadir di sana. Meskipun tidak ada percakapan atau hanya sekedar basa basi di antara mereka. Terakhir kali mereka berbicara hanya ketika peristiwa penculikan Tika dan Dita beberapa bulan yang lalu. Setelah itu tidak ada percakapan yang terjadi.
Rina menerka neraka dalam hati ada apa antara Dion dan Tania. Jika berbicara dengan Tania, Dion memunculkan aura dinginnya yang membuat Rina curiga.
__ADS_1
"Sebenarnya mereka kenapa sih?" batin Rina yang memperhatikan Dion dan Tania dari jauh.
"Aku akan menanyakan kepada Tania" lanjut nya.
Acara pertukaran cincin pun terjadi, mereka di sambut dengan tepukan meriah dari tamu yang di undang.
"Selamat ya bro, akhirnya Rina mau juga sama lo" ucap Dion meledek Dimas.
Dion tau betul bagaimana perjuangan Dimas meluluhkan hati Rina.
"jangan kurang ajar di hari bahagia ku" balas Dimas.
Dion tergelak. "Selamat Dim, akhirnya lo tunangan juga sama Rina" ucap Angga.
"Terimakasih pak" balas Dimas terkekeh.
"Kan anda bos saya, ya harus hormat lah" ujar Dimas masih dengan tawanya.
"Hemm"
Ryan dan Zidan juga menghampiri Dimas dan mengucapkan selamat atas pertunangannya. Dimas membalas dengan senyuman bahagianya.
"Kau kapan Dion?" tanya Ryan.
"Aku?? nanti saja" balas Dion.
"Iya ya... Kau pasti mau bekerja dan beradaptasi dulu di perusahaan mu sendiri kan?" tanya Ryan.
__ADS_1
Dion mengangguk kepalanya. "Semoga kedepannya kita bisa bekerja sama" ucap Dion pada Ryan dan Angga dengan mengulurkan tangannya.
Ryan dan Angga mengangguk kepalanya dan tersenyum serta membalas uluran tangan Dimas.
Mereka semua tau bahwa Dion merupakan anak orang kaya yang berada di kota M. Dion merupakan putra pertama dari Zain Groups.
Awalnya Dimas agak segan mengingat Dion bukan anak orang biasa. Tapi karena keterbukaan Dion, akhirnya mereka berteman baik.
Begitu juga dengan Ryan yang sedikit segan menyuruh ini itu pada Dion yang selalu sekretaris. Tapi Dion selalu menegaskan bahwa di sini dia hanya sekretaris dan jangan menyangkut paut dengan nama belakang.
Tak terkecuali dengan Zidan, Dia juga mengetahui tentang Dion. Apalagi Zidan juga pernah menjadi dosen pengajar di salah satu fakultas kedokteran yang di mana di sana ada adik dari Dion yang saat itu menjadi seorang mahasiswa.
Selama kurang lebih tujuh tahun mereka memperlakukan Dion seperti bawahan pada umumnya.
...****************...
Menjelang tamat ni guys, soalnya mereka udah bahagia😁
Terimakasih atas dukungan nya untuk cerita ini
Jangan lupa untuk
Like
Komentar
and Vote 😉🤭
__ADS_1