Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Melakukan itu


__ADS_3

Mereka akhirnya berkumpul setelah makan siang. Lebih tepatnya hanya ada Ryan dan istri nya serta Angga dan istri.


Mereka terdiam. Mereka tahu kemungkinan yang akan terjadi.


"Kalian sudah tau kan. Kalau Zidan akan mendapatkan anak" tanya ayah.


"Iya ayah" jawab Ryan.


"Dari kalian kapan aku mendapatkan cucu?" tanya ayah lagi.


Angga memutar bola matanya malas dengan wajah kesalnya.


"Hmmmm... ayah sabar dong lagian masih proses juga, kan gk mungkin langsung jadi" jawab Angga dengan wajah kesal.


"Apa jangan kalian belum melakukan hubungan itu?" bukan mengiyakan jawaban Angga malah menyerang balik dengan tanya kepada kedua putranya itu.


Mereka terdiam tidak berani menjawab. Jawaban dari mereka adalah tidak.


"Kalian juga cepat hamil biar bisa mendapatkan apa yang saya janjikan" tegas ayah kepada kedua menantu nya.


"Iya tuan.. kami akan berusaha" hanya itu yang dapat di jawab Vina.


Ingin rasanya Ryan mengatakan kepada ayahnya ucapannya itu menyakiti hati Vina. Tapi lagi lagi seolah kata kata itu tidak bisa keluar dari bibirnya sehingga hanya diam yang di tunjukkan.


Tak lama mereka berbicara munculnya sosok pasangan yang menjadi dalang mereka di ceramah oleh sang ayah, siapa lagi kalau bukan Dita dan Zidan.


"Mau kemana??" tanya ayah.


"Mau ke dokter kandungan yah, mau periksa dulu keadaan anakku" ucap Zidan dengan tersenyum bahagia.


"Owh... hati hati perginya" ujar sang ayah.


"Iya.. kami pergi dulu" balas Zidan dan berlalu pergi.


"Kalian lihat.. ayah juga ingin kalian seperti itu" ujar ayah kembali menceramahi mereka.


Satupun dari mereka tidak menjawab. Mereka memilih untuk diam saja.


🌺🌺🌺🌺🌺


"Bagaimana dok?? apa semuanya baik baik saja??" tanya Zidan.


"Iya pak.. semuanya baik baik saja. Tidak ada yang perlu di khawatir kan. Yang penting jaga psikologis ibu saja jangan sampai stress ya pak, jangan lupa makan makanan yang bergizi, minum vitamin" ujar dokter kandungan.


"Iya dok" jawab Zidan.


"Tapi dok.. istri saya sering muntah di pagi hari apa tidak apa dok?" tanya zidan Khawatir.


"Tidak apa pak. Itu memang hal yang wajar di alami oleh ibu hamil muda. Seperti yang saya katakan tadi jaga kesehatan dan psikologis ibu, jangan lupa minum Vitamin juga" balas dokter.


"Baik dok" jawab Zidan kembali.


"Tapi untuk hubungan suami istri jangan dulu ya pak. Tunggu sampai kandungan memasuki trimester kedua" ucap pelan dokter dengan tersenyum.


Mendengar ucapan itu membuat kedua calon orang tua itu merasa malu dan muka mereka memerah. Ingin rasanya Dita keluar dari ruangan itu. Ia benar-benar malu atas perkataan dokter.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Ryan menatap istri yang ingin tidur. Ada keinginan Ryan untuk melakukan hubungan **** dengan istri nya. Alasannya agar Vina cepat hamil dan mereka mengakhiri pernikahan ini.


"Apa kamu siap jika aku meminta hak ku padamu Vin??" tanya Ryan.


Pertanyaan Ryan sontak membuat Vina gelagapan dan menunduk malu.


"Kau jangan besar kepala dulu. Aku hanya ingin kebebasan, aku ingin cepat keluar dari pernikahan kontrak ini" ujar Ryan datar.


"Apa kau mau?" tanya Ryan lagi menatap wajah sang istri.


Ada rasa kecewa dalam diri Vina karena hanya itu yang menjadi alasan Ryan untuk memiliki anak dengan suaminya.


"Hmm.. Baiklah mas. Aku mau" jawab Vina gugup


"Ok.. kita akan melakukan nya malam ini, kau bersedia kan??" tanya Ryan. Ia juga tidak ingin memaksa istri nya.


Hanya anggukan kepala yang di berikan Vina terhadap pertanyaan Ryan.


Melihat istrinya memberikan jawabannya Ryan merasa lega. Ryan mendekati Vina dan memegang bahunya.


"Kita akan mulai ya, aku dengar dari kawan ku jika melakukan pertama kali maka pihak wanita akan merasa kan kesakitan. Jadi kamu tahan sedikit ya" ujar Ryan lembut.


Lagi lagi Vina hanya mengangguk.


Maka.. malam itu terjadilah pertempuran panas di ranjang Ryan untuk mendapatkan pewaris kedua di keluarga Malik.


...Author skip ya kegiatannya. Abis author malam itu gk ada lagi bobok cantik di rumah🀣...


Vina terbangun menjelang pagi. Ia sedikit merasa tangannya kesemutan. Vina melihat wajah tampan suaminya tidur dengan jarak yang dekat dengannya. Vina memindahkan kepala Ryan yang ada di lengannya karena tangannya mulai sakit.


Vina menatap Ryan dan membelai wajah tampan suaminya. Vina memerah membayangkan Ryan melakukan hal itu berkali-kali seakan Ryan mulai candu terhadap tubuhnya.


"Andai ya mas, pernikahan ini tidak akan berakhir. Aku sangat bahagia mas. Tapi aku takut mas nanti makin banyak yang terluka karena kehadiran ku" ucap Vina dalam hati dan masih setia membelai wajah suaminya. Yang di belai malah makin nyenyak saja tidurnya.


Vina melirik jam sudah menunjukkan jam 6 pagi. Ia menyudahi mengagumi wajah tampan sang suami dan memilih pergi ke kamar mandi dengan sedikit menahan rasa sakit di bagian selang


🌼🌼🌼🌼🌼


Hampir sama dengan Ryan. Tapi ini kebalikannya bukannya Angga yang ingin tapi Tika yang sedang merengek meminta Angga melakukan hubungan itu.


Angga terdiam dengan permintaan gila istri nya. Ia tidak habis pikir bagaimana kejadian pada nya malah terbalik. Biasanya laki laki yang meminta ini malah sebaliknya.


"Ayolah... mau ya lu" mendekat kan wajahnya dengan wajah Angga dan menampilkan wajah imutnya.


Angga seketika terpesona dengan keindahan mata yang di miliki istrinya.


"Khemmm" Angga menetralkan raut wajahnya.


"Gua gk mau." Tegasnya lagi.

__ADS_1


"Tapi kita harus melakukan itu. lu mau kan terbebas dari pernikahan kontrak ini? gua juga mau" Ujar Tika kembali.


"Gua bilang gk ya enggak lah. Kok lu maksa gua sih" ucap Angga sedikit menahan amarahnya. Angga memalingkan wajahnya dari wajah Tika.


Tapi buka Tika namanya. Ia memaksa Angga dengan cara apa pun. Tika mulai menggoda Angga dengan, Ia duduk di pangkuan sang suami. Tika mengalungkan tangannya di leher suaminya.


"Lu mau ngapain sih?" Tanya Angga gugup.


"Yah.. gua mau ngegoda lu lah, masa mau berenang" ujar Tika.


"Gua udah bilang, gua gk mau pokoknya" ujar Angga memalingkan wajahnya.


"Itu karena lu belum rasain. Coba lu rasa in nanti lu ketagihan" bisik Tika di telinga Angga. Tika bicara dengan nada menggoda.


Detak jantung Angga berdetak tak karuan kala mendengar ucapan sang istri.


Tika makin menggeliat di pangkuan sang suami. Angga tergoda dengan cara Tika duduk di pangkuan nya. Seketika sesuatu yang seharusnya tidak perlu bangun malah ikut bangun mengintip siapa yang diatasnya.


Angga makin gelagapan tidak menentu kala merasakan sang sahabat ingin berkenalan dengan sang istri.Ia menelan ludahnya.


Tika membulat mata sempurna menatap wajah Angga kala merasakan ada sesuatu yang menjanggal di bawah sana.


Tika tersenyum karena ia berhasil membangunkan sahabat suaminya. Tika mulai yang lebih nekat lagi. Ia langsung mengecup bibir sang suami.


Angga merasa sedikit terkejut kala Tika mengecup bibir nya. Tika mengulang kembali perbuatan, meskipun Ia belum berpengalaman tapi ia pernah menonton di drama bagaimana caranya. Tika mulai ******* bibir Angga.


Angga ingin menolak tapi ia tak kuasa. Akhirnya Angga membalas Ciuman Tika padanya. Lama kelamaan mereka mulai merasakan hasrat yang harus di tuntaskan. mereka ingin melakukan yang lebih.


Dan pada akhirnya mereka melakukan hubungan itu malam itu juga.


...Auh ah.. gelap gk nampak..😌😌...


🌞🌞🌞🌞🌞


Pagi hari mereka masih terlelap di selimut yang sama dengan pasangannya. Tika ingin bangun tapi tidak bisa. Angga yang secara tidak malu malah memeluk nya dengan erat seakan tak ingin dilepas, makin ingin di lepas makin erat Angga memeluknya dan malah mendekatkan batang hidung mancungnya ke leher sang istri.


Merasakan makin kesal dengan kelakuan Angga. Tika menggoyangkan dengan kuat lengan sang suami.


"Angga.... bangun dong.. udah pagi ini" ujar Tika.


"Bentar lagi.. ini nyaman sekali bantalnya" gumam Angga masih dengan menutup matanya.


"What!!! tubuh gua di kira in bantal" ucap Tika dalam hati.


"Ini bukan bantal, ini tubuh gua" ujar Tika.


Mendengar itu seketika Angga membuka mata dan melihat sang istri seketika bayangan malam panas nya perputaran di kepala pintarnya.


Angga membola mata menatap Tika. Ia memperhatikan tubuh nya dan tubuh Tika yang dalam keadaan telanjang tanpa sehelai pun. Ia merasakan benda kenyal yang bersentuhan dengan dadanya. Bukannya melepaskan sentuhannya ia malah tertegun.


"Udah.. gk usah terkejut. Gua yang hilang sesuatu yang berharga aja biasa aja. Udah cepat lu pindahin ni lengan dan kaki lu dari tubuh gua, gua udah pegal ni" kesal Tika menunjukkan lengan Angga.


Seketika Angga melihat lengan dan kaki nya memeluk Tika dalam keadaan tanpa apa pun. Angga langsung melepaskan Tika pelan.


Karena kesakitan bagian bawahnya Angga membantu Tika ke kamar mandi. Biar bagaimanapun itu juga salahnya meskipun Tika yang memulai nya.


...****************...

__ADS_1


...Terimakasih telah membaca πŸ€—πŸ€—...


__ADS_2