
Siang berganti malam, saat nya orang orang yang bekerja mengistirahatkan tubuhnya.
Ayok sayang ke kamar masing-masing. Saat nya untuk tidur, jangan lupa gosok gigi" ujar Tika kepada anak anak itu.
"iya mommy" jawab mereka kompak.
Akhirnya anak anak tersebut memasuki kamar untuk tidur. Karena kebiasaan mereka tidur di temani oleh ibu masing-masing hingga terlelap
Dita dan Rina menunggu anak anak tidur terlebih dahulu, setelah itu mereka akan menanyakan perihal CEO hotel tempat Tika bekerja untuk mencari kebenaran akan kekhawatiran mereka.
...****************...
Sedangkan di mansion, tiga bocah serangkai sudah siap makan malam. Mereka menyantap makanan seperti biasa. Jeno tetap makan sendiri tanpa ada bantuan dari siapa pun sebab ia tidak terluka terlalu parah.
Malam itu ayah ayah mereka alias kakak mereka tidak berada di rumah. Terkadang Zico menginap di rumah sakit, Ryan di apartemen yang ia beli setelah kepergian sang mantan istri dan Angga tidur di kamar khusus untuk nya di hotelnya.
Setelah makan malam ke tiga bocah itu mengobrol di kamar. Jeno meminta Zico dan Dani berkumpul di kamarnya untuk mengatakan sesuatu yang sangat penting.
Setuju dengan permintaan Jeno mereka berkumpul di kamar Jeno. Malam ini mereka sepakat untuk tidur bertiga setelah pembicaraan itu selesai.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Zico.
"Aku sedikit merasa beberapa hari ini terlihat sangat aneh" jawab Jeno.
"Maksudmu??" tanya Dani.
"Aku rasa ada sesuatu yang di tutupi di keluarga ini" balas Jeno.
__ADS_1
"Aku juga merasa seperti dirimu, ada beberapa keadaan yang menunjukkan sisi lain orang di keluarga ini, banyak kecurigaan dan prasangka di sekeliling kita" timpal Zico.
"Maksud kalian bagaimana sih?? aku gk paham kalian bicara tentang apa, aneh?? di tutupi?? kecurigaan?? apaan sih??" tanya Dani penasaran.
"Jadi begini, ketika aku kecelakaan tadi aku di tolong oleh si kembar yang bicarakan kemarin. Mereka menolong ku, mereka juga terluka jadi mang Kardi dan aku membawa mereka ke rumah sakit, tiba di sana kak Zidan menghampiri ku kerena khawatir dan menanyai keadaan ku" jelas Jeno.
"Terus apa hubungannya nya? aku masih belum paham" Potong Dani.
"Makanya biarkan aku menjelaskan nya terlebih dahulu" balas Jeno dengan kesal sebab Dani memotong perkataan nya.
"Okeh okeh" Dani tersenyum cengir.
"Setelah kak Zidan menanyai keadaan ku, aku menunjuk si kembar yang menolong. Di sana aku makin yakin bahwa si kembar adalah anak kak Zidan, aku memperhatikan ke tiganya tidak ada celah yang menunjukkan bahwa Mereka tidak berhubungan satu sama lain. Aku juga melihat wajah terkejut kak Zidan melihat si kembar. Ia terlihat berpikir keras, aku rasa kak Zidan juga menyadari bahwa ia dan si kembar terlihat sangat mirip." jelas Jeno kembali.
"Apa jangan-jangan benar seperti yang kau katakan Jeno, mungkin saja mereka memang anak kak Zidan. tapi ibunya siapa ya?? perasaan kak Zidan belum menikah" tanya Dani lagi.
"aku juga setuju bang dengan yang kau bicarakan itu, aku juga merasa aneh dengan nama dan wajah kita. Ada yang paling aneh lagi bang ada seorang anak laki laki berusia sama dengan si kembar. Ketika aku melihat wajahnya secara garis besar sangat mirip dengan ku, tapi ada wajah orang lain juga di sana, tapi wajahku masih mendominasi. Aku makin merasa aneh sekarang" lanjut Jeno.
"Kok aku merinding ya,, sikembar sama dengan bang Zico, anak bocah laki-laki satu lagi mirip Jeno, sedangkan anak baru di kelas kita malah sangat mirip dengan ku, Apa jangan jangan kita bukan anak kandung di keluarga ini?? tapi tidak mungkin, wajah kita saja mirip dengan kakak kita, itu juga terlihat aneh sekarang" balas Dani heran.
"Aku rasa kita memang memiliki hubungan darah di keluarga ini, tapi mungkin kita juga memiliki hubungan dengan anak anak itu. Ada yang aneh juga di rumah ini, ada Tiga kamar di rumah ini yang tidak pernah tau apa isi dalamnya. Pintunya selalu terkunci, aku pernah melihat kak Ryan keluar dari salah satu kamar itu, ia terlihat sangat sedih" ucap Zico.
"Apa perlu kita tahu dulu isi kamar itu?" tanya Dani.
"Aku rasa harus, mungkin di dalam tiga kamar itu ada rahasia yang kita cari" balas Zico.
"Tapi bagaimana caranya?? kita saja tidak di perbolehkan untuk masuk. Pernah aku bertanya pada ibu itu kamar siapa, ibu hanya menjawab itu kamar kakak kakak kamu, disana ada alat alat kuliah kakak kakak kamu. Aku sedikit aneh dengan penuturan ibu, tapi aku hanya bisa mengangguk saat itu" ujar Dani.
__ADS_1
"Bisa kita masuk asalkan kita bisa membujuk ibu, Tapi kita harus tahu sesuatu yang lain dulu biar ibu mau membantu kita, aku rasa ibu juga mengetahui sesuatu" balas Jeno.
"Aku juga merasa ibu menutupi sesuatu dari kita. Baiklah.. kita bergerak yang mana dulu ni??" tanya Dani kembali.
"Pertama, kita harus mengikuti Daisya dan adik adik nya, setelah itu kita harus mencari cara agar Daisya mau berteman dengan kita, setelah itu kita akan ke rumah nya melihat wajah wajah orang tua nya, setelah itu semua kita harus mencari cara untuk membujuk ibu mau membuka pintu itu" saran Zico.
"Setuju" ucap Dani dan Jeno.
Hari telah menunjukkan jam 10 malam, sudah saatnya ketiga bocah itu tidur mengistirahatkan diri dari lelahnya selama seharian ini.
Mereka akhirnya tertidur setelah beberapa waktu pembicaraan selesai.
...πΌ...
...πΌ...
...πΌ...
...πΌ...
...πΌ...
...πΌ...
... Maaf baru lanjut, beberapa hari ini sibuk banget di real life π...
Terimakasih masih setia membacanya π€π
__ADS_1