Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Si kembar terluka


__ADS_3

Dita tersenyum bahagia ketika si kembar yang biasanya susah sekali untuk bangun pagi, hari ini bangun pagi karena ingin cepat cepat masuk sekolah.


Sekolah hari pertama akan sangat menyenangkan apalagi bagi anak anak, mereka ingin berkenalan dengan teman baru di suasana baru. Para bocah sudah pada siap dengan peralatan sekolah nya. Mereka sangat bersemangat untuk sekolah.


"Wih... anak mommy udah pada rapi aja" ujar Tika yang sedang merapikan meja makan untuk sarapan mereka.


"Iya dong mommy, kan hari ini pertama kami sekolah" ujar El bahagia.


"Iya mommy, anti di kolah pasti Ifa anyak teman, ifa kan antik mommy pasti meleka mau belteman dengan Ifa" ujar Zifa dengan pedenya.


"Ih.. siapa yang mau sama Ifa, ngomong aja belum jelas kok, pasti mereka yang gk punya teman aja tu yang mau temenan ma Ifa" tutur El mengejek.


"Kok El gitu sih, ehm.. ebel ifa... mommy..." sentak Zifa karena di ejek sama El.


Zafa dan Syasya hanya geleng-geleng kepala. Sudah biasa Ifa dan El bertengkar tak jelas.


Dita dan Vina hanya tersenyum melihat kelakuan dua bocil itu.


"Sayang.. gk boleh gitu lho, kan Ifa kakak kamu. masa sama kakak sendiri gitu ngomong nya" lembut Tika.


"Iya mommy maaf... Ifa maafin El ya" ujar El mengulurkan tangannya.


Karena masih kesal ifa gk mengubris uluran tangan El, ia malah melihat ke sisi lainnya.


"Ya ifa.. maafin dong, nanti kalau di sekolah ada yang ganggu ifa, kasih tau El ya biar El marahin tu orang, kalau nanti di sekolah gk ada yang mau kawan sama Ifa, El ada kok selalu buat Ifa" El memelas agar di terima maaf nya.


"Iya.. Ifa udah maafin kok" ifa mengambil tangan ifa dan bersalaman damai. Mereka berdua tersenyum.


"Ya udah.. karena udah selesai masalah nya, sekarang kita makan ya" ujar Vina.


"Iya mama" jawab mereka kompak.


Mereka mengambil posisi untuk makan.


"Pulang sekolah nanti di jemput sama Tante Rina ya sayang, soalnya mommy, bunda dan mama agak sibuk, gk apa kan?" tanya Dita.


"Iya bunda" jawab keempat anak itu dengan tersenyum.


...****************...


Berbeda di mansion Zico, Jeno dan Dani mulai berbicara serius.


"Bang .. kemarin kan Jeno ada lihat dua anak kembar perempuan, terus yang gk kalah terkejutnya wajah yang mereka miliki itu persis sama kayak kak Zidan tapi bentuk anak perempuan" ujar Jeno kepada kedua abangnya.


"Yang benar kamu" tanya Zico tak percaya.

__ADS_1


"Iya lho bang, Jeno lihat mereka di depan ruangan kepala sekolah kemarin" jawab Jeno.


"Jadi kamu juga lihat seluruh wajah anak anak itu?" tanya Dani.


"Jeno gk lihat semua sih, cuma dua anak kembar itu saja, memang Abang ada lihat muka mereka semua?" tanya Jeno ke Dani


"Aku gk lihat sih dua anak kembar yang kamu maksud tapi aku melihat anak perempuan satunya lagi, itu wajahnya persis sama dengan diriku, awalnya aku kira mirip aja, tapi setelah aku dengar kamu melihat anak kembar itu, aku kok merasa agak lain ya" ujar Dani.


"Ini memang aneh, tadi Jeno melihat dua anak kembar mirip kak Zidan, jadi otomatis mirip aku dong" ujar Zico.


"heh... iya.. Jeno lupa wajah kak Zico juga sama persis kayak kak Zidan" cengir Jeno yang baru menyadari itu.


"Dan sekarang Dani melihat anak perempuan satunya lagi mirip dengan wajah Dani versi perempuan" lanjut Zico.


"Aku rasa ada sesuatu ini, tidak mungkin hanya sebatas kemiripan saja, nanti di sekolah kita akan melihat wajah anak anak itu, apakah dugaan ku benar, mungkin saja kita memiliki saudara yang lain" lanjut Zico. Dani dan Jeno hanya mengangguk mengikuti rencana Zico.


...****************...


Anak anak sudah di antar ke sekolah sekarang tinggallah empat wanita segenerasi itu yang sedang membersihkan rumah sebelum memulai aktivitas baru.


"Bagaimana dengan wawancara kamu Vin, lancar?" tanya Dita.


"Lancar kak, aku udah tanda tangan juga kontrak kerja nya" jawab Vina.


"Untuk urusan bahwa yang punya perusahaan itu adalah Ryan aku tutupi dulu, nanti jika waktu yang tepat aku akan mengatakan kepadanya mereka" batin Vina.


"Enggak tau sih kenapa ada, mungkin biar kita fokus kerjanya kali, di bilang ribet gk sih kak Rin, poin poin nya aku rasa hanya akan membuat akunya fokus kerjanya" jawab Vina, mendengar itu Rina hanya angguk kepala.


"Bagaimana dengan mu Tika? lulus kah wawancara nya?" tanya Rina.


"Aku mah lulus juga kak, sama kayak kak Vina aku juga udah tanda tangan kontrak kerja, dan nanti siang aku bertemu dengan ceo hotel itu, ya untuk beliau tau bahwa aku sekretaris nya yang baru" jawab Tika enteng.


"Wah.. aku turut bahagia dengan kalian,, semangat ya kerjanya adik adikku" ujar Dita. Tika langsung mengacungkan jempol nya kearah Dita.


"Kalau kak Dita bagaimana pembukaan tokonya, berjalan dengan baik juga kan kak?" tanya Vina.


"Iya.. semua nya baik, bahkan kemarin ada yang pesan buat acara ultah rumah sakit" ujar Dita.


"Wah.. bagus sekali tu kak" jawab Tika.


...****************...


Disekolah mereka di perkenalkan dengan murid baru. Dikelas itu ada Zico, Jeno dan Dani, karena Syasya adalah kembaran Dani ia sekelas dengan tiga serangkai itu.


Ketika memasuki kelas dan memperkenalkan diri. Tiga serangkai terkejut melihat wajah Syasya yang terlihat sama dengan Dani. Mereka saling tatap.

__ADS_1


"Ternyata Dani benar, wajah perempuan itu sangat mirip dengan nya" batin Zico.


Syasya juga terkejut melihat Dani, ia merasa familiar dengan wajah itu.


...****************...


Akhirnya pulang sekolah di nantikan, ketika ingin pulang, Jeno hendak menyeberang jalan untuk menemui mang Kardi yang ada di seberang jalan, entah dari mana motor melaju dengan kencang dan hampir saja menabrak Jeno, untung nya Jeno diselamatkan oleh dua bocah kembar yaitu Zifa dan Zafa.


Hari itu Jeno sedikit panas jadi ia memilih pulang, sedangkan kedua Abang nya mengikuti kegiatan les tambahan di sekolah.


Si kembar hendak ke seberang karena ingin membeli jajanan, melihat Jeno ingin menyeberang dan motor itu terlihat dengan kecepatan tinggi, mereka berinisiatif menolong Jeno dengan menolak dan yang di tolak pun selamat meski sedikit luka.


Sikembar juga tidak apa apa hanya terluka di bagian siku yang mengenai aspal. Rina yang sedang menjemput sikembar dan El terkejut bukan main dan berlari an menuju si kembar. Mang Kardi juga panik.


Akhirnya Si kembar di bawa ke rumah sakit, karena Jeno juga adik dari pemilik rumah sakit yaitu Zidan. Maka Zidan langsung melihat keadaan adik nya itu.


Mang Kardi tidak ikut kedalam rumah sakit karena El tidak menyukai rumah sakit, ia memilih untuk duduk di mobil jadi mang Kardi menemani nya.


Tak lama Zidan sampai di ruangan itu dan melihat keadaan siku Jeno yang berdarah ia panik, Zidan tidak melihat dua bocah kembar itu.


Tapi Rina mematung keheranan melihat sosok Zidan.


"Ini kok wajahnya sangat mirip dengan si kembar, apa jangan jangan mereka ayah sikembar?" batin Rina.


"Kenapa jadi begini Jeno? apa kau baik baik saja? apa lagi yang sakit?" Zidan menanyai Jeno.


"Jeno tidak apa apa kak, mereka telah menolong Jeno tadi kak" ujar Jeno menunjukkan si kembar yang sedang di obati oleh suster.


Zidan mengikuti arah tangan Jeno dan berjalan menuju si kembar, Zidan tertegun merasa keheranan.


"Kenapa wajah mereka sama persis dengan ku" batin Zidan.


Melihat ada yang menghampiri mereka. Si kembar langsung melihat orang itu.


"Kenapa wajah om ini sangat mirip dengan aku dan Ifa ya" batin Zafa.


"Apa jangan jangan om tampan ayah kami, tapi kata bunda ayah gk akan kembali" batin Zafa.


...*...


...*...


...*...


...*...

__ADS_1


...*...


...Akhirnya mereka bertemu juga😌...


__ADS_2