
"Hahaha....."
Tawa Tika memenuhi ruang makan di mansion. Vina juga ikut tertawa.
Dita sangat terkejut melihat apa yang ada di depannya. Tak lama Dita juga ikut tertawa sembari meletakkan makanan di meja makan.
Tiga CEO tampan itu membola matanya karena malu dengan penampilan mereka. mereka tidak menyangka bahwa calon istri yang di perkenalkan ibunya adalah sang pujaan hati.
"Ibu.. putra ibu sangat tampan ya" ledek Vina melipat bibirnya menahan tawa.
"Mereka memang anak yang tampan apa lagi hari ini sangat tampan sekali" saut Tika meledek.
Dita tak dapat menahan tawanya hingga membalikkan badannya menghadap ke arah yang lain.
"Ibu juga tidak tau kenapa mereka seperti itu" jawab ibu melipat bibirnya.
"Mereka sepertinya benar tidak ingin dengan kalian" saut ayah Malik masih dengan tawanya.
"Sial... kenapa aku ikuti juga sih ide gila Angga" gerutu Zidan dalam hati.
Tiga CEO tampan itu terdiam tak berkutik sedikit pun. Mereka sangat malu, ingin rasanya mereka pergi ke ujung dunia agar tidak ada yang melihat penampilan mereka.
Ryan dan Angga saling tatap. Ryan menghunus tajam pada Angga. Angga hanya menggaruk rambut nya.
"Aku akan naik ke atas, ganti baju" ujar Zidan.
Ketika Zidan ingin berdiri, bahunya di tekan Dita sehingga ia kembali duduk.
"Tidak usah.. duduk saja, jangan buat orang lain menunggu lama lagi" balas Dita dengan tawa kecil.
"Tapi.."
"Udah.. makan aja" potong Dita.
Mereka akhirnya makan malam bersama meskipun masih ada suara tawa kecil. Tiga serangkai juga masih menahan tawanya melihat kelakuan Ayah masing masing.
Tiga CEO tampan terdiam dan mencoba menikmati makanan nya. Di samping mereka duduk para calon istri, kehadiran calon istri lah yang membuat mereka merasa bahagia meskipun dalam keadaan yang sangat memalukan.
*
*
*
*
*
"Jadi bunda akan kembali dengan ayah kan?" tanya Zico pada Dita yang sedang memangku dirinya.
"Iya sayang" Dita mencubit pipi Zico. Zico tergelak bahagia.
"Mommy juga kan?" tanya Jeno.
Tika mengangguk kepalanya. Dani menatap sang ibu seakan menanyakan perihal yang sama. Vina mengerti dengan tatapan sang anak, Vina mengangguk kan kepalanya.
"Ibu sangat senang dan berterima kasih kepada kalian karena kalian kembali menerima permintaan ibu untuk kembali dengan putra putra ibu" ujar ibu.
"Ibu berharap ini adalah keputusan kalian, ibu tidak ingin kalian terpaksa melakukan semua ini karena permintaan ibu" lanjut Ibu.
"Kami sudah memikirkan nya dengan sangat baik kok bu, kami rasa inilah yang terbaik untuk kami lakukan" balas Dita yang di setujui oleh Tika dan Vina.
Ketiga serangkai tersenyum bahagia dan memeluk erat sang ibu masing-masing.
"Dit.. aku ingin bicara" Datar Zidan.
"Baiklah"
Zidan membawa Dita ke kamar mereka dulu. Alangkah terkejutnya Dita melihat foto pernikahan yang terpajang rapi di kamar itu. Dita sangat ingat bahwa itu adalah hasil foto pernikahan terpaksa nya tujuh tahun lalu.
__ADS_1
Dita tidak menanyai mengenai foto itu. Dita terdiam, ia menunggu Zidan memulai pembicaraan.
"Si kembar di rumah dengan siapa?" Ketus Zidan yang belum melihat kearah Dita.
"Si kembar di jaga oleh Rina dan Juga Tania" balas Dita.
Dita tau kalau Zidan sedang marah padanya sebab ia tidak memberitahu tentang makan malam ini.
"Kenapa kamu tidak beritahu aku kalau kamu adalah calon istri yang di pilih ibu?" tanya Zidan melihat kearah Dita dengan tatapan tajam.
"Owh.. sekarang udah aku kamu" saut Dita.
"Jawab pertanyaan ku, jangan mengalihkan" balas Zidan dingin.
Dita menelan ludahnya dengan berat. Ia tau betul bagaimana sikap Zidan kalau sedang marah.
Dita menghela nafasnya. " Baiklah.. ini kejutan yang akan aku berikan padamu, awal nya aku menolak tapi setelah aku pikirkan dengan baik. Aku rasa mungkin kita memang di takdir kan untuk bersatu kembali" lanjut Dita.
"Em.. kenapa kau menolak ku ketika aku aja nikah kemarin?" tanya Zidan cuek.
"Kan aku sudah bilang aku kemarin belum yakin dan kemudian aku kembali memikirkan nya"
"Ya udah.. kalau kamu mau ngambek ya sudah, aku mau turun mau samperin ibu dan mengatakan bahwa kamu tidak ingin kembali padaku" Dita berpura pura marah.
Dita berdiri dari duduknya untuk melangkah keluar. Zidan menahan tubuh Dita, di peluknya Dita dari belakang.
"Maafkan aku sayang....... aku sangat bahagia. Aku sangat senang karena kamu kembali padaku. Aku sangat berterima kasih, tadi aku hanya sedikit marah karena sayang tidak memberitahukan padaku" ucap Zidan memeluk erat dan setia meletakkan dagunya di bahu Dita.
"Tapi kau harus janji jangan memperlakukan diriku seperti dulu lagi" lirih Dita.
"Tentu sayang,, aku janji. Jika nanti aku menyakiti dirimu, aku akan rela kau membunuh ku. Dan jika setelah menikah nanti semua harta ku akan ku alihkan atas namamu. Biarkan aku hidup melarat jika aku berani menyakiti hati mu" Zidan mengecup bahu Dita.
"Emm.... kau sudah berjanji. Aku tidak perlu hartamu, cukup diriku saja yang akan selamanya pergi dari kehidupan mu" balas Dita.
"Aku tidak akan menyakiti dirimu, aku tidak ingin kamu menghilang dari hidup ku seperti tujuh tahun lalu" lirih Zidan.
"Kenapa kamu berpenampilan seperti sekarang? mana penampilan mu yang tadi, aku menyukai nya" canda Dita.
"Sayang.... ih.. jangan sebut lagi penampilan memalukan itu" rengek Zidan.
Dita kembali tertawa dan memeluk tubuh Zidan.
*
*
*
Ryan menatap Vina dengan tatapan geram dan marah. Vina tersenyum manis tanpa berdosa.
Ryan mendecih dirinya yang seakan luluh hanya karena senyuman Vina padanya.
"Pak bos kenapa?" tanya Vina.
"Kenapa kamu bohong sama saya?" Ryan membalas pertanyaan Vina dengan pertanyaan menohok.
"Kita tanya lain, pak Bos jawab lain" desah Vina.
"Baiklah.. aku akan menjelaskan. Sebenarnya aku memang Ingin menerima ajakan Pak Bos kemarin.."
"Kenapa panggil pak, memang aku bapak kamu apa?" potong Ryan tegas.
"Oke.. baiklah..aku memang ingin menerima ajakan kamu untuk menikah kembali, tapi kemarin aku menolak sebab aku belum yakin. Aku terlalu takut nanti jika kita bersatu kembali, kamu mengabaikan keberadaan diriku seperti dahulu"
Sret....
Hati Ryan serasa koyak mendengar ucapan sendu Vina.
"Tapi.. sekarang aku sudah yakin dengan keputusan yang aku ambil. Jika suatu saat kamu menyakiti diriku kembali, aku pastikan kamu tidak akan dapat menemukan diriku di manapun" ancam Vina.
__ADS_1
Ryan memeluk Vina dengan erat.
"Maafkan aku yang dulu pernah mengabaikan dirimu. Aku benar-benar minta maaf. Aku janji tidak akan menyakiti hati mu lagi, aku terlalu bodoh di masa lalu. Sekali lagi maaf kan aku dan terimakasih telah kembali bersama denganku" lirih Ryan berkaca kaca dan tak lama menitihkan air mata.
Ryan sangat bahagia sehingga ia melupakan pikiran tadi siang yang akan merajuk pada Vina.
"Kenapa kamu sekarang menjadi cengeng sih" ucap Vina menghapus air mata Ryan.
"Aku tidak tau.." balas Ryan Ryan mulai mengencangkan tangis nya.
"Cup...cup... cup.. udah.." peluk Vina yang mengelus punggung Ryan. Vina tertawa geli melihat Sikap Ryan yang melow.
*
*
*
"Jangan kami pikir aku melakukan semua ini atas dasar cinta, aku hanya takut nanti rahim ku kembali berpenghuni" ujar Tika.
"Maksud kamu apa sayang?" Angga masih belum mengerti.
"jangan pura pura lupa, kita telah melakukan sesuatu yang salah kemarin. Aku menerima semua ini hanya takut, benih mu bersemayam di rahimku"
"Oh" balas Angga santai.
"Untung juga ternyata cara itu" batin Angga.
"Apa!! hanya oh" kesal Tika.
"Iyalah sayang, terus aku harus bagaimana? tapi bagus juga ya, seharusnya aku melakukan itu dari kemarin kemarin" goda Angga mengedipkan mata nakalnya.
"Ih,, kamu kok mesum sih? Aku mau pulang" ucap Tika ingin beranjak pergi.
"Jangan dong, kamu nginap sini saja" Angga menarik tangan Tika.
"Tidak bisa, El di rumah dan lagian kita belum sah kembali menjadi suami istri" ujar Tika.
"Lah... padahal aku ingin mengulangi kejadian kemarin itu" canda Angga.
Tika seketika memukul lengan Angga dengan keras.
"Ah.. sayang sakit" rengek Angga mengusap usap lengannya.
"Ngomong sembarangan lagi" balas Tika.
"Maaf.. aku hanya bercanda"
"Aku mau kembali ke bawah, aku mau pulang" Tika beranjak pergi.
Angga menarik kembali tangan Tika dan melabuhkan sebuah ciuman. Tika membeku di tempatnya.
"Ciuman perpisahan sayang" ucap Angga dengan santai setelah ia melepaskan ciuman itu dan berlalu pergi dari hadapan Tika yang masih membeku.
"Angga" pekik Tika setelah sadar.
Angga tertawa puas mendengar teriakkan Tika.
...****************...
...Terimakasih banyak atas dukungan dari reader kesayangan blue ❤️...
Jangan lupa
Like
Komentar
And Vote 😉
__ADS_1