Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Masih Belum Bisa


__ADS_3

Klakson mobil Ryan berbunyi di depan rumah yang di tempati Vina dan Daisya. Vina sedikit terkejut sebab terlalu pagi untuk piknik, sekurangnya jam 9 tapi Ryan sudah tiba di rumah jam 8 pagi.


Di mansion Ryan hanya mampu menahan satu jam lamanya. Dani sedikit mendengus tidak percaya dengan kelakuan Papanya.


"Kenapa cepat sekali, ini masih terlalu pagi" ujar Vina.


Ryan hanya tersenyum sumringah melihat Vina.


Vina di buat bingung dengan Ryan, bukannya menjawab pertanyaan Vina malah senyum senyum gk jelas.


"Entah lah ma,, papa ni yang gk sabaran" saut Dani.


"Sebenarnya yang ingin pergi itu siapa sih? bukannya ini ide nya Dani ya" batin Vina.


"Ya sudah.... kalian udah pada sarapan? kita makan dulu ya takutnya kelaparan dalam perjalanan" ajak Vina.


"Oke" jawab Ryan.


Secara tak tau malu langsung masuk ke rumah mereka dan duduk di meja makannya.


Ryan sedikit tertegun dengan rumah itu, rumah yang sangat kecil di bandingkan dengan mansion dan apartemen miliknya.


Vina memberikan Sandwich yang telah ia buat kepada Ryan dan Dani.


"Papa.." panggil Daisya.


"Iya sayang.. putri cantik papa udah siap kah untuk pergi" balas Ryan.


"Udah kok pa, lihatlah kak Sya udah cantik" Daisya berputar memperlihatkan baju yang di pakainya pada sang papa.


Ryan memeluk Daisya dengan sayangnya.


"Ayo... kita pergi, udah siap ini" ujar Vina.


Ryan dan kedua anaknya melangkah keluar rumah menuju rumah nya.


Ryan melajukan mobilnya. Tidak ada drama yang terjadi sebelum nya tidak seperti yang lalu saat Vina tidak ingin duduk di depan.


30 menit berlalu, akhirnya mereka sampai di tempat piknik. Tempat piknik yang di penuhi dengan keluarga tapi tidak terlalu ramai.


Twins D merasa senang karena di tempat piknik tersebut terdapat taman mini tempat anak anak bisa bermain seluncuran, ayunan dan lainnya.


Ryan dan Vina menata makanan di rumput dengan dilapisi tikar.



...seperti di atas lah penampilan bekal nya 😊...


Twins D berlarian ke arah taman mini, mereka bergabung dengan anak anak yang lainnya.


Mereka ke taman setelah berpamitan dengan papa dan mamanya.


Awalnya Vina tidak memberi izin tapi Ryan mengatakan anak anak mereka masih berada dalam pantauan mereka.


"Hati hati sayang main nya" teriak Ryan pada Twins D.


"Iya papa" balas twins D.


"Mereka sangat senang Vin bisa bermain keluar"

__ADS_1


"Iya,, aku jarang membawa Daisya keluar apa lagi untuk liburan karena kesibukan aku bekerja" balas Vina.


"Nanti kalau mau liburan kasih tau aku, aku akan memberikan cuti panjang untukmu" ucap Ryan melihat kearah Vina.


"Tidak perlu, aku tidak ingin orang menganggap aku terlalu di permudahkan oleh dirimu, aku merasa tidak enak hati" tolak Vina.


"Jangan seperti Vin, jangan pedulikan yang mereka katakan. Terserah mereka mau mengatakan apa pun" balas Ryan.


"Itukan menurut mu karena kamu adalah bos di perusahaan, sedangkan aku hanya sekretaris bos. Jadi aku tidak bisa seenaknya" ucap Vina menekankan.


"Tapi kamu kan wanita yang aku inginkan dan kamu adalah ibu dari anak-anakku" saut Ryan.


Vina terdiam membisu mendengar penuturan Ryan.


"Kenapa diam Vin? apa kamu tidak percaya apa yang aku katakan?" tanya Ryan.


"Eh.. em.. bisa jangan bahas itu dulu"


Ryan menghela nafas. "Baiklah Vin" jawabnya kemudian.


Tak lama anak-anak datang menghampiri mereka, seperti anak-anak kehausan.


"Ya ampun sayang,, udah ya main nya. Kalian udah keringetan ini" ucap Vina.


"Gk mau mama, kami masih mau main" balas Dani.


"Iya.. masa baru sebentar main ya langsung udahan" saut Daisya.


"Tapi kalian..."


"kalian Suka tempat ini sayang?" tanya Ryan memotong ucapan Vina.


"Iya sayang... tapi mama kalian mau gk ya" goda Ryan.


"Jadi mama gk mau ya pa?" tanya Dani sedikit cemberut.


"Gak kok sayang,, mama mau kok" balas Vina yang tidak ingin merusak perasaan bahagia sang anak.


Twins selesai makan dan minum akhirnya mereka lanjut lagi bermain bersama teman baru.


"Senang sekali melihat mereka senang" ucap Ryan masih memperhatikan twins D dari kejauhan.


"Apa kamu gk bisa terima aku kembali Vin, kembali membina rumah tangga dengan ku" ujar Ryan dengan nada lirih.


"Ryan.. kan aku sudah bilang jangan bahas tentang itu"


"Terus, kamu mau sampai kapan sih kek gini terus Vin. Aku udah mengatakan semua perasaan ku padamu, tapi kamu seperti selalu menjauhi diriku. Aku tau kesalahan masa lalu tidak bisa aku ubah, aku sangat menyesal. Tapi


tidak bisa kah kamu pertimbangan kan kebahagiaan anak anak" lirih Ryan.


"Aku memang egois Ryan, aku tidak bisa kembali padamu hanya karena anak anak kita. Aku tidak ingin sakit hati lagi seperti dulu kamu mengabaikan diriku" ucap Tika.


Nyessss......


Hati Ryan terasa teriris tipis tapi sangat menyakitkan.


"Untuk urusan anak-anak, biarkan saja seperti ini. Kita akan mengurus nya bersama, aku yakin anak anak pasti akan mengerti tentang keadaan kita, secara mereka anak pintar" lanjut Vina.


"Tapi Vin.. aku tidak kehilangan dirimu, aku ingin kita berada di status yang jelas. Aku benar benar tidak bisa menjauh dari mu. Aku benar-benar ingin kembali padamu Vin" balas Ryan sedikit bergetar.

__ADS_1


"Maafkan diriku Ryan, aku tetap tidak bisa" lagi lagi Ryan di tolak.


Ryan mencoba mengontrol emosi nya. ia berusaha tersenyum meskipun terpaksa.


"Iya Vin.. aku mengerti" jawab Ryan.


Setelah acara penolakan Vina, tidak ada percakapan yang terjadi di antara mereka. mereka sama sama terdiam, hanya fokus melihat kegiatan yang dilakukan twins D.


...****************...


"Halo" ucap Angga dengan suara parau khas bangun tidur.


"Kamu masih tidur ya" ucap Tika.


Angga menjauh telpon di telinga nya dan melihat dengan jelas siapa yang meneleponnya.


Alangkah terkejutnya setelah melihat nama yang tertera di sana dengan nama "Istri ku❀️"


"Tika" gumam Angga membulatkan matanya.


Angga menetralkan kembali suaranya.


"Ah.. tidak, aku udah dari tadi bangun kok"


"Ngeles terus kamu"


"Ada apa sayang telpon aku? kangen sama aku ya?" tanya Angga menggoda Tika.


"Ih.. siapa juga yang kangen kamu, aku tuh ya nelpon karena El kebelet ngajak kamu ikut ke kebun binatang hari ini" Tika menyampaikan keinginan El.


"Owh.. karena El, Kirain beneran kamu rindu aku" balas Angga.


"Gk akan" teriak Tika di seberang sana.


"Jangan teriak sayang, nanti pita suara mu rusak. Ya udah.. jam berapa perginya?" tanya Angga.


"Jam 10" jawab Tika.


Angga melirik jam, dan ternyata jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi sehingga masih ada waktu 1 jam lagi untuk siap siap.


"Baiklah.. aku akan bersiap-siap dengan Jeno, nanti baru aku ketempat mu sayang"


"Iya" Tika langsung mematikan telpon nya.


Angga keluar kamar dan memanggil Jeno. Jeno kesenangan karena akhirnya ia juga pergi hari ini sama seperti ke dua abangnya.


Angga dan Jeno bersiap untuk segera meluncur ke rumah mommy Tika.


...****************...


...Terimakasih banyak atas dukungan kalian para reader untuk cerita ini 😊 πŸ€—...


Jangan lupa


Like


Komentar


and Vote πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2