
Tika dan Dita sedang berusaha keluar dari gudang itu dengan memanjat jendela kecil yang ada di gudang itu.
Tika lebih dulu membuat Dita keluar dari gudang, setelah itu baru dirinya. Ia tidak ingin Dita menjadi topangan untuk tubuhnya karena Dita sedang hamil.
Tika meraih jendela itu dengan melompat, setelah mencoba dengan sedikit kesusahan akhirnya Tika bisa keluar dari sana.
Mereka mengendap endap untuk keluar. Namun tak berselang lama para penjaga, Bella dan Lana melihat kembali keadaan mereka dan alangkah terkejutnya mereka tidak melihat Tika dan Dita di ruangan itu.
"Bagaimana cara nya mereka bisa kabur?" ujar Bella dengan keras.
Para penjaga itu terdiam tak menjawab.
"Cepat cari mereka" saut Lana.
"Baik bos" balas tiga penjaga itu dan segera mencari keberadaan Dita dan Tika.
Lana dan Bella juga ikut mencari.
Sedangkan Dita dan Lana mencoba keluar dari hutan itu tapi mereka seperti tersesat. Tak lama setelah itu ada bunyi bom di gudang itu.
Dita dan Tika terkejut. "Mereka benar benar ingin melenyapkan kita" ujar Tika.
"Kita bersyukur setidaknya kita dapat keluar tepat waktu dari gudang itu" balas Dita.
Ternyata gudang itu di ledakkan oleh orang suruhan Bella. menurut dari informasi yang di dapat Lana, orang orang suruhan keluarga Malik sudah menemukan persembunyian itu dan sudah meluncurkan ketempat kejadian dari setengah jam yang lalu.
Untuk mengalihkan perhatian mereka, Bella meledakkan gudang itu dan melarikan diri sembari mencari Dita dan Tika.
__ADS_1
Angga dan Zidan membulat sempurna ketika mendengar ledakan yang tidak jauh dari mereka. Angga dan Zidan berlari cepat menuju sumber ledakkan itu.
"Apa ini benar lokasinya?" tanya Zidan.
"Iya tuan, di sini lah tempat terakhir dari lokasi sesuai dengan perkiraan kita" jawab orang suruhan Zidan.
Angga dan Zidan tidak percaya bahwa ternyata tempat itu sudah di ledakkan yang artinya seluruh manusia yang berada di sana sudah menjadi debu. Tak terkecuali istri mereka.
Angga melemas hingga menjatuhkan lututnya di tanah. Ia sangat tidak percaya jika Tika sudah tidak ada.
"Tidak.. istriku masih hidup" gumam Angga.
Berbeda dengan Angga, Zidan langsung menyuruh seluruh anggota nya untuk memadamkan api dan melihat apakah ada jejak manusia di sana.
Zidan berharap jika istri mereka sudah lebih dahulu keluar dari sana.
"Akan aku berikan hukuman setimpal pada pelaku kejahatan ini. Bella.. tunggu saja sampai bertemu di penjara aku tidak akan mengampuni dirimu" batin Zidan.
Ia sudah mengetahui siapa dalangnya, ia mengetahui bahwa Bella lah dalangnya berdasarkan kamera dashbor salah satu mobil yang ikut terparkir di parkiran rumah sakit. Meskipun kamera agak buram tapi Zidan mengetahui bahwa Bella lah pelakunya.
Dita dan Tika di culik ketika baru saja keluar dari mobil di parkiran rumah sakit. Karena cctv-nya rusak dan akan di perbaiki makanya mereka tidak dapat menemukan jejak istri mereka.
Setelah setengah jam usaha memendam api dan mencari jejak manusia di gudang itu. Dan alangkah terkejutnya Zidan, Angga dan tuan Malik yang baru saja tiba di lokasi kejadian.
Mereka mendapatkan angin segar bahwa tidak ada jejak manusia yang menjadi korban ledakkan ujar dokter forensik yang di utus oleh Tuan Malik.
Angga dan Zidan menghela nafasnya dengan lega. Kemungkinan istrinya hidup masih memiliki kemungkinan besar.
__ADS_1
Dimas dan Dion segera menyuruh seluruh anak buahnya untuk mencari di sekitar hutan itu. Tak luput juga Angga dan Zidan yang ikut berpencar mencari keberadaan istri mereka.
"Kamu di sini saja Rin, biar aku mencari nya" ujar Dimas pada Rina yang ingin juga mencari keberadaan adik dan sahabatnya itu.
"Tidak Dimas, aku ingin mencari mereka. Ku mohon biarkan saja aku mencari nya" Ujar Rina memelas kasian dengan air mata yang berjatuhan.
Dimas menjadi tidak tega meninggalkan Rina. Ia tau seberapa khawatir nya Rina pada istri tuannya itu.
"Sudah.. kau biarkan saja. Biarkan saja dia ikut mencari denganmu" saut Dion.
Dimas menghela nafasnya. "Baiklah.. kau boleh ikut tapi tidak boleh jauh jauh dari ku" ujar Dimas.
"Iya baik" balas Rina cepat.
Dimas mencari keberadaan Tika dan Dita dan juga menggenggam erat tangan Rina agar Rina tidak berjauhan dengan nya. Ia hanya takut jika nanti bawahan pelaku tiba tiba menemukan Rina dan melukainya.
...****************...
Terimakasih atas dukungan nya untuk cerita ini
Jangan lupa untuk
Like
Komentar
and Vote ππ€
__ADS_1