Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Pengunduran Bella


__ADS_3

"Sayang... maafkan aku. Aku percaya padamu. Tapi di sana bukan hanya aku tapi ibu ibu itu, pengunjung dan pasien lainnya. aku hanya ingin kamu minta maaf kepada Bella tadi agar ibu ibu itu tidak membicarakan hal buruk tentang kamu" jelas Zidan.


"Iya aku tau, maafkan aku. Ternyata mereka benar, aku memang tidak pantas untuk mu" lirih Dita.


"Sayang... jangan bicara seperti itu. Kamu sangat pantas untuk ku yang banyak kekurangan ini. Aku janji akan mencari bukti nya untuk menunjukkan bahwa istriku tidak bersalah" Zidan mendekap tubuh Dita.


"Siapa yang akan membuktikan nya? di sana cctv nya rusak tidak ada yang tau pertengkaran tadi itu"


"Iya aku tau, tapi aku akan melakukan apapun untuk menemukan kebenaran nya. Sekarang cerita kebenaran nya" pinta Zidan.


Dita menceritakan semuanya apa yang terjadi padanya. Zidan benar benar marah, ia merasa bersalah tidak dapat membela istrinya tadi. Zidan memeluk Dita dan melayangkan ciuman mesra di kening istrinya.


"Akan aku temukan buktinya. aku akan membuktikan bahwa istriku tidak bersalah Bella. Berani sekali kamu kurang ajar dengan istriku" geram Zidan dalam hati. Ia semakin mendekap tubuh Dita dengan erat.


"Sayang.. aku ingin bertanya, apa selama kamu ke kantorku, kamu selalu di ganggu oleh Bella?" tanya Zidan setelah pelukan itu terlepas.


Dita mengangguk. "Dia mengatakan hal buruk pada mu?" tanya Zidan.


Dita mengangguk. "Pertama kali aku kesini ketika dulu kamu memaksa aku mengantar makan siang, dia memang tidak menyukai diriku. Untungnya hari itu ada dokter Kevin yang menolong sehingga Bella tidak memiliki kesempatan untuk menyakitiku" Zidan memicingkan matanya mendengar nama Kevin di sebut, secara Kevin adalah mantan rivalnya.


"Kali kedua aku kesini Bella selalu mengancam aku untuk menjauhi kamu. Tapi aku hanya mendengarkan tanpa menanggapi ucapan nya. Untuk yang ketiga kalinya dia juga mengatakan bahwa aku yang telah merebut kamu dari dirinya. Aku telah menghancurkan kebahagiaan dirinya"


"Percaya diri sekali dia itu. Ingin rasanya aku menjambak rambut nya itu" ujar Dita dengan geram dan kesal.


"Kenapa selama ini kamu diam tidak memberitahu aku sayang?" tanya Zidan.


"Aku tidak ingin menganggu mu, aku tidak ingin hanya gara gara itu aku merusak nama baik mu" lirih Dita.


"Sayang.. kamu sangat baik hati. Maafkan aku, aku bersalah padamu. Akan aku buktikan semuanya. Kenapa Bella sekejam itu, padahal selama ini dia baik baik saja" ujar Zidan tak habis pikir.


"Jelaslah.. dia mencintai kamu" ujar Dita cemberut.


"Sayangku kalau cemburu bikin gemas" ujar Zidan.


"Siapa tidak cemburu suamiku sendiri masih ada yang menggilai meskipun ia sudah menikah. Dasar wanita itu tidak tau malu" geram Dita.


Zidan tersentak melihat sisi kegarangan istrinya.


"Benar sayang.. di memang tidak tau malu" saut Zidan.


"Tapi apa mungkin aku terlalu tampan ya makanya dia masih mengejar ku" Zidan menggelembung pipinya menahan tawa melihat wajah kesal istrinya.


"Ish... Zidan..." Dita mencebik bibirnya.


"Hehe... aku hanya bercanda sayang.." ujar Zidan menarik tubuh Dita lalu mendekapnya kembali.


"Bunda.. apa sudah selesai?" tanya Zifa yang sudah keluar dari kamar Zidan di ikuti Zafa di belakangnya.


"Eh.. anak bunda.. sudah sayang. Sekarang kita makan dulu ya. Kalian pasti lapar kan?"


"Ayok mari duduk di sini" ajak Zidan pada kedua putrinya kembar nya.


Twins Z mendekati dan menjatuhkan bokong nya di samping Zidan dan Dita. Lebih tepatnya mereka di tengah tengah Zidan dan Dita.


"Makan yang banyak sayang" ujar Zidan.


"Iya ayah.. " balas keduanya.

__ADS_1


Keluarga kecil itu menikmati makanan mereka dengan nikmat. Sesekali di bubuhi dengan canda tawa mereka.


Tak lama kemudian Dita dan sikembar pamit pulang. Mereka sudah cukup lama berada di rumah sakit, dan juga si kembar belum menggantikan baju sekolah nya. Si kembar juga sudah mengantuk.


Zidan dengan berat hati merelakan kepergian Dita dan si kembar.


Zidan kembali ke ruangannya. Tak lama di ketuk pintu ruangan itu oleh seseorang.


Tok


Tok


Tok


Zidan mempersilakan masuk. Ternyata dokter Damian yang berstatus dokter bedah dan juga ia merupakan kaki tangan Zidan.


Dokter Damian tidak sendirian, ada seseorang office girl di sampingnya.


"Ada apa Dam?? apa kamu sudah menemukan bukti sesuatu?" selidik Zidan.


"Untuk cctv nya memang tidak ada tuan, tapi untung nya ada rekamannya" ujar Damian membuat Zidan berdiri dari duduknya.


"Maksud mu?" tanya Zidan.


"Silahkan kamu tunjukkan video nya pada dokter Zidan" ujar dokter Damian pada Office girl itu.


"Baik pak" balasnya.


Office girl itu memutarkan videonya yang berada di ponselnya. Tidak hanya satu tapi banyak Video di sana.


Zidan di buat geram dengan video itu. Ia meminta Office girl itu mengirimkan video itu pada Damian dan dirinya.


Bukan apa, Zidan hanya takut nanti office girl itu yang mendapatkan masalah nya.


Zidan berjalan cepat menuju ruang seseorang. sepanjang perjalanan ia mengepalkan tangannya, ia sangat geram menahan amarahnya.


Sekejam itu kah Bella terhadap istrinya, apa salah istrinya. Semua pemikiran itu berkelana di kepalanya.


"Dimana Bella?" tanya Zidan penuh amarah.


"Dokter Bella sedang memeriksa pasien dok, sebentar lagi ia kembali"


"Setelah itu suruh dia ke ruangan ku dengan cepat" tegas Zidan.


Perawat itu merasa takut. Mereka sudah lama tidak melihat sisi iblis dari diri Zidan. Sejak. Zidan kembali dengan Dita membuat kehidupan perawat di sana sedikit damai.


Tapi sekarang sepertinya Zidan sangat sangat marah besar.


"Baik dok.." balas dua perawat itu dengan terbata bata karena takut.


Tok


Tok


Tok


"Masuk.." ujar Zidan

__ADS_1


"Ada apa Zidan.. kenapa kamu memanggil ku" ucap Bella. Mereka akan bicara seperti itu jika hanya berdua, tidak ada embel embel dokter di sana.


"Sekarang jelaskan padaku, kenapa kamu melakukan semua ini?" tanya Zidan dengan tegas.


"Melakukan apa Zidan?"


"Apa yang kamu lakukan terhadap istriku?" tanya Zidan langsung ke inti.


"Maksudmu apa? aku melakukan apa? kan aku sudah mengatakan tadi kepadamu kalau hanya salah paham saja" jelas Bella.


"Tak usah berasalan denganku. Aku tau apa yang kamu katakan pada istriku sehingga istriku dengan lancangnya menampar kamu" ucap Zidan membuat Bella menelan ludahnya dengan kasar.


"Kenapa kamu mengungkit nya lagi? tadi istrimu sudah mengatakan bahwa semuanya salah" saut Bella.


"Kamu kira aku percaya begitu saja? aku sudah mendapatkan buktinya" ujar Zidan seringai tipisnya.


"Bukti?? bukti apa??" tanya Bella gelagapan.


"Bukti video kalau kamu duluan yang menyakiti istriku. Mari aku tunjukkan" ujar Zidan memperlihatkan pada Bella video yang dia dapat dari office girl itu.


Bella membulat mata nya dengan sempurna.


"Kenapa?? kamu terkejut?? kamu tidak menyangka bahwa aku bisa menemukan bukti?" Zidan menaikkan alisnya.


"Bukan hanya tentang tadi Bel, kamu juga berkali-kali ingin mencelakai istriku" ujar Zidan memperlihatkan beberapa video bukti bahwa Bella sering merundung istrinya.


"Zidan.. aku bisa menjelaskan semuanya"


"Tidak ada yang perlu kamu jelaskan lagi, aku sangat kecewa padamu. Dengan teganya kamu mengatakan hal fitnah seperti itu pada istriku. Aku sungguh menganggap kamu teman yang baik Bella, Tapi kamu mengecewakan aku.


Istriku tidak pernah mengatakan apa pun padaku tentang kejadian itu. Dia sangat takut aku bertindak gegabah hanya karena dirimu.


Aku kecewa Bella sama kamu. Apa salah istriku padamu" lirih Zidan.


"Zidan.. dengarkan aku dulu.."


"Tidak Bella.. sekarang keputusan ada di tangan mu. Kamu mengundurkan diri secara sukarela atau aku memecat mu secara tidak terhormat" ujar Zidan dengan tegas.


"Tidak.. Zidan.. aku tidak ingin berhenti bekerja" Bella mencoba meyakinkan Zidan.


"Aku tidak mau tau, aku ingin kamu memilih salah satunya" tekan Zidan kembali.


Bella dengan genangan air matanya. "Aku akan mengundurkan diri secara sukarela" pilih Bella.


Hari itu juga Bella meninggalkan ruangannya. Banyak perawat bertanya apa yang terjadi. Tapi mereka tidak menemukan jawabannya.


Mereka kaget mendengar bahwa Bella mengundurkan diri nya.


"Selamat tinggal Zidan.. kamu tunggu saja. Aku tidak akan tinggal diam Dita" gumam Bella sebelum meninggalkan rumah sakit itu.


...****************...


...Terimakasih banyak atas dukungannya untuk kisah ini 😍😊 ikuti terus ya kelanjutannya πŸ˜ŠπŸ€—...


Jangan lupa untuk boom


Like

__ADS_1


Komentar


and Vote πŸ˜‰πŸ™


__ADS_2