
Dua hari kemudian.
Di sebuah gudang lusuh. Dari luar empat ini tidak layak di sebut dengan gudang melainkan gubuk yang tak berbentuk. Bangunan yang sudah sangat sangat berantakan dan terlihat akan roboh.
Di sana terdapat dua manusia yang sedang terikat. Ya.. siapa lagi kalau bukan Tika dan Dita.
Delapan hari sudah mereka menghilang dan di sinilah tempat mereka tinggal sementara, lebih tepatnya mereka di culik dan di sandera di tempat lusuh ini.
Para penjaga yang menjaga mereka juga memberikan mereka makan. Mereka tidak di telantarkan begitu saja.
Ponsel dan barang barang yang ada pada mereka di ambil dan buang ke tempat tempat terpisah agar dapat mengecoh Zidan dan Angga dalam mencari istri mereka.
Bangunan yang mereka tempati ini terletak di tengah hutan yang jarang ada manusia menuju kesana.
"Kak.. berapa lama kita harus di sini?" Ucap Tika sendu.
"Aku tidak tau Tika, kita berdoa saja Zidan dan Angga cepat menemukan kita."
"Iya kak, tapi aku khawatir dengan kandungan kakak"
"****... jangan terlalu keras, nanti mereka tau aku mengandung dan mereka akan melakukan hal yang lebih menakutkan dari pada hanya tamparan yang keras gara gara kita menjerit minta tolong kemarin kemarin"
"Em.. iya kak, maafkan aku. Kemarin kakak juga di tampar oleh sampah itu gara gara aku. Maafkan aku" Rasa bersalah Tika.
"Tidak apa apa Tik, kita harus berusaha lagi agar bisa kabur dari sini"
"iya kak. Bagaimana jika nanti kita pecahkan saja piring yang mereka bawa sebagai wadah kita makan kan, kita gunakan kaca itu untuk melepaskan tali ini jika mereka pergi" saran Tika.
"Kita pernah mencobanya tapi mereka mengambil nya, mereka tau dan sekarang kita di beri makan menggunakan piring plastik"
"Tapi kita tidak tau kak, mana tau hari ini kita beruntung" Ujar Tika dengan percaya diri.
"Baiklah.. kita coba nanti Tik" Tika mengangguk kepalanya.
__ADS_1
"Iya kak"
"Aku ingat anak anak kak, apa mereka baik baik saja ya, dan bagaimana dengan bang Ryan apa di baik baik saja" lagi lagi Tika galau.
...author: "anak anak juga rindu bunda dan mommy mereka"π’...
"Mereka pasti baik baik saja"
"Tapi aku heran, kenapa pelaku sebenarnya belum muncul? kita sudah delapan hari di sini , tapi pelaku nya tidak pernah muncul. Dan aku juga sedikit mendengar bahwa seperti nya bisa mereka itu perempuan. Aku mendengar suara nya" terang Tika.
"Perempuan?"
"Iya kak, suaranya terdengar seperti suara perempuan"
"Eeem.. apa kakak punya musuh? mungkin seseorang yang menggilai bang Zi?"
"Karena pertanyaan mu, aku hanya memikirkan seseorang Tik,"
"Siapa kak?
"Bella?"
"Iya.. dia dokter yang memfitnah ku dan si kembar ketika kami ke rumah sakit tempo hari. Tapi aku tidak dengar kabar tentang nya, aku tanya Zidan, dia bilang Bella sudah mengundurkan diri. Tapi apa mungkin dia pelakunya" jelas Dita dengan heran.
"Hem.. kemungkinan besar benar kak, dia cemburu dengan posisi kakak sebagai istri bang Zi. Dasar jilatang kurang ajar itu" gerutu Tika.
"Tapi Tik, jika memang dia tapi kenapa kau juga ikut di culik di sini?" tanya Dita.
"Bukankah seharusnya aku saja. Apa mungkin kamu juga ada musuh Tika?"
"Mungkin kak, dan jangan bilang musuh kakak dan musuh ku malah bekerja sama."
Dita membelalakkan matanya. "apa mungkin Tik?"
__ADS_1
"Mungkin saja. Jika seperti itu berarti mereka benar benar lemah, pengecut namanya kak"
Tidak lama setelah itu para penjaga membawakan makan siang untuk Tika dan Dita. Hari keberuntungan mereka. Hari ini piring itu berjenis kaca bukan plastik seperti biasanya.
Tika dan Dita saling menatap seakan mengatakan bahwa hari ini adalah hari yang tepat untuk menjalankan rencana mereka.
Tika memulai aksinya. Ketika tangan mereka di lepas dari ikatan, Tika mengambil piring itu dia memakan nasi yang di ada. Setidaknya ia harus mengisi energi untuk kabur.
Setengah makan sudah di santap Tika. Ia meminum air dan mulai menjatuhkan piring itu seakan akan tidak sengaja.
Prang!!!
Bunyi piring yang di jatuhkan Tika dan dengan gerakan cepat Tika mengambil satu potongan piring itu.
Para penjaga terkejut dan membentak Tika. "Maafkan aku, aku tidak sengaja" ucap Tika memelas.
Para penjaga hanya berdecih. Ia kemudian kembali mengikat Tika dan Dita. Mereka membersihkan potongan piring yang pecah itu.
Setelah para penjaga mengunci pintu, Tika menjalankan misinya. Tapi gerakan Tika terhenti setelah mendengar seseorang membuka pintu itu kembali.
Di sana terlihat seseorang berjalan menuju arah mereka. Dita membulatkan matanya tak percaya, Tika juga melakukan hal yang sama.
"Kamu!!" ujar Tika dan Dita bersamaan.
...****************...
Kira kira siapa ya? π€ jadi penasaran dehπ
...Terimakasih atas dukungan nya untuk cerita ini...
Jangan lupa untuk
Like
__ADS_1
Komentar
and Vote ππ€