
Sesuai dengan arahan rencana semalam. Tiga serangkai akan menjalankan misi nya hari ini yaitu mengikuti Daisya.
Bel berbunyi tanda nya para siswa dan siswi memasuki kelas untuk memulai jam pelajaran.
"Kenapa memperhatikan dia seperti itu?" tanya Jeno melihat Dani sangat serius tatapan matanya ke arah Daisya.
"Aku sangat penasaran apa jawaban dari semua hal yang aneh ini" jawab Dani.
"Kita pasti menemukan nya" balas Jeno.
"Jika Daisya itu memang adik atau kakak mu, pasti ibumu sangat cantik bukan?" tanya Jeno.
"Kau kenapa berkata seperti itu, ibu kita di rumah bang Jen" ujar Dani.
"Kau ini.. kan aku mengatakan jika bukan sebenarnya" jawab Jeno.
"Terserah lah,,, ya sudah kita belajar dulu, biar cepat selesai sekolah hari ini dan kita dapat mengikuti Daisya pulang dan melihat wajah orang tuanya sehingga kita dapat memecahkan teka-teki ini" ujar Dani semangat.
"Iya.. iya.. bocil sudah pintar rupanya" ledek Jeno.
"Kita hanya beda menit lahir saja, jika aku bocil maka dirimu bang juga bocil" balas Dani dengan ledekan. Jeno hanya tertawa kecil menanggapi ledekan Dani.
Mereka mengakhiri ghibahan mereka dan kembali serius belajar. Zico memperhatikan kedua adiknya yang sedang bercanda saat belajar, Zico menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis.
...Aduh... like son like father ya Zico🤭...
Ketika jam istirahat empat bocah yaitu Daisya, Zafa, Zifa dan El sedang menikmati makanannya. Zifa dan El memang seperti bocah pada umumnya yang belum mengerti akan persoalan orang dewasa berbeda dengan Zafa dan Daisya.
Zifa dan El akhirnya bermain bersama, bercanda sehingga Afa dan Syasya yang ingin berbicara bisa lebih leluasa.
"Kak.. ada yang mau Afa kasih tau sama kakak" ujar Zifa.
"Apa dek?" tanya Syasya menyeruput minuman nya.
"Sebenarnya dari semalam mau Afa bicarakan tapi afa lupa" cengir Zifa.
"Kemarin kan saat di RS ada seorang dokter kak, om dokter itu sangat tampan dan yang paling buat Afa merasa aneh kan kak masa wajah om dokter itu sangat mirip dengan wajahku dan Ifa kak" lanjut Zafa.
__ADS_1
Daisya yang mendengar tutur kata Zafa mulai merasa aneh, ia mulai mengaitkan wajahnya yang juga terlihat mirip dengan Dani.
"Kok bisa ya" heran Daisya.
"Apa ini kita harus cari tau kak?" tanya Zafa balik.
"Memang harus sebab kakak juga merasa aneh dengan teman sekelas kakak itu, wajah mereka mirip sekali dengan kita semuanya" ucap Daisya.
"Maksud kakak gimana sih? kok malah bahas teman sekelas kakak" jawab Zafa.
"Gini lho dek, di kelas kakak ada tiga siswa. Pertama Zico wajahnya itu sangat mirip dengan mu, kedua Dani ia memiliki wajah yang mirip dengan kakak, banyak teman sekolah bilang kami kembaran dan yang terakhir Jeno ia memiliki wajah yang sama dengan El" ujar Syasya.
"Sepertinya ini harus kita cari tau dulu, afa rasa ada sesuatu kak" balas Zafa.
"Aku juga penasaran dengan tiga teman kakak itu. Aku akan melihat mereka besok" lanjut Zafa.
"Iya dek. Kakak harus lebih dekat dengan mereka dan kalau bisa berteman dengan tiga bocah itu mungkin dengan begitu kita dapat jawaban nya" ucap Daisya.
"Afa rasa itu cara yang terbaik kak untuk saat ini" balas Zafa.
Di sisi lain tiga serangkai memperhatikan ke empat anak itu.
"Iya Dan. Aku rasa wajahnya memang sangatlah mirip dengan ku" balas Zico.
"Siapa mereka? ini bukanlah kebetulan semata, wajah mereka beneran sangat mirip dengan ku dan kak Zidan. Kok aku merasa aneh nya seakan merasa kak Zidan adalah ayah ku" batin Zico.
"Aku bilang juga apa" ujar Jeno.
"Wajah anak laki-laki itu juga sangat mirip denganmu Jen" ucap Zico sembari memperhatikan Ifa dan El yang sedang bermain.
"Itulah bang. Aku pun merasa begitu" balas Jeno.
"Sepertinya kita harus cepat menjalankan misi ini. Supaya kita menerka nerka kejadian sebenarnya" Timpal Dani. Kedua abangnya hanya mengangguk.
"Aku sangat penasaran apa jawaban dari teka teki ini" lanjut Dani.
"Sama.. aku juga" balas Jeno.
__ADS_1
"Jika anak anak itu saudara kita aku juga senang. Aku rasa mereka asyik sekali" Ujar Dani memperhatikan ke empat anak itu.
Mereka menyudahi pembicaraan dan kembali ke kelas karena sebentar lagi bel akan berbunyi.
Pembicaraan selesai dan bel pun berbunyi sehingga anak-anak kembali memasuki kelas dan mengikuti jam pelajaran lagi.
Akhirnya yang di tunggu datang juga. Jam pelajaran sudah berakhir, sekarang saatnya siswa dan siswi sekolah itu pulang.
Tiga serangkai menjalankan misi. Mereka mengikuti ke empat bocah itu hingga ke gerbang sekolah. Di sana masih Rina yang menjemput mereka.
Rina membawa ke empat bocah itu dengan mobil untuk pulang ke rumah. Tiga serangkai meminta mang Kardi untuk mengikuti dari belakang mobil yang di bawakan Rina.
"Kita mau kemana den? kenapa kita ngikut mobil itu?" tanya mang Kardi.
"Gk apa apa mang, Jeno hanya mau pasti in anak anak itu pulang dengan selamat kan kemarin mereka telah menolong Jeno" ujar Jeno meyakinkan mang Kardi.
Mendengar penuturan Jeno mang Kardi hanya mengangguk dan fokus mengemudi kan mobil.
"Ketika mereka sampai nanti kita berhenti nya agak jauhan ya mang, jangan dekat sekali dengan mereka" ujar Zico.
"Iya den".
Tak berapa lama akhirnya sampai anak anak itu di toko roti. Di dalam mobil tiga serangkai memperhatikan dengan seksama wajah Dita di sana.
"Yang menjemput mereka tadi itu ibunya?" tanya Dani.
"Kemarin ketika kak Zidan tanya, Tante itu jawab iya. Tapi Jeno rasa bukanlah, mungkin teman Tante yang itu dan Tante yang itu mungkin ibu nya si kembar. Lihatlah interaksi mereka" tunjuk Jeno ke arah Dita.
"Wah.. Tante itu sangat lembut dan penuh kasih sayang. Ia juga cantik" tutur Jeno.
"Aku rasa pernah melihat sekilas wajah itu, tapi di mana ya. Aku merasa ada kehangatan di sana. Aku benar-benar ingin memeluk nya" batin Zico.
"Jika memang ia ibu ku, terus ibu di rumah siapa dong?" Zico bertanya tanya dalam hatinya.
"Kita harus memotret nya, mungkin ini bisa saja menjadi bukti untuk meyakinkan ibu supaya mau membuka pintu kamar itu" ujar Zico.
Mereka akhirnya memotret wajah Dita dan ke empat anak itu.
__ADS_1
"Semoga ini menjadi kunci utama untuk semua teka teki ini" batin Zico memperhatikan wajah Dita dari hasil jepretan kamera hp nya.
...Maklum lah ya.. anak sultan, biarpun masih SD udah punya hp sendiri😁...