Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Curhat Tiga Ceo


__ADS_3

Dimas masih di ruangan Angga melanjutkan obrolan mereka.


"Ada hubungan apa antara mereka?"


"Yang gue tau ni bos mereka memanggil nona Dita dengan sebutan bunda"


"Apa!! bunda??"


"Iya bos"


"Jadi kemungkinan besar itu anak bang Zidan dong"


"Iya bos gue juga belum bisa memastikannya sih, tapi wajah mereka sangat mirip dengan pak Zidan bos, memang miniatur pak Zidan tapi versi perempuan" Angga menjelaskan.


"Hmmm... seperti nya benar"


"Jika benar itu anak bang Zidan, maka Tika pasti tau karena mereka kemungkinan masih tinggal bersama dan juga berarti bahwa kak Dita tau kemungkinan anak laki-laki yang bernama El itu" batin Angga.


"Oh iya Dimas, gue juga punya tugas buat Lo, gue ingin Lo menyelidiki semua hal yang berkaitan dengan Tika" ucap Angga.


"Ini untuk membuktikan bahwa dugaan gue benar mereka masih tinggal di rumah yang sama dan membuktikan bahwa Tika sudah menikah lagi atau tidak" batin Angga


"Kenapa memang nya bos ingin menyelidiki semua tentang sekretaris bos?" Dimas menautkan kedua alisnya.


"Kemarin gue gk sengaja mengangkat telponnya saat Tika ke kamar mandi, di seberang sana ada suara anak kecil yang memanggil Tika dengan sebutan mommy dan nama anak itu El kalau gk salah ingat" jelas Angga.


"Apa!! El!! itukan nama anak yang kemarin bicara dengan ku di taman dan bersama nona Dita. Jika El itu yang di maksud kan si bos maka kemungkinan besar anak itu juga anak si bos soal nya muka anak itu juga mirip dengan si bos. Tapi bagaimana bisa anak itu dengan nona Dita apa jangan-jangan selama ini nona Dita, Tika dan Vina tinggal bersama?" Dimas bergulat dengan pikiran nya.


Angga melihat Dimas seperti sedang berpikir keras.


"Kau ini kenapa sih Dimas? gue lagi bicara malah diam"


"Eh.. maaf bos.. baiklah gue akan menyelidiki apa yang bos minta" ujar Dimas dan berlalu pergi dari ruangan Angga.


......................


Malam hari di mansion ke tiga putra tampan sedang menikmati makanan yang tersaji. Ke tiga putra tampan dan ayahnya makan dengan diam tidak berdentum sedikit pun.


Suasana juga tidak kurang dengan kehadiran tiga CEO tampan siapa lagi kalau bukan Zidan, Ryan dan Angga.


Ke tiga CEO tampan itu menginap di rumah utama meskipun di kamar tamu bukan di kamar mereka.


Ketiga CEO dan tiga putra tampannya berpamitan dengan ibu dan ayah untuk ke kamar mereka, di meja makan tinggal lah tuan besar Malik dan ibu.


"Sayang.. ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada mu" ujar ibu.

__ADS_1


"Katakan saja" ayah melihat ibu.


"Jadi begini,, semalam Zico mengatakan bahwa ada anak anak yang mirip dengan mereka bertiga. Aku juga melihat foto yang di ambil Zico, dari foto anak anak itu sangat mirip dengan mereka. Tak kalah terkejutnya Zico menanyakan perihal mereka anak kandung kita atau bukan" jelas ibu.


"Hmm.. seperti nya ke tiga cucu kita yang cerdas itu sudah menyadari rahasia kita, sekarang yang harus kita lakukan terlebih dahulu harus menyelidiki keberadaan anak anak yang mirip itu sayang, aku akan menyuruh orang kepercayaan kita" balas ayah.


"Iya sayang.. aku juga setuju. Semoga saja mereka juga cucu cucu kita. Untuk saat ini rahasiakan ini dari tiga putra kita. Kita harus mendapatkan bukti dahulu" pinta ibu.


"Ok.. baiklah.. kita istirahat ke kamar saja" ajak ayah, ibu mengiyakan.


πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™


Di balkon terlihat Zidan sedang duduk di temani oleh secangkir teh sembari melihat bintang di langit.


Zidan memikirkan tentang perkataan Dimas yang melapor bahwa anak kembar itu tinggal bersama Dita dan memanggil bunda kepada Dita. Zidan masih memikirkan kemungkinan itu anak nya karena si kembar terlihat sangat mirip dengan nya.


Tiba tiba Ryan datang menghampiri.


"Sendiri aja..abang terlihat sedang memikirkan sesuatu, emangnya apa yang sedang abang pikirkan?" tanya Ryan.


Entah dari mana Angga juga telah duduk di samping Ryan dengan membawa cemilan untuk di nikmati bersama.


"Kau bikin aku kaget aja Angga.. tiba tiba duduk di samping" Ryan mengelus dada.


"Kau benar benar ya.. tapi ini bagus juga" kekeh Ryan.


"Memang kalian ngomong apa sih? terlihat sangat serius" Angga mengunyah cemilannya.


"Bang Zidan belum menjawab pertanyaan ku" ucap Ryan.


"Memang bang Ryan tanya apa" Angga mengernyit heran.


"Tentang apa yang di pikirkan nya" jawab Ryan santai.


"Memang bang Zidan mikir apa sih? apa tentang penyelidikan Dimas?" tebak Angga.


"Kau juga tau?" tanya Zidan.


"Tau lah.. Dimas cerita sama gue tadi bang" jawab Angga masih mengunyah makanan ringan.


"Memang nya penyelidikan tentang apa? " Ryan terlihat bingung.


"Jadi gini bang Ryan, penyelidikan tentang anak kembar perempuan yang mirip dengan bang Zico" jawab Angga.


"Apa!! anak kembar Perempuan?" Ryan memekik kaget.

__ADS_1


"Iya Ryan.. aku berjumpa dengan mereka pada saat Jeno terluka kemarin mereka juga terluka sebab mereka orang yang menolong Jeno. Awal nya aku hanya mengira mungkin mereka hanya kebetulan mirip dengan ku. Tapi setelah aku perhatikan lebih ternyata mereka sangat mirip dengan Zico. Kau tau kan Zico anak ku itu sangat mirip dengan aku, begitu juga dengan si kembar itu" jelas Zidan.


Di sisi lain ada Zico yang mendengar ucapan Zidan bahwa ia ternyata anak Zidan. Zico merasa sangat kecewa dan marah tapi ia tahan dan kembali ke kamar nya.


"Hasil penyelidikan Dimas bagaimana?" Ryan penasaran.


"Ternyata ketika Dimas menyelidiki, si kembar memang tinggal bersama dengan Dita dan memanggil Dita dengan sebutan bunda. Sekarang aku semakin yakin bahwa mereka itu juga anak ku. Tapi aku sedikit kecewa saja sampai hati Dita tak memberi tau keberadaan mereka padahal waktu bertemu dengan nya di pesta aku bertanya padanya tapi ia dengan kuat menepis bahwa ia tidak punya anak setelah pergi dari rumah ini tujuh tahun lalu" lanjut Zidan.


"Seperti nya bang Zidan harus menyelidiki lebih lanjut masalah ini agar lebih jelas" timpal Angga.


"Iya.. aku juga ingin nya begitu" jawab Zidan.


"Kalau begitu aku juga ingin menyelidiki tentang Vina bang karena selama tujuh tahun ini aku sering bermimpi melihat anak perempuan berwajah kan Dani, anak itu hanya tersenyum melihat ku. Kemungkinan mana tau aku juga memiliki anak perempuan dari Vina" ujar Ryan penuh harap.


"Wah... ini benar benar kabar yang bagus. Hmmm.. semoga yang terbaik untuk abang berdua dan bisa bersatu kembali dengan kak Dita dan Kak Vina" lesu Angga.


Zidan dan Ryan saling memandang heran dengan pengucapan Angga yang terlihat putus asa.


"Memang kau kenapa?? tidak ingin berusaha mendapatkan Tika lagi" tanya Ryan


"Gue ingin bang tapi gue juga tidak boleh egois, aku rasa Tika sudah memiliki suami baru dan ia juga memiliki seorang putra" Angga menghela nafas.


"Bagaimana kau tau?" tanya Zidan.


"Kemarin gue gk sengaja angkat telpon dia bang, ada suara anak kecil memanggil nya dengan sebutan mommy" jawab Angga.


"Hmmm.. kau harus menyelediki nya Angga, jangan langsung menarik kesimpulan" nasehat Ryan


"Iya.. gue akan menyelidiki nya bang" balas Angga.


Mereka melanjutkan obrolan tentang pekerjaan, setelah itu mereka kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


...****************...


Author up lagi 😁 karena kemungkinan besok gk up dulu tapi nanti di usahain di up kok reader.. tapi gk janji ya🀭


Terimakasih reader kesayangan yang masih setia membaca cerita ini πŸ€—πŸ˜


Jangan lupa ya


Like


Komentar


and VoteπŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2