
Malam hari di kamar Tika. Anak Tika menangis mau tak mau Tika harus bangun dan membuat membuat susu untuk sang anak.
Semenjak menjadi ibu Tika meminta agar hanya dia yang akan merawat sang anak sebelum mereka berpisah.
Begitu juga dengan Dita, ia tidak ingin sang anak di berikan pengasuh sebelum dia keluar dari rumah.
Di sisi ranjang terlihat Angga sedang memperhatikan istri nya yang sedang telaten membuat kan susu anak nya.
Bukannya Angga tidak mendengar tangisan sang anak tapi Tika menyuruh nya tidur kembali karena besok Angga ada kuliah pagi. Tika takut Angga akan kelelahan di perkuliahan nya karena harus menjaga sang buah hati.
Saat memperhatikan istri nya Angga sedikit mengingat kembali ucapan ibu tentang kasih sayang ibu terhadap anaknya. Ada rasa bersalah yang bersarang di hati Angga.
Angga takut akan kesedihan sang anak. Tapi Angga juga tidak bisa mempertahankan pernikahan ini.
Tak lama Angga mencoba untuk tidur kembali dan ia pun kembali terlelap.
"Sayang mommy.. tidur ya, kasian Daddy nanti terganggu tidurnya karena tangisan mu sayang" ujar Tika menggendong sang anak agar tidak menangis.
Baby Jeno seakan mendengar ucapan sang mommy ia langsung terdiam dari tangisnya dan kembali menyedot susu dari botol susu nya.
"Sayang.. mommy sangat menyayangi kamu. Meskipun mommy jahat karena akan meninggalkan kamu. Yakinlah sayang setiap doa mommy, mommy harap kamu bahagia. Mommy minta maaf sayang. Mommy memang bukan seorang ibu yang baik untuk mu. Mommy janji sebelum mommy pergi dari kehidupan kamu dan Daddy mommy akan menjadi ibu yang senantiasa untuk kamu sayang dan tidak akan pernah mengabaikan kamu" batin Tika.
"Jadilah anak yang pintar seperti Daddy ya. jadi lah anak yang baik dan senantiasa tidak membuat kerepotan Oma. Mommy janji jika di masa depan mommy di berikan kesempatan mommy akan mencari mu dan mommy akan membuat kita bersama lagi. Mommy harap kamu tidak membenci mommy ya nak ya. Jika nanti Daddy punya istri baru semoga kamu terima dengan baik ya. Dan mommy doa semoga istri Daddy masa depan mau menerima kamu sayang" batin Tika menangis. Tika menantap anak dengan air mata yang jatuh di pipinya.
Putranya itu sangat tampan dan sangat mirip dengan sang Daddy. Wajah Tika hanya ada pada bagian mata dan alis nya. Sedangkan yang lainnya seperti kopian wajah sang Daddy.
Tika merasa takdir memang mempermainkan dirinya. Ia harus memilih di antara pilihan yang berat. Ia tidak bisa memilih salah satunya. Tapi keadaan memaksa untuk memilih salah satu dan meninggalkan luka untuk yang lainnya.
Tika meletakkan baby Jeno di box bayi nya. Tika tersenyum melihat sang anak kembali terlelap. Tika mendekat keranjang dan membaringkan dirinya.
Tika menghadap kesamping sehingga berhadapan dengan Angga yang sedang tertidur. Tika tau Angga mulai risih dalam tidurnya karena Tika biasanya memeluk Angga sehingga Angga akan tidur nyenyak.
Tika mendekat dan mulai memeluk Angga. Dalam tidur Angga merasakan kenyamanan seakan tidak ingin kenyamanan itu hilang Angga memeluk istrinya dengan erat.
"Jika gua gk di sisi lu lagi semoga lu baik baik aja. Gua harap lu jaga anak kita ya. Dan jika suatu saat lu nikah lagi gua harap lu menemukan wanita yang sepenuhnya menerima anak kita. Gua harap lu mau mempertimbangkan kebahagiaan anak kita sebelum lu mencari kebahagiaan yang lain"
__ADS_1
"Gua akan tetap dengan hidup gua. Jika suatu saat anak kita mempertanyakan tentang gua. Lu tidak usah cerita anggap saja gua udah gk ada lagi. Gua gk mau anak kita terluka terhadap perpisahan kita"
"Gua cuma mau bilang terima kasih sudah mau menerima gua selama ini. Gua minta maaf jika selama ini gua hanya bikin kesel, marah dan suka ngajak debat sama lu. Gua seperti nya udah jatuh cinta sama lu. Tapi gua sadar gua gk pantas untuk dirimu Angga" batin Tika.
Tika tersenyum hangat melihat Angga damai dalam tidurnya. Tika mengeratkan pelukannya dan mencoba untuk tidur kembali.
ππππ
Dua hari berlalu setelah kejadian sedih mereka. Hari ini Vina mulai merasakan mulas tapi ia menangkis nya. Rasa sakit nya hilang timbul.
Ryan melihat raut wajah Vina yang memucat. Ryan mendekati istri nya.
"Kamu kenapa?? kok wajah kamu memucat seperti sedang menahan sakit" Ujar Ryan menatap istri nya.
"Gk apa apa mas. Hanya sedikit mulas saja" balas Vina.
"Beneran tidak apa apa?" tanya Ryan dengan wajar khawatir.
"Iya mas" Jawab Tika tersenyum. Ryan membalas senyuman itu dengan tersenyum tipis.
Ada perasaan senang di hati Vina melihat kekhawatiran dan perhatian Ryan padanya. meskipun perhatian itu hanya untuk anak semata.
Sudah seminggu ini Ryan tidak ikut campur urusan kantor. Untuk kuliah Ryan sudah mengambil cuti dari kemarin. Ryan ingin menemani istrinya yang akan melahirkan putranya.
Sampai detik ini Ryan tidak tau kalau ia memiliki anak kembar. Vina betul betul menutup itu semua. Vina mengatakan bahwa orang tuanya juga seperti dirinya. Yaitu hamil satu anak tapi seperti anak kembar.
Besok paginya Vina merasakan mulas kembali dan rasanya jauh berkali kali sakit dari kemarin. Vina rasa ia akan melahirkan. Tapi tak lama sakit itu hilang lagi.
Ia mencoba untuk duduk dan bersandar di ranjang. Ia melirik jam baru menunjukkan jam 8 pagi. Rasa sakit itu datang lagi tapi tak lama hilang lagi.
Melihat ke samping Ryan masih terlelap. Ryan telat tidur semalaman karena ia mengusap perut Vina. Anaknya mulai rewel di dalam perut istrinya sedangkan Vina terlihat sangat mengantuk makanya Ryan yang mengelusnya agar sang anak kembali diam.
Tak lama Vina meringis kesakitan kembali dan rasanya jauh lebih sakit.
"Aaaahhh... mas.." Vina menarik lengan sang suami.
__ADS_1
Merasakan ada yang menarik lengannya Ryan terbangun dari tidurnya.
"Kenapa Vin?? sakit lagi?" tanya Ryan khawatir.
"Iya mas.. rasanya aku mau melahirkan " jawab Vina lemah.
"Apa!!" pekik Ryan.
"Kita ke rumah sakit ya Vin" ujar Ryan kembali panik.
Vina hanya mengangguk. Ryan langsung menggendong istri nya dan memanggil sang ibu.
Untuk ketiga kalinya rumah itu kembali riuh karena teriakkan penghuninya. Kemarin karena Dita melahirkan Zidan berteriak keras, Angga juga berteriak karena Tika melahirkan sekarang Ryan juga berteriak disebabkan istrinya yang ingin melahirkan.
Sesampai di rumah sakit. Baby Jeno dan Baby Zico di gendong sang ayah. karena ibu mereka di panggil ke ruangan bersalin Vina.
Ryan sangat panik. Ryan kembali mengingat raut wajah Vina yang menahan sakitnya. Ryan mondar mandir karena panik. Ryan juga marah karena dokter tidak memperbolehkan dia masuk keruangan Vina.
Tapi malah Dita dan Tika yang di panggil dokter untuk masuk keruangan. Sengaja Vina memanggil mereka agar mereka bisa menjalankan rencananya. Seakan mendapatkan izin yang maha Kuasa. Vina lebih dulu melahirkan anak yang perempuan sehingga mereka tidak terlalu kesusahan membawa sang anak.
Setelah anak perempuan itu di lahir kan Tika langsung memanggil teman nya yang akan menolong mereka untuk membawa sang anak. Sang anak berhasil keluar dari ruangan. Tika dan Dita juga keluar dan sekarang menyuruh Ryan untuk masuk keruangan untuk menemani Vina melahirkan.
Tak lama Ryan masuk lahirlah seorang bayi laki yang keseluruhan wajahnya mirip dengan Ryan.
Ryan sangat bahagia melihat putranya. Ryan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada Vina. Vina hanya mengangguk dan tersenyum.
Putra Ryan di beri nama Dani Adrian Malik. Zidan dan Angga juga membawa bayinya sembari memperlihatkan anak anak mereka kepada adik sepupu mereka. Mereka juga kagum dengan wajah baby Dani.
Vina terlihat tidak tenang, ia masih kepikiran dengan anaknya yang satu lagi. Padahal di sana ada Dita yang melihat anak Vina setelah di bersihkan. Dita sangat kagum dengan wajah cantik bayi perempuan itu. Wajahnya sangat cantik dan juga sangat mirip dengan wajah Ryan tidak ada celah untuk wajah Vina di wajah bayi cantik itu.
Sedangkan Tika kembali ke suaminya. Biar Dita yang di sana agar tidak menimbulkan kecurigaan. Baby Zico masih dalam gendongan sang ayah.
Melihat kepanikan Vina. Tika membisikkan sesuatu ke Vina bahwa anaknya sehat dan baik baik saja. Vina merasa sedikit lebih tenang karena Tika menyemangati diri nya.
...****************...
__ADS_1
... Mereka akan berpisah π’π...