Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Berbeda


__ADS_3

"Aku seperti Dejavu" ucap Dita.


Dita sangat takjub melihat pemandangan dalam kamar hotel tempat mereka menghabiskan malam setelah kembali menjadi sepasang suami istri.


"Beda dong sayang, dulu tanpa cinta sekarang aku membawa cinta untukmu" ucap Zidan memeluk tubuh Dita dan mengecup tekuk Dita dengan sayang.


"Jangan gitu Zi, aku kegelian"


Zidan tak menggubris perkataan Dita ia kembali mengecup dan menggigit bahu Dita yang terbuka.


"Zi...." ucap Dita.


Zidan kembali mengecup. "Jangan panggil Zi, Zidan,, panggil aku honey, Abang, atau sayang, Mas juga boleh". ujar Zidan.


Dita tertawa. "Gk mau, aku gk biasa Zi"


"Harus mau pokoknya, jika kamu panggil nama lagi aku akan menghukum mu" ucap Zidan dengan seringai nakalnya.


"Ish....kau ini" Zidan mencium bibir Dita.


Zidan ******* bibir indah Dita. Dita terhanyut dalam beberapa saat sebelum kesadaran nya muncul kembali.


"Zi... nanti kelewatan" ucap Dita setelah berusaha melepaskan ******* bibir Zidan padanya.


Zidan menatap Dita berkabut gairah dengan nafas yang masih naik turun.


"Aku masih belum bisa. Maaf..." ucap Dita tidak tega.


Zidan tersenyum hangat, ia mencium puncak kepala Dita.


"Tidak apa... Bagus tadi sayang mengingatkan aku, kalau tidak ya gk tau" canda Zidan.


Dita memukul lengan Zidan dengan manja. Zidan memicingkan matanya kemudian tertawa.


"Aku ke kamar mandi dulu, sayang duduk di sini saja" ujar Zidan menuntun Dita untuk duduk di tepi ranjang.


Dita mengangguk kan kepalanya. Ia menatap Zidan yang menjauh darinya dan berlalu masuk ke kamar mandi.


"Semoga ini menjadi pernikahan yang terakhir di hidupku. Aku tidak ingin kejadian dulu terulang kembali. Aku sangat takut" harap cemas Dita.


Mereka tidur dengan Zidan memeluk Dita dari samping dan meletakkan wajahnya di ceruk leher Dita.


*


"Sayang..." panggil Vina di kamar mandi hotel.


"Iya" saut Ryan masih memainkan benda pipih nya.


"Tolong bantu aku buka gaunnya" pinta Vina dengan memekik.


Ryan mendengar permintaan Vina langsung tersenyum lebar, ia mulai memikirkan pikiran pikiran kotor nya.


Ryan bergegas menuju kamar mandi. "Aku masuk ya" ujar Ryan ketika hendak membuka handle pintu kamar mandi.


Ryan membeku melihat penampakan Vina dari belakang saja membuat junior nya ingin keluar membantu Vina.


"Tolong turunkan resleting nya, aku tidak bisa menggapai nya" pinta Vina.


Ryan terdiam sejurus kemudian ia mendekati Vina dan mulai menurunkan resleting gaun pernikahan mereka.

__ADS_1


Ryan membuka perlahan resleting gaun yang dikenakan Vina. Resleting telah turun, Ryan tidak langsung keluar tapi ia tertegun menatap punggung putih mulus istrinya.


"Terimakasih" ujar Vina.


Vina melihat kebelakang, ia heran dengan tatapan Ryan.


"Kamu kenapa?" tanya Vina melambaikan tangannya di depan muka Ryan.


"Eh.. gk apa kok yang" balas Ryan.


"Kamu keluar dulu, aku mau ganti baju" ujar Vina.


"Aku di sini saja sama kamu, mungkin nanti kamu butuh bantuan ku sayang untuk membuka gaun mu ini" kilah Ryan.


Vina memicingkan matanya kemudian ia menyadari bahwa suaminya itu sedang menunggu waktu buka puasa bersama dengan nya.


"Tidak perlu sayang, kamu tunggu aku di ranjang saja" pinta Vina.


Vina mendorong lembut tubuh Ryan. Ryan terdorong keluar dari kamar mandi sebab ia terlena dengan ucapan manja Vina dan sentuhan Vina.


Vina langsung menutup pintu kamar mandi kembali setelah Ryan keluar.


"Dia itu benar benar, jika aku membiarkan dirinya di sini tadi. Bisa bisa malam kedua kami malah di kamar mandi" gumam Vina.


Vina segera membersihkan diri dari lelahnya acara pernikahan tadi.


Ryan duduk kembali di sofa kamar hotel tersebut sembari menunggu kedatangan istrinya ia memainkan ponselnya sekaligus menghilangkan sejenak pikiran kotornya.


Ia menelpon Dani dan Daisya yang berada di mansion bersama Ayah, ibu Malik dan juga Tania.


Tak lama berselang Vina keluar dari kamar mandi. Ryan melirik Vina dan kembali menelan saliva dengan berat. Tiba-tiba nafasnya tertahan melihat penampilan Vina yang hanya menggunakan bathrobe dan handuk kecil membungkus rambutnya yang basah.


Ryan mendekat dan langsung mencium bibir Vina dengan kunyahan dalam. Vina membalas nya.


"Mandi dulu, nanti kita lanjutkan. Kamu pasti gerah kan" ucap Vina setelah tautan bibir itu lepas.


"Kamu sudah janji sayang,, jangan ingkari" ucap Ryan. Vina mengganguk kepalanya.


Ryan berlarian ke kamar mandi dan segera membersihkan diri dengan cepat.


Setelah beberapa menit Ryan keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggangnya.


Ryan melihat Vina yang masih memakai bathrobe yang duduk membelakangi dirinya.


"Seperti nya istri ku sudah siap" batin Ryan.


"Sayang... " suara berat Ryan di telinga Vina.


Ryan meletakkan wajahnya di ceruk leher Vina. Ia menghirup aroma tubuh sang istri. Ryan memeluk Vina dan mulai tangan nakal nya menjelajah masuk di balik bathrobe Vina.


Vina membiarkan Ryan melakukan hal itu. Vina tau sekarang dirinya sudah bersuami jadi sudah sepantasnya dia melakukannya hal tersebut.


"Yang... kita buat adik twins D ya" ucap Ryan masih mengecup leher Vina.


Vina mengganguk kepalanya dengan malu. Ryan membalikkan tubuh Vina sehingga berhadapan dengan nya.


"Kamu mau kan sayang" ujar Ryan mengecup punggung tangan Vina.


"Iya" cicit Vina dengan muka memerah.

__ADS_1


Ryan memulai aksinya dengan menciumi bibir Vina dengan sangat dalam. Ia turun mengecup leher Vina dan memberikan tanda kepemilikan disana.


Vina juga menikmati sentuhan Ryan pada tubuhnya. Ryan menuju bukit kembar milik istri nya yang memiliki proporsi lebih berisi dari tujuh tahun lalu.


Setelah melakukan pemanasan, Ryan menyatu dengan sang Istri setelah ia mendapat kata setuju dari isterinya.


...Dah... gitu aja yaπŸ™ˆ author gk tau mau tulis apa.....


"Kamu tidur di sofa, aku di kasur" ucap Tika.


"Kok gitu yang, kita kan udah menjadi suami istri jadi tidurnya bersama" balas Angga.


"Gk.. aku gk mau dekat sama kamu. Nanti kamu macam macam padaku" ucap Tika kembali.


"Kan kita suami istri, sah sah saja kalau aku macam macam sama kamu" saut Angga.


"Gk.. pokoknya aku gk mau" kekeh Tika.


Angga merasa panas mendengar penolakan Tika. Ia sekarang masih berusaha mengendalikan sang adik kecil yang sudah mulai meronta ronta.


"Kenapa? kamu takut padaku karena hal yang kemarin itu?" ucap Angga meninggikan suaranya.


"Kenapa kamu berteriak padaku?" balas Tika tak kalah emosi.


Angga mengusap kasar wajahnya. Ia bersalah meninggikan suaranya pada istri nya.


"Yang.. maafkan aku" ucap Angga bersalah.


Tika memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Kita tidur di ranjang yang sama aja ya, aku janji aku gk ngapa ngapain sayang kok" pinta Angga dengan lembut.


Tika berpikir lama. "Baiklah.. tapi janji ya hanya tidur, tidak ada acara peluk pelukan dan sebagainya" ucap Tika memperingati.


"Iya.. janji" balas Angga mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah membentuk huruf V di udara.


"Tapi aku boleh minta satu ciuman gk sebelum tidur" pinta Angga penuh harap.


Tika menatap tajam kearah Angga. "Gk jadi yang, kalau kamu gk mau gk apa" ucap Angga setelah mendapatkan tatapan sangar istri nya.


Angga hendak menuju ranjang untuk tidur tiba-tiba Tika menarik tangan Angga dan melabuhkan ciuman romantis pada Angga.


Angga membola matanya. Mendapatkan sinyal Tika ingin mengakhiri ciuman mereka. Angga langsung menahan leher Tika dan memperdalam ciuman itu.


Mereka akhirnya tidur tanpa ada pelukan seperti perjanjian sebelumnya.


...****************...


... Author kembali πŸ˜€πŸ˜€ maafkan author karena kesibukan tidak bisa upπŸ™ ...


...Terimakasih pada reader yang masih setia menunggu cerita ini, love you 🌹...


Jangan lupa


Like


Komentar


and Vote πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2