
Tiga serangkai memasuki mansion. Dari mobil di sambut oleh mbok sari dan menuntun ke tiga tuan muda ke dalam rumah.
Ibu alias nenek mereka tidak tau kalau tiga serangkai akan pulang ke rumah hari ini. Beberapa waktu lalu mereka sempat mengobrol dengan ibu, mereka mengatakan akan tinggal lebih lama di rumah ibu mereka.
"Nenek!!!" pekik Jeno.
Ibu yang mendengar suara memanggil dirinya dan mengenali siapa pemilik suara itu, buru buru ibu menghampiri mereka di ruang keluarga.
"Ya ampun... cucu nenek sudah pulang" ibu memeluk tiga serangkai.
"Kenapa tidak memberitahu ibu kalau kalian pulang hari ini?" tanya ibu setelah pelukan terlepas.
"Kami sengaja nenek.. kami ingin kasih kejutan" cengir Dani.
"Kalian ini benar-benar sangat nakal" ibu memukul pelan bahu cucu nya.
"Hehehe.. tapi nenek seneng kan kami pulang" Jeno melirik nakal.
"Iya sayangku"
"Em.. bagaimana kabar ibu kalian? apa mereka baik baik saja?" tanya ibu.
"Baik dong nenek.. bunda tadi nitip salam ke nenek" ujar Zico membuka suara.
"Ah.. yang bener sayang?" tanya ibu. Zico mengangguk kan kepalanya.
"Nenek juga kangen mereka dan cucu nenek yang lain" ujar nenek.
"Hmmm.. kami juga ingin mereka tinggal bersama dengan kita di sini" ucap Dani sendu.
"Hmm.... apa seperti nya usaha ayah kalian untuk mendekati ibu kalian gagal ya?" tanya ibu.
"Sepertinya iya nek" jawab Dani putus asa.
"Makanya kami pulang ke sini agar kami dapat membantu ayah kami untuk bisa kembali dengan ibu kami" ucap Dani kembali.
"Kami terpaksa turun tangan nek soalnya ayah ayah kami itu sangat lambat, mereka tidak bisa melakukan hal semacam itu dengan benar" saut Jeno.
"Maksudnya?" ibu heran.
"Mereka cepat sekali menyerah nek, mereka terlalu lemah untuk berbuat seperti itu" kesal Zico.
"Hingga akhirnya saingan ayah sudah muncul dan sedang mendekati bunda" lanjut Zico.
"Apa!! jadi jika ini tidak berhasil ada kemungkinan Dita dengan yang lain" ibu sedikit memekik.
"Iya nek" angguk Jeno.
"Ya ampun sayang.. kalian harus membuat ayah kalian itu semangat kembali dalam merebut hati ibu kalian" ibu memberi semangat.
"Iya nenek, kami harus menyemangati dan membantu mereka" balas Dani.
"Wah.. cucu nenek hebat ya" balas nenek
"Iya dong.. siapa lagi" timpal Jeno.
"Eitss.. tapi tunggu.. kalian beneran sudah memaafkan ayah ayah kalian?" tanya ibu dengan nada penasaran.
__ADS_1
"Sudah dong nek dari kemarin, hanya saja kamu suka mengerjai mereka" balas Dani tertawa cekikikan.
"Ya sudah.. kalian kembali lah ke kamar mandi dan ganti baju, sebentar lagi mau gelap. nenek ke dapur dulu membantu mbok memasak" ajak nenek.
"Iya nenek"
Tiga serangkai berjalan menuju tangga untuk segera sampai di kamar mereka. Tiga serangkai sudah berada di kamar masing-masing.
*Kamar Zico
"Aku merasa sangat sendirian di sini padahal aku tidak sendirian. Apa mungkin karena sudah seminggu lebih ini aku tinggal dengan bunda dan suasana di sana jauh lebih hangat dari pada di mansion ini" Zico berbicara sendiri.
"Aku sangat merindukan bunda, apa bunda juga rindu padaku?" lanjutnya
"Aku sebaiknya mandi, nanti setelah makan malam aku akan menelpon bunda dan berbicara padanya" putus Zico.
Zico beranjak dari kasur nya ke kamar mandi. Tiga serangkai sudah cukup dewasa sehingga mereka biasanya mandi sendiri tanpa bantuan siapapun.
*kamar Dani
"Bagaimana ya perasaan mama saat ini? karena sejak tadi mama belum membalas pesanku, apa mama masih sibuk ya di kantor papa. Padahal sebentar lagi mau gelap, apa mungkin juga mama biasa saja saat aku pergi dari rumah itu? karena selama ini mama tidak pernah tinggal dengan ku. Mama selama ini kan hanya tinggal dengan kak Sya, apa mama akan rindu aku ya?" ucap Dani sembari berbaring memandang langit kamarnya.
"Entah lah.. nanti saja aku telpon mama" lanjutnya.
Dani mengambil handuk menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
*Kamar Jeno
Jeno yang sudah siap dengan ritual mandinya dan sudah memakai baju rumahannya. Jeno mengambil hp dan mendial nomor mommy nya.
Tut..
Tut..
^^^Halo juga mommy, mommy di mana?^^^
Jeno kangen mommy ya?
^^^iya mom^^^
aduh.. anak mommy manis sekali.
^^^mommy di mana? mommy sudah ^^^
^^^pulang kerja?^^^
Mommy bersama Daddy sayang, Daddy lagi nganterin mommy pulang" teriak Angga.
^^^yang benar mommy? mommy gk di jahatin sama Daddy kan?^^^
"Ya enggak lah sayang, masa kamu bilang gitu sih" Angga kembali mengeluarkan suara nya.
udah.. jangan bicara lagi, fokus nyetir saja. omel Tika pada Angga.
"Sayang.. kamu mau apa biar mommy belikan di perjalanan pulang ke rumah.
^^^Mommy.. Jeno gk mau apa apa^^^
__ADS_1
^^^ *Jeno mau mommy balik sama Daddy saja" batin Jeno*^^^
kok gitu sih,, beneran ini tidak mau apa apa?
^^^iya mommy^^^
^^^Oh iya Jeno mau kasih tau, kalau Jeno sekarang udah di rumah nenek^^^
Apa!! kalian sudah pulang?
^^^iya mommy.. tadi sore kami pulang ^^^
kenapa cepat sekali kalian pulangnya? udah gk betah yan tinggal bareng mommy?
^^^Enggak kok mommy, kami hanya pulang beberapa hari saja. kami sudah janji dengan nenek kalau kami akan pulang.^^^
em...em... baik lah sayang
^^^maaf kan Jeno ya Mommy^^^
enggak apa apa kok sayang, anak mommy gk salah kok
^^^mommy kapan kapan kesini ya ajak bunda, mama dan adik adik.^^^
iya sayang.
^^^Ya sudah.. mommy hati hati pulangnya ya, Jeno tutup dulu telpon nya^^^
"Iya sayang.. "
Wajah Tika mendadak murung dan ia memalingkan wajahnya ke arah jalan.
"Kamu kenapa sayang? kok gitu wajahnya" tanya Angga.
"Gk ada apa apa" ketus Tika
"Kamu sedih ya anak kita tidak tinggal denganmu lagi dan sekarang sudah pulang ke mansion?" tanya Angga.
Tika hanya menatap sedih ke arah Angga.
"Kamu sih Tik, coba aja kamu terima ajakan aku untuk kita bisa kembali lagi. Kita pasti berkumpul di atap yang sama dengan anak anak kita" ucap Angga dengan niat bercanda.
"kok kamu main nyalahin aku sih, aku gk mau kembali sama kamu sebab aku gk mau sakit hati lagi" balas Tika dengan nada galak.
"Iya aku yang salah sayang.. dulu aku begitu bodoh nya tidak menerima ungkapan cinta kamu. Padahal dulu kamu sengaja mengutarakan nya saat ulang tahun ku yang ke 20 dengan kue yang cantik dan makan malam yang romantis. Aku sangat menyesali itu Tik" Angga tidak ikut emosi, ia menurun kan nada bicaranya. ia tau kalau Tika terbawa emosi.
"Hemm" Tika memalingkan wajahnya menatap ke jendela mobil.
"Tika.. kamu masih mau kan kasih aku kesempatan untuk membuat kamu mau bersatu kembali dengan aku kan?" ucap Angga.
Tika hanya diam tidak menanggapi ucapan Angga. Angga menghela nafas berat nya.
"Aku anggap jawabanmu bisa Tika, baiklah sayang.. aku akan berusaha lebih keras lagi" ujar angga.
Angga melanjutkan kemudi mobil nya yang sempat berhenti tadi.
"Apa aku terima saja ya untuk balikan dengan Angga, kasian anak anakku. Aku seperti orang yang sangat egois karena telah memisahkan mereka. Jika seperti ini apa tidak mengapa ya dengan mental anak-anak ku? apa yang harus aku lakukan? maaf kan mommy sayang telah membuat kalian seperti ini. Apa aku harus menerima kembali Angga? aku terlalu takut untuk menerima nya aku takut nanti aku kembali sakit hati? biar bagaimanapun aku tidak tau apakah angga benar benar tulus untuk kembali padaku atau hanya sebatas untuk anak anak saja" sepanjang perjalanan Tika diam dan sibuk bergelut dengan pikiran nya sendiri.
__ADS_1
...****************...
...Terimakasih banyak atas dukungan untuk cerita ini😊🤗...