Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Galau


__ADS_3

Malam yang indah dengan bintang bertaburan di langit. Terlihat di balkon kamar ada seorang CEO yang masih bergelut dengan pikiran nya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? bagaimana cara mendekati Dita kembali? aku tidak ada pengalaman pacaran, jadi bagaimana ini?" Zidan berbicara sendiri.


"bang... pinjam kan gue charger hp mu sebentar, punya gue tinggal di hotel" ujar Angga yang tiba-tiba datang ke kamar Zidan.


Zidan menoleh ke sumber suara.


"Ada di atas meja kecil tu, kau ambil saja" balasnya.


"Baik.. terimakasih bang" ucap Angga.


"Iya sama sama"


Setelah Angga mengambil alat pengisi baterai hp, Angga hendak keluar tapi Zidan bertanya.


"Ryan di mana Angga? apa sudah pulang?" tanya Zidan membalik badan ke Angga.


"Sudah.. bang Angga lagi di dapur atau di ruang televisi di bawah" balas Angga.


Tanpa menjawab Angga, Zidan langsung berlarian ke bawah menemui Ryan.


Angga yang melihat Zidan terburu turun, ia langsung ke kamar nya mengisi baterai hp dan kemudian menyusul ke dua Abang nya yang ada di bawah.


"Yan... kamu ngapain?" tanya Zidan yang sedikit berlari ke arah Ryan.


"Aku sedang menonton acara lawak saja" balasnya mengarah mata nya ke televisi.


"Yan.. bagaimana dengan Vina apa kau berhasil meminta ia memberikan kesempatan kedua?" Kepo Zidan.


Ryan menggeleng kepala nya dengan lemah.


"Jadi bagaimana juga? apa kau tidak mengusulkan membiarkan kamu mengejarnya?" Zidan tidak sabaran.


"Aku sudah mengatakan nya bang, tapi di tolak juga" lesu Ryan.


"Wah.. pada kenapa ini? cerita apa sih? kok gue gk tau? perasaan gue gk kemana mana tapi kok serasa gue ketinggalan" ujar Angga dengan nada bingung.


Angga mencari posisi duduk agar dapat mendengar percakapan kedua abangnya.


"Jadi bagaimana juga?" tanya Zidan kembali.


"Aku akan bertekad untuk tetap mengejarnya meskipun ia menolak aku mentah mentah, aku tidak peduli yang penting aku harus berusaha dulu agar Vina mau kembali padaku" tekad Ryan.


"Seperti nya nasib ku lebih baik dari pada kau yan" pamer Zidan.


"Maksud Abang kak Dita ngasih kesempatan kedua ni?" tanya Ryan.


Angga masih terdiam dan kepala mengikuti kemana arah orang yang bicara.


"Gk lah ... Dita cuma memberikan kesempatan agar aku mengejar nya lagi, tapi keputusan nya tetap pada Dirinya nanti. Dan juga tadi aku sangat senang karena tadi Dita merawat ku, Aku sedikit panas karena semalaman kerja di rumah sakit tanpa istirahat" jelas Zidan.


"Wah.. setidaknya kak Dita masih baik ya bang sama bang Zidan" ujar Angga dengan senyum terkekeh nya.


"Itulah yang aku maksud kan" balas Ryan.


"Wah.. abang gue dua dua nya mau berjuang ya, gimana dengan gue dong gk bisa berjuang lagi" ujar Angga putus asa.

__ADS_1


"Kenapa memang nya?" tanya Zidan heran.


"Tika sudah punya anak dengan laki laki lain bang" lirih Angga.


"hah!!" pekik Ryan dan Zidan.


Ryan dan Zidan saling menatap mencerna ucapan sang adik. Seketika kepala Ryan muncul ide untuk mengerjai Angga.


"Ah.. itu, aku tau karena tadi aku juga bertemu dengan suaminya Tika, pria itu sangat tampan bertubuh kekar, tinggi dan putih serta berkarisma" kompor Ryan.


Ryan tertawa di dalam hati melihat ekspresi Angga yang menjadi sangat putus asa.


Zidan bingung dengan penuturan Ryan. pasalnya ia tau kalau Angga punya anak laki laki yang satu lagi dengan Tika.


"Yang benar bang?" Angga ke makan ucapan Ryan.


"Iya... suami Tika juga ramah kok" Ryan masih mengompori.


"Hemmmm.... hancur sudah harapan gue. bagaimana nasib gue dan Jeno dong" lirih Angga.


"Ya.... kalau Jeno mungkin tidak masalah dengan ayah baru nya, meskipun Tika menikah lagi tetap saja Jeno masih bisa berdekatan dengan Tika." ujar Ryan.


"Yang kasihan itu dirimu, kau tidak bisa mendekati Tika lagi. Kan tidak mungkin kau menginginkan perceraian Tika dengan suaminya" Ryan semakin suka menjahili adik bungsunya.


"Hemmm... gue harus gimana dong bang?" tanya Angga dengan nada sedih.


"Angga... Angga...mau mau aja kamu di bohong oleh Ryan" ucap Zidan mengakhiri jahilnya Ryan setelah melihat muka tak bersemangat Angga.


"Apa!! Banga Ryan berbohong? jadi Tika tidak?" Angga menaikkan suara nya.


Ryan ketawa terjungkal hingga memegang perutnya.


"Pernah bang, Dimas memberikan padaku fotonya" balas Angga.


"Jadi menurut mu anak siapa dia?" tanya Zidan.


"Gur merasa anak itu adalah anak gue bang, karena wajahnya sangat mirip dengan gue. Tapi kapan Tika hamil coba? kan kita sudah pisah" balas Angga.


"Hah.. kau itu bodoh juga ya urusan begitu an, bisa saja ketika Tika pergi dari rumah ini saat itu dia sedang hamil. Sama seperti mu aku dan bang Zidan juga terkejut, pasalnya bang Zidan punya anak kembar perempuan dan yang paling parah ternyata Dani kembar".


"Jadi anak kembar itu beneran anak bang Zidan?" tanya Angga.


Zidan mengangguk kan kepala nya sebagai jawaban atas pertanyaan Angga.


"Wah.. berita nya sangat luar biasa ya, bisa bisanya Dani punya kembaran. Pasti mirip sekali dengan Dani ya bang?" tanya Angga.


"Buka hanya mirip dengan Dani tapi juga dengan ku tapi versi perempuan" balas Ryan senang mengingat wajah Daisya sangat mirip dengan nya.


"Jadi El anak gue juga dong" ujar Angga bahagia.


"Iya.. El itu memang anak kamu Angga. Aku sudah bertanya pada Vina tadi" balas Ryan.


"Jadi beneran anak itu anak gua bang? tapi kenapa Tika menutupi nya?" tanya Angga.


"Yah mungkin alasannya agar kau tidak mengambil El dari nya atau juga agar ia tidak kepikiran dengan Jeno" balas Zidan.


"Hmmm... seperti nya itu memang alasannya bang" Angga setuju dengan ucapan Zidan.

__ADS_1


"Yang bisa kita lakukan sekarang hanya bisa mencoba mendekatinya kembali. Tidak ada jalan yang lain" Ryan memberi saran.


"Semoga saja mantan istri kita masing-masing membuka hati kembali untuk kita" doa Angga.


Mereka akhirnya melanjutkan menonton acara sepak bola hingga rasa kantuk tiba.


...****************...


Di rumah Dita dan kedua adiknya sedang berbincang mengenai mantan suami mereka.


"Aku tidak tau bagaimana harus menjawab pertanyaan Ryan tadi" ujar Vina.


"Apa yang kau rasakan? kau masih menyukai nya? jika suka tidak masalah, kembali saja Vin. Lagian ya setelah kakak lihat seperti Ryan baik kok" balas Dita.


"Dari dulu dia juga baik kak. Tapi aku rasa kak Dita yang lebih dulu kembali ke bang Zi" goda Vina.


"Kenapa seperti itu kak Vin" tanya Tika penasaran.


"Tau kau Tika, tadi kak Dita merawat bang Zi loh yang demam di kamar bawah" ghibah Vina.


"Wah... perkembangan nya cepat ya kak, emang bang Zi demamnya sangat panas ya kak" tanya Tika.


"Ahh.. kalian ada ada saja, Zidan panas sekali tadi dan juga mukanya memerah. Kakak kasian melihat nya, nanti kalau tiba-tiba dia pingsan kek mana? makanya kakak suruh istirahat dulu sebelum pulang" jelas Dita.


"Ciee..... yang perhatian banget" goda Tika.


"Ih.. apa an sih, perhatian nya hanya sebatas sesama manusia Tik" malu Dita.


"Sesama manusia yang saling mencintai ya kan kak" Tika menggoda Dita dengan tawa Nye bersama Vina.


"Ah... terserah kamu Tik" elak Dita karena malu.


"Hehe... Kalau aku bagaimana ya? apa Angga tau tentang keberadaan El?" Tika dengan raut wajah pasrah.


"Seperti nya tau Tik, kemungkinan Ryan memberitahu kepada Angga. Soalnya tadi Ryan ada tanya sama kakak tentang ayah El" ujar Vina.


"Hmmm... gk tau lah bagaimana besok ketika kerja, entah Angga akan membicarakan kan mengenai El" takut Tika.


"Kau tenang saja Tika, Angga pasti senang mendengar El" ujar Dita.


"Iya aku tau kak, aku hanya takut nanti Angga juga menginginkan El" kegundahan Tika.


"Aku juga sama seperti mu Tika, itu juga salah satu yang aku takutkan" balas Dita.


"Semoga saja kita di berikan jalan keluar dari masalah ini" harap Vina.


"Semoga,,,, ya sudah mari kita kembali ke kamar untuk istirahat" ajak Vina.


Dita dan Tika mengikuti langkah Vina.


...****************...


Jangan lupa


Like


Komentar

__ADS_1


and Vote ya πŸ˜‰


__ADS_2