Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Pasutri Mesra


__ADS_3

Sejak permintaan maaf Angga di terima membuat Angga sekarang menjadi semakin manis dan bersikap manja pada Tika.


"Yank.. aku minta haknya nanti malam boleh boleh?" tanya Angga dengan mengerjapkan ngerjapkan matanya pada Tika.


Tika yang masih fokus pada kerjanya melirik pada Angga. Tika memicingkan matanya tapi sejurus kemudian dia menjawab.


"Hak apa?" tanya Tika pura pura tidak tau.


Angga memundurkan kepalanya yang berdekatan dengan wajah Tika. "Ish.. masa gk tau sih yank" sungut Angga dengan kesal.


"aku gk tau, bicarakan dengan jelas dong" pinta Tika masih setia dengan melakukan pekerjaannya.


"Anu... anu... em... anu itu loh yank" ucap Angga. Angga merasa malu sekaligus sebal sebab Tika tidak mengerti maksudnya.


"Apa?" Tika kembali bertanya. Ia menahan tawanya.


"Em.. itu loh yank. Kegiatan ehem ehem tu" balas Angga seadanya.


"Ehem ehem apanya?" tanya Tika dengan datar.


Angga memicingkan matanya. "Masa harus aku jelasin lagi yank. Kita pernah melakukan nya" ucap Angga dengan menghentakkan kakinya.


"Lah.. kok gitu" ucap Tika melihat Angga mulai emosi.


"Jelasin lah aku enggak ngerti sayang" pinta Tika dengan terkikik kecil.


"Em.. kegiatan untuk buat adik lagi untuk Jeno" ujar Angga melihat kearah lain.


"Owh.. itu" ucap Tika singkat.


"Kok cuma owh yank, mau ya? udah lama puasa ini" pinta Angga dengan nada manja.


"Hmm.. mau gk ya," Tika mulai menjahili Angga.


"Kamu jangan bercanda dong yank" kesal Angga memutar kursi Tika sehingga Tika sekarang berhadapan dengan nya buka dengan komputer nya.


"Hahahaha... iya iya.. ntar malam ya" balas Tika dengan mengecup pipi Angga.


Angga membulatkan matanya lalu ia tersenyum."Beneran mau yank? kamu mau punya anak aku lagi?" tanya Angga bahagia.


"Ya iyalah, kan kamu suamiku. Wajar saja jika aku punya anak kamu" balas Tika.


"Aku senang banget yank, makasih banyak sayang aku" Angga mendekap tubuh Tika.


"Iya sama sama. Lagian itu memang kewajiban aku kok sebagai istri kamu" ujar Tika yang sedang memeluk tubuh Angga.


"Jadi boleh mau kapan aja kan?" tanya Angga dengan seringai liciknya.


Tika memicingkan matanya. "Boleh sih tapi lihat situasi dan kondisi dulu, enggak boleh asal mau aja" balas Tika mengingat kan.


"Hehehehe.. siap yank" Angga mengangkat tangannya seperti orang hormat.


Tika tertawa melihat tingkah Angga. Angga mendekati Tika lalu memajukan wajahnya hingga hampir tidak berjarak.


Tika tersenyum, ia tau apa yang akan di lakukan Angga padanya.


Sedikit demi sedikit mendekat, bibir keduanya hampir bersentuhan. Tika memejamkan matanya, Angga juga melakukan hal yang sama.


❤️


❤️


❤️


❤️

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


Angga membuka matanya lalu mendengus.


"Siapa yang berani mengacaukan situasi yang sudah seperti ini" geram Angga dengan kesal.


Angga meluruskan kembali badannya.


"Ada apa Dim?" pekik Angga dengan nada marah.


Dimas membuka pintu, ia sedikit celingak celinguk.


"Maaf bos jika saya mengganggu waktunya"


"Kau memang selalu menggangguku" dengus Angga.


"Hehehe... aku ingin menyampaikan hal yang penting bos" balas Dimas dengan cengir kudanya.


"Apa?" ketus Angga.


"Aku hanya mengingatkan bahwa sepuluh menit lagi kita akan rapat dengan klien. Mereka sudah menunggu di ruangan bos" jelas Dimas.


"Emm.. baiklah... kau keluar dulu" Angga mengusir Dimas dengan tangannya.


"Baik bos, maaf mengganggu, silakan lanjutkan" ujar Dimas dengan tersenyum penuh ledekan. Dimas buru buru menutup pintu setelah melihat wajah Angga yang tidak bersahabat.


"Dimas..." pekik Angga.


"Hahahaha" Tika tertawa melihat kekesalan Angga.


"Ini semua gara gara Dimas sialan itu" geram Angga.


"Hemmm.. tapi aku butuh energi dari kamu yank" balas Angga memelas kasian.


Tika tersenyum. Tika berjinjit untuk menggapai bibir manis suaminya. Perbedaan tinggi mereka agak terlalu jauh, membuat Tika harus berjinjit untuk dapat melambungkan sebuah ciuman untuk penambahan energi Angga.


Angga terkikik melihat usaha Tika untuk menggapai dirinya. Angga menurunkan kepalanya sehingga sejajar dengan Tika.


Cup


Cup


Tika mengecup lembut bibir itu. Angga tersenyum tapi ia belum puas.


Angga menahan tengkuk leher Tika. Ia mencium Tika dengan sangat dalam dan memabukkan.


Tak ingin terlalu terbuai, Angga melepaskan ciuman itu. Ia tersenyum melihat wajah Tika yang sedang memasok oksigen ke paru parunya.


Angga menyeka Saliva nya yang tertinggal di bibir sang istri akibat ciuman itu.


"Nanti kita lanjutkan dengan sangat panas di rumah" bisik Angga pada telinga Tika.


Tika tertawa geli. "Ya sudah.. mari kita bertemu dengan kliennya" ujar Tika.


Angga melangkah keluar ruangan. Ia menuju ruang meeting dengan Dimas.


*


Dimas mengendarai mobil Angga dengan kecepatan sedang.


Dimas menjadi sopir untuk si bos dan nyonya bos. Dimas jengah dengan pasutri mesra yang duduk di belakang nya.

__ADS_1


Pasutri itu seakan tidak mengetahui keberadaan Dimas yang menatap tajam kearah mereka.


"Kapan aku juga begitu" batin Dimas lirih.


"Mereka berdua memang tidak menganggap keberadaan ku. Bumi ini hanya untuk mereka saja" Dimas menghela nafasnya.


"Aku hanya mengontrak di sini" lanjut Dimas dengan bibir mengerut.


"Makanya kamu cari pasangan Dim, jangan jomblo terus" saut Angga mendengar dumelan Dimas.


"Kapan kamu mau serius dengan mbak Rina Dim? kok aku lihat tidak ada perkembangan nya" timpal Tika.


Dimas membulat mata. Inilah yang ia takutkan, Tika akan mengatakan hal itu di depan Angga.


Angga terkejut. "Maksudmu mbak Rina yang bekerja dengan kak Dita sayang?" tanya Angga.


"Iya" jawab Tika polos.


Angga tertawa puas. "Aku tidak menyangka kamu juga menyukai wanita bar bar seperti itu" balas Angga. Dimas menatap Angga dengan kaca di depannya.


Angga sedikit tau mengenai Rina dari cerita Dimas.


"Meskipun begitu, mbak Rina sangat baik loh sayang. Dia kemarin yang menjaga keluarga mbak Dita saat kami pergi dulu" ujar Tika.


"Benarkah?" tanya Angga.


"Iya sayang. Dia juga yang membantu merawat El, Sikembar dan Daisya saat kami kuliah dulu" lanjut Tika.


"Aku tidak salah orang" batin Dimas senang.


"Sepertinya dia orang baik Dim, kau harus mengejar nya" ujar Angga.


"Iya dong bos. Aku harus memiliki dirinya" tekad Dimas.


"Tapi dia mau gk ya sama kamu" ledek Angga menahan tawanya.


Dimas mendengus kesal.


"Masa gk mau sayang, mbak Rina pasti mau. Dimas juga baik kok, juga tampan dan pintar" puji Tika.


Dimas tertawa senang mendengar pujian Tika. " Aku tidak perlu membalas mu bos, nyonya bos sudah membalasnya" batin Angga.


Angga menautkan kedua alisnya. Ia sangat tidak suka dengan pujian Tika untuk Dimas.


"Sayang.. jangan memuji orang lain di depanku" ujar Angga dengan dingin.


"Eh.." Tika mengerjapkan ngerjapkan matanya.


"Maksud aku, Dimas tampan tapi lebih tampan suamiku. Dimas baik tapi suamiku tetap terbaik. Suamiku tetap terbaik dari yang lainnya" puji Tika membuat wajah Angga bahagia.


"Kamu tau aja agar aku tidak marah lagi sayang" ujar Angga menciumi bibir Tika sekilas lalu melambung ciuman di kening Tika dengan mendekap tubuh Tika. Angga kembali bermesraan dan tidak menganggap keberadaan Dimas.


"Aduh.. memanglah.. mereka itu sama saja" dengus Dimas dalam hati.


"Aku fokus saja dengan jalannya, jika melihat mereka terus yang ada buat aku kesal saja" batin Dimas.


*Sabar ya Dimas, kamu akan menemukan keindahan pada waktunya 😂*


...****************...


...Terimakasih atas dukungan nya untuk cerita ini 😊🤗...


Jangan lupa


Like

__ADS_1


Komentar


and Vote 😉


__ADS_2