Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Bertemu


__ADS_3

Dua hari berlalu setelah pengintai itu. Rina juga sudah pergi ke kota D untuk menghadiri nikahan sepupu nya. Malam ini Dita, Vina dan Tika akan mengantarkan pesanan kue ke rumah sakit untuk acara ulangtahun rumah sakit itu


"Sayang anak Mommy malam ini tunggu di sini dulu ya. Main sama yang lainnya disini ada Tante Tani yang akan menjaga kalian" ujar Tika karena El meminta ikut.


"Gk mau mommy, El mau ikut" rengek El.


"Tapi ini di rumah sakit lho sayang, kamu kan gk suka berada di rumah sakit"


"Tapi mommy..."


"Sayang .. dengerin mommy ya, patuh sama mommy ya. El tinggal dulu disini ya sama Tante Tania dan kakak kakak yang lain"


"Hem... baiklah mommy. Mommy janji ya jangan pulang terlambat, nanti El gk bisa tidur"


"Iya sayang mommy.." Tika mencium putranya yang manja.


"Sudah siap ngedrama nya Tik?" tanya Vina terkekeh.


"Udah kak Vin"


"Mommy pergi dulu ya" ucap Tika melambaikan tangannya ke arah El. El hanya mengangguk.


Mereka akhirnya pergi mengantarkan kue pesanan pelanggan.


"Nanti dimana ruangan acaranya kak?? kan ini rumah sakit" tanya Tika.


"Katanya sih di lantai paling atas, mereka buat acaranya di situ. Biar gk mengganggu pasien yang lain. Lagian kita nanti juga ada yang membantu mengangkut kue ini semua" jawab Dita.


"Kok banyak banget ya pesanan nya, apa mereka mau bagikan ke seluruh pasien kah?" tanya Vina.


"Maybe" jawab Dita.


Tak lama setelah mereka berbincang akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit. Dita lengsung memakirkan mobil dan menelpon orang yang akan membantu mereka membawakan kue.


Mereka juga membantu pekerja yang membawa kue. Di sana terlihat Dion yang melihat kearah Vina.


"Bukannya itu sekretaris pak bos ya?" gumam Dion.


"Tapi.. mungkin hanya mirip. Aku salah orang kali" lanjutnya dan berlalu pergi.


Semua orang orang kepercayaan Malik datang termasuk Dion dan Dimas.


Mereka akhirnya sampai ke tempat tujuan. Ruangan pesta yang sangat elegan, mereka sempat terkagum-kagum melihat keindahan ruangan itu. Dita dan kawan-kawan menata kue di meja.


"Toilet nya di mana ya?" tanya Dita.


"Kakak mau buang air kecil kah??" tanya Tika.


"Iya Tik, gk tahan ni"


"Perlu Vina temenin kak?" tanya Vina.


"Gk usah, kalian lanjutkan menata kue. Aku tanya sama penjaga itu di mana letak toilet nya" ujar Dita. Vina dan Tika menata kembali kuenya.


Dita mendekat kearah penjaga.


"Pak.. toilet nya di mana ya?"tanya Dita.


"Di lorong itu belok kanan nanti jumpa lorong lagi belok kiri terus yang paling ujung toiletnya" jawab satpam.


"Ok. Terimakasih banyak pak" ujar Dita. Satpam tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


Dita bergegas menuju toilet sebab sudah sangat kebelet. Tiba tiba ada yang menabraknya dan handphone orang yang bertabrakan dengan Dita jatuh.


"Aahhhh... "pekik Dita. Ia tersungkur ke lantai akibat tabrakan itu.


"Maaf kan aku.. aku tidak sengaja" ujar Dita melihat orang itu membelakangi nya karena mengambil benda pipih yang jatuh ke lantai.


Orang yang di tabrak tak bergeming sedikit pun. Ia merasa familiar dengan suara itu.


"Dita..Zidan.." ucap kedua nya terkejut.


"Maaf kan aku.. aku permisi dulu. Untuk urusan benda itu tunggu dulu, aku benar-benar tidak dapat menahan nya lagi" ujar Dita cepat dan berlari an ke kamar mandi.


Zidan ternganga mendengar ucapan Dita. Ia melihat Dita masuk ke kamar mandi.


"Benar benar,,, masih sama" gumam Zidan tersenyum.


"Bapak sudah datang?" tanya Dion.


"Iya baru saja"


"Ayok pak, kita ke ruang acara. Disana pak Ryan dan Angga juga sudah datang" Ucap Dion.


"Kau duluan saja, lagian acaranya masih ada satu jam lagi. Aku masih ada sedikit urusan disini" ujar Zidan.


Dion mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan Zidan.


Meninggalkan Zidan yang menunggu Dita keluar dari kamar mandi. Di dalam pesta Tika dan Vina masih sibuk menata kue nya.


"Vina..." ujar Ryan.


Merasa namanya di panggil Vina berbalik.


Alangkah terkejutnya Vina melihat sosok Ryan di depannya. Begitu juga Tika yang ikut berbalik.


"Halo bang Ryan.. " ujar Tika menyapa.


"Iya Tika" balas Ryan.


"Ngapain kamu?" mode dingin Ryan on.


"Lagi menata kue pak" jawab Vina polos.


Tika kembali menata kue nya. Ia sedikit takut melihat wajah dingin Ryan.


"Iya saya tau. Kamu kerja jadi tukang kue?" tanya Ryan.


"Hehehe.. Iya pak, ini kerja sampingan saya" balas Vina.


"Kenapa sial sekali sih, kok malah ketemu es kutub disini, suasana makin dingin lagi. Tika juga satu bukannya bantuin aku malah sibuk menata kue nya lagi" batin Vina menatap Tika.


"Maaf kak.. aku takut melihat wajah nya" balas Tika. Mereka berbicara melalui tatapan.


"Memang gaji yang di tawarkan tidak cukup?" tanya Ryan.


"Huff.. maaf ya pak, itu urusan saya, tolong jangan ganggu saya. Saya masih punya kerjaan" sopan Vina. Ia mulai geram.


"Salah ya saya tanya, kan kamu sekretaris saya" balas Ryan.


"Hem.. saya memang sekretaris anda. Tapi ini bukan lagi jam kantor" balas Vina.


"Wih... Abang kok disini?" tanya Angga tiba-tiba.

__ADS_1


"Kakak ipar!! eitsss.... mantan kakak ipar" lanjut Angga terkejut melihat Vina.


Mendengar suara itu familiar, Tika langsung berbalik badan agar Angga tidak mengenalinya.


"Halo kak.. apa kabar?" tanya Angga.


"Baik baik saja" balas Vina.


"Kamu juga di sini Angga?" Tanya Vina pada Angga.


Ryan merasa geram sebab Vina bukannya menanyai dirinya yang sedari tadi di situ malah ke Angga yang baru nongol.


"Iya kak.. Inikan acara ulang tahun rumah sakit yang di kelola oleh bang Zidan, jadi aku dan bang Ryan otomatis di sini juga kak" jawab Angga.


"Apa!! bang Zi yang kelola rumah sakit ini?" pekik Vina dengan raut tidak percaya


"Kenapa kakak terkejut seperti mendengar kalau kak Ryan akan menikah saja" goda Angga.


Vina melotot matanya ucapan mendengar Angga.


"Kalau pak Ryan menikah aku biasa saja lagian kita hanya masa lalu" ujar Vina santai. Ryan mulai panas dengan jawaban Vina.


"Itu Tika Angga, kau bicara padanya saja" tunjuk Ryan kearah Tika.


"Wah.. ternyata sayangku juga ada di sini ya" ujar Angga dan berjalan ke arah Tika yang masih menata kue.


"Sayang... " pecicilan Angga.


Vina dan Ryan menantap heran tidak menyangka Angga akan seperti itu dengan Tika.


Tika tahu sumber suara itu. Ia mulai geleng-geleng kepala. Tika berbalik kearah Angga.


"Kamu gk tau malu ya, ngapain panggil aku begitu?" Tanya Tika geram karena ke usilan Angga.


"Kamu kan sayang aku" jawab Angga menaikkan alisnya.


"Ih.. ini bukan ruangan kamu, berwibawa kek sedikit " ujar Tika.


Angga tidak peduli dengan ucapan Tika. Angga hanya tau jika malam ini ia mendapat hadiah yang bagus, ia sangat merindukan Tika. Padahal dari pagi hingga sore mereka berada di tempat kerja yang sama.


Ingin sekali Angga mengajak Tika untuk kembali lagi ke menjadi istrinya, tapi menurut Angga ia harus membuat Tika jatuh cinta kepadanya terlebih dahulu. Ia tidak mau Tika menjadi miliknya seperti kejadian sebelumnya.


Vina tertawa melihat interaksi dua manusia itu. sedangkan Ryan hanya tersenyum bukan karena Tika dan Ryan melainkan melihat Vina tertawa.


Dita akhirnya merasa lega telah memenuhi panggilan alam. Ia keluar dari kamar mandi. Ia sejenak lupa kalau sebelumnya ia menabrak seseorang.


"Kau pergi begitu saja setelah kau berjanji akan membicarakan hal ini?" Ujar Zidan yang ada di belakang Dita.


Dita berhenti berjalan karena merasa seseorang berbicara dengannya.


...****************...


...Terimakasih banyak masih setia membaca cerita ini 🤗...


Jangan lupa


Like


Komentar


serta Vote🙏

__ADS_1


...Gk maksa kok..🤭...


__ADS_2