
Setelah sebulan yang lalu Vina melahirkan hari ini juga mereka akan meninggalkan mansion itu. Hari ini menjadi sahnya mereka melepaskan gelar istri dan menantu Malik.
Semua berkumpul di ruang keluarga. Tuan besar Malik membawa surat cerai yang harus di tandatangani oleh para menantu nya.
Ada perasaan tidak tega di hati tuan Malik. Tapi melihat wajah ketiga putranya biasa saja, seakan menunggu saat ini datang. Tuan Malik tetap dengan perjanjian nya.
Para menantu menatap sedih surat itu. Mau tak mau surat cerai harus di tandatangani. Sebelum mereka menandatangani mereka melihat suaminya masing-masing. Suami mereka seakan acuh tak acuh. semakin membuat mereka yakin bahwa perceraian ini sangat di nantikan dan tidak ingin berhubungan dengan mereka lagi.
Uang yang di janjikan oleh tuan Malik di berikan secara cash. Awalnya Tuan besar Malik ingin memberikan berupa kartu saja.
Tapi mereka menolak karena alasan mereka tidak mau saja. Padahal mereka benar ingin menghapus jejak penggunaan. Jika menggunakan kartu maka akan ada jejak penggunaan jika suatu saat suami mereka mencari nya.
Sebelum benar-benar pergi mereka meminta izin untuk menemui sang anak. Tuan besar Malik mengizinkan.
🌸
Baby Zico
"Sayang.. bunda pergi ya. Jadilah anak yang baik. Tumbuh lah dengan baik. Bunda sayang sekali dengan Zico" tangis Dita pecah menatap wajah anaknya yang sedang di gendong nya.
"Maafin bunda ya. Bunda terpaksa melakukan semua ini. Tidak apa Zico membenci bunda, bunda bisa terima kok nak" Dita membelai wajah sang anak. Dita bertubi-tubi menciumi wajah anak tampannya sembari menangis.
Dita memotret wajah sang anak agar di ingat nya. Dita juga mengambil foto pernikahan nya di dalam rak meja yang tidak pernah Zidan tau keberadaan foto itu.
Dita tidak ingin berlama-lama di kamar anak nya. Ia takut nanti malah tidak bisa untuk pergi jauh dari sang anak. Dita kembali memberikan baby Zico ke pengasuh baru yang berkerja.
"Jaga anak ku ya bik" ucap Dita.
"Iya non" balasnya.
Dita berlalu pergi dan menutup kamar sang bayi. Melangkah keluar menemui suaminya dan mertua yang ada di ruang keluarga.
🌺
__ADS_1
Baby Jeno
"Sayang anak Mommy baik baik disini ya. Mommy harus pergi hari ini. Mommy minta maaf karena harus meninggalkan kamu. Mommy janji jika di suatu saat nanti kita bertemu kembali mommy akan berjuang memeluk mu lagi sayang. Jadi anak yang baik ya, buat Daddy bangga." tutur Tika menangis, menciumi wajah baby Jeno. Tika juga tidak lupa memotret wajah sang anak untuk di jadikan ingatan dalam memori nya.
Tika berlalu pergi dari kamar sang anak. baby Jeno telah di temani oleh pengasuh barunya.
Tika berjalan menuju lantai bawah tempat semua berkumpul. Dalam perjalanan Tika menghapus air matanya.
🌼
Baby Dani
"Mama pergi ya sayang. Mama minta maaf tidak bisa membawa mu pergi dengan mama. Mama hanya bisa membawa Kakak mu saja. Kamu di sini baik baik ya. Mama harap suatu saat nanti kita bisa bertemu kembali meskipun kamu tidak tau siapa Mama. Mama minta maaf selama ini belum bisa menjadi Ibu yang baik untuk kamu sayang. Mama tetap sayang kok sama kamu, kamu tetap anak Mama sampai kapanpun" ujar Vina menitihkan air mata nya.
Hati Vina merasakan sesak yang luar biasa. merasakan nyilu yang tak bisa di katakan. Vina merasakan rasa bersalah yang luar biasa. Ibu mana yang tidak merasa bersalah meninggalkan sang anak yang sangat di sayangi.
"Mama harap kamu jadi anak yang baik. Nurut sama papa, gk ngerepotin Oma dan opa ya. Setelah mama pergi jaga papa ya sayang" lanjut Vina yang masih menangis dan menciumi setiap inci wajah baby Dani.
Setelah beberapa menit. Tangisannya mereda, Ia harus cepat pergi dari rumah ini. Vina berlalu pergi meninggalkan sang anak yang sedang terlelap dan membawa foto anaknya yang telah ia bingkai.
"Ibu.. Dita minta maaf ya jika selama Dita disini malah ngerepotin ibu. Dita berterima kasih karena Ibu sudah mau menerima keberadaan Dita." ujar Dita menangis memeluk sang ibu mertua. Ibu membalas pelukan Dita. Dita menguraikan pelukan nya.
"Vina juga ya buk. Maaf kan Vina dan terimakasih atas kasih sayang ibu" tutur lembutnya. Ibu tak kuasa membalas ucapannya hanya bisa mengangguk dan memeluk menantu nya.
"Tika juga buk. Tika sangat berterima kasih kepada ibu. Selama ini Tika telah di perlakukan dengan kasih dan sayang ibu. Terimakasih banyak buk" ujar Tika memeluk ibu.
"Jaga diri kalian ya di sana. Ibu harap bisa bertemu lagi dengan kalian. Meskipun kalian bukan menantu ibu lagi, Ibu tetap menyayangi kalian seperti ibu menyayangi anak ibu." ujar Ibu dalam tangisannya.
Mereka hanya mengangguk dan kembali memeluk ibu secara bersamaan. Setelah dirasa puas mereka melepaskan.
Ibu senantiasa mengantarkan menantu nya menuju pintu depan rumah nya.
Sebelum para menantu berpamitan kepada sang ayah mertua. Mereka juga berpamitan dengan mantan suami nya.
__ADS_1
"Mas.. aku pergi ya. Terimakasih" Ujar Dita tersenyum kearah Zidan. Zidan ingin memeluk Dita tapi ia tidak bisa. Zidan hanya mengangguk dengan wajah datarnya.
"Aku pergi juga ya mas. Jaga diri dan anak kita" tutur Vina.
Nyessss
Hati Ryan terasa sangat sakit. Tapi tidak membuat ia ingin mempertahankan Vina disisi nya. Ryan juga hanya mengangguk menanggapi ucapan Vina.
"Gua pergi dulu ya. Gua harap lu bahagia. Jaga anak gua" Ucap Tika biasa saja, ia tidak ingin menampakkan kesedihan.
Angga tertegun dan tak lama membalas Tika.
"Iya gua tau" balas Angga singkat. Angga merasa sedikit kehilangan Tika. Tapi ia kembali memperlihatkan wajah yang biasa saja dan kembali duduk di sofa di ruangan itu.
Setelah berpamitan mereka akhirnya memasuki taxi yang sudah di pesan. Melambaikan tangan ke arah sang ibu. Ibu membalas nya dengan masih menangis.
Setelah mereka pergi. Ibu menutup pintu kembali. Ibu menghapus air matanya dan kembali seperti sedia kala.
Ibu tidak menghiraukan keberadaan suami dan putranya. Ibu langsung melangkah kan kakinya menuju kamar. Ibu masih sakit hati dengan sikap sang suami dan putranya.
Ibu sungguh tidak menyangka bahwa ini akan terjadi juga. Ibu sangat kecewa dengan empat laki laki yang ada di rumah itu. Ingin rasanya ibu ikut dengan menantunya. Tapi ibu tak kuasa karena cucu cucu nya membutuhkan kekuatan dari ibu untuk bertahan dalam keegoisan ayah mereka.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
...Sungguh tragis perjalanan pernikahan mereka ðŸ˜ðŸ˜...
...Tetap semangat ya kakak kakak ku💪🤧...