Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Vina Septia


__ADS_3

...Hai, hai... reader,, udah kan kenalan sama mbak Dita, aku juga mau nyapa reader yang Budiman.. 🤭...


Perkenalkan,, namaku Vina Septia, panggil saja Vina,, aku juga seusia mbak Dita kok.. aku tinggal dengan paman dan bibi ku, sedangkan orang tua ku sudah meninggal sejak aku kecil.


Sejak tinggal dengan mereka, aku di perlakukan dengan sangat berbeda dengan anak mereka, aku selalu mengerjakan pekerjaan rumah, melalukan apa yang mereka suruh.


Aku tidak bisa mengelak, semua itu aku lakukan sebagai balas budi. Setidaknya mereka menyekolahkan aku sampai SMA dan memberikan tempat tinggal padaku.


Setelah tamat SMA, aku tidak melanjutkan pendidikan karena bibi melarangnya. Jadi aku bekerja sebagai seorang kasir di salah satu swalayan di kota ini.


Tapi yang membuat aku marah, kecewa dan tidak percaya. Paman menyuruh ku membayar semua hutang orang tuaku selama mereka hidup.


Dan ternyata itu bukan orang tua ku melainkan hutang paman. Dia bekerja sebagai manager di salah satu hotel yang merupakan hotel keluarga Malik, untung nya mereka tidak memasukkan paman kedalam penjara, tapi paman malah meminta mereka untuk membawaku, niat hati paman ingin aku menjadi pembantu di keluarga mereka.


Pada kenyataannya aku malah di suruh menikah dengan salah satu putra mereka.


Tapi aku makin kecewa, karena tuan besar memberi tau bahwa pernikahan ini adalah pernikahan kontrak yang berlaku sampai aku melahirkan seorang cucu untuk nya.


Jika saat itu telah tiba, maka aku akan meninggalkan suami dan anakku. Aku harus pergi sejauh mungkin dari kehidupan mereka.


Ingin rasanya aku menangis, ingin marah tapi tidak tau sama siapa. Merasa takdir mempermainkan diriku. Apa salah diriku? ingin rasanya aku juga pergi jauh kepada orang tuaku.


Hari ini aku menikah dengan putra kedua mereka. aku juga melihat dua gadis yang seusia ku di acara itu, mereka juga menikah seperti aku.


Aku menatap manik mata langsung dengan mereka, dapat aku lihat bahwa mereka juga terpaksa menikah hari ini.


Ingin sekali aku menyapa mereka, tetapi tidak bisa, kami hanya bisa saling tersenyum satu sama lain.


Akhirnya acara pernikahan sederhana telah selesai, aku merasa sangat lelah. Para tamu sudah pulang ke rumah masing-masing. Tuan dan nyonya pun sudah kembali kerumah.


Suami ku mengajak untuk ke kamar tidur kami yang ada di hotel itu. seketika aku menatap wajah pria yang sudah menjadi suami ku. Dia sangat tampan, tatapan juga lembut ke arahku.

__ADS_1


Aku harus sadar, aku tidak boleh jatuh atas pesona nya, karena pada akhirnya aku juga harus pergi dari hidupnya sesuai dengan perjanjian yang tertulis dan menjalani hidup ku sendiri.


Dikamar... aku merasa sangat kagum dengan keindahan kamar kami, jika kami saling mencintai maka ini akan sangat bahagia buat ku, tapi ini hanya pernikahan kontrak.


Dengan pernikahan inilah aku akan bebas dari keluarga paman, aku akan menata hidup ku sendiri di masa depan.


"Mandilah.. setelah kamu selesai, aku akan mandi," ucap Ryan kepada sang istri.


"Iya mas, baik..." berlalu meninggalkan suaminya.


Ryan hanya menatap Vina yang berlalu ke kamar mandi, Ryan sedikit terkejut karena Vina memanggilnya dengan sebutan "mas".


15 menit berlalu, akhirnya Vina keluar dari kamar mandi.


Melihat sang istri keluar dari kamar mandi dengan baju tidur nya, tiba tiba membuat Ryan tertegun menatap istri yang kelihatan cantik memakai baju tidurnya.


Vina melihat Ryan diam di tempat tidak bergerak sedikit pun, malah tertegun kearahnya, membuat Vina menjadi salah tingkah.


Ryan yang tersadar langsung mengalihkan pandangannya ke kiri menghindari mata Vina yang sedang menatap nya.


Tanpa sepatah kata yang keluar dari mulut nya, Ryan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Lama menunggu sang suami selesai membersihkan diri, Vina melihat sekeliling kamar dan matanya tertuju pada sofa yang ada di depannya.


Vina mengambil bantal dan selimut untuk tidur kemudian mancari posisi nyaman untuk ia tiduri, karena suami nya pasti tidak ingin tidur bersama meskipun mereka suami isteri.


Dari pada berdebat lebih baik Vina mengalah dan langsung mengambil langkah untuk tidur di sofa itu.


Ketika hendak membenarkan selimut, pintu kamar mandi terbuka.


"Ngapain kamu tidur disitu?? " tanya Ryan dengan raut wajah keheranan.

__ADS_1


"Hm.. aku tau mas, mas pasti gk mau kan tidur sama aku?? jadi aku akan tidur di sini saja, maaf mas aku tidak bisa tidur di lantai aku takut kedinginan" Vina menjelaskan.


"Yang nyuruh kamu tidur disini siapa??" balas Ryan.


Vina mengernyit heran, apa maksud pertanyaan suaminya itu.


"Maksud aku, kamu tidur di kasur saja, biar aku yang tidur di sofa itu, aku tidak mau nanti ibu mengira aku menyiksa istri sendiri" ucap Ryan yang langsung menggeser sang istri ke arah kasur, dan langsung mencari posisi nyaman untuk tidur.


Vina tertegun... dan akhirnya merebahkan diri di kasur ketika melihat suaminya sudah memejamkan matanya.


Lama Vina bolak balik ke kanan dan kiri, ia belum bisa memejamkan matanya, karena kebanyakan gerak, membuat Ryan merasa risih.


"Hey,, bisa tidak Jangan terlalu ribut" ucap Ryan yang tidur nya terganggu dengan suara gerakan Vina.


"Maaf mas, aku tidak bisa tidur," balas Vina yang langsung terduduk di kasurnya.


"Jika kau tidak bisa tidur setidaknya matamu saja yang terbuka tidak perlu badan mu gerak sana gerak sini,," Ryan menatap istrinya.


"Kau tenang saja aku tidak melakukan apa pun denganmu malam ini, tapi malam selanjutnya nya aku harus melakukan hubungan intim dengan mu, supaya aku keluar dari pernikahan konyol ini, kau jangan berpikir untuk bisa menjadi nona muda selamanya di keluarga ini, ayah sudah memberi tahukan kepada kamu tentang perjanjian pernikahan kita ini kan? " tanya Ryan dan diangguki oleh Vina.


"Bagus,, jadi selama menikah kau jangan berharap aku akan jatuh hati pada mu, karena hatiku sudah ada yang memiliki, kau hanya pengantin sementara. Kau harus tidur, jangan sampai besok bangun terlambat, aku paling tidak suka orang yang terlambat. Kau dengar ucapan ku??" tanya Ryan menatap intens mata sang istri. Lagi lagi Vina hanya mengangguk.


Vina terdiam dan mencoba untuk tidur tanpa harus mengganggu ketenangan suaminya yang sedang tidur. Berdoa dalam hati supaya pernikahan ini cepat selesai tanpa ada penyiksaan dari suaminya.


Vina ingin ketenangan di dalam rumah tangga meskipun tidak ada cinta selama mengarungi rumah tangga setidaknya tidak mendapatkan perlakuan buruk dari sang suami.


Setelah melewati beberapa jam akhirnya Vina tertidur ketika menjelang subuh hari.


...***************...


...Mbak Vina orang nya lembut ya,, bg Ryan jangan galak galak dong sama mbak Vina, ntar mbak Vina nya takut lho,,,😲...

__ADS_1


__ADS_2