Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Tidak Tau Harus Bagaimana


__ADS_3

Tiga hari berlalu, namun keberadaan Dita dan Tika tidak menunjukkan akan tanda tanda akan di temukan.


Keluarga Malik di buat kelimpungan tidak menentu. Dua menantu mereka tidak bisa di temukan sedangkan satu putra masih belum sadar dari operasi yang di lakukan.


Dimas dan Dion juga sangat sibuk dengan kejadian yang menimpa mereka. Mereka semua nya terlihat lelah dan letih.


Banyak cara telah dilakukan untuk menemukan keberadaan dua menantu Malik itu. Tapi hingga saat ini belum membuahkan hasil yang baik.


Musibah yang menimpa keluarga Malik ini di tutup dari awak media. Bagaimana tidak, keluarga yang terpandang sedang menghadapi masalah besar. Jika media tau maka akan menjadi berita terpanas.


Dan yang paling di takut kan bahwa penculik nya bisa saja melakukan hal yang lebih kejam yang tidak di harapkan.


Seluruh anggota keluarga dan orang-orang kepercayaannya, baik itu bawahan dan asisten telah di kerah kan semua kekuatan nya. Bukan hanya mereka saja yang frustasi, Zidan dan Angga lebih sangat frustasi.


Pikiran pikiran buruk menghantui mereka, mereka sangat takut jika sang istri di temukan nantinya dalam keadaan tidak bernyawa.


Namun pikiran buruk itu segera mereka tepis dengan berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saja. lambat laun mereka yakin kalau Tuhan akan memberikan jawaban.


...****************...


Kegundahan hati bukan hanya di rasakan oleh sang ayah tetapi putra pintar juga merasakan hal yang sama. Si kembar Z dan El setiap hari nya menangis meminta untuk bertemu dengan sang ibu.


Berbeda dengan Zico dan Jeno. Mereka mencoba bersikap tenang di tengah kegelisahan nya. Mereka percaya bahwa ayah ayah mereka akan menemukan sang ibu.


Mereka berdua hanya bisa berdoa semoga ibu mereka baik baik saja. Mereka tidak tahan dengan tangisan sang adik yang terlihat sangat pilu dan menyesakkan.


Rina dan Tania mencoba memberikan pengertian kepada ketiga anak itu. Mereka mendengar ucapan Rina dan Tania tapi hanya sebentar saja. Ketika rindu melanda mereka akan menangis sejadi-jadinya.


"Tante.. dimana bunda Afa? kenapa tidak muncul juga? Afa mau lihat bunda.. huhuhu.." tanya Afa dengan tangisnya.


"Sabar sayang, nanti bunda kembali kok"


"Kata ayah bunda belum di temukan, sebenarnya bunda kemana Tante? apa bunda tinggalin kami semuanya" tambah Ifa tak kalah sedihnya.


Rina mencoba dengan segala kemampuan untuk menenangkan twins Z. Tidak hanya Rina, Tania juga melakukan hal demikian. Ia juga. berusaha menenangkan El.


Bukan hanya mereka berdua, Abang Abang ketiga anak tersebut juga berusaha menenangkan sang adik.


Mereka juga berharap agar papa Ryan kembali membuka matanya. Berharap ibu mereka segera di temukan dan papa Ryan kembali sadar dari kecelakaan yang menimpanya.


Zidan dan Angga juga memberikan pengertian kepada sang anak di tengah kegelisahan dan kecemasan serta frustasi yang melanda keduanya.

__ADS_1


Hanya berusaha dan berdoa lah yang menjadi jalan terbaik yang bisa di lakukan saat ini.


...****************...


"Papa kapan bangunnya ya ma?" tanya Daisya menatap tubuh sang papa yang masih setia memejamkan matanya.


"Sebentar lagi papa bangun kok sayang, kita doakan semoga papa merasa lelah dan bangun dari tidur nya" balas Vina agar sang anak tidak terlalu bersedih.


"Heemm.. Kakak sangat ingin papa bangun. Kakak juga ingin bunda dan mommy di temukan. kakak merasa kasihan sekali dengan si kembar dan adik El. Mereka tidak ingin melakukan apa pun ma" ucap Daisya penuh harap.


"Kita semua merasakan apa yang kakak rasakan. Mama juga sedih sekali melihat mereka"


"Apa mama sudah menemui mereka?"


"Sudah sayang, kemarin mereka di bawa sebentar ke sini oleh tante Rina dan tante Tania. Mama memeluk mereka agar mereka bisa lebih tenang. Tapi mama tidak bisa menemani mereka sedangkan papamu masih terbaring di sini" ucap Vina lirih.


"Tidak apa apa ma, biar nanti kakak yang akan menemani mereka. Mama temani papa saja di sini" ujar Daisya yang merasa bahwa Vina tidak berdaya untuk bisa menemani sepupunya.


Daisya tau sepupunya juga membutuhkan pelukan mama nya, tapi mama Vina juga tidak bisa menemani mereka dengan sepenuhnya. Mama Vina juga sedang merasakan kecemasan dan kegelisahan mengenai suaminya dan juga dua kakak kakaknya.


"Dimana kalian kak, kenapa belum kembali. Aku sangat khawatir dengan kalian. Kenapa kita mengalami hal yang lebih mengerikan dari sebelumnya. Apa salahku? apa ini ada hubungannya denganku? sehingga mereka yang aku cintai mengalami hal yang buruk?" batin Vina menyalahkan dirinya.


...****************...


Hari ini semua cucu Malik mengunjungi rumah sakit untuk melihat keadaan papa Ryan. Tidak ketinggalan dengan Twins Z dan adik El.


Vina menatap iba pada keponakan nya itu. Bagaimana tidak, ia merasa sangat sangat sedih melihat mata sembab di mata mungil milik ponakannya.


"Sini sayang" Ujar Vina pada twins Z dan adik El.


"Apa kabar anak mama? bagaimana dengan kegiatan kalian hari ini?" tanya Vina mencoba mengalihkan perhatian mereka.


"Iya ma.. kami baik baik saja. Mama bagaimana? apa mama tidak pulang kerumah dan selalu di sini menunggu papa sadar?" tanya Afa.


"He'em.. mama baik baik saja sayang. Mama pulang kok meski hanya sebentar saja"


"Owh.. "


"Kalau Ifa bagaimana? apa di sekolah menyenangkan sayang?"


"Senang sih ma, tapi bunda gak ada di sini" ujar Ifa dengan lirih.

__ADS_1


"Kenapa mommy lama sekali pulangnya ma, apa mommy tidak merindukan El?" potong El.


"Sayang.. kita hanya bisa berdoa agar bunda dan mommy baik baik saja. Percaya sama mama, bunda dan mommy akan baik baik saja. tidak akan ada yang buruk menimpa mereka. Karena bunda dan mommy adalah wanita yang paling kuat sayang. Di mana pun mereka, mereka juga sangat merindukan kalian"


"Anak mama yang cantik, ganteng dan baik udah ya sedihnya. Gak usah mikir macam macam, bunda dan mommy pasti kembali"


"Sekarang mau gak mama ajak ke taman sebentar? kita akan bermain bersama dan juga membelikan banyak es krim kesukaan kalian" tanya Vina.


semuanya mengangguk kepalanya. Vina tersenyum dan membawa semua anak anaknya menuju taman bermain. Ia berharap agar sedikit mengalihkan kesedihan ponakannya.


"Bu.. aku titip mas Ryan ya? mau bawa anak anak keluar sebentar" pamit Vina pada ibu mertua.


"Iya sayang. Bersenang-senang lah" jawab ibu.


Tepat jam Dua dinihari, Ryan terjaga dari tidurnya. Ryan membuka matanya dengan pelan pelan, Ia mulai membuka matanya menelisik ruangannya yang serba putih itu. Pandangan yang awalnya kabur sedikit demi sedikit terlihat lebih jelas.


Ryan melihat kesamping dan di sana terlihat istrinya yang tertidur di samping nya dengan menelungkup wajahnya. Ia tersenyum kala melihat tangan mungil dan hangat itu masih senantiasa setia menggenggam tangannya.


Ryan tidak bisa membuka suara karena ia masih merasa kebas dan sakit karena kecelakaan dan juga karena pembaringannya.


Ryan mencoba dengan sekuat tenaga menyentuh tangan sang istri. Ia mengangkat tangan kirinya untuk menyentuh kepala sang istri.


Setelah melewati perjuangan panjangnya, akhirnya Ryan berhasil meraih pucuk kepala sang istri.


Elusan pertama tidak membuat Vina terganggu, Ryan kembali mengelus rambut Vina dan berhasil membuat Vina risih dan mendongak kepalanya.


Alangkah terkejutnya Vina ketika melihat Ryan tersenyum manis melihat dirinya.


Vina terdiam tak percaya seolah ia sedang bermimpi. Melihat istrinya kelihatan bingung, Ryan mengangkat tangannya kembali agar istrinya kembali sadar bahwa dirinya telah bangkit dari tidurnya.


Vina melototkan matanya. "Sayang.. kamu sudah bangun?" ucap Vina lirih dengan genangan air matanya.


Ryan hanya mengangguk tanda membenarkan ucapan Vina.


...****************...


Terimakasih atas dukungan nya untuk cerita ini


Jangan lupa untuk


Like

__ADS_1


Komentar


and Vote πŸ˜‰πŸ€­


__ADS_2