Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Ingin Juga


__ADS_3

Tidak berbeda dengan Dita, di ruangan Tika juga Angga sedang menunggu kesadaran Tika. Angga dengan setia duduk di samping ranjang Tika dan menggenggam tangan Tika.


Tika membuka matanya, tanpa aba aba dia langsung duduk sehingga membuat Angga sedikit terkejut. Pasalnya Tika tidak seperti orang yang sakit melainkan orang yang tertidur.


"Yank.. kamu sudah sadar?" tanya Angga cengo dan segera bangkit dari duduknya.


"Iya.." balas Tika tersenyum.


"Yank.. aku mau minum" pinta Tika.


"Ini.." angga menyodorkan gelas berisi air pada Tika. Tika menandaskan minuman nya, ia sangat kehausan.


Ah.... ucap Tika setelah menghapus dahaganya. Angga masih tercengang dengan kelakuan Tika yang tidak seperti orang sakit.


"Kamu baik baik saja? apa masih ada yang sakit? aku panggil dokter dulu ya" ujar Angga.


Tika menahan tangan Angga." Tidak perlu, kau baik baik saja sayang" balas Tika.


"Apa benar tidak ada yang sakit?" tanya Angga masih tidak percaya.


"Iya sayang.. kamu tenang saja"


"Syukur lah.. Kamu tau, aku sangat khawatir padamu, aku takut tidak dapat melihat mu lagi. Aku minta maaf karena telah menyuruh mu ke rumah sakit sendiri tempo hari itu. Jika tau begini kejadian nya aku yang akan menjemput mu hari itu" lirih Angga.


Tika tersentuh merasa kesedihan yang di rasakan Angga. Tika mengecup bibir Angga sekilas, Ia merentangkan tangannya agar Angga memeluk nya. Angga memeluk erat dan menciumi puncak kepala Tika dengan bahagia dan sayang.


"Sayang... aku baik baik saja sekarang, jadi jangan khawatir lagi. Kamu tidak salah, tidak ada yang salah, yang salah karena Bella dan komplotannya itu yang mencari masalah" balas Tika dalam pelukan angga. Angga mengangguk.


Setelah beberapa saat mereka mengurai pelukannya dan saling melempar senyum.

__ADS_1


"Apa kau tau sayang, kalau kak Dita sedang hamil kembar"


"Kembar?" tanya Tika tak percaya.


"Iya.. bukan hanya kembar dua melainkan tiga"


"Wah.. itu sangat menggembirakan. Ternyata bibit unggul bang Zi berhasil ya"


"Maksudmu bibit ku tidak unggul begitu? karena tidak membuat mu hamil kembar?" tanya Angga merajuk tak terima Tika memuji kejantanan Zidan.


"Eh.. bukan begitu. Aku hanya tidak menyangka saja. Bibit mu juga unggul kok, buktinya dengan dua kali tanam kamu berhasil buat aku hamil putra tampan kita yang memiliki tingkat kemiripan yang sangat tinggi dengan wajah kamu" ujar Tika agar Angga tidak cemburu.


"Iya sayang.. kamu benar sekali.. Tapi jika kamu mau anak kembar aku akan siap membuatnya" goda Angga memainkan alisnya.


"Ih.. kamu ini" balas Tika memukul pelan lengan angga.


"Iya kali bikin anak, gue aja belum terlalu pulih" batin Tika.


"Kenapa?"


"Karena anak mereka sudah enam orang" balas Angga tertawa, Tika terkekeh.


"Oh iya.. putra tampan ku di mana? aku tidak melihat mereka"


"Putra kita sayang, bukan putra mu saja" balas Angga.


"Eh.. iya, putra kita" Tika terkekeh geli.


"Mereka sedang makan siang bersama Tania dan Rina" lanjut Angga.

__ADS_1


"Owh.. bagus lah"


"Yank .. aku lapar deh" ujar Tika.


"Ayo makan, aku suapin" balas Angga. Tika mengangguk kepalanya dan dengan senang hati menerima suapan dari suami tercinta.


"Ternyata kamu memang benar tampan dan manis" ujar Tika tiba tiba.


"Apa kamu baru menyadari nya hemm?" tanya Angga.


"Iya.. pantas saja Lana sangat mengagumi mu, Aku merasa bersalah padanya karena aku berhasil memiliki kamu sedang dia tidak" ujar Tika.


"Untuk apa kamu merasakan bersalah pada wanita itu? kamu mau membiarkan dia memiliki ku begitu?" tanya Angga tidak suka.


"Eh.. bukan berarti aku mengatakan seperti itu aku akan membiarkan kamu dengannya. Itu tidak akan pernah terjadi. Kamu milik ku dan akan tetap menjadi milikku selamanya" jawab Tika penuh tekad membuat Angga mengembangkan senyuman nya.


"Nanti setelah kita jumpa anak anak, kita lihat keadaan kak Dita ya" pinta Tika.


"Iya sayang" balas Angga.


Angga melanjutkan kegiatan menyuapi istri tercinta.


...****************...


Terimakasih atas dukungan nya untuk cerita ini


Jangan lupa untuk


Like

__ADS_1


Komentar


and Vote πŸ˜‰πŸ€­


__ADS_2